Tampilkan postingan dengan label Introvert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Introvert. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2026

Introvert Di Adopsi?

Pada forum yang resmi, semua orang adalah asing, aturan jelas, maka sebagai seorang social introvert (saya tidak asal mendeklarasikan diri ya, ini sudah ada hasil test nya) seperti saya tidak ada halangan rintangan atau apapun yang mencegah saya masuk kedalam forum tersebut dengan sangat gemilang. Saya bisa mengeluarkan pendapat, sanggahan dan sebagainya dengan lancar seperti seorang adult profesional. Wkwk.  Contohnya adalah forum atau kelompok di pekerjaan. 

Tapi, jika itu adalah pertemuan yang lebih santai seperti misalnya reuni atau ngopi bareng dengan jumlah peserta lebih dari 3 orang, atau misalnya temanku bawa temannya lagi, entah kenapa saya sangat canggung. Harusnya nggak entah kenapa sih, itu adalah hal lumrah di kehidupan saya. Cuma dengan perbedaan yang mencolok antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, "Orang asing" agak mengernyitkan kening. Dan saya MALAS nggak bisa menjelaskannya. 

Saya punya teman, lingkupnya sangat kecil. Lalu bagaimana saya biasanya menemukan mereka dan akhirnya berteman? Saya diadopsi oleh mereka. Wkwkk.

Istilah "introvert diadopsi" (oleh ekstrovert) merujuk pada dinamika sosial di mana seorang ekstrovert mengambil inisiatif untuk menjalin pertemanan, membawa introvert ke lingkungan baru, dan membuat suasana lebih cair. Ini terjadi karena ekstrovert adalah inisiator sosial, sementara introvert lebih hemat energi dan merasa aman dengan pendamping yang aktif pada suatu forum santai. 

Menurut chatgpt, berikut adalah alasan kenapa introvert sering "diadopsi":
  1. Ekstrovert aktif membuka percakapan dan membawa suasana sosial, sementara introvert (sebagai yang "diadopsi") sering kali menjadi pendengar yang baik, pendalam hubungan, dan penstabil emosi.
  2. Ekstrovert mendapatkan energi dari berinteraksi, sehingga mereka senang merangkul orang lain, termasuk membawa introvert ke acara sosial.
  3. Introvert cenderung hemat energi dan lebih memilih lingkungan yang akrab. Diadopsi oleh ekstrovert membantu mereka bersosialisasi tanpa harus memimpin interaksi.
  4. Dalam hubungan, ekstrovert sering bertindak sebagai co-regulator (penstabil mood), membuat introvert merasa aman di bawah "asuhan" sosial mereka.
Ini bukan soal dominasi, melainkan hubungan timbal balik di mana ekstrovert membutuhkan teman bicara yang suportif seperti introvert, dan introvert membutuhkan jembatan untuk keluar dari zona nyaman seperti ekstrovert. 

Menurut teman saya yang mengasessment saya, Introvert sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Dan Sosial Introvert seperti saya memiliki ciri mencolok seperti : 
  1. Introvert sosial lebih memilih bergaul dengan sedikit orang atau orang yang sudah dikenal. Menurut para terapis, tanda-tanda introvert sosial adalah:Hanya bergaul dengan teman-teman dekat atau komunikasi empat mata;
  2. Menikmati aktivitas sendirian tanpa merasa kesepian;
  3. Merasa lelah setelah berinteraksi dengan orang banyak untuk waktu lama;
  4. Lebih memilih komunikasi lewat teks atau daring.
Contoh social introvert adalah Rhea Freeman, mentor dan penulis You’ve Got This sering menjadi pembicara di depan umum, termasuk di radio dan TV. Padahal, ia seorang introvert.

Ketika mendengar istilah introvert, kita sering berfikir bahwa sama dengan pemalu. Padahal aslinya beda sekali. Introvert tidak sama dengan pemalu. Introvert adalah tipe kepribadian yang memfokuskan energi pada dunia internal (pikiran/perasaan) dan butuh menyendiri untuk mengisi energi. Pemalu adalah rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dalam situasi sosial. Introvert bisa sangat percaya diri, hanya saja lebih suka situasi tenang.







-Saya pasti pulang-
Share: