Tampilkan postingan dengan label Pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemalang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2026

Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa - Ulil Albab

Judul buku : Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa
Penulis : Ulil Albab dan teman-teman
Jumlah halaman : 254 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mandiri
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 2018

Lagi-lagi buku yang dikasih teman. Nggak modal banget Rizki. Haha. Buku ini adalah buku pemberian atasan saya waktu beliau pindah. Sebenarnya sudah lama saya browsing mencari informasi mengenai sejarah Pemalang, ada? Banyak. Tapi hanya beberapa yang runtut, urut dan enak dibaca. Buku ini salah satunya? Tidak.

Dengan banyaknya poin penting yang akan diceritakan, jika saya bagi ada kategori sejarah, cerita rakyat, beberapa tempat bersejarah di Pemalang, buku ini lebih baik jika dipetakan per kategori saja.  Dan bukan dari sudut pandang penulis. Ini sejarah, jadi menurut saya harus diceritakan apa adanya. Keadaan, waktu, dan latar harus jelas. Bukan komentar pribadi dari penulis.

Intinya buku ini adalah kumpulan kisah tradisional yang dihimpun oleh Ulil Albab dan rekan-rekan, yang menyoroti kisah-kisah menarik dari daerah Pemalang. Buku ini cukup membantu untuk orang yang awam sekali mengenai Pemalang dan tertarik dengan kisah dan latar belakangnya. Mengantarkan ke gerbang selamat datang. Hanya sampai situ.

Tapi jika kalian mau aku rekomendasikan, ada satu blog yang saya temukan ketika saya browsing tentang sejarah Pemalang. Dari sekian banyak, blog ini adalah yang peta nya paling jelas. Alamatnya ada di https://karnotopemalang.blogspot.com/ . Sepertinya sudah lama blog ini tidak aktif karena tidak ada post baru. Blog ini ditulis dengan rapi, runtut, dan dipisahkan sesuai kategorinya. Beliau membagi menjadi kategori wilayah, asal-usul dan legenda. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 27 Maret 2026

Lapangan sewaka - Pemalang

Ini adalah lapangan yang juga enak buat olahraga di kabupaten Pemalang. Namanya lapangan sewaka. Berlokasi di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (kode pos 52319). Lapangan ini aktif digunakan untuk kegiatan masyarakat setempat, termasuk turnamen sepak bola seperti "Sewaka Open".

Sebagai salah satu sarana olahraga di Pemalang, lapangan ini memiliki peran penting dalam kegiatan olahraga masyarakat setempat.

Tempatnya enak dan luas, lapangan rumputnya rapi. Kalo pagi atau sore bisa lihat langit dengan leluasa karena tidak terhalangi bangunan-bangunan. Dan banyak yang jualan jajan disekitarnya. Ini penting! Haha.



-Saya pasti pulang-

Share:

Minggu, 08 Maret 2026

Lapangan Dewa Ruci Mengori - Pemalang

Selama bulan ramadhan, saya menghindari stadion untuk berolahraga. Karena? Panas! Karena stadion ada ditengah kota dan kan dikelilingi tembok tinggi ya. Tapi karena olahraga itu wajib, maka saya ngide ke arah yang berbeda. Kali ini saya ke lapangan desa. Jaraknya sekitar 3 km dari rumahku. Saya tahu dari mana? Dari kebiasaan jalan kaki jarak jauh ketika Sabtu Minggu, saya kadang nyasar kemana gitu  -_-". Yang akhirnya saya nggak sengaja melewati lapangan yang akan saya ceritakan ini.

Namanya lapangan dewa ruci, Mengori, Pemalang. Karena lapangan, tentu tidak ada sekat dengan lingkungan sekitar. Dan masih asri. Bisa dilihat sendiri deh penampakannya. Ini adalah jam 07.30 wib tapi masih asri sekali. Lapangan ini rapi dan tidak ada sampah. Waktu musim hujan, jogging track yang tertutup pohon besar sangat licin dan itu wajar karena tidak terkena matahari. Air cepat banget keluar dari lapangan jadi tidak menggenang, yang bikin saluran air terbukti oke. 


Dan! Ketika saya ngeh namanya lapangan dewa ruci, seketika sinyal saya melihat nama lapangan-lapangan lain juga tinggi. Dan kebanyakan lapangan memang namanya lapangan dewa ruci. Jadi Siapa Dewa Ruci?

Penamaan ini umumnya merujuk pada kisah pewayangan Jawa yang sarat akan makna filosofis. Berikut adalah alasan utamanya: Simbol Perjalanan Spiritual dan Pencarian Jati Diri: Kisah Dewa Ruci (dalam lakon Bima Suci) mengisahkan perjalanan Werkudara (Bima) mencari Tirta Perwitasari (air kehidupan/ilmu sejati). Menggunakan nama ini diharapkan menjadi simbol pencarian ilmu, keberanian, dan kesempurnaan hidup. 
Dewa Ruci adalah wujud dewa kecil yang masuk ke telinga Bima, melambangkan bahwa Tuhan atau kebenaran tertinggi ada di dalam diri manusia sendiri. Jadi, penggunaan nama Dewa Ruci di tempat umum biasanya untuk mengabadikan nilai-nilai keberanian, kejujuran, dan pencarian jati diri yang terkandung dalam cerita pewayangan tersebut.

Oke kapan-kapan saya review lapangan dewa ruci yang lain. 



-Saya pasti pulang-
Share: