Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Kera



Pada zaman dahulu, hiduplah sebuah kota kecil di tepi laut. Kota itu dihuni oleh sebagian dari Bani Israil. Penduduknya banyak yang bekerja sebagai nelayan. Setiap hari mereka pergi ke laut menangkap ikan. Lautnya biru dan penuh ikan yang berenang berkilauan di bawah sinar matahari.

Suatu hari Allah memberi mereka sebuah aturan bahwa pada hari Sabat (hari Sabtu) adalah hari untuk beribadah dan beristirahat. Pada hari itu mereka tidak boleh menangkap ikan. Penduduk kota pun berkata, “Baik, kami akan menaati perintah Allah.”

Namun sesuatu yang aneh terjadi. Pada hari Sabtu, justru banyak sekali ikan muncul di dekat pantai. Ikan-ikan itu berenang dengan mudah ditangkap. Tetapi karena hari Sabtu, mereka tidak boleh mengambilnya. Beberapa nelayan mulai merasa gelisah. “Sayang sekali kalau ikan sebanyak ini dibiarkan pergi,” kata seorang nelayan.

Lalu mereka punya ide licik. “Bagaimana kalau kita membuat perangkap ikan pada hari Jumat? Jadi ketika hari Sabtu ikan masuk sendiri ke dalam perangkap. Nanti kita ambil hari Minggu!”

Sebagian orang mengingatkan mereka. “Jangan begitu. Itu tetap melanggar aturan Allah.” Tetapi ada yang tetap keras kepala. Mereka membuat parit dan perangkap di tepi laut. Benar saja, pada hari Sabtu ikan-ikan masuk ke dalam perangkap itu.

Mereka merasa sangat pintar. Namun Allah mengetahui semuanya. Karena mereka tetap membangkang dan menipu aturan, Allah memberi peringatan yang sangat keras, seperti yang disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 65
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـِٕيْنَ
"Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina!'"
Sebagian dari mereka yang keras kepala diubah menjadi kera sebagai hukuman. Penduduk kota yang taat merasa sangat sedih. Mereka belajar bahwa tidak boleh bermain-main dengan perintah Allah. Sejak saat itu, kisah kota nelayan itu menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Dengan berakhirnya kisah tentang kera, maka berakhir juga ya seri hewan yang disebut dalam alquran. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Kuda, Keledai dan Benggal



Dalam Al-Qur’an ada ayat yang menyebut kuda, bagal (benggal), dan keledai sekaligus. Hewan-hewan ini disebut sebagai nikmat Allah untuk manusia, terutama sebagai alat transportasi pada zaman dahulu.

Allah berfirman dalam Surah An‑Nahl ayat 8:

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
Ayat ini menjelaskan bahwa kuda digunakan untuk kendaraan cepat dan peperangan. Bagal (benggal) adalah hasil persilangan kuda dan keledai, kuat untuk membawa beban. Keledai sering dipakai untuk mengangkut barang dan perjalanan. Pada zaman Nabi, ketiga hewan ini adalah alat transportasi utama, seperti mobil dan motor pada masa sekarang.
 
Kuda juga muncul dalam kisah Nabi Sulaiman. Allah menyebutnya dalam Surah Sad ayat 31–33. 
Surah Sad Ayat 31
اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُۙ
"(Ingatlah) ketika pada suatu petang dipertunjukkan kepadanya (Nabi Sulaiman) kuda-kuda yang jinak lagi sangat cepat larinya."
Surah Sad Ayat 32
فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ
"Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap (kuda) yang baik sehingga aku melupakan (untuk mengingat) Tuhanku sampai (kuda-kuda) itu hilang dari pandangan.”
Surah Sad Ayat 33
رُدُّوْهَا عَلَيَّۗ فَطَفِقَ مَسْحًاۢ بِالسُّوْقِ وَالْاَعْنَاقِ
"(Dia berkata lagi), “Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku.” Lalu, dia mengusap-usap kaki dan lehernya."

Nabi Sulaiman memiliki kuda-kuda perang yang sangat indah dan cepat. Suatu sore, beliau sedang memperhatikan dan mengagumi kuda-kuda tersebut. Namun karena terlalu lama melihatnya, beliau hampir terlambat mengingat Allah menjelang waktu ibadah. Lalu Nabi Sulaiman berkata bahwa cintanya pada kuda bukan karena dunia, tetapi karena kuda membantu perjuangan di jalan Allah.

Keledai juga muncul dalam perumpamaan yang unik. Dalam Surah Luqman ayat 19, Allah menyebut 
“Sesungguhnya suara yang paling buruk adalah suara keledai.” Maknanya bukan menghina keledai, tetapi sebagai perumpamaan agar manusia tidak berteriak-teriak atau berbicara kasar.

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِࣖ
"Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." 


-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 15 Maret 2026

Ular


Adik-adik takut sama ular? Jaman sekarang makin banyak konten di media sosial yang memelihara ular ya. Ular ternyata adalah hewan yang disebutkan dalam alquran. Ada beberapa kisah. Salah satu kisah tentang ular dalam Al-Qur’an berkaitan dengan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa ketika menghadapi raja Mesir yang zalim, Firaun. Kisah ini disebutkan di beberapa surat, seperti Surah Taha, Surah Al-A'raf, dan Surah Ash-Shu'ara. Kita baca satu per satu yuk.

1. Mukjizat Tongkat Menjadi Ular
Ketika Allah memanggil Nabi Musa di sebuah lembah suci, Allah bertanya apa yang ada di tangannya. Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat yang ia gunakan untuk berjalan dan menggembala. Lalu Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat itu.

Saat tongkat tersebut dilempar, tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat. Musa sempat kaget dan mundur karena melihatnya. Tetapi Allah menenangkan Musa dan memerintahkannya untuk mengambil kembali ular itu, dan ketika dipegang, ia kembali menjadi tongkat.

Mukjizat ini dijelaskan dalam Surah Taha ayat 17–21.
Ayat 17
وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?"
Ayat 18
قَالَ هِيَ عَصَايَ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى
"Dia (Musa) berkata, 'Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain'."
Ayat 19
قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
"(Allah) berfirman, 'Lemparkanlah ia, wahai Musa!'"
Ayat 20
فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى
"Lalu (Musa) melemparkannya, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat."
Ayat 21
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى
"Dia (Allah) berfirman, 'Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada (keadaan) semula',"

2. Pertarungan dengan Para Penyihir
Ketika Nabi Musa datang kepada Firaun, Firaun menuduh Musa sebagai penyihir. Ia lalu mengumpulkan banyak penyihir hebat dari seluruh negeri. Para penyihir melemparkan tali dan tongkat mereka. Dengan sihir, benda-benda itu terlihat seperti banyak ular yang bergerak. Namun ketika Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu berubah menjadi ular besar yang nyata dan menelan semua benda yang mereka lemparkan.

Kisah ini disebutkan dalam Surah Al-A'raf ayat 117.
وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَۚ
"Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.

Melihat kejadian tersebut, para penyihir langsung sadar bahwa itu bukan sihir biasa, melainkan mukjizat dari Allah. Mereka segera bersujud dan berkata bahwa mereka beriman kepada Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun. Hal ini membuat Firaun sangat marah karena kekuasaannya mulai ditentang.

Karena hari ini aku libur, aku coba untuk buat komik stripnya. Semoga kalian suka ya. Hihi.






-Saya pasti pulang-

Share:

Hewan Yang Kisahnya Ada di Alquran : Anjing


Hewan yang kisahnya ada dalam alquran selanjutnya adalah anjing. Teman-teman pernah punya anjing? Aku pernah. Namanya nero. Ayahku adalah seorang penyayang binatang. Ayam, anjing, kucing, burung, ikan, kambing, bebek semua ada dirumah kami yang dulu. Tugasku setiap pagi adalah mengambil telur bebek. Dari 3 bersaudara, sifat penyayang binatang itu menurun ke aku. Menurun sangat kental sampai-sampai selain menjadi penulis, aku pernah bercita-cita menjadi dokter hewan. 

Dan dari deretan hewan yang dimiliki ayahku, untuk kasusku aku menambahkan beberapa hewan yang membuatku diingat oleh keluarga besarku. Aku memelihara klomang sampai ukuran rumahnya tidak ada lagi, aku memelihara berudu sampai jadi kodok besar yang berisik kang kong kang kong tiap hari, aku memelihara anak ayam sampai dia bisa diajak jalan sore. Aku juga pernah eksperimen pelihara jentik nyamuk, sampai ya dia jadi nyamuk. 

Dan sebagai sesama penyayang binatang, ada beberapa pandangan antara aku dan ayahku yang berbeda. Aku pernah melepaskan burung peliharaan ayahku, karena menurutku harusnya burung tidak dikandang. Sempat dihukum tapi kemudian ayahku mengerti alasanku. Aku tidak pernah beli kucing, semua kucing yang aku pelihara adalah kucing kampung yang datang sendiri kerumah dalam keadaan luka, kedinginan, kelaparan. Sedangkan ayahku suka beli kucing atau burung yang menurut beliau bagus, tapi masih memberi makan kucing liar. 

Oke prolognya agak panjang ya kali ini. Muup. Hihi.

Dalam Al-Qur’an, ada satu kisah terkenal tentang anjing yang sangat menarik dan penuh pelajaran. Kisah ini terdapat dalam cerita para pemuda yang beriman yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi (penghuni gua). Kisahnya disebutkan dalam  Surah Al-Kahf ayat 9–26.

Dahulu kala, di sebuah negeri yang dipimpin raja zalim, ada sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah. Mereka menolak menyembah berhala seperti masyarakat di sekitarnya. Karena takut dipaksa meninggalkan keimanan, para pemuda itu memutuskan melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gua.

Saat mereka pergi menuju gua, seekor anjing mengikuti mereka. Anjing itu menjadi teman perjalanan mereka dan akhirnya ikut tinggal di gua. Al-Qur’an menggambarkan posisi anjing itu dengan sangat jelas. Allah berfirman bahwa anjing tersebut berada di depan pintu gua dengan kedua kaki depannya terentang, seolah-olah menjaga para pemuda yang sedang tidur.

Allah kemudian membuat para pemuda itu tertidur selama ratusan tahun. Dalam waktu yang sangat lama itu, anjing mereka tetap berada di depan gua. Ayat yang menyebutkan anjing ini ada di Surah Al-Kahf ayat 18 : “Dan kamu akan mengira mereka bangun padahal mereka tidur; Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua”

Kisah tidur ratusan tahun para pemuda Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahf sering dianggap sebagai salah satu kisah paling menakjubkan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebut mereka tidur 309 tahun (300 tahun matahari atau 309 tahun kalender lunar).

Menariknya, beberapa fenomena ilmiah modern membantu kita memahami bagaimana sesuatu yang mirip “tidur sangat lama” bisa terjadi di alam, walaupun tentu kisah Ashabul Kahfi tetap merupakan mukjizat dari Allah.

Berikut beberapa hal yang sering dibahas ilmuwan.
1. Fenomena Hibernasi (Tidur Panjang pada Makhluk Hidup)
Di alam, ada hewan yang bisa tidur sangat lama dalam kondisi yang disebut hibernasi. Contohnya Beruang, Landak, Kelelawar. Saat hibernasi detak jantung melambat drastis, suhu tubuh turun, energi tubuh hampir tidak digunakan. Beberapa hewan bahkan bisa tidur berbulan-bulan tanpa makan atau minum. Hal ini membuat ilmuwan berpikir bahwa metabolisme makhluk hidup bisa diperlambat sangat jauh.

2. Suspended Animation (Kehidupan yang “Dipause”)
Dalam ilmu biologi modern ada konsep yang disebut suspended animation. Artinya Aktivitas tubuh hampir berhenti, Sel-sel tetap hidup, Penuaan berjalan sangat lambat. Beberapa organisme kecil seperti Tardigrade (beruang air) bisa berhenti hampir total aktivitas hidupnya, bertahan puluhan tahun dalam kondisi kering, hidup kembali ketika mendapat air.

Fenomena ini membuat ilmuwan mempelajari kemungkinan tidur panjang pada manusia di masa depan, misalnya untuk perjalanan luar angkasa.

3. Perlindungan Tubuh Saat Tidak Bergerak
Dalam kisah Ashabul Kahfi, Al-Qur’an menyebutkan hal menarik. Tubuh mereka dibolak-balik ke kanan dan kiri, sinar matahari tidak langsung mengenai mereka dan ada anjing menjaga di pintu gua.

Secara ilmiah, ini sangat masuk akal karena jika seseorang tidur terlalu lama tanpa bergerak jaringan tubuh bisa rusak, aliran darah berhenti, luka tekan (bed sores) muncul. Dengan pergerakan tubuh secara berkala, kerusakan tubuh bisa dicegah. Ini membuat sebagian ilmuwan Muslim mengatakan bahwa detail Al-Qur’an sangat sesuai dengan prinsip medis modern.

4. Lingkungan Gua yang Stabil
Gua memiliki kondisi alami yang mendukung kelangsungan hidup yaitu suhu relatif stabil, cahaya sangat sedikit, angin terbatas. Kondisi seperti ini sering dipelajari dalam biologi konservasi karena dapat memperlambat kerusakan biologis.

5. Perbedaan Tahun Matahari dan Tahun Bulan
Al-Qur’an menyebut mereka tinggal 300 tahun lalu ditambah 9 tahun. Ini menarik karena 300 tahun matahari ≈ 309 tahun kalender bulan. Artinya Al-Qur’an menyebut dua sistem kalender sekaligus dalam satu ayat. Hal ini dianggap oleh banyak peneliti sebagai ketepatan matematis yang menarik dalam teks Al-Qur’an.

-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 14 Maret 2026

Kambing




Ada beberapa kisah mengenai kambing yang terdapat dalam alquran. Kita bahas satu per satu yuk. 

1. Kisah Kambing yang Masuk ke Ladang (Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman)
Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 78.

Teks Arab:
وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَۖ

Terjemahan:
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
Pada suatu hari, dua orang datang mengadu kepada Nabi Dawud. Orang pertama berkata “Wahai Nabi Dawud, kambing-kambing milik orang ini masuk ke ladangku pada malam hari dan memakan tanaman hingga rusak.”

Pemilik kambing pun berdiri dengan wajah khawatir. Nabi Dawud memikirkan masalah itu dan memberi keputusan bahwa kambing-kambing tersebut diberikan kepada pemilik ladang sebagai ganti kerugian. Namun putra beliau, Nabi Sulaiman, memiliki usulan lain yang lebih bijaksana.

Nabi Sulaiman berkata pemilik kambing tetap memelihara ladang itu sampai tanaman tumbuh kembali. Pemilik ladang boleh mengambil manfaat kambing seperti susu dan bulunya sementara waktu.
Setelah ladang kembali seperti semula, kambing dikembalikan kepada pemiliknya. Allah memuji kebijaksanaan Nabi Sulaiman dalam ayat tersebut.

Apa pelajaran yang dapat diambil adik-adik dari kisah tersebut? Betul, pentingnya keadilan dalam menyelesaikan masalah. Anak muda juga bisa memiliki pemikiran yang bijaksana. Serta, kerugian orang lain harus diganti dengan cara yang adil.
 
2. Kambing sebagai Hewan Ternak dalam Al-Qur’an

Kambing termasuk hewan ternak yang disebut dalam Surah Al-An’am ayat 143.

Teks Arab
ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍۚ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِۗ قُلْ اٰۤلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ نَبِّئُوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَۙ

Terjemahan
"(Ada) delapan macam (hewan ternak) yang berpasangan; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah yang diharamkan (Allah) itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Beritahulah aku berdasarkan ilmu (pengetahuan) jika kamu orang-orang yang benar'

Dalam ayat ini Allah menyebut domba dan kambing sebagai hewan yang diciptakan untuk manusia. Manfaat kambing antara lain Susu untuk diminum, Daging untuk makanan, Kulit dan bulu untuk pakaian atau perlengkapan.

3. Kisah Pengorbanan yang Berkaitan dengan Kambing

Kisah terkenal tentang penyembelihan hewan juga berkaitan dengan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Dalam Surah As-Saffat ayat 107, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan besar (sering digambarkan sebagai kambing atau domba).

Teks Arab
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Terjemahan
"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."

Peristiwa ini menjadi asal mula ibadah kurban pada hari raya Idul Adha. Pada suatu malam yang tenang, hiduplah seorang nabi yang sangat taat kepada Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Ia sangat mencintai putranya yang baik hati, Nabi Ismail. 

Suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi sesuatu yang membuat hatinya bergetar. Dalam mimpi itu, Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya sendiri sebagai ujian keimanan. Ketika bangun, Nabi Ibrahim sangat sedih. Ia sangat menyayangi Nabi Ismail. Tetapi ia juga tahu bahwa perintah Allah harus ditaati.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim mengajak Ismail berjalan ke sebuah tempat yang sunyi di padang pasir. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim berkata dengan lembut “Wahai anakku, aku bermimpi bahwa aku harus menyembelihmu. Bagaimana menurutmu?” Nabi Ismail yang masih muda menatap ayahnya dengan penuh kepercayaan. “Ayah,” kata Ismail dengan tenang, “lakukanlah apa yang Allah perintahkan. InsyaAllah aku akan menjadi orang yang sabar.”

Nabi Ibrahim meneteskan air mata. Betapa kuat dan taatnya hati anaknya itu. Ketika mereka sampai di tempat yang dituju, Nabi Ibrahim memeluk putranya dengan penuh kasih. Ia kemudian bersiap menjalankan perintah Allah. Namun tepat saat itu terjadi sesuatu yang luar biasa! Allah memanggil Nabi Ibrahim dan menghentikannya.

Karena Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah lulus ujian ketaatan, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban besar, seperti yang disebut dalam Surah As-Saffat ayat 107. Seekor domba besar tiba-tiba muncul sebagai pengganti. Nabi Ibrahim sangat bersyukur. Ia memeluk Nabi Ismail dengan penuh haru. Sejak saat itu, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia tentang ketaatan, keikhlasan, dan cinta kepada Allah. Dan setiap tahun, umat Islam mengenangnya dengan berkurban pada hari raya Idul Adha.

-Saya pasti pulang-
Share:

Nyamuk dan Lalat

Dalam Al-Qur’an ada dua serangga kecil yang disebut sebagai perumpamaan penting, yaitu lalat dan nyamuk. Walaupun kecil, keduanya digunakan Allah untuk mengajarkan pelajaran besar kepada manusia.

Kisah nyamuk disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 26. 

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحْيِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَٰسِقِينَ
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”


Pada masa Nabi Muhammad, ada orang-orang yang mengejek Al-Qur’an karena menggunakan contoh hewan kecil seperti nyamuk. Mereka berkata kira-kira "Kenapa kitab suci menyebut hewan kecil seperti itu?”

Lalu Allah menjelaskan bahwa bahkan makhluk sekecil nyamuk pun memiliki hikmah besar.

Ilmuwan modern menemukan bahwa nyamuk adalah makhluk yang sangat kompleks yaitu nyamuk memiliki 6 jarum kecil pada mulutnya untuk menembus kulit, Ia bisa mendeteksi panas tubuh manusia dari jauh, Ia memiliki sensor khusus untuk menemukan pembuluh darah. Ini menunjukkan bahwa makhluk sekecil apa pun adalah bukti kebesaran Allah.


Sementara lalat disebut dalam Surah Al-Hajj ayat 73. 

Surah Al-Hajj ayat 73 menegaskan kelemahan berhala/sesembahan selain Allah, yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun meskipun bersatu, bahkan tidak bisa merebut kembali sesuatu dari lalat. Ini adalah perumpamaan tentang lemahnya penyembah dan yang disembah selain Allah, menuntut manusia hanya menyembah Allah Yang Maha Kuat.

يٰۤاَیُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ؕ اِنَّ الَّذِیْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ یَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ؕ وَاِنْ یَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَیْـًٔا لَّا یَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُ ؕ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

“Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat, walaupun mereka bekerja sama. Dan jika lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak mampu mengambilnya kembali.”

Allah menjelaskan bahwa manusia atau berhala tidak mampu menciptakan makhluk sekecil lalat. Bahkan jika lalat mengambil makanan, manusia tidak bisa mengembalikannya seperti semula. Hal ini karena lalat langsung menghancurkan makanan dengan enzimnya. Ayat ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan menciptakan kehidupan.

Ilmu manusia masih sangat terbatas.



-Saya pasti pulang-
Share:

Unta


Adik-adik tahu unta? Minimal pernah lihat gambarnya ya. Karena unta bukan hewan asli Indonesia maka kita agak susah untuk melihat unta secara langsung. Hewan yang menjadi simbol padang pasir ini disebutkan dalam alquran. Begini kisahnya.

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri berbatu yang dihuni oleh Kaum Tsamud, hiduplah seorang nabi yang baik hati bernama Nabi Saleh. Kaum Tsamud sangat kuat. Mereka bisa memahat rumah-rumah indah di gunung. Adik-adik bisa melihat di google bagaimana peninggalan rumah-rumah mereka yang ternyata terbuat dari batu-batu dengan ukuran yang sangat besar. Dengan kelebihan dari Allah untuk membuat rumah yang semewah itu dengan batu, mereka tetap tidak mau menyembah Allah. Mereka menyembah berhala dan sering mengejek Nabi Saleh.

Suatu hari mereka berkata dengan sombong “Jika kamu benar-benar utusan Allah, keluarkanlah seekor unta besar dari batu besar itu!” Mereka menunjuk sebuah batu raksasa di tengah lembah. Mukjizat yang Menakjubkan! Nabi Saleh berdoa kepada Allah dan tiba-tiba batu besar itu retak, tanah bergetar, dan dari dalam batu keluarlah seekor unta betina yang sangat besar dan indah. 

Semua orang terkejut. “Ini adalah Unta dari Allah,” kata Nabi Saleh dengan lembut. “Jangan ganggu unta ini. Biarkan dia minum dari mata air pada hari tertentu.”

Unta itu sangat istimewa. Ia berjalan dengan tenang di antara gunung-gunung, dan setiap orang yang melihatnya merasa kagum. Setiap pagi, unta itu berjalan menyusuri lembah. Ia minum dari mata air yang jernih. Ia berjalan di antara rumah-rumah batu dan anak-anak kecil sering melihatnya dengan takjub. Sebagian orang mulai percaya kepada Nabi Saleh. Tetapi sebagian lainnya masih keras kepala.

Orang-orang yang tidak percaya pada Allah, mereka berkata dengan marah “Unta ini membuat kita tidak bebas mengambil air!”. Beberapa orang jahat dari kaum Tsamud lalu membuat rencana. Mereka ingin menyakiti unta mukjizat itu. Padahal Nabi Saleh sudah memperingatkan “Jangan ganggu unta itu, atau azab Allah akan datang.” Namun mereka tetap melakukannya. 

Setelah unta itu disakiti, Nabi Saleh berkata dengan sedih “Kalian hanya punya tiga hari sebelum azab Allah datang.” Sebagian orang yang beriman segera meninggalkan tempat itu bersama Nabi Saleh. Beberapa hari kemudian, Allah menurunkan azab kepada orang-orang yang jahat. Namun orang-orang yang beriman diselamatkan.

Adik-adik dapat melihat kisah ini di beberapa surat Al-Qur’an seperti Surah Al-A'raf, Surah Hud, dan Surah Ash-Shams.



-Saya pasti pulang-
Share:

Sapi Betina



Kisah sapi betina dalam Al-Qur’an adalah salah satu cerita paling terkenal dari Bani Israil. Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73. Bahkan nama surat Al-Baqarah sendiri berarti “Sapi Betina.”

Pada masa itu, Nabi Musa diutus kepada Bani Israil. Suatu hari terjadi peristiwa aneh di antara mereka
ada seorang laki-laki yang terbunuh secara misterius, tetapi tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Orang-orang pun datang kepada Nabi Musa untuk meminta bantuan. Allah memberi petunjuk kepada Nabi Musa agar mengatakan kepada Bani Israil “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi betina.” 

Namun bukannya langsung taat, mereka malah banyak bertanya. Mereka berkata “Sapi yang bagaimana?”, “Warnanya apa?”, “Seperti apa umurnya?”. Pokoknya perintah itu tidak langsung mereka laksanakan tapi mereka dengan sengaja banyak bertanya.

Karena terlalu banyak bertanya, syarat sapi itu menjadi semakin sulit. Sapi itu harus tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, berwarna kuning cerah yang menyenangkan orang yang melihatnya, tidak pernah dipakai membajak atau bekerja, tidak memiliki cacat. Akhirnya mereka menemukan sapi dengan ciri-ciri itu dan menyembelihnya.

Setelah sapi disembelih, Allah memerintahkan mereka untuk memukul mayat orang yang terbunuh dengan bagian dari sapi itu. Ketika dilakukan orang yang mati itu hidup kembali sejenak. Ia menyebutkan siapa pembunuhnya, lalu meninggal lagi. Dengan cara ini, kebenaran akhirnya terungkap.
Pelajaran dari Kisah Sapi Betina.

-------------------

Kisah sapi betina dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73 yang terjadi pada masa Musa dan kaum Bani Israil sering dibahas oleh para peneliti Al-Qur’an modern. Mereka menemukan beberapa hal menarik yang dianggap sebagai “misteri” atau keunikan ilmiah dan historis dari kisah ini.
  1. Mengapa Sapi yang Dipilih, Bukan Hewan Lain? Beberapa peneliti sejarah agama melihat hubungan kisah ini dengan budaya Mesir kuno tempat Bani Israil pernah hidup. Di Mesir kuno sapi dianggap hewan suci, ada dewi yang digambarkan sebagai sapi, simbol sapi sering digunakan dalam penyembahan. Karena itu, sebagian peneliti berpendapat bahwa perintah menyembelih sapi adalah cara Allah memutus pengaruh tradisi penyembahan sapi, mengajarkan bahwa hewan yang mereka kagumi bukanlah sesuatu yang suci.
  2. Syarat Sapi yang Sangat Spesifik. Dalam ayat disebutkan sapi itu harus tidak tua dan tidak muda, berwarna kuning cerah, tidak pernah dipakai bekerja, tidak bercacat. Para peneliti linguistik Al-Qur’an melihat ini sebagai contoh dialog psikologis. Awalnya perintah Allah sederhana. Tetapi karena kaum Bani Israil terlalu banyak bertanya, syaratnya menjadi semakin rinci. Ini sering dijadikan contoh dalam studi psikologi agama bahwa manusia kadang memperumit perintah yang sebenarnya sederhana. 
  3. Mukjizat Menghidupkan Orang Mati sebagai Bukti Kebangkitan. Bagian paling misterius dari kisah ini adalah ketika bagian dari sapi dipukulkan kepada mayat, orang yang mati hidup kembali sesaat lalu menyebutkan pembunuhnya. Para peneliti tafsir menyebut bahwa mukjizat ini memiliki tujuan teologis besar yaitu membuktikan kekuasaan Allah menghidupkan orang mati, menjadi contoh nyata bagi Bani Israil tentang hari kebangkitan, karena pada masa itu sebagian dari mereka meragukan kehidupan setelah mati.


-Saya pasti pulang-
Share:

Ikan Paus



Dahulu kala hiduplah seorang nabi yang baik dan sabar bernama nabi Yunus. Ia diutus oleh Allah untuk mengajak kaumnya di kota Nineveh agar menyembah Allah dan meninggalkan perbuatan buruk. Namun sedihnya banyak orang di kota itu tidak mau mendengarkan. Mereka malah mengejek Nabi Yunus. Nabi Yunus merasa sangat sedih.

Suatu hari beliau pergi meninggalkan kota itu dan naik ke sebuah kapal yang berlayar di laut luas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, ombak menjadi tinggi, kapal bergoyang kuat. Para penumpang kapal ketakutan. Mereka berkata “Kapalnya terlalu berat! Kita harus mengurangi penumpang.” Mereka membuat undian. Siapa yang terpilih harus turun dari kapal.

Ternyata undian itu jatuh kepada Nabi Yunus. Nabi Yunus pun dibuang ke lautan. Ketika Nabi Yunus berada di laut, tiba-tiba datang seekor ikan besar yang menelannya! Gelap sekali di dalam perut ikan itu. Gelapnya dalam perut ikan paus itu digambarnya nabi yunus sebagai tiga kegelapan yaitu gelapnya malam, gelapnya laut yang dalam, dan gelapnya perut ikan.

Namun Nabi Yunus tidak putus asa. Ia berdoa kepada Allah seperti yang disebut dalam Surah Al-Anbiya. “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang bersalah.”

Di dalam perut ikan, Nabi Yunus terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Ikan besar itu berenang di laut luas, melewati terumbu karang, menyelam ke laut yang dalam dan naik kembali ke permukaan laut. Namun Allah menjaga Nabi Yunus agar tetap selamat.

Setelah beberapa waktu, Allah memerintahkan ikan itu untuk memuntahkan Nabi Yunus ke pantai. Plop! Nabi Yunus keluar dari mulut ikan dan terbaring di tepi pantai. Tubuhnya lemah, tetapi ia selamat. Allah menumbuhkan sebuah pohon besar untuk melindunginya dari panas matahari. Setelah sembuh, Nabi Yunus kembali berdakwah kepada kaumnya.

Adik-adik bisa membaca kisah ini dalam Surah As-Saffat.

Dari kisah Nabi Yunus kita belajar untuk Jangan putus asa ketika menghadapi masalah, Jika melakukan kesalahan, segera minta maaf kepada Allah,  Allah selalu menolong orang yang berdoa dengan tulus, dan ingat bahkan di dalam perut ikan besar di laut yang gelap, Allah tetap bisa menyelamatkan hamba-Nya.


-Saya pasti pulang-
Share:

Burung Hud-hud


Kisah burung Hudhud (burung hoopoe) terdapat dalam Surah An-Naml, dan berkaitan dengan Nabi Sulaiman yang diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan. Nabi Sulaiman memiliki pasukan yang sangat besar, terdiri dari manusia, jin, dan berbagai jenis burung. Suatu hari Nabi Sulaiman memeriksa barisan burung. Ia menyadari bahwa burung Hudhud tidak ada.

Nabi Sulaiman berkata “Mengapa aku tidak melihat Hudhud? Apakah ia tidak hadir?” Beliau bahkan mengatakan bahwa Hudhud bisa dihukum jika tidak membawa alasan yang jelas. Tidak lama kemudian burung Hoopoe (Hudhud) datang kembali dan berkata bahwa ia menemukan sesuatu yang belum diketahui Nabi Sulaiman.

Hudhud berkata Ia menemukan sebuah negeri yang dipimpin seorang ratu. Negeri itu adalah kerajaan Saba, yang dipimpin oleh Bilqis. Namun Hudhud menjelaskan sesuatu yang mengejutkan rakyatnya menyembah matahari, mereka tidak menyembah Allah

Nabi Sulaiman ingin memastikan berita itu benar. Beliau menulis surat kepada Ratu Bilqis dan meminta Hudhud mengantarkan surat tersebut. Isi surat itu sangat singkat tetapi kuat “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu menyombongkan diri terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

Ketika Ratu Bilqis membaca surat itu, ia terkejut. Ia berkumpul dengan para penasihatnya untuk berdiskusi. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan Nabi Sulaiman. Setelah melihat mukjizat dan kebijaksanaan Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis akhirnya beriman kepada Allah.

Hudhud menjadi contoh bahwa makhluk kecil pun bisa memiliki peran besar dalam rencana Allah.

----------

Burung Hudhud yang disebut dalam kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml ternyata memiliki banyak kemampuan unik yang dipelajari para ilmuwan modern. Burung ini dikenal secara ilmiah sebagai Eurasian Hoopoe. 
Berikut 5 keajaiban ilmiah burung Hudhud yang membuat kisahnya semakin menarik 
  1. Mencari Air di Dalam Tanah. Beberapa penelitian menunjukkan burung hoopoe memiliki indra yang sangat peka. Ia sering mencari serangga di dalam tanah, menusukkan paruh panjangnya ke tanah, menemukan makanan yang tersembunyi. Karena kemampuan ini, dalam tradisi tafsir disebutkan Hudhud dapat menemukan sumber air di bawah tanah.
  2. Pengembara yang Bisa Terbang Sangat Jauh. Burung hudhud adalah burung migrasi. Mereka bisa terbang ribuan kilometer, melintasi gurun dan benua. Karena itu tidak aneh jika dalam kisah Al-Qur’an, Hudhud bisa menjelajah wilayah jauh dan menemukan kerajaan Saba.
  3. Memiliki Sistem Komunikasi yang Kompleks. Burung hoopoe memiliki pola suara yang khas. Bahkan namanya “hoopoe” berasal dari suara yang mereka buat “hoo-poo… hoo-poo…” Para ilmuwan menemukan bahwa burung menggunakan suara ini untuk memberi peringatan, menarik pasangan dan berkomunikasi dengan kelompoknya.Hal ini membuat kisah Hudhud yang membawa pesan terasa menarik dari sudut pandang ilmiah.
  4. Memiliki Mekanisme Pertahanan yang Unik. Anak burung hoopoe memiliki cara pertahanan yang sangat aneh. Ketika sarangnya terancam, mereka bisa menyemprotkan cairan berbau sangat tajam, meniru suara ular untuk menakuti predator. Ini adalah salah satu mekanisme pertahanan paling unik di dunia burung.
  5. Paruhnya Dirancang Seperti Alat Detektor. Paruh panjang Hudhud bukan hanya untuk makan. Struktur saraf pada paruhnya memungkinkan burung ini merasakan getaran kecil di tanah, menemukan larva atau serangga yang tersembunyi, Beberapa ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai “alat detektor alami.”



-Saya pasti pulang-
Share:

Laba-laba


Halaw masih kuat puasanya? Walaupun kalo siang matahari terik sekali, semoga puasa kita masih lancar ya. Sudah berapa hari tidak meneruskan menulis hewan-hewan yang dituliskan dalam alquran. Karena? banyak hal. Tapi karena hari ini hari libur, maka ayo kita teruskan membaca kisah-kisah hewan yang dituliskan dalam alquran. Selanjutnya adalah laba-laba. 

Hewan berkaki delapan ini memang hewan yang banyak sekali dijadikan inspirasi untuk cerita-cerita dalam film ya adik-adik. Kalo kamu termasuk yang jijik dengan kakinya yang banyak atau yang gemas dengan tingkah laku laba-laba? Kisah laba-laba dalam Al-Qur’an terdapat dalam Surah Al‑Ankabut. Kata Al-Ankabut sendiri berarti “laba-laba”. Kisah ini bukan tentang cerita hewan seperti kisah semut atau lebah, tetapi perumpamaan (misal) untuk mengajarkan pelajaran penting kepada manusia.

Allah berfirman dalam Surah Al‑Ankabut ayat 41:

Arab:
مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.
Ayat tentang laba-laba terdapat dalam Surah Al-Ankabut ayat 41. Dalam ayat ini Allah menyebut bahwa rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah. Menariknya, beberapa ilmuwan modern menemukan fakta tentang jaring laba-laba yang sering dianggap memiliki isyarat ilmiah yang menarik.

Berikut 3 rahasia ilmiah jaring laba-laba yang sering dibahas.
  1. Jaring Laba-laba Sangat Kuat, Tapi Tidak Melindungi. Penelitian modern menunjukkan bahwa benang laba-laba sangat kuat. Kekuatan tariknya bisa lebih kuat dari baja dengan berat yang sama. Sangat elastis dan sulit putus. Namun meskipun kuat, jaring laba-laba tidak bisa melindungi dari hujan, tidak melindungi dari panas dan mudah rusak oleh sentuhan besar. Ini sesuai dengan pesan dalam Surah Al-Ankabut yaitu rumah laba-laba bukan tempat perlindungan yang kokoh. Artinya kelemahannya bukan hanya bahan, tetapi fungsi perlindungannya.
  2. Struktur Rumah Laba-laba Tidak Stabil. Para peneliti menemukan bahwa jaring laba-laba sering dibuat hanya untuk sementara, bisa ditinggalkan atau dimakan kembali oleh laba-laba, sering rusak oleh angin atau hewan kecil. Banyak laba-laba bahkan membangun ulang jaringnya setiap hari. Hal ini membuat rumah laba-laba menjadi salah satu struktur tempat tinggal paling tidak permanen di alam.
  3. Hubungan Keluarga Laba-laba Sangat Lemah. Ini adalah fakta yang sering dibahas dalam tafsir ilmiah modern. Pada banyak spesies laba-laba betina kadang memakan jantan setelah kawin, anak laba-laba bisa saling memangsa, tidak ada sistem keluarga yang bertahan lama. Artinya rumah laba-laba bukan hanya lemah secara fisik, tetapi juga lemah secara sosial.
Sebagian ulama kontemporer melihat bahwa ayat dalam Surah Al-Ankabut bisa juga menggambarkan rapuhnya hubungan dan perlindungan pada kehidupan tanpa iman.

Disamping fakta tersebut diatas, kita baca juga yuk kisah laba-laba yang menolong Nabi Muhammad saat hijrah adalah cerita yang sangat terkenal dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi ketika Muhammad bersama sahabatnya Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur saat perjalanan hijrah dari Mecca menuju Medina.

Ketika Nabi Muhammad memutuskan berhijrah ke Madinah, kaum Quraisy di Mekah sangat marah dan berusaha menangkap beliau. Mereka bahkan membentuk kelompok pencari, memberi hadiah besar bagi yang bisa menangkap Nabi dan menyisir semua jalan keluar kota. Akhirnya Nabi Muhammad dan Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.

Menurut kisah yang diriwayatkan dalam banyak kitab sejarah Islam, seekor laba-laba membuat jaring di pintu gua, burung merpati juga membuat sarang dan bertelur di dekatnya. Ketika pasukan Quraisy sampai di depan gua, mereka melihat jaring laba-laba masih utuh, sarang burung masih ada, mereka pun berkata “Tidak mungkin ada orang masuk ke gua ini. Jika ada, jaring laba-labanya pasti sudah rusak.” Akhirnya mereka pergi tanpa memeriksa gua, dan Nabi Muhammad selamat.

Walaupun laba-laba tidak disebut dalam ayat hijrah, Al-Qur’an menyinggung peristiwa di gua dalam Surah At-Tawbah ayat 40. Artinya secara ringkas "Ketika Nabi berkata kepada sahabatnya: Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Ayat ini menggambarkan momen ketika Abu Bakr khawatir mereka akan ditemukan.





-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 10 Maret 2026

Lebah


Hai adik-adik selamat sore! Sampailah kita pada hewan ketiga yang disebutkan dalam alquran yaitu lebah. Lebah itu salah satu makhluk Allah yang paling disiplin dan hebat, lho. Di dalam Al-Qur'an, ada satu surat khusus yang dinamakan An-Nahl, yang artinya "Lebah". Kita baca dulu yuk surat  An Nahl ayat 68-69.

Surah An-Nahl Ayat 68
Arab:

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Terjemahan (Indonesia):

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia.”
 
Surah An-Nahl Ayat 69
Arab:

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Terjemahan (Indonesia):

“Kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perutnya keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”Yuk, kita dengar kisahnya!

Dahulu kala, Allah SWT memberikan "wahyu" atau perintah khusus kepada lebah. Perintah ini tertulis dalam Surat An-Nahl ayat 68-69. Isinya instruksi rahasia dari Allah untuk para lebah yaitu Allah memerintahkan lebah untuk membuat rumah (sarang) di tempat-tempat yang tinggi dan aman, seperti di atas gunung-gunung yang kokoh, di pepohonan yang rindang, dan di tempat yang dibuat oleh manusia (seperti kotak kayu).

Hebatnya, rumah lebah itu bentuknya segi enam (heksagon) yang sangat rapi. Tidak ada arsitek manusia yang mengajari mereka, dan ukuran mereka pun sangat kecil tapi mereka bisa membuatnya dengan sempurna karena petunjuk dari Allah!

Setelah punya rumah, Allah menyuruh lebah pergi jalan-jalan. Tapi bukan jalan-jalan biasa, ya! Mereka harus mencari bermacam-macam sari bunga. Allah berfirman: "Tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Jadi, sejauh apa pun lebah terbang mencari bunga, mereka tidak akan tersesat untuk pulang ke rumahnya. Canggih, kan? Seperti punya GPS alami!

Setelah kenyang menghisap sari bunga, dari perut lebah keluarlah minuman yang warnanya bermacam-macam. Ada yang kuning emas, cokelat, hingga bening. Itulah Madu. Allah bilang, madu itu bukan cuma manis, tapi juga obat bagi manusia. Kalau kita rajin minum madu, badan kita jadi kuat dan jarang sakit, atas izin Allah.

Kenapa ya Allah menceritakan lebah di Al-Qur'an? Ternyata supaya kita bisa meniru sifat baik lebah yaitu Lebah cuma hinggap di bunga yang bersih. Kita juga harus makan makanan yang halal dan sehat ya. Lebah mengeluarkan madu yang bermanfaat. Kita juga harus bicara yang baik dan suka menolong teman. Lebah itu bekerja sama. Tidak ada lebah yang malas-malasan di sarang. Semuanya saling bantu.



-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 09 Maret 2026

Semut


Hari ini kita akan mendengarkan kisah semut. Semut adalah salah satu hewan yang disebut dalam alquran. Yaitu Surah An-Naml ayat 18–19. An Naml sendiri artinya adalah semut. Agar adik-adik lebih paham dengan bunyi dan terjemahan surat An Naml 18-19, baca yuk :

Surah An-Naml Ayat 18

Arab:
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya:
“Sehingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: ‘Wahai para semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’

Surah An-Naml Ayat 19

Arab:
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya:
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.’

Dan begini kisahnya :

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman berjalan bersama pasukannya. Pasukannya sangat banyak karena pasukan nabi Sulaiman tidak hanya terdiri dari manusia tapi juga dari bangsa jin, dan juga bangsa burung. Pasukan ini kemudian berjalan melewati sebuah lembah yang penuh dengan sarang semut.

Di lembah tersebut hiduplah gerombolan semut kecil yang rajin bekerja setiap hari. Karena kedatangan pasukan nabi Sulaiman yang jumlahnya sangat banyak itu, tanah pun bergetar-getar dan suara gemuruh datang. Pemimpin semut segera sadar bahaya yang mengancam masyarakat semut kecil. 

Pemimpin semut itu pun berteriak : “Wahai warga semut! Cepat masuk ke dalam rumah kalian agar kalian tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya. Karena mereka tidak akan sadar keberadaan kita yang kecil ini". Mendengar itu, warga semut segera berlari kalang kabut masuk ke sarang mereka agar aman. Namun waktu sepertinya tidak cukup untuk semua warga semut masuk kedalam sarang. Masih ada beberapa yang dengan kaki kecilnya berusaha masuk namun keburu pasukan nabi Sulaiman sampai. 
 
Tanpa mereka sadari, ternyata nabi Sulaiman dapat mendengar teriakan warga semut itu. Karena ternyata Nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan, beliau mendengar perkataan semut-semut itu. Beliau pun tersenyum karena kagum melihat semut kecil yang sangat peduli satu sama lain. Kemudian Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Pasukan nabi Sulaiman itu berhenti dan menunggu sampai semua warga semut berada di daerah yang aman. Dan ketika berjalan melewatinya, pasukan nabi Sulaiman melakukannya dengan pelan dan sangat berhati-hati agar jangan sampai ada semut dan sarang semut yang terinjak dan rusak oleh pasukan nabi Sulaiman.   

Apa pesan baik dari kisah Semut ini adik-adik? Iya betul, kita harus saling peduli pada sesama makhluk. Jangan mentang-mentang jadi manusia lantas memperlakukan sesama makhluk seenaknya. Kita juga harus selalu bersyukur dan tidak sombong atas nikmat dari Allah karena dilahirkan sebagai manusia yang kata Allah adalah makhluk paling sempurna. 




-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 08 Maret 2026

Gajah

Waktu lulus SMA sempet nulis dongeng buat anak-anak. Sekarang keinget lagi dan pengen nulis dongeng lagi. Kali ini dongengnya berseri yaitu tentang hewan-hewan yang disebut dalam alquran. Kita mulai dari gajah. 




Di kota Makkah berdiri sebuah bangunan suci bernama Ka'bah. Setiap tahun banyak orang datang ke sana untuk beribadah. Sehingga kota Makkah sangat terkenal sekali. 

Sementara itu di negeri jauh bernama Yaman, ada seorang raja yang sombong bernama Abrahah al-Asyram. Karena iri dengan ketenaran kota Makkah, Ia berkata dengan marah : “Mengapa orang-orang pergi ke Ka'bah? Mereka harus datang ke bangunanku!”. 

Ternyata Abrahah pun membangun sebuah gereja yang sangat besar dan indah. Tapi orang-orang tetap memilih pergi ke Ka'bah di Makkah. Abrahah menjadi sangat kesal. Sambil menggerutu dia bilang : “Kalau begitu, aku akan menghancurkan Ka'bah!”.

Abrahah mengumpulkan pasukan yang sangat besar. Dan menempatkan gajah bernama Mahmud untuk berada dibarisan paling depan. Mahmud adalah gajah yang sangat besar. Bisa dibayangkan dong, udah gajah besar, ini super besar. Hih takut. Pasukan itu berjalan jauh dari Yaman menuju Makkah.

Tidak seperti kita yang sering melihat gajah di kebun binatang atau bisa juga kita lihat di youtube, Orang-orang Arab jaman dahulu jarang sekali melihat gajah. Jadi ketika pasukan Abrahah masuk ke kota Mekkah banyak sekali masyarakat arab yang ketakutan. 

Di Makkah, pemimpin Quraisy bernama Abdul Muttalib mendengar kabar tentang pasukan gajah. Ia tidak panik. Ia berkata kepada penduduk : “Ka'bah ini punya Allah, maka Allah yang akan melindunginya.”. Lalu penduduk Makkah pun pergi ke bukit-bukit untuk berdoa kepada Allah.

Akhirnya pasukan Abrahah sampai dekat Makkah. Abrahah memerintahkan : “Majuuuu! Hancurkan Ka'bah!”. Tetapi sesuatu yang aneh terjadi. Gajah Mahmud tiba-tiba duduk dan tidak mau berjalan ke arah Ka'bah. Pasukan mencoba memukulnya. “Bangun! Jalan!” teriak mereka. Namun Mahmud tetap diam. Anehnya, jika diarahkan ke arah lain, gajah itu mau berjalan. Tetapi jika ke arah Ka'bah, ia berhenti lagi.
 
Tiba-tiba langit menjadi gelap. Bukan karena awan. Tetapi karena ribuan burung kecil yang terbang dari arah laut. Burung itu namanya burung ababil. Setiap burung membawa batu kecil di paruh dan kakinya. Lalu Mereka menjatuhkan batu-batu itu ke pasukan Abrahah. Batu kecil itu mengenai para tentara. Mereka panik dan berlarian. Pasukan besar itu akhirnya kalah dan hancur. Makkah dan Ka'bah pun selamat. Allah telah melindungi rumah-Nya. 

Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Peristiwa Tahun Gajah. Mengapa disebut begitu? Karena saat itu .ada pasukan yang membawa gajah. Yang lebih istimewa lagi, pada tahun yang sama lahirlah seorang bayi yang kelak menjadi nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad. 

Jadi adik-adik, jangan mengikuti kelakuan Abrahah yang sombong ya, karena Allah Maha Melihat segala apa bahkan yang tersembunyi didalam hati kita. Allah selalu melindungi kebenaran. Hal kecil pun bisa menjadi kuat jika Allah yang menolong.


-Saya pasti pulang-
Share: