Sabtu, 14 Maret 2026

Kambing




Ada beberapa kisah mengenai kambing yang terdapat dalam alquran. Kita bahas satu per satu yuk. 

1. Kisah Kambing yang Masuk ke Ladang (Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman)
Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 78.

Teks Arab:
وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَۖ

Terjemahan:
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
Pada suatu hari, dua orang datang mengadu kepada Nabi Dawud. Orang pertama berkata “Wahai Nabi Dawud, kambing-kambing milik orang ini masuk ke ladangku pada malam hari dan memakan tanaman hingga rusak.”

Pemilik kambing pun berdiri dengan wajah khawatir. Nabi Dawud memikirkan masalah itu dan memberi keputusan bahwa kambing-kambing tersebut diberikan kepada pemilik ladang sebagai ganti kerugian. Namun putra beliau, Nabi Sulaiman, memiliki usulan lain yang lebih bijaksana.

Nabi Sulaiman berkata pemilik kambing tetap memelihara ladang itu sampai tanaman tumbuh kembali. Pemilik ladang boleh mengambil manfaat kambing seperti susu dan bulunya sementara waktu.
Setelah ladang kembali seperti semula, kambing dikembalikan kepada pemiliknya. Allah memuji kebijaksanaan Nabi Sulaiman dalam ayat tersebut.

Apa pelajaran yang dapat diambil adik-adik dari kisah tersebut? Betul, pentingnya keadilan dalam menyelesaikan masalah. Anak muda juga bisa memiliki pemikiran yang bijaksana. Serta, kerugian orang lain harus diganti dengan cara yang adil.
 
2. Kambing sebagai Hewan Ternak dalam Al-Qur’an

Kambing termasuk hewan ternak yang disebut dalam Surah Al-An’am ayat 143.

Teks Arab
ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍۚ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِۗ قُلْ اٰۤلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ نَبِّئُوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَۙ

Terjemahan
"(Ada) delapan macam (hewan ternak) yang berpasangan; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah yang diharamkan (Allah) itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Beritahulah aku berdasarkan ilmu (pengetahuan) jika kamu orang-orang yang benar'

Dalam ayat ini Allah menyebut domba dan kambing sebagai hewan yang diciptakan untuk manusia. Manfaat kambing antara lain Susu untuk diminum, Daging untuk makanan, Kulit dan bulu untuk pakaian atau perlengkapan.

3. Kisah Pengorbanan yang Berkaitan dengan Kambing

Kisah terkenal tentang penyembelihan hewan juga berkaitan dengan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Dalam Surah As-Saffat ayat 107, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan besar (sering digambarkan sebagai kambing atau domba).

Teks Arab
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Terjemahan
"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."

Peristiwa ini menjadi asal mula ibadah kurban pada hari raya Idul Adha. Pada suatu malam yang tenang, hiduplah seorang nabi yang sangat taat kepada Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Ia sangat mencintai putranya yang baik hati, Nabi Ismail. 

Suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi sesuatu yang membuat hatinya bergetar. Dalam mimpi itu, Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya sendiri sebagai ujian keimanan. Ketika bangun, Nabi Ibrahim sangat sedih. Ia sangat menyayangi Nabi Ismail. Tetapi ia juga tahu bahwa perintah Allah harus ditaati.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim mengajak Ismail berjalan ke sebuah tempat yang sunyi di padang pasir. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim berkata dengan lembut “Wahai anakku, aku bermimpi bahwa aku harus menyembelihmu. Bagaimana menurutmu?” Nabi Ismail yang masih muda menatap ayahnya dengan penuh kepercayaan. “Ayah,” kata Ismail dengan tenang, “lakukanlah apa yang Allah perintahkan. InsyaAllah aku akan menjadi orang yang sabar.”

Nabi Ibrahim meneteskan air mata. Betapa kuat dan taatnya hati anaknya itu. Ketika mereka sampai di tempat yang dituju, Nabi Ibrahim memeluk putranya dengan penuh kasih. Ia kemudian bersiap menjalankan perintah Allah. Namun tepat saat itu terjadi sesuatu yang luar biasa! Allah memanggil Nabi Ibrahim dan menghentikannya.

Karena Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah lulus ujian ketaatan, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban besar, seperti yang disebut dalam Surah As-Saffat ayat 107. Seekor domba besar tiba-tiba muncul sebagai pengganti. Nabi Ibrahim sangat bersyukur. Ia memeluk Nabi Ismail dengan penuh haru. Sejak saat itu, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia tentang ketaatan, keikhlasan, dan cinta kepada Allah. Dan setiap tahun, umat Islam mengenangnya dengan berkurban pada hari raya Idul Adha.

-Saya pasti pulang-
Share:

Nyamuk dan Lalat

Dalam Al-Qur’an ada dua serangga kecil yang disebut sebagai perumpamaan penting, yaitu lalat dan nyamuk. Walaupun kecil, keduanya digunakan Allah untuk mengajarkan pelajaran besar kepada manusia.

Kisah nyamuk disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 26. 

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحْيِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَٰسِقِينَ
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”


Pada masa Nabi Muhammad, ada orang-orang yang mengejek Al-Qur’an karena menggunakan contoh hewan kecil seperti nyamuk. Mereka berkata kira-kira "Kenapa kitab suci menyebut hewan kecil seperti itu?”

Lalu Allah menjelaskan bahwa bahkan makhluk sekecil nyamuk pun memiliki hikmah besar.

Ilmuwan modern menemukan bahwa nyamuk adalah makhluk yang sangat kompleks yaitu nyamuk memiliki 6 jarum kecil pada mulutnya untuk menembus kulit, Ia bisa mendeteksi panas tubuh manusia dari jauh, Ia memiliki sensor khusus untuk menemukan pembuluh darah. Ini menunjukkan bahwa makhluk sekecil apa pun adalah bukti kebesaran Allah.


Sementara lalat disebut dalam Surah Al-Hajj ayat 73. 

Surah Al-Hajj ayat 73 menegaskan kelemahan berhala/sesembahan selain Allah, yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun meskipun bersatu, bahkan tidak bisa merebut kembali sesuatu dari lalat. Ini adalah perumpamaan tentang lemahnya penyembah dan yang disembah selain Allah, menuntut manusia hanya menyembah Allah Yang Maha Kuat.

يٰۤاَیُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ؕ اِنَّ الَّذِیْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ یَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ؕ وَاِنْ یَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَیْـًٔا لَّا یَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُ ؕ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

“Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat, walaupun mereka bekerja sama. Dan jika lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak mampu mengambilnya kembali.”

Allah menjelaskan bahwa manusia atau berhala tidak mampu menciptakan makhluk sekecil lalat. Bahkan jika lalat mengambil makanan, manusia tidak bisa mengembalikannya seperti semula. Hal ini karena lalat langsung menghancurkan makanan dengan enzimnya. Ayat ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan menciptakan kehidupan.

Ilmu manusia masih sangat terbatas.



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 13 Maret 2026

Courage Under Fear

Agak kaget namun mulutku bahkan tidak menyebut apapun apalagi menyebut ayam eh ayam ayam. Temanku menyerahkan telepon genggamnya. Aku bertanya "Siapa?". Dia menjawab dengan isyarat mengangkat bahu. Tak tahu. "Katanya penting banget".

"Halo" Kataku.
"Halo" Suara diseberang sana menjawab.

Kemudian diam, hening, "sial" dalam hatiku. Aku bahkan tidak ingin mendengar suara ini lagi. Tapi bahkan tanpa menyebutkan nama sekalipun aku masih ingat suara siapa diseberang sana.

Temanku satu ruangan memperhatikan. Keheningan ini begitu busuk sampai auranya terlempar kesekitar. Seolah tahu apa yang akan aku lakukan. Suara diseberang sana memecah "Tolong jangan ditutup dulu. Tolong blokir wa ku dibuka. Aku akan telepon ke nomor kamu. Ini penting"

Aku ingat betul ketika SD, aku pernah ketemu anjing liar ketika pulang ngaji sekitar jam 20.00 wib. Tak ada manusia dewasa, jalanan sepi. Dan hal pertama dalam keadaan terdesak ternyata aku tidak lari. Dalam keadaan takut setengah mati, aku ambil batu, kemudian anjing itu pergi. Walau ketika anjing itu pergi, kemudian aku menangis sejadi-jadinya sambil jalan pulang kerumah, bahkan setelah sampai rumah. 

Ketika dewasa kemudian aku sadar. Dalam keadaan takut, aku jarang menampakan ekspresi yang seharusnya, dalam keadaan terdesak hampir tidak pernah minta tolong dan secara spontan, otakku membuat keputusan melawan walaupun kemudian berakhir dengan pulang kerumah, masuk kamar dan nangis sejadinya semalaman karena rasa ketakutan yang susah dijelaskan.

Dan kali ini, mendengar suara ini, respon dasar terhadap bahaya yang aku lakukan adalah berkata : 
"Tidak mau".

Telepon itu aku serahkan kembali ke temanku. Entah sudah ditutup atau belum. Aku tidak peduli. Aku hanya perlu menyelamatkan diri. Aku pulang kerumah, kali ini bukan lagi menangis sejadi-jadinya. Tapi wudhu. Najis lu!


-Saya pasti pulang-
Share:

Unta


Adik-adik tahu unta? Minimal pernah lihat gambarnya ya. Karena unta bukan hewan asli Indonesia maka kita agak susah untuk melihat unta secara langsung. Hewan yang menjadi simbol padang pasir ini disebutkan dalam alquran. Begini kisahnya.

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri berbatu yang dihuni oleh Kaum Tsamud, hiduplah seorang nabi yang baik hati bernama Nabi Saleh. Kaum Tsamud sangat kuat. Mereka bisa memahat rumah-rumah indah di gunung. Adik-adik bisa melihat di google bagaimana peninggalan rumah-rumah mereka yang ternyata terbuat dari batu-batu dengan ukuran yang sangat besar. Dengan kelebihan dari Allah untuk membuat rumah yang semewah itu dengan batu, mereka tetap tidak mau menyembah Allah. Mereka menyembah berhala dan sering mengejek Nabi Saleh.

Suatu hari mereka berkata dengan sombong “Jika kamu benar-benar utusan Allah, keluarkanlah seekor unta besar dari batu besar itu!” Mereka menunjuk sebuah batu raksasa di tengah lembah. Mukjizat yang Menakjubkan! Nabi Saleh berdoa kepada Allah dan tiba-tiba batu besar itu retak, tanah bergetar, dan dari dalam batu keluarlah seekor unta betina yang sangat besar dan indah. 

Semua orang terkejut. “Ini adalah Unta dari Allah,” kata Nabi Saleh dengan lembut. “Jangan ganggu unta ini. Biarkan dia minum dari mata air pada hari tertentu.”

Unta itu sangat istimewa. Ia berjalan dengan tenang di antara gunung-gunung, dan setiap orang yang melihatnya merasa kagum. Setiap pagi, unta itu berjalan menyusuri lembah. Ia minum dari mata air yang jernih. Ia berjalan di antara rumah-rumah batu dan anak-anak kecil sering melihatnya dengan takjub. Sebagian orang mulai percaya kepada Nabi Saleh. Tetapi sebagian lainnya masih keras kepala.

Orang-orang yang tidak percaya pada Allah, mereka berkata dengan marah “Unta ini membuat kita tidak bebas mengambil air!”. Beberapa orang jahat dari kaum Tsamud lalu membuat rencana. Mereka ingin menyakiti unta mukjizat itu. Padahal Nabi Saleh sudah memperingatkan “Jangan ganggu unta itu, atau azab Allah akan datang.” Namun mereka tetap melakukannya. 

Setelah unta itu disakiti, Nabi Saleh berkata dengan sedih “Kalian hanya punya tiga hari sebelum azab Allah datang.” Sebagian orang yang beriman segera meninggalkan tempat itu bersama Nabi Saleh. Beberapa hari kemudian, Allah menurunkan azab kepada orang-orang yang jahat. Namun orang-orang yang beriman diselamatkan.

Adik-adik dapat melihat kisah ini di beberapa surat Al-Qur’an seperti Surah Al-A'raf, Surah Hud, dan Surah Ash-Shams.



-Saya pasti pulang-
Share:

Sapi Betina



Kisah sapi betina dalam Al-Qur’an adalah salah satu cerita paling terkenal dari Bani Israil. Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73. Bahkan nama surat Al-Baqarah sendiri berarti “Sapi Betina.”

Pada masa itu, Nabi Musa diutus kepada Bani Israil. Suatu hari terjadi peristiwa aneh di antara mereka
ada seorang laki-laki yang terbunuh secara misterius, tetapi tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Orang-orang pun datang kepada Nabi Musa untuk meminta bantuan. Allah memberi petunjuk kepada Nabi Musa agar mengatakan kepada Bani Israil “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi betina.” 

Namun bukannya langsung taat, mereka malah banyak bertanya. Mereka berkata “Sapi yang bagaimana?”, “Warnanya apa?”, “Seperti apa umurnya?”. Pokoknya perintah itu tidak langsung mereka laksanakan tapi mereka dengan sengaja banyak bertanya.

Karena terlalu banyak bertanya, syarat sapi itu menjadi semakin sulit. Sapi itu harus tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, berwarna kuning cerah yang menyenangkan orang yang melihatnya, tidak pernah dipakai membajak atau bekerja, tidak memiliki cacat. Akhirnya mereka menemukan sapi dengan ciri-ciri itu dan menyembelihnya.

Setelah sapi disembelih, Allah memerintahkan mereka untuk memukul mayat orang yang terbunuh dengan bagian dari sapi itu. Ketika dilakukan orang yang mati itu hidup kembali sejenak. Ia menyebutkan siapa pembunuhnya, lalu meninggal lagi. Dengan cara ini, kebenaran akhirnya terungkap.
Pelajaran dari Kisah Sapi Betina.

-------------------

Kisah sapi betina dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73 yang terjadi pada masa Musa dan kaum Bani Israil sering dibahas oleh para peneliti Al-Qur’an modern. Mereka menemukan beberapa hal menarik yang dianggap sebagai “misteri” atau keunikan ilmiah dan historis dari kisah ini.
  1. Mengapa Sapi yang Dipilih, Bukan Hewan Lain? Beberapa peneliti sejarah agama melihat hubungan kisah ini dengan budaya Mesir kuno tempat Bani Israil pernah hidup. Di Mesir kuno sapi dianggap hewan suci, ada dewi yang digambarkan sebagai sapi, simbol sapi sering digunakan dalam penyembahan. Karena itu, sebagian peneliti berpendapat bahwa perintah menyembelih sapi adalah cara Allah memutus pengaruh tradisi penyembahan sapi, mengajarkan bahwa hewan yang mereka kagumi bukanlah sesuatu yang suci.
  2. Syarat Sapi yang Sangat Spesifik. Dalam ayat disebutkan sapi itu harus tidak tua dan tidak muda, berwarna kuning cerah, tidak pernah dipakai bekerja, tidak bercacat. Para peneliti linguistik Al-Qur’an melihat ini sebagai contoh dialog psikologis. Awalnya perintah Allah sederhana. Tetapi karena kaum Bani Israil terlalu banyak bertanya, syaratnya menjadi semakin rinci. Ini sering dijadikan contoh dalam studi psikologi agama bahwa manusia kadang memperumit perintah yang sebenarnya sederhana. 
  3. Mukjizat Menghidupkan Orang Mati sebagai Bukti Kebangkitan. Bagian paling misterius dari kisah ini adalah ketika bagian dari sapi dipukulkan kepada mayat, orang yang mati hidup kembali sesaat lalu menyebutkan pembunuhnya. Para peneliti tafsir menyebut bahwa mukjizat ini memiliki tujuan teologis besar yaitu membuktikan kekuasaan Allah menghidupkan orang mati, menjadi contoh nyata bagi Bani Israil tentang hari kebangkitan, karena pada masa itu sebagian dari mereka meragukan kehidupan setelah mati.


-Saya pasti pulang-
Share:

Ikan Paus



Dahulu kala hiduplah seorang nabi yang baik dan sabar bernama nabi Yunus. Ia diutus oleh Allah untuk mengajak kaumnya di kota Nineveh agar menyembah Allah dan meninggalkan perbuatan buruk. Namun sedihnya banyak orang di kota itu tidak mau mendengarkan. Mereka malah mengejek Nabi Yunus. Nabi Yunus merasa sangat sedih.

Suatu hari beliau pergi meninggalkan kota itu dan naik ke sebuah kapal yang berlayar di laut luas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, ombak menjadi tinggi, kapal bergoyang kuat. Para penumpang kapal ketakutan. Mereka berkata “Kapalnya terlalu berat! Kita harus mengurangi penumpang.” Mereka membuat undian. Siapa yang terpilih harus turun dari kapal.

Ternyata undian itu jatuh kepada Nabi Yunus. Nabi Yunus pun dibuang ke lautan. Ketika Nabi Yunus berada di laut, tiba-tiba datang seekor ikan besar yang menelannya! Gelap sekali di dalam perut ikan itu. Gelapnya dalam perut ikan paus itu digambarnya nabi yunus sebagai tiga kegelapan yaitu gelapnya malam, gelapnya laut yang dalam, dan gelapnya perut ikan.

Namun Nabi Yunus tidak putus asa. Ia berdoa kepada Allah seperti yang disebut dalam Surah Al-Anbiya. “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang bersalah.”

Di dalam perut ikan, Nabi Yunus terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Ikan besar itu berenang di laut luas, melewati terumbu karang, menyelam ke laut yang dalam dan naik kembali ke permukaan laut. Namun Allah menjaga Nabi Yunus agar tetap selamat.

Setelah beberapa waktu, Allah memerintahkan ikan itu untuk memuntahkan Nabi Yunus ke pantai. Plop! Nabi Yunus keluar dari mulut ikan dan terbaring di tepi pantai. Tubuhnya lemah, tetapi ia selamat. Allah menumbuhkan sebuah pohon besar untuk melindunginya dari panas matahari. Setelah sembuh, Nabi Yunus kembali berdakwah kepada kaumnya.

Adik-adik bisa membaca kisah ini dalam Surah As-Saffat.

Dari kisah Nabi Yunus kita belajar untuk Jangan putus asa ketika menghadapi masalah, Jika melakukan kesalahan, segera minta maaf kepada Allah,  Allah selalu menolong orang yang berdoa dengan tulus, dan ingat bahkan di dalam perut ikan besar di laut yang gelap, Allah tetap bisa menyelamatkan hamba-Nya.


-Saya pasti pulang-
Share:

Burung Hud-hud


Kisah burung Hudhud (burung hoopoe) terdapat dalam Surah An-Naml, dan berkaitan dengan Nabi Sulaiman yang diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan. Nabi Sulaiman memiliki pasukan yang sangat besar, terdiri dari manusia, jin, dan berbagai jenis burung. Suatu hari Nabi Sulaiman memeriksa barisan burung. Ia menyadari bahwa burung Hudhud tidak ada.

Nabi Sulaiman berkata “Mengapa aku tidak melihat Hudhud? Apakah ia tidak hadir?” Beliau bahkan mengatakan bahwa Hudhud bisa dihukum jika tidak membawa alasan yang jelas. Tidak lama kemudian burung Hoopoe (Hudhud) datang kembali dan berkata bahwa ia menemukan sesuatu yang belum diketahui Nabi Sulaiman.

Hudhud berkata Ia menemukan sebuah negeri yang dipimpin seorang ratu. Negeri itu adalah kerajaan Saba, yang dipimpin oleh Bilqis. Namun Hudhud menjelaskan sesuatu yang mengejutkan rakyatnya menyembah matahari, mereka tidak menyembah Allah

Nabi Sulaiman ingin memastikan berita itu benar. Beliau menulis surat kepada Ratu Bilqis dan meminta Hudhud mengantarkan surat tersebut. Isi surat itu sangat singkat tetapi kuat “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu menyombongkan diri terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

Ketika Ratu Bilqis membaca surat itu, ia terkejut. Ia berkumpul dengan para penasihatnya untuk berdiskusi. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan Nabi Sulaiman. Setelah melihat mukjizat dan kebijaksanaan Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis akhirnya beriman kepada Allah.

Hudhud menjadi contoh bahwa makhluk kecil pun bisa memiliki peran besar dalam rencana Allah.

----------

Burung Hudhud yang disebut dalam kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml ternyata memiliki banyak kemampuan unik yang dipelajari para ilmuwan modern. Burung ini dikenal secara ilmiah sebagai Eurasian Hoopoe. 
Berikut 5 keajaiban ilmiah burung Hudhud yang membuat kisahnya semakin menarik 
  1. Mencari Air di Dalam Tanah. Beberapa penelitian menunjukkan burung hoopoe memiliki indra yang sangat peka. Ia sering mencari serangga di dalam tanah, menusukkan paruh panjangnya ke tanah, menemukan makanan yang tersembunyi. Karena kemampuan ini, dalam tradisi tafsir disebutkan Hudhud dapat menemukan sumber air di bawah tanah.
  2. Pengembara yang Bisa Terbang Sangat Jauh. Burung hudhud adalah burung migrasi. Mereka bisa terbang ribuan kilometer, melintasi gurun dan benua. Karena itu tidak aneh jika dalam kisah Al-Qur’an, Hudhud bisa menjelajah wilayah jauh dan menemukan kerajaan Saba.
  3. Memiliki Sistem Komunikasi yang Kompleks. Burung hoopoe memiliki pola suara yang khas. Bahkan namanya “hoopoe” berasal dari suara yang mereka buat “hoo-poo… hoo-poo…” Para ilmuwan menemukan bahwa burung menggunakan suara ini untuk memberi peringatan, menarik pasangan dan berkomunikasi dengan kelompoknya.Hal ini membuat kisah Hudhud yang membawa pesan terasa menarik dari sudut pandang ilmiah.
  4. Memiliki Mekanisme Pertahanan yang Unik. Anak burung hoopoe memiliki cara pertahanan yang sangat aneh. Ketika sarangnya terancam, mereka bisa menyemprotkan cairan berbau sangat tajam, meniru suara ular untuk menakuti predator. Ini adalah salah satu mekanisme pertahanan paling unik di dunia burung.
  5. Paruhnya Dirancang Seperti Alat Detektor. Paruh panjang Hudhud bukan hanya untuk makan. Struktur saraf pada paruhnya memungkinkan burung ini merasakan getaran kecil di tanah, menemukan larva atau serangga yang tersembunyi, Beberapa ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai “alat detektor alami.”



-Saya pasti pulang-
Share: