Nabi Zulkifli

Allah Swt. berfirman pada Q.S. Al-Anbiya’: 85–86 :

Q.S. Al-Anbiya' Ayat 85
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِّنَ الصَّابِرِينَ
Wa ismā'īla wa idrīsa wa żal-kifl(i), kullum minaṣ-ṣābirīn(a).
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar."

Q.S. Al-Anbiya' Ayat 86
وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۗ إِنَّهُم مِّنَ الصَّالِحِينَ
Wa adkhalnāhum fī raḥmatinā, innahum minaṣ-ṣāliḥīn(a).
"Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." 

Allah Swt. berfirman:

“Ceritakanlah Ismail, Ilyasa’, dan Zulkifli, dan masing-masing termasuk orang-orang yang baik.”

Ibnu Katsir berkata: “Yang jelas dalam penyebutan di dalam Al-Qur’an yang memujinya bersama dengan nabi-nabi yang mulia, berarti ia adalah seorang nabi yang masyhur. Adapun tentang risalahnya serta kepada kaum apa ia diutus, maka Al-Qur’an tidak menyebutkannya secara ringkas maupun terperinci.”

Ahli sejarah menyebutkan bahwa ia adalah anak Ayyub as. Nama aslinya adalah Basyir. Allah mengutusnya sesudah Ayyub dan menamakannya Zulkifli, karena ia selalu melaksanakan beberapa perbuatan baik yang dibebankan kepadanya.

0 komentar:

Posting Komentar