Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

Berpikir Ala Sherlock Holmes

How To Think Like Sherlock Holmes - Petter Hollins
Harga lupa
Beli di Gramedia
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tahun 2021

Ada sebuah buku yang pernah saya baca. Tapi waktu saya baca buku ini, saya lagi lamaaaa sekali nggak nulis. Alasannya? saya nggak suka tulisan saya dibaca orang yang saya kenal. Lebih lengkapnya, saya nggak suka tulisan saya dibaca oleh orang yang saya kenal dan berpotensi ketemu secara langsung. Itu dulu. Sekarang? Sama. Tapi di tahun itu imbasnya adalah saya jadi males nulis blog. Saya alihkan ke journal. 

Oke balik lagi ke Sherlock Holmes. Siapa yang nggak pernah dengar nama detektif fiktif ini? minimal dengar pasti pernah ya. Karena akhir-akhir ini Sabtu Minggu saya sering saya habiskan dirumah, saya menyelesaikan 4 sesion sherlock holmes dalam 2 minggu (4 sesion ini sudah pernah saya tonton sebelumnya di tahun 2017/2018) Jadi kali ini saya rewatch. Karena nonton filmnya lagi, saya jadi ingat buku yang saya pernah baca itu. Jadi mau saya review sekarang.

Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.

“Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”
“Tentang kejadian aneh seekor anjing di malam hari.”
“Anjing itu tidak melakukan apa pun di malam hari.”
“Itulah kejadian anehnya,” ujar Sherlock Holmes.
― Arthur Conan Doyle, Silver Blaze

“Tidak ada yang lebih menipu daripada fakta yang jelas.”
― Arthur Conan Doyle, Misteri Lembah Boscombe - Sebuah Cerpen Sherlock Holmes

Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat legendaris sejak 1887 hingga sekarang. Ia pun sering diangkat ke layar lebar juga serial televisi. Mengapa masih banyak orang yang terpaku pada Sherlock Holmes? Itu karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah rumit dengan sangat mudah. Ia adalah sosok pahlawan super genius yang ingin kita wujudkan dalam diri kita. Karena saya tahu dia fiktif sebenarnya saya nggak ingin-ingin banget berpikir ala dia ya. Tapi ada hal yang sama antara saya dan sherlock holmes, bukan kepintarannya pasti ya. Wkwkw. Adalah sebuah prinsip bahwa : Tidak perlu tahu segalanya, tapi pahami hal penting dengan dalam. Ya betul, kadang teman saya heran kenapa saya begitu gobloknya dalam sebuah hal tapi tidak hal lain. Dengan mudah mengingat detail kebiasaan orang asing yang baru setengah jam ketemu, tapi susah mengingat arah mata angin. Susah mengingat nama orang, tapi dengan gampang mengingat deretan angka yang panjang. Sebelum saya nonton atau baca novel mengenai sherlock holmes saya sudah memiliki prinsip demikian. Saya juga tidak paham nama-nama politikus, atau hal yang sedang terjadi didalamnya. Pengetahuan saya tentang hal itu ZERO. Selain itu, tidak ada lagi persamaan saya sama sherlock holmes. Wkwkk.

Ini adalah ringkasan dari buku yang saya baca tersebut.
MIND MAP: Berpikir ala Sherlock Holmes
SHERLOCK HOLMES THINKING

──────────────────────────┼──────────────────────────

OBSERVASI
- Perhatikan detail kecil
- Gunakan semua indera
- Jangan sekadar melihat


DEDUKSI
- Gabungkan fakta
- Tarik kesimpulan logis
- Hindari tebakan tanpa bukti


BERTANYA
- Kenapa?
- Bagaimana?
- Apa penyebabnya?


PENGETAHUAN
- Fokus pada yang penting
- Perluas wawasan
- Simpan info yang berguna


POLA
- Cari hubungan antar kejadian
- Hubungkan fakta kecil
- Lihat gambaran besar


LOGIKA
- Jangan terburu-buru
- Uji semua kemungkinan
- Pilih yang paling masuk akal


Berikut adalah beberapa contoh observasi dan deduksi ala Sherlock Holmes:
1. Mengetahui Profesi Seseorang (Contoh Umum)
Observasi: Seseorang memiliki kulit tangan kanan yang lebih kasar, kapalan di jari tengah, dan sedikit noda tinta di ujung jari telunjuk.
Deduksi: Dia adalah seorang penulis atau pegawai administrasi yang banyak menulis manual, bukan sekadar mengetik, karena kapalan khusus pada jari tengah menunjukkan penggunaan pena yang intensif.

2. Mengetahui Kebiasaan & Perjalanan (Koper Norwood)
Observasi: Menemukan koper di lokasi kejadian yang berselimut debu tipis, namun pegangannya bersih, serta ada bekas stiker hotel yang baru dilepas.
Deduksi: Pemilik koper baru saja melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta (debu), memegang koper tersebut secara intensif (pegangan bersih), dan berusaha menyembunyikan identitas hotel tempatnya menginap (stiker dilepas).

3. Mengetahui Latar Belakang & Ekonomi (Kasus Fiksi)
Observasi: Seorang pria memakai sepatu yang mengkilap, tetapi ada bekas keausan yang tidak rata di bagian tumit luar, dan kancing jasnya sedikit longgar.
Deduksi: Pria ini peduli pada penampilan (sepatu mengkilap) namun mungkin sedang mengalami masalah keuangan atau terburu-buru (kancing longgar), dan dia memiliki cara berjalan yang tidak seimbang yang mungkin disebabkan oleh cedera lama atau kebiasaan duduk tertentu.

4. Mengetahui Tindakan Terakhir (Analisis Lingkungan)
Observasi: Di sebuah ruangan, ada abu cerutu yang berserakan di sebelah kanan kursi, namun majalah yang terbuka berada di sebelah kiri, dan gelas air minum kosong berada jauh di meja seberang.
Deduksi: Seseorang yang merokok (kanan) membaca majalah (kiri) dan bangkit dari kursi untuk menaruh gelas, menunjukkan bahwa dia tidak sendirian atau dia melakukan aktivitas terburu-buru sebelum pergi.

Apakah kita mungkin untuk mengikuti bagaimana Sherlok Holmes berifkir? Jawabannya tidak mungkin. Mendekati pun tidak. Dia adalah tokoh fiktif. Tapi ada yang bisa ditiru dari kebiasaan holmes saat berpikir dia buntu. Yaitu dia membuat jeda dan refleksi. Sering kali Holmes menghisap pipa atau bermain biola saat menghadapi kasus sulit. Ini adalah teknik untuk menjauh sejenak dari masalah agar otak bawah sadar dapat mengolah informasi secara lebih jernih. Jadi jika otakmu rasanya akan meledak ketika memikirkan jalan keluar suatu hal. Berhenti dulu. Kontrolnya ada di diri kamu sendiri, nggak usah nunggu stroke dulu baru berhenti. Telat! 

Berhenti dulu. Dunia bisa nunggu! :)




-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 04 April 2026

And Then There Where None

Selamat pagi. Semalam saya marathon nonton And Then There Where None Episode 1 sampai dengan 3. Film ini diadaptasi dari novelnya Agatha Christie yang memang ahli dalam hal menulis novel-novel kriminal yang endingnya plot twist. Sebenarnya ditayangkan sudah lama yaitu di BBC One dari 26 hingga 28 Desember 2015. Kenapa saya yang biasanya nonton alien, cerita-cerita di masa depan, kapal ulang alik, tiba-tiba berubah haluan nonton ke film detektif? 

Sebenarnya saya suka kok film detektif, utamanya detektif conan. Haha. Serius. Saya juga nonton serialnya sherlock holmes berbagai versi. Tapi saya nggak suka kalo didalamnya ada adegan pembunuhan yang sadis. Ya pas pemerannya mati ya mati aja. Tapi proses matinya nggak usah dikasih liat (Ye siapa kamu ngatur-ngatur) Haha. Ya makanya karena saya tahu saya nggak ada kewenangan ngatur maka mending saya nggak nonton juga dari pada banyak adegan yang saya skip karena perut saya nanti tegang. 

Selain itu, saya juga sedang suka dengan buku-bukunya agatha christie (dari dulu enggak?). Enggak. saya memang baca buku tapi buku penulis Indonesia. Karena baru 3 bulan 2026 berlalu saya sudah salah beli 2 buku yang ternyata isinya (sepertinya) tidak ada editor yang menyunting jadi isinya wadidaw banget, saya jadi beralih berburu penulis-penulis luar negeri. Maka karena saya sedang baca buku And Then There Where Nonenya ya udah sekalian nonton filmnya juga. Film ini diberi tag tindak pidana, cerita detektif, misteri, fiksi kriminal gitu lah pokoknya. 

Cerita ini berlatar belakang pada akhir Agustus 1939, jadi teknologi tidak semaju sekarang. Nah ini, kalo film misteri berlatar belakang jaman dulu itu memang lebih dapat feel misterinya. Karena belum ada bantuan teknologi. Ceritanya delapan orang yang sebelumnya tidak saling mengenal tiba di Pulau Soldier, sebuah pulau fiktif terpencil yang terletak di lepas pantai Devon, Inggris. Mereka diundang dengan berbagai dalih oleh "Tuan dan Nyonya Owen".

Mereka datang dengan perahu yang sudah disewa oleh si pengundang kemudian menuju ke rumah di sebuah pulau, para tamu kemudian menyadari bahwa tuan rumah tidak ada di tempat, dan yang stand by adalah pengurus rumah yang baru dipekerjakan, Thomas dan Ethel Rogers. Saat makan malam, para tamu melihat hiasan di meja yang terdiri dari sepuluh patung kecil, yang kemudian diketahui bahwa patung tersebut mewakili sepuluh tentara.

Saat makan malam sebuah rekaman gramofon diputar dan suara anonim menuduh setiap orang yang hadir telah melakukan pembunuhan. Tak lama kemudian, salah satu tamu meninggal karena keracunan, dan kemudian diikuti oleh kematian satu per satu tamu yang hadir tersebut dengan sebab yang berbeda-beda. Setiap pembunuhan mencerminkan sebuah baris dari sajak yang dipajang di kamar tidur; dan setiap kali ada kematian, sebuah patung kecil disingkirkan dari hiasan tengah meja.

Setiap kematian sesuai dengan puisi  berjudul "Ten Little Soldiers" (Sepuluh Prajurit Kecil), yang aslinya berjudul "Ten Little Indians" atau "Ten Little Nigger Boys". Sajak ini terpajang di setiap kamar tamu dan menjadi panduan mengerikan bagi pembunuh untuk menghabisi sepuluh orang di pulau tersebut.

Saya ambil dari gooread begini bunyi puisinya :
Ten little soldier boys went out to dine; One choked his little self and then there were Nine. Nine little soldier boys sat up very late; One overslept himself and then there were Eight. Eight little soldier boys travelling in Devon; One said he’d stay there and then there were Seven. Seven little soldier boys chopping up sticks; One chopped himself in halves and then there were Six. Six little soldier boys playing with a hive; A bumble bee stung one and then there were Five. Five little soldier boys going in for law; One got in Chancery and then there were Four. Four little soldier boys going out to sea; A red herring swallowed one and then there were Three. Three little soldier boys walking in the Zoo; A big bear hugged one and then there were Two. Two little soldier boys sitting in the sun; One got frizzled up and then there was One. One little soldier boy left all alone; He went and hanged himself And then there were None. Frank Green, 1869”
Saya nggak tahu siapa saja nama lengkap pemerannya. Tapi film ini bagus. 9/10.




-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 27 Maret 2026

Serial Grimm

Semalam saya menyelesaikan nonton serial Grimm. Ada 6 Sesion dan tiap sesionnya sekitar 20 episode. Mantab kali wak. Saya menyelesaikan nonton 6 musim itu sekitar 3 bulanan. Terutama ketika bulan puasa dan libur sabtu minggu, ngebut udah pokoknya. Bukan karena ingin segera selesai, tapi karena ceritanya ringan dan bagus. 

Serial ini menceritakan tentang detektif Nicholas Burkhardt (diperankan oleh David Giuntoli), yang menemukan bahwa dirinya adalah seorang Grimm, generasi terbaru dari para penjaga yang bersumpah untuk menjaga keseimbangan antara umat manusia dan makhluk mitologis, yang dikenal sebagai Wesen. Jadi disamping ada penyelidikan-penyelidikan yang seru, serial ini berujung pada 1 inti cerita yang saling terkait antar episode.


Apakah seru? Iya ini seru. 
Apakah berat? Tidak, ini ringan. 




-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 08 Januari 2026

Stranger Things Season 1 - 5

Serial stranger things ini sudah saya ikuti sejak season 1 dan berakhir di 7 Januari 2026 yaitu season 5 episode 9. Dari sejak tokohnya kanak-kanak sampai jadi dewasa. Dan sangat sangat seru. Entah menurut saya pribadi saja mungkin karena genre film yang saya tonton memang 90% sci-fi. Sci Fi sendiri adalah genre yang fiksi yang mengeksplorasi sains dan teknologi. Biasanya berkisah seputar masa depan, luar angkasa, alien, robotika, perjalanan waktu dan sejenisnya. Contohnya yang terkenal interstellar. 

Oke balik lagi ke Stranger Things. Serial ini adalah rekomendasi dari teman dan ya ternyata seru banget (diulang lagi). Berlatar pada tahun 1980-an, di kota fiksi Hawkins, Indiana, serial ini berfokus di sekitar banyak peristiwa supernatural yang terjadi di kota, khususnya hubungan mereka dengan realitas alternatif yang disebut "Upside Down", hal tersebut muncul akibat fasilitas eksperimen anak pemerintah Amerika Serikat. Stranger Things telah mendapatkan rekor pemirsa di Netflix, dan dipuji oleh para kritikus karena karakterisasi, atmosfer, akting, soundtrack, penyutradaraan, penulisan, dan penghormatannya pada film 1980-an. Kritikus menganggap Stranger Things sebagai salah satu seri unggulan Netflix, yang telah mencapai banyak penggemar yang berdedikasi dan dikreditkan dengan meluncurkan karier dari pemeran mudanya. 

Setelah stranger things tamat, saya agak sibuk browsing tontonan sejenis. Nemu beberapa tapi yang trailer nya menarik menurut saya adalah Dark. Mungkin next saya nonton Dark buat ngisi waktu Jumat, Sabtu dan Minggu.



-Saya pasti pulang-
Share: