Sabtu, 09 Mei 2026

Catatanku Tidak Pernah Jadi Lima

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi hati tak kunjung membaik
Mungkin nanti yang kelima
Masih ada harapan

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi tetap ada yg mengganjal
Mungkin nanti yang kelima
Bisa bisa masih bisa

Catatanku sudah aku bakar
Tapi ternyata harapannya tak jadi abu
Aku lupa menaruhnya ditengah kobaran api
Malah aku timang dalam hati


-Saya pasti pulang-
Share:

Cara Menanam Mawar

Mawarmu hanya tumbuh keatas
Dengan daun, daun dan daun yang banyak
Lalu tebas batangnya
Jika nutrisi organik yang terserap dari tanah
Tak dihabiskan untuk menumbuhkan ranting
Jika hara makro dan mikro 
Tak digunakan untuk menumbuhkan daun
Ia akan membangkitkan bibit bunga
Mengembangkannya warna warni
Tidak usah mengukur tingginya
Tumbuh tidak hanya keatas
Tumbuh juga mengikhlaskan beberapa hal untuk dibuang


-Saya pasti pulang-
Share:

Tak Lagi Ada Pertunjukan

"apa sih mbak susahnya angkat telpon?"
"apa sih mbak susahnya balas chat sebentar, ga sampai semenit kok"
"apa harus dipanggil dulu kaya gini?"
"jadi bisa kan datanya diubah?"  

Tergagap pun tidak. Seperti orang bisu. Aku diam. Semua orang menunggu mulutku yg biasanya lantang untuk menggelar fakta. Mau apa? membela diri? perang? Ini tidak seimbang. Dihadapanku adalah symmetric warfare. Dalam situasi ini, pihak yang lebih lemah tidak akan menang jika bertempur secara konvensional melawan pihak yang lebih kuat. Maka aku mengambil taktik perang lain, aku urung menghibur kalian dengan pertunjukan si kuat vs si lemah. Tak seru kan? Sudah kalian bubar.

Dalam perjalanan kembali, ada yang ingin meledak. Entah kepalaku, entah jantungku. Perutku rasanya penuh. Namun tidak ada nafas naik turun. Semuanya terasa lebih tenang. Si pihak lemah ini sedang merasakan sensasi berbeda dari 39 tahun kehidupannya. Tak ada perlawanan pun adalah jalan keluar. Dibuang sejauhnya menurutku adalah misi penyelamatan. Semua orang menunggu aku menceritakan sesuatu selepas pergi. Tapi aku diam. Sudah kubilang, tak ada pertunjukan tuan. Semuanya mending bubar.

Aku semakin tua dan sama sekali tidak ingin menolak kenyataan itu. Jika kemudian keberanianku yang selama ini membantuku bertahan, kemudian dengan kesadaran aku kekang, lalu kalian sebut  semua itu dengan kekalahan, ya sudah, aku kalah. Selesaikan ini segera. Tak usah bertele-tele.

Aku hanya ingin pulang. Berbulan-bulan sudah aku pikirkan. Dan semakin mantap. Aku akan meminta maaf pada ayahku yang memiliki putri yang nyatanya menyerah ditengah-tengah setelah bangun tidur dan sadar bahwa dirinya bukan sailormoon yang punya kekuatan bulan. Yang menyebalkan-menyebalkan itu nanti ketemu sialnya sendiri, aku menepuk-nepuk dadaku sendiri. Dulu aku pikir, setidaknya ada 1 orang yang  menyusahkan mereka berbuat kejahatan-kejahatan itu. Tapi sudahlah, tinggiku yang hanya 150 cm tidak cukup membantu tingginya cita-citaku. Aku akan menarik diri. Berdiam, menyayangi diri sendiri yg selama ini aku abaikan karena cosplay jadi pahlawan kesiangan.

Kalian berhasil membungkam satu mulut. Tapi jarinya tidak. Menurut Andrea Hirata sekelompok manusia dalam ruangan itu sudah mengalami sakit gila nomor 30. Merasa dirinya seperti Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia, bisa menghidupkan orang mati. Tidak ada obat. Dan itu urusan kalian. Sekarang sudah sampai rumah, aku akan tidur. Nanti malam, akan aku adukan kalian dihadapan Tuhan.



-Saya pasti pulang-
Share:

Gandengan

Tanganmu sibuk mengetik dengan hp
Sibuk mengendalikan setir
Sibuk bekerja dengan laptop
Lalu kapan kita gandengan

Kau akan lebih banyak bicara ketika grogi
Aku akan lebih banyak diam ketika malu
Kita saling mengisi, Cocok disegala sisi
Yaudah ayo sekarang gandengan

Tidak usah menunggu tahun depan
Tidak usah menunggu jam delapan
Ayo cepat kita gandengan
Aku takut kamu diambil orang


-Saya pasti pulang-
Share:

Aku Nggak Suka Sayur Bu

Ibuku punya banyak mode suara
Lemah lembut menyapa keheningan
Bayiku sudah makan siang?
Mode siang

Sudah, kataku
Mataku memberi kode 
Dimana tempat makan plastik sudah kosong dipojokan
Negara ini yg menyediakan

Harga makan siangku lima belas ribu rupiah
Tapi ibu bilang ini gratis, dapat sekepal nasi
Lauk pauk sepotong sepotong, kelengkeng tiga biji
Pak Presiden bilang ini penguatan gizi

Ibuku dipagi hari mode militer
Susu kotak satu liter
Sayur aneka macam satu mangkok dan dua telor ceplok
Habiskan sarapannya!

Ah aku kan masih SD
Sepertinya tak apa kalo aku tak paham
Kenapa sih manusia dewasa selalu ingin makananku dihabiskan
Satu permintaan saja, plis boleh sayurnya ku sisakan?


-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 08 Mei 2026

Bot Purge Instagram

Sudah dengar berita terkini mengenai instagram yang sedang melakukan bersih-bersih massal? Ya, itu namanya Bot purge. Yang mana aktifitas tersebut adalah tindakan pembersihan massal yang dilakukan oleh platform media sosial (seperti Instagram) untuk menghapus akun palsu, bot spam, dan akun tidak aktif secara serentak. Aktivitas ini sering menyebabkan penurunan jumlah followers secara drastis pada akun-akun besar, selebriti, atau kreator konten yang pengikutnya banyak menggunakan akun palsu. Saya bukan selebriti, bukan konten kreator atau orang-orang terkenal semacam itu, tapi saya berkurang 15 akun dalam sehari. 

Tujuan dari bot purge itu sendiri adalah meningkatkan kualitas interaksi (engagement), menjaga keamanan platform, dan menghapus spam. Yang kemudian berdampak pada jumlah followers menurun tiba-tiba, yang sering dianggap sebagai error padahal merupakan hasil pembersihan resmi. Pembersihan ini terjadi secara berkala, salah satunya dilaporkan terjadi besar-besaran pada awal Mei 2026. Selain di media sosial, purge juga berarti fitur penghapusan pesan massal dalam konteks bot moderasi chat (seperti Discord/Telegram). Singkatnya, bot purge adalah "pembersihan akun sampah" agar ekosistem media sosial lebih organik dan nyata. Asik.


Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih hobi kasih janji-janji sampah? Eh salah kata penutup. Yang bener ini. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu mulutnya nggak bisa disaring dari kata-kata sampah? Duh salah lagi. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih mau jadi 'tempat sampah' buat dia yang cuma datang pas lagi susah?. Nah ya udah pokoknya kamu yang merasa tadinya pengikutmu banyak jadi dikit, atau malah kamu yang selalu bikin akun bot berulang kali buat ngepoin orang, rasakan! Wkwk.



-Saya pasti pulang-
Share:

Hai Millenials, Apa Kabar? Kalian Pakai Canva dan Capcut?

Jaman saya kuliah ada mata kuliah desain grafis. Disana saya mempelajari warna, tata letak (layout), fotografi, ilustrasi digital, sampai UI/UX untuk media cetak dan digital. Dan semuanya memakai photoshop dan corel. Nilai saya? Lumayanlah. Sebenarnya saya kebantu karena saya pendiam jadi saya tidak terlalu dikenal oleh dosen desain grafis saya. Yang mana kalo dikenal, pasti beliau akan ngeh kalo semua desain saya hanya terdiri dari 2 warna yaitu hitam dan putih. Tak ada warna lain. Sungguh. Bukan karena saya suka dua warna itu, tapi entah kenapa saya nggak bisa memilih warna apa yang cocok dengan apa. Ketika desain saya sudah jadi berwarna hitam dan putih tentunya, kemudian ikut-ikutan temen, menambahkan warna yang katanya bisa dijadikan point of view, saya lihatnya jadi mengganjal banget. Padahal lihat desain milik teman saya warna-warni lucu. Tapi kok ketika diterapkan ke desain saya, rasanya aduhay, pengen hapus, hapus hapus. Wkwk.

Hal ini bahkan terbawa ketika bekerja. Waktu saya mengerjakan project untuk membuat data statistik dalam bentuk buku ASN dalam angka, saya membuat covernya berupa warna hitam dan putih. Sudah. Beneran nggak ada warna lain. Kecuali halaman  2 dimana ada warna bendera merah putih. Itu saja. yang lain hitam putih. Ketika melihat hasil karya senior-senior saya terdahulu yang warnanya oke banget, saya sebenernya agak ngeper. Tapi, ketika saya mencoba memasukan warna lain ke desain covernya, saya pengen hapus pokoknya hapus. Ya akhirnya atasan saya nyerah sih dengan argumen saya yang bilang bahwa isi dibuku itu lebih penting dari covernya, bahwa hitam dan putih itu sederhana dan begitu seharusnya pegawai pemerintahan, bahwa hitam dan putih itu adalah basic dan tidak memihak pada partai politik manapun termasuk pada bupati yang sedang menjabat pada saat itu dan ya, buku itu tetap masuk ke percetakan di tahun 2021. 

Jadi kalo kakak atau teman saya minta tolong untuk desain produk mereka, saya garuk-garuk juga. Iya saya kuliah di IT, tapi tidak lantas saya ahli dalam bidang desain dan semacamnya. Saya suka photografi hanya sebagai hobi saja. Tapi itu sangat berbeda dengan desain.

Ndilalah, tahun ini kemudian saya dipercaya masuk ke tim media sosial lagi di kantor saya. Mungkin mereka juga mengira semua IT ahli dalam bidang desain dan media sosial. Padahal itu hal yang berbeda sama sekali. Tahun-tahun sebelumnya anggota tim-nya adalah teman seumuran, atau atasan yang lebih tua. Tapi tahun ini gebrakannya luar biasa, saya yang kaku kemudian harus duduk semeja dengan anggota tim yang sebagian adalah gen Z. Tapi sungguh Allah Maha Tahu, disinilah kemudian keajaiban dimulai. Mendengarkan keasbunan mereka tu hiburan banget. Menjembatani pikiran mereka dan pikiran baby boom itu kadang menguras pikiran banget. Tapi Alhamdulillah selama ini bisa dan makin mahir.

Kadang saya juga nontonin mereka mengedit photo atau video untuk media sosial kantor. Biasanya mereka pakai Canva atau Capcut. Mendesain bukan lagi hal yang susah dengan canva, Sudah ada desain awal, tinggal menambahkan elemen ini itu, dan kemudian jadi. Hanya saja perasaan seni itu tetap dibutuhkan, itu yang tidak bisa dipelajari dimana-mana. Rasa. Kemudian saya mikir, apa ada aplikasi yang serupa dengan canva atau capcut?

Berikut adalah daftar web alternatif Canva berdasarkan fungsinya:
Alternatif Desain Umum & Media Sosial
Adobe Express: Pilihan terbaik dengan fitur lengkap dan template profesional.
Snappa: Antarmuka cepat dan intuitif, fokus pada desain media sosial.
Desygner: Cocok untuk membuat konten marketing dengan cepat.
Wepik: Bagian dari Freepik, menawarkan template modern dan gratis.
Easil: Menyediakan template dengan desain trendy.

Alternatif Edit Foto & Desain Kreatif
Pixlr: Alat edit foto berbasis web yang sangat kuat.
BeFunky: Mudah digunakan untuk kolase dan pengeditan foto.
PicMonkey: Fokus pada touch-up foto dan desain grafis sederhana.
Photopea: Alternatif Photoshop berbasis web yang canggih.
Colorcinch: Editor foto dan efek artistik.

Alternatif Infografis & Presentasi
Visme: Sangat baik untuk membuat presentasi dan visualisasi data.
Piktochart: Spesialis dalam infografis dan laporan visual.
Venngage: Fokus pada infografis profesional.
Slidesgo: Spesialis template presentasi. 

Alternatif Desain Vektor
Vectr: Alat desain vektor gratis yang bisa digunakan langsung di browser.
Figma: Sangat populer untuk desain antarmuka (UI/UX) dan vektor



-Saya pasti pulang-
Share: