Sebenarnya, tahun 2022-an akhir ada niat untuk melanjutkan kuliah mengambil jurusan Kecerdasan buatan. Betul, pada saat itu hanya ada chatgpt (setahu saya sih). Sudah sampai tahap minta ijin kantor dan sudah di setujui, tapi setelah mencari tahu lebih banyak dengan pihak kampus yang saya ingin kuliah itu, ternyata jurusan kescerdasan buatan pada universitas yang saya tuju kurikulumnya lebih banyak ke robotica enginerring. Ya oke aja sih sebenarnya, kantor saya juga kayaknya yang penting saya lulus dengan gelar yang masih relate.
Tapi, jujur pekerjaan saya lebih banyak ke data analytics & Big Data yaitu Pengolahan data skala besar untuk pengambilan keputusan. Dan yang lebih relate dengan hal itu adalah Machine Learning & Deep Learning. Jadi algoritma agar mesin bisa belajar dari data. Jadi setelah saya pikir-pikir (mikirin uang yang harus dikeluarkan utamanya, wkwk) kenapa saya harus susah-susah lulus pada jurusan yang emhhh, yang ujung-ujungnya tidak bisa saya implementasikan ke dunia nyata karena keterbatasan peralatan anggaran karena saya berada di daerah. Kan mending saya sekalian nyebrang ke jurusan sastra aja ya kalo begitu (maaf randomnya nggak ketolong).
Sekarang bagaimana? sekarang saya sangat sangat sangat bersyukur tidak kuliah dengan jurusan tersebut, baik machine learning maupun robotica. Perkembangan AI sangat pesat sekali dan mungkin saya tidak cukup punya ruang di otak buat mengikutinya. perkembangan AI memiliki peran penting terhadap perkembangan manusia seperti game brain root yang sebelum itu disarankan untuk dibatasi pada anak-anak, saya sudah lebih dulu melarang anak saya Satu menonton game-game tersebut. Selain itu penggunaannya untuk mengedit gambar agak brutal ya, saya yang menuju 39 tahun and still counting ini tidak cocok melihat hal-hal itu walaupun saya tahu perbedaan AI dan bukan.
Lalu apakah saya menggunakan AI. Jawabannya iya, Saya hanya menggunakan chatgpt, premium untuk memmpermudah pekerjaan saya sehari-hari. Selain itu tidak, saya termasuk manusia yang mendukung sesuatu yang konvensional. Membaca buku fisik. Membuat logo, saya masih design dengan satu per satu elemen yang dibuat sendiri. Bukan melalui AI. Hasilnya entah kenapa lebih terasa dihati. Ah susah kalo dijelaskan. Wkwkw. Tapi kemudian karena atasan saya memiliki background pendidikan yang sama, akhirnya pembicaraan bergulirlah ke perkembangan AI. Dan ternyata pilihan AI yang dia pakai bukan chatgpt, jadi saya tertarik mencari tahu sejauh apa aplikasi berbasis AI berkembang sekarang. Tapi tenang, sudah sering saya sematkan di berbagai tulisan saya, bahwa saya itu membosankan dan itu-itu saja. Saya tetap cinta kamu chatgptkuh.
Setelah saya browsing, ternyata banyak AI alternatif ChatGPT yang unggul untuk kebutuhan spesifik seperti khusus riset (Perplexity, Claude), pembuat konten ada Jasper dan Copy.ai, untuk coding (Copilot), hingga visual (Midjourney, DALL-E). Gemini AI (Google) dan Claude 3.5 Sonnet sering dianggap pesaing terkuat untuk tugas analisis panjang dan penalaran kompleks. Atasan saya kemarin merekomendasikan deepseek katanya sih dari china.
1. AI Chatbot & Asisten Umum
Google Gemini: Fleksibel, terhubung langsung dengan Google Search untuk informasi terkini.
Claude (Anthropic) : Unggul dalam penulisan kreatif, analisis dokumen panjang, dan penalaran teknis.
Microsoft Copilot: Terintegrasi dengan Windows dan Office 365, ideal untuk produktivitas.
DeepSeek: AI open-source yang sangat baik untuk coding dan tugas teks teknis.
Pi (Inflection AI): Dirancang sebagai teman ngobrol yang ramah dan empati.
2. AI untuk Riset & Pencarian
Claude (Anthropic) : Unggul dalam penulisan kreatif, analisis dokumen panjang, dan penalaran teknis.
Microsoft Copilot: Terintegrasi dengan Windows dan Office 365, ideal untuk produktivitas.
DeepSeek: AI open-source yang sangat baik untuk coding dan tugas teks teknis.
Pi (Inflection AI): Dirancang sebagai teman ngobrol yang ramah dan empati.
2. AI untuk Riset & Pencarian
Perplexity AI: Mesin jawab berbasis AI yang memberikan sumber kutipan langsung, cocok untuk riset.
You.com: Mesin pencari AI yang fokus pada privasi dan jawaban terstruktur.
3. AI untuk Konten & Marketing
You.com: Mesin pencari AI yang fokus pada privasi dan jawaban terstruktur.
3. AI untuk Konten & Marketing
Jasper.ai: Fokus pada pembuatan konten pemasaran, artikel, dan copywriting berkualitas tinggi.
Copy.ai: Cepat dan efisien untuk membuat konten sosial media dan email marketing.
4. AI untuk Desain, Visual, & Video
Copy.ai: Cepat dan efisien untuk membuat konten sosial media dan email marketing.
4. AI untuk Desain, Visual, & Video
Gamma.app: Membuat presentasi, dokumen, dan website otomatis dari teks.
Runway: AI canggih untuk editing video dan pembuatan video dari teks.
Ideogram: Spesialis dalam membuat gambar dengan teks/tipografi yang jelas.
Uizard: Membuat desain UI/UX aplikasi atau website dari sketsa atau teks.
Remove.bg: Alat instan untuk menghapus latar belakang foto.
5. AI untuk Coding & Produktivitas
Runway: AI canggih untuk editing video dan pembuatan video dari teks.
Ideogram: Spesialis dalam membuat gambar dengan teks/tipografi yang jelas.
Uizard: Membuat desain UI/UX aplikasi atau website dari sketsa atau teks.
Remove.bg: Alat instan untuk menghapus latar belakang foto.
5. AI untuk Coding & Produktivitas
Grammarly: Memperbaiki tata bahasa dan gaya penulisan.
Notion AI: Asisten penulisan yang terintegrasi di dalam aplikasi pencatatan Notion
-Saya pasti pulang-
Notion AI: Asisten penulisan yang terintegrasi di dalam aplikasi pencatatan Notion
-Saya pasti pulang-