Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

Mei : What I Talk About When I Talk About Running - Haruki Murakami


Judul buku : What I Talk About When I Talk About Running
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Bentang Pustaka 
Harga : 79.000 Online
Jumlah Halaman : 196 halaman
Tahun terbit : 2025


What I Talk About When I Talk About Running adalah buku memoar reflektif karya Haruki Murakami yang menggabungkan kisah tentang lari jarak jauh dengan pemikiran mendalam mengenai kehidupan, disiplin, kesendirian, dan proses menulis. Jadi walaupun Haruki Murakami sering menulis novel fiksi sastra kontemporer yang dicampur dengan unsur surealisme, magical realism, psikologis, dan eksistensialisme, bukunya kali ini sangat berbeda dengan tulisan novel yang biasanya dia terbitkan. 

Buku ini menceritakan pengalaman pribadi Murakami sebagai seorang pelari marathon sekaligus penulis. Ia membagikan perjalanan bagaimana ia mulai berlari setelah menutup bar jazz miliknya, lalu menjadikan olahraga tersebut sebagai bagian penting dalam hidup sehari-hari. Melalui latihan rutin, persiapan marathon, hingga tantangan mengikuti lomba ekstrem seperti triathlon dan ultramarathon, Murakami menggambarkan bagaimana lari bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga latihan mental dan spiritual. Dalam bukunya juga dijelaskan bagaimana cara pandangnya terhadap lingkungan diluar kebiasaannya. Seperti dia yang jarang bertemu orang dan semacamnya.

Di sepanjang cerita, Murakami membandingkan proses berlari dengan proses menulis novel. Baginya, keduanya membutuhkan konsistensi, ketahanan, kesabaran, dan kemampuan bertahan menghadapi rasa bosan maupun rasa sakit. Ia juga merefleksikan tentang penuaan, ambisi, keterbatasan tubuh manusia, serta makna kesendirian yang justru bisa menjadi ruang untuk mengenal diri sendiri.

Alih-alih berupa panduan olahraga, buku ini terasa seperti percakapan santai dan jujur tentang bagaimana seseorang menjaga ritme hidup melalui kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Gaya penulisannya tenang, sederhana, tetapi penuh makna khas Murakami.Terkadang keberhasilan bukan soal bakat besar, melainkan kemampuan untuk terus berjalan (atau berlari) sedikit demi sedikit setiap hari.


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 07 Mei 2026

Berpikir Ala Sherlock Holmes

How To Think Like Sherlock Holmes - Petter Hollins
Harga lupa
Beli di Gramedia
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tahun 2021

Ada sebuah buku yang pernah saya baca. Tapi waktu saya baca buku ini, saya lagi lamaaaa sekali nggak nulis. Alasannya? saya nggak suka tulisan saya dibaca orang yang saya kenal. Lebih lengkapnya, saya nggak suka tulisan saya dibaca oleh orang yang saya kenal dan berpotensi ketemu secara langsung. Itu dulu. Sekarang? Sama. Tapi di tahun itu imbasnya adalah saya jadi males nulis blog. Saya alihkan ke journal. 

Oke balik lagi ke Sherlock Holmes. Siapa yang nggak pernah dengar nama detektif fiktif ini? minimal dengar pasti pernah ya. Karena akhir-akhir ini Sabtu Minggu saya sering saya habiskan dirumah, saya menyelesaikan 4 sesion sherlock holmes dalam 2 minggu (4 sesion ini sudah pernah saya tonton sebelumnya di tahun 2017/2018) Jadi kali ini saya rewatch. Karena nonton filmnya lagi, saya jadi ingat buku yang saya pernah baca itu. Jadi mau saya review sekarang.

Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.

“Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”
“Tentang kejadian aneh seekor anjing di malam hari.”
“Anjing itu tidak melakukan apa pun di malam hari.”
“Itulah kejadian anehnya,” ujar Sherlock Holmes.
― Arthur Conan Doyle, Silver Blaze

“Tidak ada yang lebih menipu daripada fakta yang jelas.”
― Arthur Conan Doyle, Misteri Lembah Boscombe - Sebuah Cerpen Sherlock Holmes

Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat legendaris sejak 1887 hingga sekarang. Ia pun sering diangkat ke layar lebar juga serial televisi. Mengapa masih banyak orang yang terpaku pada Sherlock Holmes? Itu karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah rumit dengan sangat mudah. Ia adalah sosok pahlawan super genius yang ingin kita wujudkan dalam diri kita. Karena saya tahu dia fiktif sebenarnya saya nggak ingin-ingin banget berpikir ala dia ya. Tapi ada hal yang sama antara saya dan sherlock holmes, bukan kepintarannya pasti ya. Wkwkw. Adalah sebuah prinsip bahwa : Tidak perlu tahu segalanya, tapi pahami hal penting dengan dalam. Ya betul, kadang teman saya heran kenapa saya begitu gobloknya dalam sebuah hal tapi tidak hal lain. Dengan mudah mengingat detail kebiasaan orang asing yang baru setengah jam ketemu, tapi susah mengingat arah mata angin. Susah mengingat nama orang, tapi dengan gampang mengingat deretan angka yang panjang. Sebelum saya nonton atau baca novel mengenai sherlock holmes saya sudah memiliki prinsip demikian. Saya juga tidak paham nama-nama politikus, atau hal yang sedang terjadi didalamnya. Pengetahuan saya tentang hal itu ZERO. Selain itu, tidak ada lagi persamaan saya sama sherlock holmes. Wkwkk.

Ini adalah ringkasan dari buku yang saya baca tersebut.
MIND MAP: Berpikir ala Sherlock Holmes
SHERLOCK HOLMES THINKING

──────────────────────────┼──────────────────────────

OBSERVASI
- Perhatikan detail kecil
- Gunakan semua indera
- Jangan sekadar melihat


DEDUKSI
- Gabungkan fakta
- Tarik kesimpulan logis
- Hindari tebakan tanpa bukti


BERTANYA
- Kenapa?
- Bagaimana?
- Apa penyebabnya?


PENGETAHUAN
- Fokus pada yang penting
- Perluas wawasan
- Simpan info yang berguna


POLA
- Cari hubungan antar kejadian
- Hubungkan fakta kecil
- Lihat gambaran besar


LOGIKA
- Jangan terburu-buru
- Uji semua kemungkinan
- Pilih yang paling masuk akal


Berikut adalah beberapa contoh observasi dan deduksi ala Sherlock Holmes:
1. Mengetahui Profesi Seseorang (Contoh Umum)
Observasi: Seseorang memiliki kulit tangan kanan yang lebih kasar, kapalan di jari tengah, dan sedikit noda tinta di ujung jari telunjuk.
Deduksi: Dia adalah seorang penulis atau pegawai administrasi yang banyak menulis manual, bukan sekadar mengetik, karena kapalan khusus pada jari tengah menunjukkan penggunaan pena yang intensif.

2. Mengetahui Kebiasaan & Perjalanan (Koper Norwood)
Observasi: Menemukan koper di lokasi kejadian yang berselimut debu tipis, namun pegangannya bersih, serta ada bekas stiker hotel yang baru dilepas.
Deduksi: Pemilik koper baru saja melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta (debu), memegang koper tersebut secara intensif (pegangan bersih), dan berusaha menyembunyikan identitas hotel tempatnya menginap (stiker dilepas).

3. Mengetahui Latar Belakang & Ekonomi (Kasus Fiksi)
Observasi: Seorang pria memakai sepatu yang mengkilap, tetapi ada bekas keausan yang tidak rata di bagian tumit luar, dan kancing jasnya sedikit longgar.
Deduksi: Pria ini peduli pada penampilan (sepatu mengkilap) namun mungkin sedang mengalami masalah keuangan atau terburu-buru (kancing longgar), dan dia memiliki cara berjalan yang tidak seimbang yang mungkin disebabkan oleh cedera lama atau kebiasaan duduk tertentu.

4. Mengetahui Tindakan Terakhir (Analisis Lingkungan)
Observasi: Di sebuah ruangan, ada abu cerutu yang berserakan di sebelah kanan kursi, namun majalah yang terbuka berada di sebelah kiri, dan gelas air minum kosong berada jauh di meja seberang.
Deduksi: Seseorang yang merokok (kanan) membaca majalah (kiri) dan bangkit dari kursi untuk menaruh gelas, menunjukkan bahwa dia tidak sendirian atau dia melakukan aktivitas terburu-buru sebelum pergi.

Apakah kita mungkin untuk mengikuti bagaimana Sherlok Holmes berifkir? Jawabannya tidak mungkin. Mendekati pun tidak. Dia adalah tokoh fiktif. Tapi ada yang bisa ditiru dari kebiasaan holmes saat berpikir dia buntu. Yaitu dia membuat jeda dan refleksi. Sering kali Holmes menghisap pipa atau bermain biola saat menghadapi kasus sulit. Ini adalah teknik untuk menjauh sejenak dari masalah agar otak bawah sadar dapat mengolah informasi secara lebih jernih. Jadi jika otakmu rasanya akan meledak ketika memikirkan jalan keluar suatu hal. Berhenti dulu. Kontrolnya ada di diri kamu sendiri, nggak usah nunggu stroke dulu baru berhenti. Telat! 

Berhenti dulu. Dunia bisa nunggu! :)




-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 30 April 2026

Joko Pinurbo

Salah satu buku beliau pernah saya ulas di SINI. Dan puisi yang paling suka adalah Kumpul Kopi.

Kumpul Kopi

Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi
puisi ada di tengah-tengahnya
Menurut saya, puisi-puisi beliau memiliki ciri kata sederhana, bercerita sepi, masa lalu. Puisi lain yang saya kutip dari goodread yaitu 


“Setelah punya rumah, apa cita-citamu?
Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja,
supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.”

“Hidup
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.”
― Joko Pinurbo, Perjamuan Khong Guan

“Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri”
― Joko Pinurbo, Srimenanti

Joko Pinurbo, atau yang akrab disapa Jokpin, merupakan salah satu penyair kontemporer Indonesia paling terkemuka yang berhasil merevolusi gaya perpuisian tanah air dengan membawa bahasa sehari-hari ke tingkat estetika yang jenaka sekaligus getir. Lahir di Sukabumi pada 11 Mei 1962 dan menetap di Yogyakarta hingga wafatnya pada April 2024, ia dikenal sebagai arsitek kata yang mampu mengubah benda-benda remeh dan domestik—seperti celana, sarung, kamar mandi, hingga telepon genggam—menjadi metafora mendalam tentang kesepian, iman, perlawanan sosial, dan eksistensi manusia. Gaya penulisan Jokpin yang minimalis, penuh parodi, namun sarat dengan nuansa spiritualitas Katolik yang membumi, membuatnya sangat dicintai oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi sastra hingga generasi muda yang akrab dengan kutipan-kutipannya di media sosial. Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa puisi tidak harus selalu tampil dengan diksi yang berat dan "langit", melainkan bisa hadir di tengah-tengah percakapan warung kopi dengan kejutan-kejutan imajinatif yang sering kali berakhir dengan senyum kecut atau renungan filosofis.

Sepanjang karier sastranya, Joko Pinurbo telah melahirkan banyak kumpulan puisi ikonik seperti Celana (1999), Kekasihku (2004), Baju Bulan (2013), hingga Perjamuan Khitah (2020), yang banyak di antaranya telah meraih penghargaan bergengsi termasuk Penghargaan Sastra Khatulistiwa dan Penghargaan dari Badan Bahasa. Salah satu kekuatannya yang paling menonjol adalah kemampuannya melakukan "otopsi" terhadap realitas sosial dengan cara yang sangat halus; ia sering kali menyisipkan kritik tajam terhadap kekuasaan atau ketidakadilan melalui humor gelap yang terasa akrab. Selain itu, keterikatannya yang kuat dengan kota Yogyakarta memberikan warna tersendiri dalam karya-karyanya, menjadikannya salah satu ikon budaya yang tak terpisahkan dari denyut nadi kreativitas kota tersebut. Meskipun ia telah tiada, warisan sastranya tetap hidup melalui bait-baitnya yang abadi, seperti kutipan terkenalnya tentang Jogja yang "terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan," yang kini telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia dalam memandang identitas dan rasa memiliki.

Berikut adalah daftar karya kumpulan puisi dari Joko Pinurbo (Jokpin), diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya (mulai dari yang tertua). Perlu dicatat bahwa banyak buku beliau yang kemudian diterbitkan ulang dalam edisi bundel atau seleksi puisi pilihan:
  • Celana (1999) – Buku debut yang langsung mendobrak tradisi perpuisian Indonesia dengan metafora "celana".
  • Di Bawah Kibaran Sarung (2001) – Melanjutkan eksplorasi objek-objek domestik.
  • Era 2000-an (Pemantapan Gaya "Jokpinan")
  • Pacarku Kecilku (2002).
  • Telepon Genggam (2003) – Memotret perubahan gaya hidup manusia modern melalui teknologi.
  • Kekasihku (2004).
  • Kepada Cium (2007).
  • Tahilalat (2012).
  • Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan (2013) – Berisi pilihan puisi dari buku-buku sebelumnya plus karya baru.
  • Bulat Bulat (2014).
  • Surat Kopi (2014) – Salah satu bukunya yang paling populer dan banyak dikutip.
  • Kamus Kecil: Kumpulan Puisi (2015).
  • Malam Ini Aku Tidur di Matamu (2015).
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016) – Judul yang menjadi slogan ikonik bagi para pencinta puisi.
  • Buku Latihan Tidur (2017).
  • Salah Piknik (2018).
  • Perjamuan Khitah (2020).
  • Sepotong Hati di Angkringan (2021).
  • Kabar Sukacita (2021) – Kumpulan puisi bertema rohani dan kemanusiaan.
  • Epigram Kasih Sayang (2022).
  • Tak Ada Asu di Antara Kita (2023) – Salah satu buku terakhir yang diterbitkan sebelum beliau wafat.
  • Srimenanti (2019) – Sebuah novel/prosa liris yang memadukan narasi dengan elemen puisi.
  • Ode bagi Kota yang Tak Pernah Tidur – Seleksi puisi mengenai kota dan suasana urban.
Joko Pinurbo dikenal sering menerbitkan ulang puisi-puisinya dalam kemasan baru (edisi revisi atau kompilasi), namun daftar di atas mencakup tonggak-tonggak utama perjalanan kreatif beliau dari tahun ke tahun.


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 18 April 2026

Andrea Hirata

Sampai juga di Andrea Hirata yang tulisannya penuh semangat! Kalo sedang dalam paragraf romantis, amboy meleleh! Tapi yang saya tangkap lebih ke pesan semangatnya. Dari buku saja bisa ya membuat seorang yang hampir putus asa jadi semangat kembali. Itulah kekuatan tulisan. Saya dikenalkan dengan tulisan Andrea Hirata oleh seorang teman saya, halo teman yang suatu sore ke warnet membawakan novel laskar pelangi, apa kabar? I hope you are always fine. As kind as your heart, as warm as your attitude towards others. Novel itu sampai dimeja kerja di warnetku dengan keadaan sudah ditandai pada beberapa halamannya, disertai dengan catatan-catatan yang siap dijadikan bahan diskusi. What a good friend ever

Andrea Hirata adalah salah satu penulis Indonesia paling berpengaruh di era modern, dikenal luas melalui karya-karyanya yang inspiratif, penuh nilai pendidikan, dan sarat dengan pesan kehidupan. Ia lahir di Pulau Belitung dan memiliki nama asli Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun, namun lebih dikenal dengan nama pena Andrea Hirata. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri, terutama masa kecilnya yang penuh keterbatasan ekonomi namun kaya akan semangat belajar. Novel fenomenalnya, Laskar Pelangi, menjadi titik balik kariernya dan sekaligus membuka mata dunia terhadap potensi sastra Indonesia. 

Buku tersebut tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga diadaptasi menjadi film yang sangat populer dan menginspirasi jutaan orang untuk menghargai pendidikan. Gaya penulisan Andrea Hirata dikenal sederhana namun puitis, dengan sentuhan humor, kritik sosial, serta filosofi hidup yang mendalam. Ia juga dikenal sebagai penulis yang konsisten mengangkat tema perjuangan, mimpi, dan pentingnya pendidikan sebagai jalan perubahan hidup. Kesuksesannya tidak berhenti pada satu karya, melainkan berkembang menjadi rangkaian novel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sastrawan Indonesia terkemuka.

Berikut adalah daftar buku karya Andrea Hirata yang telah terbit:

  • Laskar Pelangi (2005)
  • Sang Pemimpi (2006)
  • Edensor (2007)
  • Maryamah Karpov (2008)
  • Padang Bulan (2010)
  • Cinta di Dalam Gelas (2010)
  • Sebelas Patriot (2011)
  • Laskar Pelangi Song Book (2012)
  • Ayah (2015)
  • Sirkus Pohon (2017)
  • Orang-Orang Biasa (2019)

Karya-karya tersebut menunjukkan konsistensi Andrea Hirata dalam menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus menginspirasi, dengan latar yang kental akan budaya lokal Indonesia namun tetap relevan bagi pembaca dari berbagai latar belakang.


-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 15 April 2026

Dee

Kalo penulis yang satu ini sudah tidak asing lagi ya. My Favorit! Selain puisinya Bapak Joko Pinurbo tentu, saya memfavoritkan beliau. Sejak mengeluarkan serial supernova-nya, saya selalu membeli on time tiap ada buku dari beliau yang terbit. Nggak ada yang luput. Swear! Bahkan saya pernah menang lomba menulis surat untuk beliau. Lihat di link ini kalo nggak percaya. Judul surat ini adalah SURAT INI HARUS SAMPAI. Metal-metal begini bahasa cinta saya adalah Words of Affirmation tahu. Haha!

Dewi Lestari Simangunsong, yang lebih dikenal dengan nama pena Dee Lestari, merupakan salah satu figur paling fenomenal dalam kancah sastra dan hiburan Indonesia karena kemampuannya yang luar biasa dalam menggabungkan intelektualitas, spiritualitas, dan narasi yang emosional. Lahir di Bandung pada 20 Januari 1976, ia awalnya merambah dunia publik sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang populer di era 90-an, namun transformasi terbesarnya terjadi pada tahun 2001 ketika ia merilis novel debutnya yang berjudul Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. 

Novel tersebut seketika mendobrak pakem sastra Indonesia dengan menyajikan jalinan plot yang berani mencampurkan konsep sains kuantum, filsafat eksistensial, dan romansa modern dalam gaya bahasa yang sangat segar. Keberaniannya mengeksplorasi tema-tema yang tidak lazim dalam fiksi populer menjadikan Dee sebagai pionir penulis yang mampu menjembatani selera pasar luas dengan kedalaman pemikiran yang filosofis, yang kemudian berlanjut hingga seri Supernova mencapai enam volume dan menetapkan standar tinggi bagi genre fiksi kontemporer tanah air.

Perjalanan kreatif Dee Lestari tidak berhenti pada kesuksesan seri epiknya, melainkan terus berkembang melalui eksplorasi berbagai bentuk cerita, mulai dari kumpulan prosa dan cerita pendek yang legendaris seperti Filosofi Kopi dan Rectoverso sebuah proyek hibrida unik yang memadukan musik dan sastra hingga novel sejarah bertajuk Aroma Karsa yang menonjolkan riset mendalam mengenai dunia penciuman dan mitologi Jawa. 

Sebagai seorang penulis, Dee dikenal dengan kedisiplinan risetnya yang sangat ketat, di mana setiap detail teknis dalam ceritanya selalu didasarkan pada fakta yang solid sebelum dibalut dengan imajinasi yang melankolis namun kuat. Selain dedikasinya di dunia literasi, ia juga tetap menjadi pencipta lagu yang ulung, melahirkan banyak hits yang dibawakan oleh penyanyi papan atas Indonesia, membuktikan bahwa dirinya adalah seorang seniman multidimensi yang sejati. Dengan segala pencapaiannya, Dee Lestari bukan sekadar seorang novelis, melainkan arsitek cerita yang telah berhasil mengubah cara pembaca Indonesia memandang hubungan antara ilmu pengetahuan, cinta, dan pencarian makna hidup yang paling dalam.

Berikut adalah daftar karya-karya utama dari Dee Lestari (Dewi Lestari)
  1. Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001)
  2. Akar (2002)
  3. Petir (2004)
  4. Partikel (2012)
  5. Gelombang (2014)
  6. Inteligensi Embun Pagi (2016)
  7. Filosofi Kopi (2006) 
  8. Rectoverso (2008) 
  9. Madre (2011) 
  10. Perahu Kertas (2009)
  11. Aroma Karsa (2018)
  12. Rapijali (2021)
  13. Di Balik Jendela (2010) 
  14. Rantai Tak Putus (2020) 
Dibawah ini adalah cuplikan kata-kata dari salah satu novelnya mbak Dee yang akan selalu aku ingat. Karena memenangkan lomba, karena sampai saya tuliskan dalam buku harian saya saking indahnya.

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. 
Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.


-Saya pasti pulang-
Share:

The Decision Book - Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler

Judul buku : The Decision Book
Penulis : Mikael Krogerus
Penerbit : W.W Northon and company
Jumlah halaman : 137 halaman
Bahasa : Inggris

Minggu ini saya sangat produktif, jadi sangat banyak hal berguna yang saya lakukan. Tujuannya apa? Biar nggak kebanyakan scroll-scroll shopee sama ig. Kenapa tidak? Kan itu hp sendiri, kan itu kuota sendiri, kan kan kan. Iya benar, saya memang menganut hidup apa adanya, termasuk menahan diri untuk tidak hanya scroll-scroll hp adalah apa adanya saya. Saya pusing lihat berita lalu lalang cepet banget berubah. saya nggak suka target di smartwatch yang sudah saya set tidak goal, ya itu apa adanya versi saya. Nggak perlu maaf memaafkan kalo apa adanya versi kamu beda sama saya. Haha! Oke stop yapping and we start the review.

Karena buku ini berbahasa inggris, tadinya saya mikir mau review buku ini pakai bahasa inggris. Tapi batal. Saya keburu mau baca buku baru saya yang baru saya beli yang kayaknya lebih seru dan dari pada saya nanti malah lupa point-point pentingnya (kalo saya sampai lupa artinya buku ini di MATA (pakai kapital karena MATA saya besar) saya b aja).

Terus terang beli buku ini karena fomo. Buku ini dibahas oleh seorang podcaster kemudian saya ikutan beli. The Decision Book” adalah buku yang ditulis oleh Mikael Krogerus dan Roman Tschäppeler yang menjelaskan kepada pembaca secara singkat mengenai  50 model pikiran dan konsep untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang strategis. Karena bahasanya ringkas jadi buku ini sangat mudah dipahami, dan kayaknya cocok dengan orang yang sedang belajar berpikir strategis dan kritis dalam segala hal. Tidak hanya pada manajemen bekerja, tapi juga pengambilan keputusan pribadi. Untuk saya yang udah biasa mengambil keputusan tanpa mikir lama, karena saya yakin kalo hasilnya gagal saya masih punya rencana b,c,d, dan bisa tanggung jawab, kalo hasil dari keputusan saya bener sesuai rencana ya saya lebih bisa tanggung jawab lagi. Menyala banget kepercayaan diri ini. 

Setiap model pikiran dijelaskan dengan singkat dan diilustrasikan dengan contoh-contoh praktis yang relevan. Lalu ditambahkan tools untuk mengambil keputusan seperti “SWOT Analysis” (Analisis SWOT), “Pareto Principle” (Prinsip Pareto), “Cost-Benefit Analysis” (Analisis Biaya-Manfaat), “Decision Tree” (Pohon Keputusan), dan banyak lagi. Buku ini nggak ada kurangnya. Tapi kurang tepat kalo saya yang baca. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Psikologi Kematian - Komaruddin Hidayat

Judul buku : Psikologi Kematian
Penulis : Komaruddin Hidayat
Jumlah halaman : 163 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mizan
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 1 Tahun 2005

Buku ini adalah pemberian teman. Dua tahun yang lalu saat dia kasih buku ini, dia kasih catatan juga, "kamu harus baca buku ini Ki!" katanya. FYI, teman saya itu psikolog. Jadi saya pikir ini buku diberikan ke saya karena dia tahu saya suka baca dan dia punya buku baru tentang psikologi, sudah titik. 

Sampai akhirnya dua tahun kemudian yaitu tahun 2026 buku ini baru saya baca ketika saya lapar sekali dengan bacaan yang ada "isinya". Buku ini terlihat kuno dilihat dari cover dan jenis kertasnya. Kertas yang dipakai masih kertas warna putih. Dengan kondisi mata saya yang silinder parah dan pterygium, agak cepat lelah saya bacanya. 

Tapi namanya juga rayap buku (bukan lagi kutu), ketika sampai dihalaman 14, kemudian saya tidak bisa lagi menahan diri untuk membaca halaman-halaman berikutnya sampai selesai.

Membahas soal kematian bisa menimbulkan sebuah pemberontakan yang menyimpan kepedihan pada setiap jiwa manusia. Yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa mati pasti akan tiba dan punahlah semua yang dicintai dan dinikmati dalam hidup ini. Kesadaran ini lalu memunculkan sebuah protes berupa penolakan bahwa masing-masing kita tidak mau mati. Setiap orang berusaha menghindari semua jalann yang mendekatkan ke pintu kematian. Jiwa kita selalu mendambakan dan membayangka  keabadian. Pemberontakan dan penolakan akan kematian ini telah melahirkan dua mazhab psikologi kematian. 

Mazhab pertama adalah mazhab religius, yaitu mereka yang menjadikan agama sebagai rujukan bahwa keabadian setalah mati itu ada dan untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi, seseorang yang religisu menjadikan kehidupan akhirat sebagai obyek dan target paling tinggi. Kehidupan dunia selayaknya dinikmati, tetapi bukan tujuan akhir dari kehidupan. Apapun yang dilakukan di dunia dimaksudkan sebagai investasi kejayaan di akhirat.

Yang kedua adalah mazhab sekuler yang tidak peduli dan tidak yakin akan adanya kehidupan setelah mati. Namun secara psikologis keduanya memiliki kesamaan, yaitu spirit heorisme yang mendambakan keabadian hidup agar dirinya selalu dikenang sepanjang masa. Untuk memenuhi keinginan itu, setiap orang ingin menyumbangkan sesuatu yang besar dalam hidupnya, minimal untuk keluarganya. Maka setiap orang berusaha untuk meninggalkan warisan berupa potret diri, karya tulis, kuburan dan ada yang membuat patung besar. Ini semua secara psikologis menceritakan satu hal : Bahwa setiap orang sesungguhnya menolak kematian, ingin hidup dikenang sebagai pahlawan agar jiwanya tetap hidup.

Buku ini dikeluarkan tahun 2005, apakah ketika dibaca tahun 2026 masih relate? Ya masih, karena mau tahun kapan mati itu pasti datang. Kebetulan sampai tahun 2026 belum ada sih cara mencegah kematian datang. Ada yang mencoba kabur dari kiamat tapi kalo kabur dari kematian? kayaknya hanya ada di film drakula aja ya. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 12 April 2026

Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa - Ulil Albab

Judul buku : Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa
Penulis : Ulil Albab dan teman-teman
Jumlah halaman : 254 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mandiri
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 2018

Lagi-lagi buku yang dikasih teman. Nggak modal banget Rizki. Haha. Buku ini adalah buku pemberian atasan saya waktu beliau pindah. Sebenarnya sudah lama saya browsing mencari informasi mengenai sejarah Pemalang, ada? Banyak. Tapi hanya beberapa yang runtut, urut dan enak dibaca. Buku ini salah satunya? Tidak.

Dengan banyaknya poin penting yang akan diceritakan, jika saya bagi ada kategori sejarah, cerita rakyat, beberapa tempat bersejarah di Pemalang, buku ini lebih baik jika dipetakan per kategori saja.  Dan bukan dari sudut pandang penulis. Ini sejarah, jadi menurut saya harus diceritakan apa adanya. Keadaan, waktu, dan latar harus jelas. Bukan komentar pribadi dari penulis.

Intinya buku ini adalah kumpulan kisah tradisional yang dihimpun oleh Ulil Albab dan rekan-rekan, yang menyoroti kisah-kisah menarik dari daerah Pemalang. Buku ini cukup membantu untuk orang yang awam sekali mengenai Pemalang dan tertarik dengan kisah dan latar belakangnya. Mengantarkan ke gerbang selamat datang. Hanya sampai situ.

Tapi jika kalian mau aku rekomendasikan, ada satu blog yang saya temukan ketika saya browsing tentang sejarah Pemalang. Dari sekian banyak, blog ini adalah yang peta nya paling jelas. Alamatnya ada di https://karnotopemalang.blogspot.com/ . Sepertinya sudah lama blog ini tidak aktif karena tidak ada post baru. Blog ini ditulis dengan rapi, runtut, dan dipisahkan sesuai kategorinya. Beliau membagi menjadi kategori wilayah, asal-usul dan legenda. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Haruki Murakami

Post ini pengantarnya akan sama dengan post tentang agatha christie. Iya betul, singkatnya setelah penulis Indonesia sudah saya jelajahi, saya beralih ke penulis luar negeri. Ada 3 buku Murakami yang saya beli, dan saya baru baca 1 diantaranya. Buku milik Haruki Murakami, dari hasil browsing sebelum membeli buku-buku itu, Murakami tidak “sulit” secara bahasa, tapi bisa terasa “dalam dan membingungkan” secara makna. Cocok kalau kamu suka cerita yang bikin mikir dan ditafsirkan sendiri. Nah, bagian ini look like so me, isnt? Haha.

Haruki Murakami, salah satu novelis paling berpengaruh dari Jepang di era kontemporer, menjalani perjalanan hidup yang unik karena ia tidak memulai karier sastranya melalui jalur akademis atau pelatihan penulisan tradisional. Lahir di Kyoto pada 12 Januari 1949 dan dibesarkan di Kobe, Murakami tumbuh besar dengan pengaruh budaya Barat yang kuat, terutama musik jazz dan sastra Amerika, yang nantinya menjadi ciri khas gaya bahasanya yang lugas dan sangat berbeda dari tradisi sastra Jepang klasik yang kaku. Sebelum menjadi penulis, ia menghabiskan masa mudanya sebagai pengusaha dengan mengelola sebuah kedai jazz bernama "Peter Cat" di Tokyo bersama istrinya, Yoko. 

Momen titik balik kehidupannya terjadi secara ajaib pada April 1978; saat sedang menonton pertandingan bisbol di Stadion Jingu, ia tiba-tiba mendapatkan pencerahan mendadak bahwa ia bisa menulis sebuah novel. Sepulang dari pertandingan tersebut, ia mulai menulis di meja dapurnya hingga menghasilkan karya debut Hear the Wind Sing yang langsung memenangkan penghargaan fiksi baru dan menandai lahirnya trilogi "Rat" yang melambungkan namanya.

Kesuksesan globalnya meledak secara masif setelah penerbitan Norwegian Wood pada tahun 1987, sebuah novel melankolis tentang cinta dan kehilangan yang menjadikannya ikon budaya pop, meskipun popularitas tersebut sempat membuatnya merasa tidak nyaman hingga ia memutuskan untuk meninggalkan Jepang dan tinggal di Eropa serta Amerika Serikat selama beberapa tahun. 

Selama masa pengasingan diri tersebut, Murakami mengasah kemampuannya dalam memadukan realisme magis dengan tema-tema isolasi, kesepian, dan pencarian jati diri dalam dunia yang terkadang tidak logis, seperti yang terlihat dalam mahakaryanya The Wind-Up Bird Chronicle dan Kafka on the Shore. Selain dikenal sebagai penulis yang disiplin dengan rutinitas harian yang ketat termasuk lari maraton dan renang sebagai penyeimbang aktivitas mentalnya ia juga seorang penerjemah ulung yang membawa karya-karya penulis Barat seperti F. Scott Fitzgerald ke pembaca Jepang. 

Hingga kini, meski sering kali menjadi kandidat kuat peraih Nobel Sastra, Murakami tetap mempertahankan gaya hidup rendah hati dan terus mengeksplorasi batas antara dunia nyata dan alam bawah sadar, menjadikan setiap karyanya sebuah perjalanan surealis yang digemari oleh jutaan pembaca lintas generasi di seluruh dunia.

Berikut adalah daftar karya novel dan kumpulan cerita pendek utama dari Haruki Murakami, diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya di Jepang (mulai dari yang tertua):
  1. Hear the Wind Sing (1979) – Novel pertama yang ditulis di meja dapur.
  2. Pinball, 1973 (1980) – Sekuel dari buku pertama.
  3. A Wild Sheep Chase (1982) – Pemenang Noma Literary Newcomer's Prize.
  4. Chinese Whispers / Slow Boats to China (1983) – Kumpulan cerita pendek.
  5. Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (1985) – Perpaduan sci-fi dan fantasi.
  6. Norwegian Wood (1987) – Novel yang melambungkan namanya secara masif.
  7. Dance Dance Dance (1988) – Kelanjutan dari A Wild Sheep Chase.
  8. The Elephant Vanishes (1993) – Kumpulan cerita pendek populer.
  9. The Wind-Up Bird Chronicle (1994–1995) – Dianggap sebagai mahakarya (magnum opus).
  10. South of the Border, West of the Sun (1992)
  11. Underground (1997) – Non-fiksi tentang serangan gas sarin di Tokyo.
  12. Sputnik Sweetheart (1999).
  13. After the Quake (2000) – Kumpulan cerita pendek pasca gempa Kobe.
  14. Kafka on the Shore (2002) – Salah satu bukunya yang paling surealis.
  15. After Dark (2004).
  16. Blind Willow, Sleeping Woman (2006) – Kumpulan cerita pendek.
  17. 1Q84 (2009–2010) – Novel trilogi yang sangat tebal dan kompleks.
  18. Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage (2013).
  19. Men Without Women (2014) – Kumpulan cerita pendek (diadaptasi menjadi film Drive My Car).
  20. Killing Commendatore (2017).
  21. First Person Singular (2020) – Kumpulan cerita pendek reflektif.
  22. The City and Its Uncertain Walls (2023) – Novel terbaru yang rilis dalam bahasa Jepang dan mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Catatan: Beberapa buku mungkin memiliki tahun terbit bahasa Inggris yang berbeda (biasanya terpaut 2-5 tahun) karena proses penerjemahan yang memakan waktu lama. Daftar di atas merujuk pada kronologi publikasi asli di Jepang.

Buku-buku karya Haruki Murakami sering dianggap tidak selalu mudah dipahami, tapi juga bukan berarti sulit untuk dinikmati tergantung ekspektasi dan gaya membaca kamu.

Murakami punya ciri khas unik: ceritanya sering menggabungkan realitas dengan hal-hal surealis (aneh, seperti mimpi), alurnya kadang tidak lurus, dan banyak makna yang tidak dijelaskan secara langsung. Misalnya dalam Kafka on the Shore atau 1Q84, kamu akan menemukan cerita yang terasa “menggantung” atau penuh simbol, sehingga pembaca harus menafsirkan sendiri.

Beberapa alasan kenapa terasa sulit? Banyak simbol dan makna tersembunyi, Alur bisa melompat-lompat atau ambigu, Tidak semua pertanyaan dijawab di akhir cerita, Nuansa cerita sering melankolis dan filosofis.

Tapi di sisi lain, ada juga karya Murakami yang lebih mudah diikuti, seperti Norwegian Wood, yang lebih realistis dan emosional.



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 10 April 2026

Agatha Christie Penulis Buku Misteri dan Seri Detektif

Bermula dari perasaan lapar akan bacaan yang bagus. Yang sepertinya buku "genre" saya dari penulis Indonesia sudah habis saya lahap. Kemudian coba beli buku dari penulis baru dari penerbit yang baru saya tahu belakangan bahwa itu adalah penerbit mandiri yang artinya peran editor dan penyunting karya sangat sedikit (dan pasti terbit). Ada 2 buku yang saya beli dan saya kecewa dengan isinya. Akhirnya kekecewaan itu membuat saya browsing buku-buku lain yang saya sempat mikir dulu untuk beli karena sebagian bukunya belum di sadur dalam bahasa Indonesia. Tapi masa saya nyerah hanya karena bahasa? Bahasa kalbu saja saya jabanin. Orang normal kemudian menjadi bisu didepan saya saja masih saya temenin. Ya kali cuma bahasa inggris setebal 350 halaman nggak bisa saya taklukan. 

Agatha Christie, yang dijuluki sebagai "Queen of Crime," merupakan penulis fiksi detektif paling produktif dan terlaris sepanjang masa dengan karya-karya yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa. Lahir dengan nama Agatha Mary Clarissa Miller pada 15 September 1890 di Torquay, Inggris, ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah ke atas dan menjalani pendidikan mandiri di rumah yang memungkinkannya mengembangkan imajinasi yang sangat liar sejak usia dini. 

Karier menulisnya dimulai dari sebuah tantangan dari saudara perempuannya, yang kemudian melahirkan novel pertamanya, The Mysterious Affair at Styles (1920), yang juga memperkenalkan karakter detektif legendaris asal Belgia, Hercule Poirot. Selama masa Perang Dunia I, Agatha bekerja sebagai apoteker, sebuah pengalaman krusial yang memberinya pengetahuan mendalam mengenai berbagai jenis racun, yang kemudian menjadi metode pembunuhan favorit dalam banyak plot ceritanya yang rumit. Selain Poirot, ia juga menciptakan karakter Miss Jane Marple, seorang wanita tua yang tajam dan intuitif, yang menjadi representasi kecerdasan pengamatan sosial di lingkungan pedesaan Inggris.

Kehidupan pribadi Agatha tidak kalah misterius dari novel-novelnya, terutama peristiwa menghilangnya beliau secara misterius selama sebelas hari pada tahun 1926 yang memicu pencarian besar-besaran di seluruh Inggris, sebuah insiden yang konon dipicu oleh kesedihan atas kematian ibunya dan keretakan pernikahannya dengan suami pertamanya, Archibald Christie. Namun, ia kemudian menemukan kebahagiaan baru setelah menikah dengan arkeolog Max Mallowan, di mana ia sering mendampingi suaminya dalam ekspedisi ke Timur Tengah. 

Pengalaman di situs-situs arkeologi ini menginspirasi karya-karya ikonik lainnya seperti Murder on the Orient Express dan Death on the Nile. Sepanjang hidupnya, Agatha menulis 66 novel detektif dan 14 kumpulan cerita pendek, serta memegang rekor untuk drama panggung dengan durasi tayang terlama di dunia, The Mousetrap. Atas kontribusinya yang luar biasa terhadap sastra, ia dianugerahi gelar Dame Commander of the Order of the British Empire (DBE) pada tahun 1971, sebelum akhirnya wafat dengan tenang pada 12 Januari 1976, meninggalkan warisan intelektual berupa teknik plot "whodunnit" yang hingga kini tetap menjadi standar emas dalam genre misteri.

Agatha Christie adalah salah satu penulis paling produktif dalam sejarah. Berikut adalah daftar karya novel detektif dan kumpulan cerita pendek utamanya, diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya di Inggris (mulai dari yang tertua):
  1. The Mysterious Affair at Styles (1920) – Penampilan perdana Hercule Poirot.
  2. The Secret Adversary (1922) – Penampilan perdana Tommy dan Tuppence.
  3. The Murder on the Links (1923).
  4. The Man in the Brown Suit (1924)
  5. Poirot Investigates (1924) – Kumpulan cerita pendek.
  6. The Secret of Chimneys (1925).
  7. The Murder of Roger Ackroyd (1926) – Novel yang melambungkan namanya karena twist yang kontroversial.
  8. The Big Four (1927).
  9. The Mystery of the Blue Train (1928).
  10. The Seven Dials Mystery (1929).
  11. Partners in Crime (1929) – Cerita pendek.
  12. The Murder at the Vicarage (1930) – Penampilan perdana Miss Marple.
  13. The Sittaford Mystery (1931).
  14. Peril at End House (1932).
  15. Lord Edgware Dies (1933).
  16. Murder on the Orient Express (1934) – Salah satu karyanya yang paling ikonik.
  17. The ABC Murders (1936).
  18. Cards on the Table (1936).
  19. Death on the Nile (1937).
  20. Appointment with Death (1938).
  21. Hercule Poirot's Christmas (1938).
  22. And Then There Were None (1939) – Novel misteri terlaris sepanjang masa.
  23. Evil Under the Sun (1941).
  24. The Body in the Library (1942).
  25. Five Little Pigs (1942).
  26. Death Comes as the End (1944) – Berlatar di Mesir Kuno.
  27. Sparkling Cyanide (1945).
  28. The Hollow (1946).
  29. Crooked House (1949) – Salah satu favorit pribadi Agatha Christie.
  30. A Murder is Announced (1950).
  31. Mrs. McGinty's Dead (1952).
  32. A Pocket Full of Rye (1953).
  33. 4.50 from Paddington (1957).
  34. The Pale Horse (1961).
  35. The Mirror Crack'd from Side to Side (1962).
  36. A Caribbean Mystery (1964).
  37. At Bertram's Hotel (1965).
  38. Endless Night (1967).
  39. Hallowe'en Party (1969).
  40. Passenger to Frankfurt (1970).
  41. Nemesis (1971).
  42. Elephants Can Remember (1972).
  43. Postern of Fate (1973) – Novel terakhir yang ia tulis.
  44. Curtain: Poirot's Last Case (1975) – Kasus terakhir Poirot (ditulis pada 1940-an tapi disimpan untuk diterbitkan menjelang kematiannya).
  45. Sleeping Murder (1976) – Kasus terakhir Miss Marple (diterbitkan secara anumerta).
Fakta Menarik: Selain genre misteri, Agatha Christie juga menulis 6 novel romantis dengan nama samaran Mary Westmacott, dimulai dari Giant's Bread (1930).

-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 08 April 2026

Umur 40, Kok Gini Amat? - Han Sung Hee

Judul buku : Umur 40, Kok Gini Amat?
Penulis : Han Sung Hee
Penerbit : Haru
Harga : 84.000
Jumlah halaman : 357 Halaman

Ini buku kedua yang saya baca di bulan April. Buku ini ditulis dengan sudut pandang seorang ibu yang sudah berusia 70 tahun dan sudah pernah melewati usia 40 tahun. Semacam pesan-pesan seorang ibu kepada anaknya yang baru saja menginjak usia 40-an. 

Kenapa saya beli? Karena saya hampir 40 tahun. Dan saya rasa hidup manusia itu seperti kurva yang naik turun, dan dari pengamatan saya, usia 40 tahun itu kurvanya makin landai, baik secara fisik maupun mental kecuali teman saya yang pubernya nggak selesai-selesai, kurvanya naik teross. Ya kapan lagi aku akan berusia 40 tahun. Jadi harus dipersiapkan sebaik mungkin kan?

Ada beberapa yang saya tandai dalam buku ini. Bagian-bagian yang menarik. 
  1. Apa yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri hari ini? Apa kamu menghabiskan terlalu banyak energi untuk menjaga orang-orang disekitarmu? Mengesampingkan dirimu sendiri? Kuharap kamu tidak begitu. Mereka yang mengaku mencintaimu hanya ingin kamu bahagia. Jadi, apapun yang terjadi, aku berharap kamu menjaga diri sendiri dulu.
  2. Jika kamu suka sepi, jika kamu suka sendiri, jika kamu ingin istirahat dari dunia yang bising, istirahatlah. Berdiam diri tanpa melakukan apa-apa bukan tindakan egois, ia sama saja dengan sedang menemui Yang Maha Kuasa.
  3. Apa yang kamu khawatirkan pada masa tuamu? Mau kamu khawatirkan sekarang atau nanti, mau kamu khawatirkan atau tidak, itu sudah pasti datang dan terjadi.
  4. Lakukan yang selama ini kamu ingin lakukan. Jika mereka mengaku mencintaimu, mereka akan ikut bahagia ketika kamu melakukannya. 
Ini buku yang bagus. Banyak sekali hal-hal yang saya catat sebenarnya dalam buku harian saya mengenai poin-poin penting dalam buku ini. Tapi tidak semua bisa dicatat disini juga. Kekurangannya mungkin hanya karena si penulis menempatkan diri menjadi penasehat dalam buku ini namun lebih banyak menceritakan pengalaman pribadinya, bukan terpusat pada "anak" yang hampir menginjak usia 40 tahun tersebut (yang mana pembacanya saya yakin adalah manusia-manusia dengan range usia yang hampir seperti saya, yang butuh panduan, bukan butuh cerita pengalaman orang lain). 

Jadi kamu tertarik beli bukunya? Atau kamu sudah cukup sukses melewati usia 40 tahun?

-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 01 Maret 2026

Maret : Perpustakaan Tengah Malam - MATT HAIG

Hai! Saya baru menyelesaikan membaca satu buku fantastis! Akhirnya setelah saya kelaparan akan bacaan fiksi yang "tajam". Nyesel banget juga kenapa baru sekarang aku mood baca buku ini. Oke, here we go.

Judul: Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library) 
Tebal: 368 
Halaman Bahasa: Indonesia
Penulis : Matt Haig
Tahun : 2020

“Tiap-tiap buku memberikan kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang bisa dijalani.” Itu adalah quotes dari perpustakaan. Tokoh disini adalah Nora Seed yang setelah percobaan bunuh diri dia ada di dunia mati dan hidup. Ya mati enggak, hidup juga enggak. Yang kemudian jiwanya nyasar di perpustakaan yang mana sebenarnya secara nyata perpustakaan tersebut ada ketika dia Sekolah Dasar. Nora kemudian dihadapkan dengan kemungkinan mengubah hidupnya untuk kehidupan yang sama sekali berbeda, kehidupan yang baru sesuai dengan buku-buku yang terdapat di perpustakaan tersebut, mengikuti karir yang berbeda, membatalkan perpisahan lama, mewujudkan mimpinya menjadi ahli glasiologi, menjalani kehidupannya sebagai atlet renang kelas dunia, serta banyak hal lain yang dapat dicoba. 

Dia harus menemukan keinginan serta kebahagiaan di dalam dirinya saat dia melakukan perjalanan di Perpustakaan Tengah Malam untuk memutuskan apa yang benar-benar memuaskan dalam hidup, dan apa yang membuatnya layak untuk dijalani. Nora mencoba kehidupan lainnya yang ingin ia jalani lewat buku-buku di Perpustakaan Tengah Malam, dibantu oleh penjaga perpustakaan, Mrs. Elm. Nora tidak bisa kembali ke Perpustakaan apabila ia tidak merasakan penyesalan saat menjalani kehidupan lainnya yang sedang ia jalani. 

Buku ini berbicara tentang penyesalan, hubungan, mimpi, hewan peliharaan, persahabatan, kemungkinan yang akan terjadi, dan yang paling penting bagaimana menjalani hidup di masa sekarang dan memanfaatkannya sebaik mungkin tanpa atau dengan kita memperoleh kesempatan kedua dalam hidup (seperti Nora Seed).

"Setiap kehidupan mengandung berjuta-juta keputusan. Beberapa besar, beberapa kecil. Tetapi setiap kali satu keputusan menumbangkan keputusan lainnya, hasil akhirnya akan berbeda. Variasi-variasi yang tak bisa diubah terjadi, yang pada gilirannya mengarah pada variasi-variasi lain lagi. Buku-buku ini merupakan portal ke semua kehidupan yang mungkin saja kau jalani." — Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library), halaman 326


-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 23 Februari 2026

Februari - The Book of Ikigai Ken Mogi (Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur)

Hai, saya baru menyelesaikan membaca buku berjudul The Book Of Ikigai. The Book of Ikigai (juga diterbitkan dengan judul Awakening Your Ikigai atau The Little Book of Ikigai) karya Ken Mogi, seorang ilmuwan otak (brain scientist) asal Jepang, mengeksplorasi filosofi tradisional Jepang tentang menemukan alasan untuk bangun di pagi hari. Berbeda dengan diagram Venn populer yang sering mengaitkan Ikigai dengan karier dan uang, Ken Mogi menekankan bahwa Ikigai bisa ditemukan dalam hal-hal kecil di keseharian.

Buku ini terdiri dari 185 halaman dan 10 bab. Buku ini dibuka dengan catatan untuk pembaca yaitu lima pilar ikigai : Awali dengan hal kecil, bebaskan dirimu, Keselarasan dan kesinambungan, Kegembiraan dari hal kecil, Hadir ditempat dan waktu sekarang. 

Arti Ikigai sendiri adalah Secara harfiah, Ikigai (生き甲斐) berasal dari kata iki (hidup) dan gai (nilai atau alasan). Jadi, Ikigai adalah "alasan untuk hidup" atau alasan yang membuat seseorang bersemangat untuk bangun di pagi hari. Bab 2 akan membahas mengenai alasan anda bangun pagi. Apa alasannya? Bagi umat muslim kita sholat subuh ya? karena wajib? jika tidak wajib akankah kita tetap bangun pagi? Kalo saya, tetap akan bangun pagi. Pagi hari saya adalah penentu. Dan saya menjalaninya bertahun-tahun hingga dewasa tanpa pernah mengeluh. Bahkan saya dengan alarm pagi lebih dulu saya yang bangun. 

Ikigai hanya mengukuhkan intuisi yang telah kamu miliki, perubahan itu akan berlangsung perlahan dan kecil-kecilan, seperti kehidupan itu sendiri. Dan dari 10 bab saya dapat menyimpulkan bahwa ikigai adalah suatu kegiatan, keadaan, pengalaman yang kadang dianggap tidak penting bagi orang lain tapi membahagiakan bagi kita pribadi. Yang kita rela melakukannya tanpa berpikir bahwa ujungnya mengenai uang. Itu Ikigai, itu sumber kebahagiaan walaupun orang lain tidak paham dimana letaknya kebahagiaan yang kita anggap bahagia itu.

Gajian itu bahagia, dapat proyek diluar pekerjaan tetap juga saya bahagia, beli tas atau sepatu baru bahagia, tapi ini bahagia dengan level yang berbeda. Seperti saya bahagia ketika saya bisa menulis walaupun tidak selalu tulisan saya lolos editor, ketika saya bisa memotret sesuatu yang menurut saya "masuk kehati" tidak harus photo saya masuk ke galery seni, ketika saya melihat langit sore meskipun kadang hujan juga terasa indah, ketika saya main dengan kucing, ketika saya hanyut membaca buku sambil minum kopi. Kebahagiaan-kebahagiaan remeh yang ketika bicara dengan orang yang tidak terlalu dekat dan mengerti kebiasaan saya sehari-hari maka akan terasa seperti "pick me" sekali.

Hal-hal remeh yang menjadi dasar setiap saya bangun pagi. Karena hari ini saya akan melakukan hal-hal demikian itu, dengan suka rela, obat pertama sebelum minum obat yang beneran (jika sakit berlanjut). 

-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 05 Februari 2026

Februari : The Little Book of Sloth Philosophy Jennifer McCartney

Judul buku : The Little Book of Sloth Philosophy
Penulis : Jennifer McCartney
Penerbit : Renebook
Tahun terbit : 2018
Harga waktu beli : 60.000 (online)
Jumlah halaman : 188 - Edisi bahasa inggris

Buku ini menggunakan filosofi kukang (sloth) sebagai inspirasi gaya hidup santai dan penuh refleksi, dibuat ringan dan mengandung humor. Buku ini mengajak pembaca untuk mengambil pelajaran hidup dari perilaku kungkang (sloth) — hewan yang dikenal lambat namun penuh kesadaran. Bukannya mendorong kemalasan tanpa tujuan, buku ini mengusung filosofi hidup yang lebih santai, fokus, dan bahagia tanpa tekanan produktivitas yang berlebihan. 

1. Perlambat Tempo Hidup. Alih-alih terjebak dalam rutinitas serba cepat, buku ini mendorong pembaca untuk melambat, bernapas, dan menikmati proses hidup.

2. Kesadaran & Mindfulness. Kukang digambarkan sebagai simbol mindfulness — tindakan yang dilakukan dengan penuh perhatian dan tanpa tergesa-gesa.

3. Keseimbangan Hidup. Buku ini menekankan pentingnya istirahat, tidur cukup, makan perlahan, dan menjunjung kebahagiaan pribadi tanpa merasa bersalah.

4. Produktivitas yang Bijak. Daripada mengejar daftar tugas panjang setiap hari, pendekatan kungkang adalah bekerja lebih cerdas dan fokus, bukan sekadar lebih cepat atau lebih lama bekerja.

5.Cinta, Keluarga, dan Kehidupan. Selain tips praktis, buku ini membahas banyak aspek kehidupan seperti hubungan, cinta, dan koneksi sosial — semuanya diperlambat agar makin bermakna.

Buku ini ditulis dengan gaya yang ringan, menghibur, dan penuh humor, cocok sebagai bacaan santai untuk siapa pun yang ingin melepas tekanan hidup modern dan menemukan kedamaian dalam ritme yang lebih tenang.

“Tidak apa-apa menjadi lambat jika itu membawa kita pada hidup yang lebih sadar, lebih fokus, dan lebih bahagia.” — pesan inti dari buku ini.

Kalau kamu mau, aku bisa buatkan ringkasan bab-per-bab atau kutipan menarik dari buku ini, tapi nggak usah dink. Aku mau mengkukang aja. Bermalas-malasan.


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 24 Januari 2026

Januari : Keajaiban Toko Kelontong Namiya Keigo Higashino

Judul : Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis : Keigo Higashino
Harga : 115.000
Penerbit : Gramedia
Jumlah Halaman : 440 Halaman

Iya benar, penulisnya bukan asli Indonesia. Melainkan ini adalah novel adaptasi dari Jepang. Awalnya sempat ragu untuk baca karena menyangka bahwa novel ini bergenre teenlit. Tapi penasaran juga karena ada di deretan best seller waktu aku ke Gramedia. Ternyata, ya memang seru! 

Bercerita tentang tiga pemuda berandal (Atsuya, Shota, Kohei) yang bersembunyi di toko kelontong terbengkalai milik Namiya, lalu secara tak terduga menerima surat-surat dari tahun 1980 yang meminta nasihat, menjadikannya penasihat lintas waktu, di mana mereka membalas surat tersebut dengan saran tulus, mengungkap koneksi masa lalu dan masa kini melalui lubang surat ajaib, mengubah hidup mereka dan orang yang meminta saran, serta memberikan pesan moral tentang kebaikan dan pilihan hidup.


-Saya pasti pulang-
Share:

Januari : Ayah dan Sirkus Pohon Andrea Hirata

Judul buku : Ayah dan Sirkus Pohon
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Harga : 72.000
Jumlah halaman : 204 Halaman

Tidak jauh-jauh dari tulisannya tentang tempat tinggalnya yang dulu, novel sosial yang mengisahkan perjuangan hidup Sobirin (Hob), seorang pemuda dengan pendidikan terbatas yang mencari pekerjaan tetap, sambil menghadapi lika-likunya cinta dengan Dinda, yang akhirnya membawanya menjadi badut di sirkus keliling, sekaligus mengkritik isu pendidikan dan peluang kerja diskriminatif di Indonesia dengan gaya humor khas Hirata yang memikat, serta mengeksplorasi kisah ayah-anak yang menyentuh dan intrik politik lokal.

Tapi mungkin karena selera bacaan saya juga agak berubah, saya agak lama baca novel ini karena terasa monoton? 




-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 14 Januari 2026

Januari - Buku Besar Peminum Kopi Oleh Andrea Hirata

Yes! Kalo aku nyebut Andrea Hirata hal pertama yang aku ingat adalah Laskar Pelangi. Betapa jadi boosternya novel itu. Novel ya bukan film. Oke kita langsung aja review Buku lain milik Andrea Hirata. 

Buku Buku Besar Peminum Kopi terbit tahun 2020. Diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Klaimnya novel ini adalah cerita sebenarnya. Menceritakan tentang Nong (seorang wanita) yang sejak kecil keadaannya memprihatinkan karena ayahnya meninggal saat dia masih sangat belia. Namun kemudian Nong berhasil menjuarai catur di desanya. Melawan laki-laki desa tersebut yang memandang sebelah mata Nong bukan karena Nong dianggap tidak memiliki kemampuan. Namun karena Nong adalah Perempuan. 

Dalam novel ini, tokoh Ikal yang bekerja di warung kopi sambil nonton pertunjukan catur tersebut (sekaligus menjadi mentor bagi NONG) melakukan penelitian tentang sifat-sifat manusia berdasarkan cara mereka minum kopi. Ikal membaginya ke dalam beberapa golongan; player, non-player, semi player, ex-player dan lain sebagainya. Kemudian ia mencatat hasil penelitiannya itu ke dalam sebuah buku catatan, ia menyebutnya sebagai Buku Besar Peminum Kopi.

  1. Tipe pertama adalah tipe peminum kopi pahit, yang diceritakan dengan lucu jika tipe peminum kopi ini disebut player.
  2. Kemudian ada orang-orang yang merasa penting dan para pengunjung kedai kopi yang mengalami post power syndrome dengan sebutan explayer.
  3. Wanna be player adalah kelompok orang yang berada di zona nyaman, yang cara minum kopi dan pilihan kopinya tidak pernah berubah.
  4. Diposisi ke empat adalah orang-orang oportunis, kaum plin plan, berubah-ubah yang dicatat ikal dengan sebutan NON PLAYER.
  5. Golongan kelima adalah golongan antithesis dari non player, pengunjung tipe pahlawan yang datang minum kopi dan pergi. Catat Namanya Semi player.
  6. Kemudian golongan terakhir adalah golongan aneh yaitu minum kopi saja tanpa air layaknya sagon. wkwkwkwkkwkwkwkwkwkw. 
Kamu suka kopi? 


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 13 Desember 2025

Sejarah Tuhan - Karen Armstrong

Judul : Sejarah Tuhan
Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan
Cetakan ke 4 : 2025
Jumlah Halaman : 671 halaman
Harga : 179.000

Buku ini memberi pengetahuan tentang perkembangan konsep Tuhan dalam pemikiran berbagai kebudayaan sepanjang sejarah. Penggambaran sejarah Tuhan didukung oleh berbagai fakta, mitos, dan legenda dalam sejarah manusia sehingga topik nya terasa berat. Apalagi banyak bahasa yang sebagai orang awam saya harus sekalian googling ketika baca buku ini. Istilah-istilah tersebut berasal dari agama lain. 

Karen Armstrong memberi contoh sejarah Tuhan dengan menggabungkan berbagai kebudayaan di dunia dan mengaitkannya dalam satu tema besar, yaitu pencarian manusia akan Tuhan yang ideal dan sesuai kebutuhan masing-masing zaman. Buku ini menyajikan berbagai peristiwa dalam sejarah kehidupan manusia sebagai bagian dari evolusi pandangan manusia terhadap suatu kekuasaan tertinggi yang disebut Tuhan. 

Sejarah Tuhan diceritakan secara kronologis sejak berkembangnya monoteisme purba menjadi politeisme pagan di seluruh dunia. Ada pula pendapat menarik tentang bagaimana Tuhan tiga agama monoteisme besar (Yahudi, Kristen, Islam) diimplementasikan oleh bangsa India menjadi dewa-dewa Hindu dan Budha, juga kaitannya dengan kepercayaan akan nirwana pada agama Budha. Di samping itu, juga diceritakan bagaimana perkembangan kebudayaan pagan yang penuh mitos dan ritual akhirnya membawa manusia kembali pada monoteisme yang dipandang lebih rasional. Lebih jauh lagi, perkembangan akal manusia saat ini justru memunculkan keraguan akan eksistensi Tuhan dan peranannya dalam kehidupan masyarakat modern.

Buku ini banyak mencantumkan naskah-naskah kuno yang ketika kita baca kita harus sekalian buat catatan karena saya baru dengar istilah seperti contohnya Enuma Elish yang merupakan kitab bagi kepercayaan Babilonia Kuno sampai Al Quran, untuk menggambarkan dasar pemikiran manusia mengenai Tuhan pada setiap kepercayaan. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 11 Desember 2025

Surat Kopi - Joko Pinurbo

Judul SURAT KOPI
Penulis Joko Pinurbo
Diterbitkan Grasindo (Gramedia) Tahun 2018
Harga pas beli Rp. 59.000


Joko Pinurbo adalah salah satu penulis favorit saya. Puisinya selalu tepat, mek jleb, disini (entah dimana). Dan salah satu buku yang saya baca hasil karya beliau di tahun 2025 adalah Surat Kopi. Dari halaman 1 sampai halaman terakhir semuanya sungguh jleb! Entah gimana jelasinnya, kalian suka puisi? baca buku ini, kalian akan tahu yang aku maksud. Salah satu puisi yang jadi favorit 1 dalam buku ini adalah puisi berjudul kumpul kopi. 

Kumpul Kopi

Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi
puisi ada di tengah-tengahnya

Diluar hujan, baterai laptop saya habis, saya malas bergerak walau cuma 1 meter dari meja laptop saya. Jadi mari ngopi saja. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 21 September 2025

Kucing Bernama Dicken


Ini juga adalah buku yang saya dapat sebagai hadiah ulang tahun saya. Buku ini dengan cepat sekali saya lahap. Karena ceritanya ringan. Sekali. Berisi kumpulan cerita dari pemilik kucing di luar negeri. Ada yang setelah bertemu kucing jadi sangat jatuh cinta dengan kucing (semula pecinta anjing), ada yang menceritakan kemoterapi menjadi lebih tidak sakit setelah punya kucing. Dan semacamnya. 

Ngomong-ngomong cerita tentang kucing, saya juga pecinta kucing. Sangat suka kucing. Kayaknya hampir nggak pernah saya nggak punya kucing. Bahkan kucing yang saya claim terakhir kali saya akan punya kucing pun bukan yang terakhir. Karene kenyataannya semesta masih mengirimkankan saya kucing, tepat didepan pagar rumah saya. 

Eh tapi kehilangan kucing di bulan November 2024 itu benar-benar bikin saya stress. Ini mau cerita aja bikin saya stress lagi. Tapi kalo nggak diceritain akan hanya nyantol di catatan tab saya. Jadi kapan-kapan kompilasi tulisan saya akan saya copy paste diblog ini. InshaAllah. 

Intinya buku ini cocok untuk anak SD, SMP, SMA. Ringan. Udah gitu.

-Saya pasti pulang-
Share: