Tampilkan postingan dengan label And Then There Where None. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label And Then There Where None. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

And Then There Where None

Selamat pagi. Semalam saya marathon nonton And Then There Where None Episode 1 sampai dengan 3. Film ini diadaptasi dari novelnya Agatha Christie yang memang ahli dalam hal menulis novel-novel kriminal yang endingnya plot twist. Sebenarnya ditayangkan sudah lama yaitu di BBC One dari 26 hingga 28 Desember 2015. Kenapa saya yang biasanya nonton alien, cerita-cerita di masa depan, kapal ulang alik, tiba-tiba berubah haluan nonton ke film detektif? 

Sebenarnya saya suka kok film detektif, utamanya detektif conan. Haha. Serius. Saya juga nonton serialnya sherlock holmes berbagai versi. Tapi saya nggak suka kalo didalamnya ada adegan pembunuhan yang sadis. Ya pas pemerannya mati ya mati aja. Tapi proses matinya nggak usah dikasih liat (Ye siapa kamu ngatur-ngatur) Haha. Ya makanya karena saya tahu saya nggak ada kewenangan ngatur maka mending saya nggak nonton juga dari pada banyak adegan yang saya skip karena perut saya nanti tegang. 

Selain itu, saya juga sedang suka dengan buku-bukunya agatha christie (dari dulu enggak?). Enggak. saya memang baca buku tapi buku penulis Indonesia. Karena baru 3 bulan 2026 berlalu saya sudah salah beli 2 buku yang ternyata isinya (sepertinya) tidak ada editor yang menyunting jadi isinya wadidaw banget, saya jadi beralih berburu penulis-penulis luar negeri. Maka karena saya sedang baca buku And Then There Where Nonenya ya udah sekalian nonton filmnya juga. Film ini diberi tag tindak pidana, cerita detektif, misteri, fiksi kriminal gitu lah pokoknya. 

Cerita ini berlatar belakang pada akhir Agustus 1939, jadi teknologi tidak semaju sekarang. Nah ini, kalo film misteri berlatar belakang jaman dulu itu memang lebih dapat feel misterinya. Karena belum ada bantuan teknologi. Ceritanya delapan orang yang sebelumnya tidak saling mengenal tiba di Pulau Soldier, sebuah pulau fiktif terpencil yang terletak di lepas pantai Devon, Inggris. Mereka diundang dengan berbagai dalih oleh "Tuan dan Nyonya Owen".

Mereka datang dengan perahu yang sudah disewa oleh si pengundang kemudian menuju ke rumah di sebuah pulau, para tamu kemudian menyadari bahwa tuan rumah tidak ada di tempat, dan yang stand by adalah pengurus rumah yang baru dipekerjakan, Thomas dan Ethel Rogers. Saat makan malam, para tamu melihat hiasan di meja yang terdiri dari sepuluh patung kecil, yang kemudian diketahui bahwa patung tersebut mewakili sepuluh tentara.

Saat makan malam sebuah rekaman gramofon diputar dan suara anonim menuduh setiap orang yang hadir telah melakukan pembunuhan. Tak lama kemudian, salah satu tamu meninggal karena keracunan, dan kemudian diikuti oleh kematian satu per satu tamu yang hadir tersebut dengan sebab yang berbeda-beda. Setiap pembunuhan mencerminkan sebuah baris dari sajak yang dipajang di kamar tidur; dan setiap kali ada kematian, sebuah patung kecil disingkirkan dari hiasan tengah meja.

Setiap kematian sesuai dengan puisi  berjudul "Ten Little Soldiers" (Sepuluh Prajurit Kecil), yang aslinya berjudul "Ten Little Indians" atau "Ten Little Nigger Boys". Sajak ini terpajang di setiap kamar tamu dan menjadi panduan mengerikan bagi pembunuh untuk menghabisi sepuluh orang di pulau tersebut.

Saya ambil dari gooread begini bunyi puisinya :
Ten little soldier boys went out to dine; One choked his little self and then there were Nine. Nine little soldier boys sat up very late; One overslept himself and then there were Eight. Eight little soldier boys travelling in Devon; One said he’d stay there and then there were Seven. Seven little soldier boys chopping up sticks; One chopped himself in halves and then there were Six. Six little soldier boys playing with a hive; A bumble bee stung one and then there were Five. Five little soldier boys going in for law; One got in Chancery and then there were Four. Four little soldier boys going out to sea; A red herring swallowed one and then there were Three. Three little soldier boys walking in the Zoo; A big bear hugged one and then there were Two. Two little soldier boys sitting in the sun; One got frizzled up and then there was One. One little soldier boy left all alone; He went and hanged himself And then there were None. Frank Green, 1869”
Saya nggak tahu siapa saja nama lengkap pemerannya. Tapi film ini bagus. 9/10.




-Saya pasti pulang-
Share: