Jumat, 15 Mei 2026

Game : A Tale Of Little Berry Forest

Nama Game : A Tale Of Little Berry Forest
Harga di playstore : 10.000 rupiah ditahun 2026
Developer: LittleBerryGames
Initial release: 2018
Platforms: Android, iOS
Genre: Adventure, simulation
Art style: Hand-drawn, storybook-inspired


Saya sudah menyelesaikan semua level untuk game ini dalam 1 minggu. Apakah seru? tidak terlalu. Memang game ini dibuat bukan untuk seru-seruan, atau untuk orang yang berjiwa kompetitif yang menginginkan perangkingan dan semacamnya. Karena saya cari di google sangat jarang yang review lengkap game ini, maka saya membuar reviewnya untuk membantu player game jika stuck memainkan gam ini. 

Game ini adalah game cerita santai (healing game) yang mengikuti kehidupan dua saudara kecil di tengah hutan ajaib. Suasananya lebih mirip buku dongeng hangat daripada petualangan penuh aksi. Di sebuah hutan kecil yang tenang, dua saudara tinggal di rumah mungil dan menjalani kehidupan sederhana bersama hewan-hewan lucu di sekitar mereka. Mereka mengumpulkan buah beri, bercocok tanam, memasak makanan, dan membantu teman-teman hutan yang datang dengan berbagai kebutuhan.

Seiring cerita berjalan, pemain membuka kisah-kisah kecil tentang persahabatan, kebaikan, dan kehidupan sederhana. Tidak ada “musuh besar” atau konflik berat ceritanya fokus pada momen hangat seperti membuat makanan, menerima tamu, memperbaiki sesuatu, dan menikmati perubahan musim di hutan. Pada seri lanjutannya, suasana berkembang menjadi pengelolaan kafe kecil di hutan. Karakter-karakter datang untuk makan, berbagi cerita, dan membangun hubungan yang membuat dunia Little Berry terasa hidup dan nyaman.

Ini pas dengan pikiran seorang IT di sebuah kota yang udah tahunan bekerja yang kemudian mikir : Kalau hidup capek, pindah ke rumah kecil di hutan, masak sup hangat, lalu ngobrol dengan kelinci sambil dengar suara hujan. Duh, 98% manusia yang kenal IT yang namanya disamarkan itu akan bilang, TIDAK MUNGKIN IT itu akan bisa bertahan hidup disitu lebih dari 3 hari! Siapakah IT tersebut? wkwkw.

Makanya banyak orang suka game ini karena terasa adem, cozy, dan menenangkan, bukan bikin stres seperti game kompetitif. Dalam game ini lebih baik kalian jangan berfikir untuk menyelesaikannya cepat-cepat. Pokoknya buka kalo kamu sempat saja, kemudian sambil rebahan santai. Dan lakukan mengobrol dengan karakter, menyelesaikan permintaan (request), membuat makanan tertentu, membuka area atau fasilitas baru.

Karena Little Berry Forest termasuk game indie kecil, chapter resminya tidak ditampilkan jelas seperti RPG besar. Jadi pemain biasanya mengikuti alur progres cerita (story progression), bukan nomor chapter formal. Aku rangkum urutan progres biar tidak nyasar.

Progres awal (Beginning) : Kenalan dengan rumah dan area hutan, ambil bahan-bahan dasar (berry, kayu, jamur), belajar masak resep awal, temui karakter hutan pertama, selesaikan request sederhana seperti membuat resep masakan baru yang isi resepnya beberapa kita harus ngarang sendiri. Jangan habiskan semua bahan buat coba-coba resep ya. 

Progres tengah 1 (Unlock area & recipes) : Upgrade alat atau fasilitas yang diminta game, buka resep penting untuk progres, sering ngobrol dengan semua karakter (penting untuk trigger event), mulai membuka lokasi baru di hutan. Biasanya kalau merasa “stuck”, penyebabnya adalah ada dialog NPC yang belum disentuh atau makanan tertentu belum dibuat.
 
Progres tengah 2 (Story requests) : Karakter mulai memberi permintaan lebih kompleks, kumpulkan item yang lebih langka, event persahabatan antar karakter mulai muncul, area rumah/kafe makin berkembang. Di fase ini jangan terlalu fokus farming. Fokus request berikon cerita.

Progres akhir (Late game) : Selesaikan request NPC yang tersisa, buka resep penting terakhir, kunjungi semua area yang sudah terbuka, trigger cutscene penutup atau ending suasana damai. Endingnya kita akan membuat festival hutan dengan tuan penyihir rakun, kakek rakun, tante beruang, anak tante beruang, burung hantu, pak kelinci, coco penjual buah, jane pemilik gandum, josh si petualang yang menghuni lembah. 

Catatan : 
1. Untuk mendapatkan tenaga lebih (tenaga ini penting untuk menamatkan game di level super), kalian bisa klik istirahat di rumah paman, makan dirumah paman (makan aja resep masakan yang salah yang tersimpan di tas), atau memanen kentang dan wortel juga bisa menambah tenaga kebahagiaan. 
2. Kentang dan wortel bisa kalian ambil di pertanian, salmon disungai lembah, biji-bijian ada di ladang gandum, berry bisa kalian tukar kentang dan wortel dengan dagangan coco. Tapi saya dapat banyak berry dengan klik buah berry yang ada di hutan-hutan.
3. Selain berry bisa kalian klik dihutan-hutan, ranting untuk pak kelinci juga bisa kalian temukan di hutan-hutan, teh untuk pak owl juga walaupun keciiil tapi kalo kalian detail kalian akan lihat perbedaanya dengan rumput pada umumnya. Kunang-kunang bisa juga diklik untuk menambahkan energi kebahagiaan, walaupun nanti ada salah satu chapter yang request 5 kunang-kunang.
4. Untuk resep-resepnya saya lagi mikir kalo saya spoiler disini apakah nanti game ini jadi nggak seru? jadi aku sajikan dalam bentuk gambar saja biar tetap bisa dilihat kalo dibutuhkan. Kalo tidak ya jangan dilihat.

Ending game ini bukan model “Lawan bos NAGA lalu tamat.” Wkwkw, tapi  lebih seperti “Semua hubungan hangat selesai, kehidupan hutan berjalan baik, dan cerita terasa lengkap.”



-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 14 Mei 2026

Lebih belapa ciii? Ental aku kaci kembalian!

Membandingkan merupakan kegiatan melihat persamaan dan perbedaan antara dua hal atau lebih untuk memahami kelebihan, kekurangan, maupun ciri khas masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering melakukan perbandingan, misalnya membandingkan harga barang sebelum membeli, membandingkan hasil belajar, atau membandingkan dua pendapat untuk menemukan pilihan yang paling tepat. Dengan membandingkan, seseorang dapat berpikir lebih kritis, mengambil keputusan secara bijak, serta memahami suatu hal dengan lebih mendalam. Namun, membandingkan juga perlu dilakukan secara adil dan objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penilaian yang tidak tepat.

Entah siapa yang mulai perbandingan absurd itu. Bayangkan saja, ada orang membandingkan Nobita Nobi melawan Goku dalam duel kekuatan. Katanya, “Masih menang Nobita, soalnya punya alat ajaib.” Lah, ini seperti membandingkan sandal jepit lawan roket luar angkasa. Di satu sisi, Goku bisa menghancurkan planet sambil teriak setengah episode, di sisi lain, Nobita baru panik karena PR matematika dan lupa naruh pintu ke mana saja. Belum selesai, muncul lagi debat siapa lebih kuat antara SpongeBob SquarePants dan Naruto Uzumaki. Ya jelas tidak seimbang yang satu bisa jurus seribu bayangan, yang satu lagi bahkan tetap semangat walau diremas jadi spons kotak. Kadang internet memang tempat di mana logika libur dan hiburan masuk kerja lembur. 

Jadi, kawan, kalau kamu sedang dibanding-bandingkan, jangan langsung dimasukkan ke hati, nanti hati kamu penuh sesak, kayak lemari yang isinya baju “nanti dipakai” tapi nggak pernah dipakai. Kalau kamu lagi berada di posisi seperti Nobita atau SpongeBob, tenang saja. Yakinlah, tanpa mereka dunia kartun cuma akan jadi kumpulan tokoh OP yang terlalu sempurna dan membosankan. Coba bayangin kalau di dunia cuma ada tokoh kuat, keren, nggak pernah salah, dan rambutnya selalu bagus walau habis perang, lah, terus kita para rakyat biasa mau relate sama siapa? Nobita mungkin cengeng, tapi tanpa dia, siapa yang bikin kita percaya kalau anak yang sering kena marah guru pun masih bisa punya petualangan seru. SpongeBob mungkin absurd dan terlalu semangat, tapi tanpa dia, siapa yang ngajarin kita kalau hidup bisa tetap konyol meski bos galak, tetangga jutek, dan kerjaan kadang bikin pengen rebahan permanen.

Maka, saat ada orang sok percaya diri membandingkan kamu sambil bilang, “Dia lebih dari kamu” tataplah mereka dengan tenang. Tarik napas, pasang wajah penuh wibawa, lalu mendelik sedikit, sekadar dramatisasi, bukan kerasukan ya. Yang waras. Wkwkwk. (Versi ekstremnya kalo kamu bisa, dicoba sambil colok mata, tapi jangan dink, kita cari lucu, bukan perkara pidana). Lalu katakan dengan lantang, penuh harga diri dan sedikit logat bocah warung: “Lebih belapa ciii? Ental aku kaci kembalian!” Karena kadang orang terlalu sibuk membandingkan sampai lupa bahwa nggak semua tokoh harus jadi Goku. Dunia juga butuh Nobita, SpongeBob, dan kamu, si pemeran utama yang kadang ngaco tapi tetap bikin cerita hidup jadi seru. Ehe.

-Saya pasti pulang-
Share:

Mei : What I Talk About When I Talk About Running - Haruki Murakami


Judul buku : What I Talk About When I Talk About Running
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Bentang Pustaka 
Harga : 79.000 Online
Jumlah Halaman : 196 halaman
Tahun terbit : 2025


What I Talk About When I Talk About Running adalah buku memoar reflektif karya Haruki Murakami yang menggabungkan kisah tentang lari jarak jauh dengan pemikiran mendalam mengenai kehidupan, disiplin, kesendirian, dan proses menulis. Jadi walaupun Haruki Murakami sering menulis novel fiksi sastra kontemporer yang dicampur dengan unsur surealisme, magical realism, psikologis, dan eksistensialisme, bukunya kali ini sangat berbeda dengan tulisan novel yang biasanya dia terbitkan. 

Buku ini menceritakan pengalaman pribadi Murakami sebagai seorang pelari marathon sekaligus penulis. Ia membagikan perjalanan bagaimana ia mulai berlari setelah menutup bar jazz miliknya, lalu menjadikan olahraga tersebut sebagai bagian penting dalam hidup sehari-hari. Melalui latihan rutin, persiapan marathon, hingga tantangan mengikuti lomba ekstrem seperti triathlon dan ultramarathon, Murakami menggambarkan bagaimana lari bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga latihan mental dan spiritual. Dalam bukunya juga dijelaskan bagaimana cara pandangnya terhadap lingkungan diluar kebiasaannya. Seperti dia yang jarang bertemu orang dan semacamnya.

Di sepanjang cerita, Murakami membandingkan proses berlari dengan proses menulis novel. Baginya, keduanya membutuhkan konsistensi, ketahanan, kesabaran, dan kemampuan bertahan menghadapi rasa bosan maupun rasa sakit. Ia juga merefleksikan tentang penuaan, ambisi, keterbatasan tubuh manusia, serta makna kesendirian yang justru bisa menjadi ruang untuk mengenal diri sendiri.

Alih-alih berupa panduan olahraga, buku ini terasa seperti percakapan santai dan jujur tentang bagaimana seseorang menjaga ritme hidup melalui kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Gaya penulisannya tenang, sederhana, tetapi penuh makna khas Murakami.Terkadang keberhasilan bukan soal bakat besar, melainkan kemampuan untuk terus berjalan (atau berlari) sedikit demi sedikit setiap hari.


-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 13 Mei 2026

It Feels Noisy

They are not conscious, and because of this, they are not fully aware of how divine law truly works. Many people act from pain, fear, ego, or confusion without understanding the energetic consequences of their actions. No one truly deserves suffering, and no one should intentionally wish harm upon another person, no matter how difficult the situation may be. The universe does not interpret our justifications or personal reasons the way humans do. Instead, it recognizes the energy behind our intentions. When someone consistently sends negativity, hatred, or harmful wishes toward others, they may unknowingly create negative consequences for themselves, often understood as bad karma. What we project outward has a way of returning, because energy moves in cycles.

For this reason, it can be far more peaceful and fruitful to let go of excessive attachment to outcomes and release the need to control everything around us. Wanting to force reality into a certain shape often creates suffering and inner resistance. When we surrender unnecessary control and trust the natural unfolding of life, we create space for healing, wisdom, and unexpected opportunities to enter. Acceptance does not mean giving up it means allowing life to teach us what we need to learn while remaining grounded in integrity.

A being who lives without integrity, awareness, or consciousness may eventually experience the consequences of their own state of being. In many spiritual understandings, people can experience collective or group karma, reflecting the environments, beliefs, and actions they contribute to. In this way, individuals often encounter experiences that mirror what they have become internally. Yet this should not inspire fear or judgment, but understanding. Growth often comes through experience.

There is ultimately nothing to fear, because the universe is designed not to punish endlessly, but to guide, teach, and support growth. Even during painful moments, there are opportunities hidden within challenges that help us evolve into wiser and more compassionate versions of ourselves. No matter how difficult circumstances may appear, life continually presents new openings, second chances, and moments for transformation.

You can find peace in knowing that you are safe within God’s design. Life is not merely a sequence of problems to survive but an unfolding journey of discovery. As we expand our consciousness, deepen our understanding, and remain open to learning, life becomes richer, more meaningful, and even exciting. Every experience both joyful and difficult can become part of our growth, helping us discover new perspectives, greater inner peace, and a deeper connection to ourselves and the world around us.



-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 12 Mei 2026

Konversi Bilangan Oktal ke Desimal

Cara konversi bilangan oktal ke desimal itu pakai konsep nilai tempat (pangkat 8).


Rumus dasar
Setiap digit dikalikan dengan 8 pangkat posisi (dari kanan mulai 0) 
Desimal=dn×8n+dn−1×8n−1+⋯+d0×80\text{Desimal} = d_n \times 8^n + d_{n-1} \times 8^{n-1} + \dots + d_0 \times 8^0Desimal=dn​×8n+dn−1​×8n−1+⋯+d0​×80

Terlihat ruwet? Sebenernya enggak. Itu biar aku kelihatan pinter aja. Udah langsung aja ke praktek. 

Langkah-langkah
Tulis angka oktal
Tentukan posisi (mulai dari kanan = 0)
Kalikan setiap digit dengan 8posisi8^{posisi}8posisi
Jumlahkan semuanya


Contoh 1

Oktal: 157

Hitung:
1 × 8² = 1 × 64 = 64
5 × 8¹ = 5 × 8 = 40
7 × 8⁰ = 7 × 1 = 7

Jumlah:
64 + 40 + 7 = 111

Hasil: 157₈ = 111₁₀


Contoh 2

Oktal: 23

Hitung:
2 × 8¹ = 16
3 × 8⁰ = 3

Jumlah:
16 + 3 = 19

Hasil: 23₈ = 19₁₀


INGAT!
Ingat pangkat 8:
8⁰ = 1
8¹ = 8
8² = 64
8³ = 512
Semakin ke kiri pangkat makin besar

Apakah ada cara cepat? Kalian cari sendiri di chatgpt cara cepatnya. Aku nggak pernah pakai cara cepat macam jarimatika atau apalah itu. 
Karena yang pertama : saya nggak pernah ikut bimbingan belajar. 
Yang kedua : Saya percaya kalo kita tahu sejarahnya, maka soal macam apapun kita mudeng. 
Yang ketiga : Saya nggak mau belajar double-double. Udah belajar cara 1 masih harus belajar cara 2, terus entar ada cara 3. Pakai satu cara saja tapi kamu total didalamnya maka selesai. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 09 Mei 2026

Catatanku Tidak Pernah Jadi Lima

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi hati tak kunjung membaik
Mungkin nanti yang kelima
Masih ada harapan

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi tetap ada yg mengganjal
Mungkin nanti yang kelima
Bisa bisa masih bisa

Catatanku sudah aku bakar
Tapi ternyata harapannya tak jadi abu
Aku lupa menaruhnya ditengah kobaran api
Malah aku timang dalam hati


-Saya pasti pulang-
Share:

Cara Menanam Mawar

Mawarmu hanya tumbuh keatas
Dengan daun, daun dan daun yang banyak
Lalu tebas batangnya
Jika nutrisi organik yang terserap dari tanah
Tak dihabiskan untuk menumbuhkan ranting
Jika hara makro dan mikro 
Tak digunakan untuk menumbuhkan daun
Ia akan membangkitkan bibit bunga
Mengembangkannya warna warni
Tidak usah mengukur tingginya
Tumbuh tidak hanya keatas
Tumbuh juga mengikhlaskan beberapa hal untuk dibuang


-Saya pasti pulang-
Share: