Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2026

Maret : Perpustakaan Tengah Malam - MATT HAIG

Hai! Saya baru menyelesaikan membaca satu buku fantastis! Akhirnya setelah saya kelaparan akan bacaan fiksi yang "tajam". Nyesel banget juga kenapa baru sekarang aku mood baca buku ini. Oke, here we go.

Judul: Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library) 
Tebal: 368 
Halaman Bahasa: Indonesia
Penulis : Matt Haig
Tahun : 2020

“Tiap-tiap buku memberikan kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang bisa dijalani.” Itu adalah quotes dari perpustakaan. Tokoh disini adalah Nora Seed yang setelah percobaan bunuh diri dia ada di dunia mati dan hidup. Ya mati enggak, hidup juga enggak. Yang kemudian jiwanya nyasar di perpustakaan yang mana sebenarnya secara nyata perpustakaan tersebut ada ketika dia Sekolah Dasar. Nora kemudian dihadapkan dengan kemungkinan mengubah hidupnya untuk kehidupan yang sama sekali berbeda, kehidupan yang baru sesuai dengan buku-buku yang terdapat di perpustakaan tersebut, mengikuti karir yang berbeda, membatalkan perpisahan lama, mewujudkan mimpinya menjadi ahli glasiologi, menjalani kehidupannya sebagai atlet renang kelas dunia, serta banyak hal lain yang dapat dicoba. 

Dia harus menemukan keinginan serta kebahagiaan di dalam dirinya saat dia melakukan perjalanan di Perpustakaan Tengah Malam untuk memutuskan apa yang benar-benar memuaskan dalam hidup, dan apa yang membuatnya layak untuk dijalani. Nora mencoba kehidupan lainnya yang ingin ia jalani lewat buku-buku di Perpustakaan Tengah Malam, dibantu oleh penjaga perpustakaan, Mrs. Elm. Nora tidak bisa kembali ke Perpustakaan apabila ia tidak merasakan penyesalan saat menjalani kehidupan lainnya yang sedang ia jalani. 

Buku ini berbicara tentang penyesalan, hubungan, mimpi, hewan peliharaan, persahabatan, kemungkinan yang akan terjadi, dan yang paling penting bagaimana menjalani hidup di masa sekarang dan memanfaatkannya sebaik mungkin tanpa atau dengan kita memperoleh kesempatan kedua dalam hidup (seperti Nora Seed).

"Setiap kehidupan mengandung berjuta-juta keputusan. Beberapa besar, beberapa kecil. Tetapi setiap kali satu keputusan menumbangkan keputusan lainnya, hasil akhirnya akan berbeda. Variasi-variasi yang tak bisa diubah terjadi, yang pada gilirannya mengarah pada variasi-variasi lain lagi. Buku-buku ini merupakan portal ke semua kehidupan yang mungkin saja kau jalani." — Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library), halaman 326


-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 23 Februari 2026

Februari - The Book of Ikigai Ken Mogi (Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur)

Hai, saya baru menyelesaikan membaca buku berjudul The Book Of Ikigai. The Book of Ikigai (juga diterbitkan dengan judul Awakening Your Ikigai atau The Little Book of Ikigai) karya Ken Mogi, seorang ilmuwan otak (brain scientist) asal Jepang, mengeksplorasi filosofi tradisional Jepang tentang menemukan alasan untuk bangun di pagi hari. Berbeda dengan diagram Venn populer yang sering mengaitkan Ikigai dengan karier dan uang, Ken Mogi menekankan bahwa Ikigai bisa ditemukan dalam hal-hal kecil di keseharian.

Buku ini terdiri dari 185 halaman dan 10 bab. Buku ini dibuka dengan catatan untuk pembaca yaitu lima pilar ikigai : Awali dengan hal kecil, bebaskan dirimu, Keselarasan dan kesinambungan, Kegembiraan dari hal kecil, Hadir ditempat dan waktu sekarang. 

Arti Ikigai sendiri adalah Secara harfiah, Ikigai (生き甲斐) berasal dari kata iki (hidup) dan gai (nilai atau alasan). Jadi, Ikigai adalah "alasan untuk hidup" atau alasan yang membuat seseorang bersemangat untuk bangun di pagi hari. Bab 2 akan membahas mengenai alasan anda bangun pagi. Apa alasannya? Bagi umat muslim kita sholat subuh ya? karena wajib? jika tidak wajib akankah kita tetap bangun pagi? Kalo saya, tetap akan bangun pagi. Pagi hari saya adalah penentu. Dan saya menjalaninya bertahun-tahun hingga dewasa tanpa pernah mengeluh. Bahkan saya dengan alarm pagi lebih dulu saya yang bangun. 

Ikigai hanya mengukuhkan intuisi yang telah kamu miliki, perubahan itu akan berlangsung perlahan dan kecil-kecilan, seperti kehidupan itu sendiri. Dan dari 10 bab saya dapat menyimpulkan bahwa ikigai adalah suatu kegiatan, keadaan, pengalaman yang kadang dianggap tidak penting bagi orang lain tapi membahagiakan bagi kita pribadi. Yang kita rela melakukannya tanpa berpikir bahwa ujungnya mengenai uang. Itu Ikigai, itu sumber kebahagiaan walaupun orang lain tidak paham dimana letaknya kebahagiaan yang kita anggap bahagia itu.

Gajian itu bahagia, dapat proyek diluar pekerjaan tetap juga saya bahagia, beli tas atau sepatu baru bahagia, tapi ini bahagia dengan level yang berbeda. Seperti saya bahagia ketika saya bisa menulis walaupun tidak selalu tulisan saya lolos editor, ketika saya bisa memotret sesuatu yang menurut saya "masuk kehati" tidak harus photo saya masuk ke galery seni, ketika saya melihat langit sore meskipun kadang hujan juga terasa indah, ketika saya main dengan kucing, ketika saya hanyut membaca buku sambil minum kopi. Kebahagiaan-kebahagiaan remeh yang ketika bicara dengan orang yang tidak terlalu dekat dan mengerti kebiasaan saya sehari-hari maka akan terasa seperti "pick me" sekali.

Hal-hal remeh yang menjadi dasar setiap saya bangun pagi. Karena hari ini saya akan melakukan hal-hal demikian itu, dengan suka rela, obat pertama sebelum minum obat yang beneran (jika sakit berlanjut). 

-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 05 Februari 2026

Februari : The Little Book of Sloth Philosophy Jennifer McCartney

Judul buku : The Little Book of Sloth Philosophy
Penulis : Jennifer McCartney
Penerbit : Renebook
Tahun terbit : 2018
Harga waktu beli : 60.000 (online)
Jumlah halaman : 188 - Edisi bahasa inggris

Buku ini menggunakan filosofi kukang (sloth) sebagai inspirasi gaya hidup santai dan penuh refleksi, dibuat ringan dan mengandung humor. Buku ini mengajak pembaca untuk mengambil pelajaran hidup dari perilaku kungkang (sloth) — hewan yang dikenal lambat namun penuh kesadaran. Bukannya mendorong kemalasan tanpa tujuan, buku ini mengusung filosofi hidup yang lebih santai, fokus, dan bahagia tanpa tekanan produktivitas yang berlebihan. 

1. Perlambat Tempo Hidup. Alih-alih terjebak dalam rutinitas serba cepat, buku ini mendorong pembaca untuk melambat, bernapas, dan menikmati proses hidup.

2. Kesadaran & Mindfulness. Kukang digambarkan sebagai simbol mindfulness — tindakan yang dilakukan dengan penuh perhatian dan tanpa tergesa-gesa.

3. Keseimbangan Hidup. Buku ini menekankan pentingnya istirahat, tidur cukup, makan perlahan, dan menjunjung kebahagiaan pribadi tanpa merasa bersalah.

4. Produktivitas yang Bijak. Daripada mengejar daftar tugas panjang setiap hari, pendekatan kungkang adalah bekerja lebih cerdas dan fokus, bukan sekadar lebih cepat atau lebih lama bekerja.

5.Cinta, Keluarga, dan Kehidupan. Selain tips praktis, buku ini membahas banyak aspek kehidupan seperti hubungan, cinta, dan koneksi sosial — semuanya diperlambat agar makin bermakna.

Buku ini ditulis dengan gaya yang ringan, menghibur, dan penuh humor, cocok sebagai bacaan santai untuk siapa pun yang ingin melepas tekanan hidup modern dan menemukan kedamaian dalam ritme yang lebih tenang.

“Tidak apa-apa menjadi lambat jika itu membawa kita pada hidup yang lebih sadar, lebih fokus, dan lebih bahagia.” — pesan inti dari buku ini.

Kalau kamu mau, aku bisa buatkan ringkasan bab-per-bab atau kutipan menarik dari buku ini, tapi nggak usah dink. Aku mau mengkukang aja. Bermalas-malasan.


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 24 Januari 2026

Januari : Keajaiban Toko Kelontong Namiya Keigo Higashino

Judul : Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis : Keigo Higashino
Harga : 115.000
Penerbit : Gramedia
Jumlah Halaman : 440 Halaman

Iya benar, penulisnya bukan asli Indonesia. Melainkan ini adalah novel adaptasi dari Jepang. Awalnya sempat ragu untuk baca karena menyangka bahwa novel ini bergenre teenlit. Tapi penasaran juga karena ada di deretan best seller waktu aku ke Gramedia. Ternyata, ya memang seru! 

Bercerita tentang tiga pemuda berandal (Atsuya, Shota, Kohei) yang bersembunyi di toko kelontong terbengkalai milik Namiya, lalu secara tak terduga menerima surat-surat dari tahun 1980 yang meminta nasihat, menjadikannya penasihat lintas waktu, di mana mereka membalas surat tersebut dengan saran tulus, mengungkap koneksi masa lalu dan masa kini melalui lubang surat ajaib, mengubah hidup mereka dan orang yang meminta saran, serta memberikan pesan moral tentang kebaikan dan pilihan hidup.


-Saya pasti pulang-
Share:

Januari : Ayah dan Sirkus Pohon Andrea Hirata

Judul buku : Ayah dan Sirkus Pohon
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Harga : 72.000
Jumlah halaman : 204 Halaman

Tidak jauh-jauh dari tulisannya tentang tempat tinggalnya yang dulu, novel sosial yang mengisahkan perjuangan hidup Sobirin (Hob), seorang pemuda dengan pendidikan terbatas yang mencari pekerjaan tetap, sambil menghadapi lika-likunya cinta dengan Dinda, yang akhirnya membawanya menjadi badut di sirkus keliling, sekaligus mengkritik isu pendidikan dan peluang kerja diskriminatif di Indonesia dengan gaya humor khas Hirata yang memikat, serta mengeksplorasi kisah ayah-anak yang menyentuh dan intrik politik lokal.

Tapi mungkin karena selera bacaan saya juga agak berubah, saya agak lama baca novel ini karena terasa monoton? 




-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 14 Januari 2026

Januari - Buku Besar Peminum Kopi Oleh Andrea Hirata

Yes! Kalo aku nyebut Andrea Hirata hal pertama yang aku ingat adalah Laskar Pelangi. Betapa jadi boosternya novel itu. Novel ya bukan film. Oke kita langsung aja review Buku lain milik Andrea Hirata. 

Buku Buku Besar Peminum Kopi terbit tahun 2020. Diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Klaimnya novel ini adalah cerita sebenarnya. Menceritakan tentang Nong (seorang wanita) yang sejak kecil keadaannya memprihatinkan karena ayahnya meninggal saat dia masih sangat belia. Namun kemudian Nong berhasil menjuarai catur di desanya. Melawan laki-laki desa tersebut yang memandang sebelah mata Nong bukan karena Nong dianggap tidak memiliki kemampuan. Namun karena Nong adalah Perempuan. 

Dalam novel ini, tokoh Ikal yang bekerja di warung kopi sambil nonton pertunjukan catur tersebut (sekaligus menjadi mentor bagi NONG) melakukan penelitian tentang sifat-sifat manusia berdasarkan cara mereka minum kopi. Ikal membaginya ke dalam beberapa golongan; player, non-player, semi player, ex-player dan lain sebagainya. Kemudian ia mencatat hasil penelitiannya itu ke dalam sebuah buku catatan, ia menyebutnya sebagai Buku Besar Peminum Kopi.

  1. Tipe pertama adalah tipe peminum kopi pahit, yang diceritakan dengan lucu jika tipe peminum kopi ini disebut player.
  2. Kemudian ada orang-orang yang merasa penting dan para pengunjung kedai kopi yang mengalami post power syndrome dengan sebutan explayer.
  3. Wanna be player adalah kelompok orang yang berada di zona nyaman, yang cara minum kopi dan pilihan kopinya tidak pernah berubah.
  4. Diposisi ke empat adalah orang-orang oportunis, kaum plin plan, berubah-ubah yang dicatat ikal dengan sebutan NON PLAYER.
  5. Golongan kelima adalah golongan antithesis dari non player, pengunjung tipe pahlawan yang datang minum kopi dan pergi. Catat Namanya Semi player.
  6. Kemudian golongan terakhir adalah golongan aneh yaitu minum kopi saja tanpa air layaknya sagon. wkwkwkwkkwkwkwkwkwkw. 
Kamu suka kopi? 


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 13 Desember 2025

Sejarah Tuhan - Karen Armstrong

Judul : Sejarah Tuhan
Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan
Cetakan ke 4 : 2025
Jumlah Halaman : 671 halaman
Harga : 179.000

Buku ini memberi pengetahuan tentang perkembangan konsep Tuhan dalam pemikiran berbagai kebudayaan sepanjang sejarah. Penggambaran sejarah Tuhan didukung oleh berbagai fakta, mitos, dan legenda dalam sejarah manusia sehingga topik nya terasa berat. Apalagi banyak bahasa yang sebagai orang awam saya harus sekalian googling ketika baca buku ini. Istilah-istilah tersebut berasal dari agama lain. 

Karen Armstrong memberi contoh sejarah Tuhan dengan menggabungkan berbagai kebudayaan di dunia dan mengaitkannya dalam satu tema besar, yaitu pencarian manusia akan Tuhan yang ideal dan sesuai kebutuhan masing-masing zaman. Buku ini menyajikan berbagai peristiwa dalam sejarah kehidupan manusia sebagai bagian dari evolusi pandangan manusia terhadap suatu kekuasaan tertinggi yang disebut Tuhan. 

Sejarah Tuhan diceritakan secara kronologis sejak berkembangnya monoteisme purba menjadi politeisme pagan di seluruh dunia. Ada pula pendapat menarik tentang bagaimana Tuhan tiga agama monoteisme besar (Yahudi, Kristen, Islam) diimplementasikan oleh bangsa India menjadi dewa-dewa Hindu dan Budha, juga kaitannya dengan kepercayaan akan nirwana pada agama Budha. Di samping itu, juga diceritakan bagaimana perkembangan kebudayaan pagan yang penuh mitos dan ritual akhirnya membawa manusia kembali pada monoteisme yang dipandang lebih rasional. Lebih jauh lagi, perkembangan akal manusia saat ini justru memunculkan keraguan akan eksistensi Tuhan dan peranannya dalam kehidupan masyarakat modern.

Buku ini banyak mencantumkan naskah-naskah kuno yang ketika kita baca kita harus sekalian buat catatan karena saya baru dengar istilah seperti contohnya Enuma Elish yang merupakan kitab bagi kepercayaan Babilonia Kuno sampai Al Quran, untuk menggambarkan dasar pemikiran manusia mengenai Tuhan pada setiap kepercayaan. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 21 September 2025

Kucing Bernama Dicken


Ini juga adalah buku yang saya dapat sebagai hadiah ulang tahun saya. Buku ini dengan cepat sekali saya lahap. Karena ceritanya ringan. Sekali. Berisi kumpulan cerita dari pemilik kucing di luar negeri. Ada yang setelah bertemu kucing jadi sangat jatuh cinta dengan kucing (semula pecinta anjing), ada yang menceritakan kemoterapi menjadi lebih tidak sakit setelah punya kucing. Dan semacamnya. 

Ngomong-ngomong cerita tentang kucing, saya juga pecinta kucing. Sangat suka kucing. Kayaknya hampir nggak pernah saya nggak punya kucing. Bahkan kucing yang saya claim terakhir kali saya akan punya kucing pun bukan yang terakhir. Karene kenyataannya semesta masih mengirimkankan saya kucing, tepat didepan pagar rumah saya. 

Eh tapi kehilangan kucing di bulan November 2024 itu benar-benar bikin saya stress. Ini mau cerita aja bikin saya stress lagi. Tapi kalo nggak diceritain akan hanya nyantol di catatan tab saya. Jadi kapan-kapan kompilasi tulisan saya akan saya copy paste diblog ini. InshaAllah. 

Intinya buku ini cocok untuk anak SD, SMP, SMA. Ringan. Udah gitu.

-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 17 September 2025

Seorang Wanita Yang Ingin Jadi Semangka Di Kehidupan Berikutnya

Sesuai dengan list yang hal-hal yang akan dilakukan kembali yang salah satunya adalah menulis blog ini. Maka dengan ini mari kita review buku. 

Seorang Wanita Yang Ingin Jadi Semangka di Kehidupan Berikutnya. Ini adalah judul buku yang saya dapatkan sebagai hadiah ulang tahun saya. Setelah selesai dibaca dalam waktu 15 hari. Wah lama sekali ya. Iya, karena buku ini agak muter gitu ceritanya, jadi aku bacanya pelan-pelan. Banget.

Ada beberapa kalimat yang aku garis bawahi dalam buku ini. Dalam hal ini, yang aku garis bawahi adalah pesan yang penting, yang aku suka dengan kata tersebut.
  1.  Kebahagiaan dalam tiga kata : MENIKMATI JALANNYA WAKTU.
  2. Temennya si Penulis namanya Nago Tejena dalam bukunya : Your goal doesnt have to be great, but it has to be yours.
  3. Kalau sungguh menginginkannya kamu akan mencari cara. Jika tidak, kamu akan mencari alasan.
  4. Tetap lakukanlah sesuatu walaupun sambil misuh.
Buku ini nggak jadi buku yang ingin aku baca ulang macam laskar pelangi, tapi isinya oke. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 08 September 2022

Tsuneko Nakamura, Hiromi Okuda - Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan


Ini adalah buku pertama di bulan September 2022 yang aku baca. Eh sebenernya ada yang lain, tapi nggak begitu menarik. Yang aku review yang ini aja karena lebih menarik. Ketemu buku ini waktu ke gramedia. Dari covernya udah unik lucu, dan ya pasti judulnya menarik buat keadaanku saat ini (Hihi).

Oke langsung aja, buku ini menurutku ringan. Untuk orang-orang dengan ekspektasi berlebihan, ambisius, yang biasanya baca "7 cara jadi superstar instan" dan semacamnya kayaknya ga cocok baca ini. Buku ini menceritakan seorang psikiater bernama dokter Tsuneko Nakamura yang sudah berumur 89 tahun saat buku ini dikeluarkan. Beliau ini orang yang menurut aku sangat sesuai dengan trend saat pandemi yaitu "slow living".

Semua yang ditulis dalam buku ini bikin aku mikir "lah iya juga ya". Tapi mungkin karena sebagian dari yang diceritakan buku ini memang sudah aku terapkan dalam hidupku ya. Aku nggak tahu kamu kamu yang pada umur yang sama denganku tapi masih sangat ambisius mungkin akan tidak setuju. Ada beberapa hal yang aku capture karena rasanya pas banget dengan manusia yang pemikirannya over yang berharap nggak over over amat kedepannya.

Cek ya.

1. Kenapa malu mengatakan jika tujuan bekerja ya mencari uang, mencari penghidupan, mencari makan.
2.  Sikap berterimakasih untuk apa yang datang dan tidak mengejar apa yang pergi pada akhirnya paling meringankan bagi kedua belah pihak. Bukan berarti disarankan untuk tidak memercayai orang lain, tidak berteman atau hidup menyendiri. Saat ingin bersikap baik kepada orang lain, tentu saja anda bisa melakukannya dan anda pun bebas untuk menghubungi orang lain jika memang menginginkannya. Anda bisa menuruti apa yang anda aingin anda turuti, memercayai apa yang ingin anda percayai.
3. Manusia lahir seorang diri, matipun seorang diri. Segalanya berakhir ketika kita sudah mati, jadi percuma juga mengkhawatirkan soal penilaian orang, penampilan atau rupa. Setelah mati, dipuji seperti apapun, atau dibodoh-bodohi seperti apapun sama sekali tak berpengaruh buat orang yang mati. 
4. Poin 4 banyak sekali jadi aku photo saja ya

 






















-Saya pasti pulang-
Share: