Rabu, 13 Mei 2026

It Feels Noisy

They are not conscious, and because of this, they are not fully aware of how divine law truly works. Many people act from pain, fear, ego, or confusion without understanding the energetic consequences of their actions. No one truly deserves suffering, and no one should intentionally wish harm upon another person, no matter how difficult the situation may be. The universe does not interpret our justifications or personal reasons the way humans do. Instead, it recognizes the energy behind our intentions. When someone consistently sends negativity, hatred, or harmful wishes toward others, they may unknowingly create negative consequences for themselves, often understood as bad karma. What we project outward has a way of returning, because energy moves in cycles.

For this reason, it can be far more peaceful and fruitful to let go of excessive attachment to outcomes and release the need to control everything around us. Wanting to force reality into a certain shape often creates suffering and inner resistance. When we surrender unnecessary control and trust the natural unfolding of life, we create space for healing, wisdom, and unexpected opportunities to enter. Acceptance does not mean giving up it means allowing life to teach us what we need to learn while remaining grounded in integrity.

A being who lives without integrity, awareness, or consciousness may eventually experience the consequences of their own state of being. In many spiritual understandings, people can experience collective or group karma, reflecting the environments, beliefs, and actions they contribute to. In this way, individuals often encounter experiences that mirror what they have become internally. Yet this should not inspire fear or judgment, but understanding. Growth often comes through experience.

There is ultimately nothing to fear, because the universe is designed not to punish endlessly, but to guide, teach, and support growth. Even during painful moments, there are opportunities hidden within challenges that help us evolve into wiser and more compassionate versions of ourselves. No matter how difficult circumstances may appear, life continually presents new openings, second chances, and moments for transformation.

You can find peace in knowing that you are safe within God’s design. Life is not merely a sequence of problems to survive but an unfolding journey of discovery. As we expand our consciousness, deepen our understanding, and remain open to learning, life becomes richer, more meaningful, and even exciting. Every experience both joyful and difficult can become part of our growth, helping us discover new perspectives, greater inner peace, and a deeper connection to ourselves and the world around us.



-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 12 Mei 2026

Konversi Bilangan Oktal ke Desimal

Cara konversi bilangan oktal ke desimal itu pakai konsep nilai tempat (pangkat 8).


Rumus dasar
Setiap digit dikalikan dengan 8 pangkat posisi (dari kanan mulai 0) 
Desimal=dn×8n+dn−1×8n−1+⋯+d0×80\text{Desimal} = d_n \times 8^n + d_{n-1} \times 8^{n-1} + \dots + d_0 \times 8^0Desimal=dn​×8n+dn−1​×8n−1+⋯+d0​×80

Terlihat ruwet? Sebenernya enggak. Itu biar aku kelihatan pinter aja. Udah langsung aja ke praktek. 

Langkah-langkah
Tulis angka oktal
Tentukan posisi (mulai dari kanan = 0)
Kalikan setiap digit dengan 8posisi8^{posisi}8posisi
Jumlahkan semuanya


Contoh 1

Oktal: 157

Hitung:
1 × 8² = 1 × 64 = 64
5 × 8¹ = 5 × 8 = 40
7 × 8⁰ = 7 × 1 = 7

Jumlah:
64 + 40 + 7 = 111

Hasil: 157₈ = 111₁₀


Contoh 2

Oktal: 23

Hitung:
2 × 8¹ = 16
3 × 8⁰ = 3

Jumlah:
16 + 3 = 19

Hasil: 23₈ = 19₁₀


INGAT!
Ingat pangkat 8:
8⁰ = 1
8¹ = 8
8² = 64
8³ = 512
Semakin ke kiri pangkat makin besar

Apakah ada cara cepat? Kalian cari sendiri di chatgpt cara cepatnya. Aku nggak pernah pakai cara cepat macam jarimatika atau apalah itu. 
Karena yang pertama : saya nggak pernah ikut bimbingan belajar. 
Yang kedua : Saya percaya kalo kita tahu sejarahnya, maka soal macam apapun kita mudeng. 
Yang ketiga : Saya nggak mau belajar double-double. Udah belajar cara 1 masih harus belajar cara 2, terus entar ada cara 3. Pakai satu cara saja tapi kamu total didalamnya maka selesai. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 09 Mei 2026

Catatanku Tidak Pernah Jadi Lima

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi hati tak kunjung membaik
Mungkin nanti yang kelima
Masih ada harapan

Catatanku sudah ada empat jurnal
Tapi tetap ada yg mengganjal
Mungkin nanti yang kelima
Bisa bisa masih bisa

Catatanku sudah aku bakar
Tapi ternyata harapannya tak jadi abu
Aku lupa menaruhnya ditengah kobaran api
Malah aku timang dalam hati


-Saya pasti pulang-
Share:

Cara Menanam Mawar

Mawarmu hanya tumbuh keatas
Dengan daun, daun dan daun yang banyak
Lalu tebas batangnya
Jika nutrisi organik yang terserap dari tanah
Tak dihabiskan untuk menumbuhkan ranting
Jika hara makro dan mikro 
Tak digunakan untuk menumbuhkan daun
Ia akan membangkitkan bibit bunga
Mengembangkannya warna warni
Tidak usah mengukur tingginya
Tumbuh tidak hanya keatas
Tumbuh juga mengikhlaskan beberapa hal untuk dibuang


-Saya pasti pulang-
Share:

Tak Lagi Ada Pertunjukan

"apa sih mbak susahnya angkat telpon?"
"apa sih mbak susahnya balas chat sebentar, ga sampai semenit kok"
"apa harus dipanggil dulu kaya gini?"
"jadi bisa kan datanya diubah?"  

Tergagap pun tidak. Seperti orang bisu. Aku diam. Semua orang menunggu mulutku yg biasanya lantang untuk menggelar fakta. Mau apa? membela diri? perang? Ini tidak seimbang. Dihadapanku adalah symmetric warfare. Dalam situasi ini, pihak yang lebih lemah tidak akan menang jika bertempur secara konvensional melawan pihak yang lebih kuat. Maka aku mengambil taktik perang lain, aku urung menghibur kalian dengan pertunjukan si kuat vs si lemah. Tak seru kan? Sudah kalian bubar.

Dalam perjalanan kembali, ada yang ingin meledak. Entah kepalaku, entah jantungku. Perutku rasanya penuh. Namun tidak ada nafas naik turun. Semuanya terasa lebih tenang. Si pihak lemah ini sedang merasakan sensasi berbeda dari 39 tahun kehidupannya. Tak ada perlawanan pun adalah jalan keluar. Dibuang sejauhnya menurutku adalah misi penyelamatan. Semua orang menunggu aku menceritakan sesuatu selepas pergi. Tapi aku diam. Sudah kubilang, tak ada pertunjukan tuan. Semuanya mending bubar.

Aku semakin tua dan sama sekali tidak ingin menolak kenyataan itu. Jika kemudian keberanianku yang selama ini membantuku bertahan, kemudian dengan kesadaran aku kekang, lalu kalian sebut  semua itu dengan kekalahan, ya sudah, aku kalah. Selesaikan ini segera. Tak usah bertele-tele.

Aku hanya ingin pulang. Berbulan-bulan sudah aku pikirkan. Dan semakin mantap. Aku akan meminta maaf pada ayahku yang memiliki putri yang nyatanya menyerah ditengah-tengah setelah bangun tidur dan sadar bahwa dirinya bukan sailormoon yang punya kekuatan bulan. Yang menyebalkan-menyebalkan itu nanti ketemu sialnya sendiri, aku menepuk-nepuk dadaku sendiri. Dulu aku pikir, setidaknya ada 1 orang yang  menyusahkan mereka berbuat kejahatan-kejahatan itu. Tapi sudahlah, tinggiku yang hanya 150 cm tidak cukup membantu tingginya cita-citaku. Aku akan menarik diri. Berdiam, menyayangi diri sendiri yg selama ini aku abaikan karena cosplay jadi pahlawan kesiangan.

Kalian berhasil membungkam satu mulut. Tapi jarinya tidak. Menurut Andrea Hirata sekelompok manusia dalam ruangan itu sudah mengalami sakit gila nomor 30. Merasa dirinya seperti Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia, bisa menghidupkan orang mati. Tidak ada obat. Dan itu urusan kalian. Sekarang sudah sampai rumah, aku akan tidur. Nanti malam, akan aku adukan kalian dihadapan Tuhan.



-Saya pasti pulang-
Share:

Gandengan

Tanganmu sibuk mengetik dengan hp
Sibuk mengendalikan setir
Sibuk bekerja dengan laptop
Lalu kapan kita gandengan

Kau akan lebih banyak bicara ketika grogi
Aku akan lebih banyak diam ketika malu
Kita saling mengisi, Cocok disegala sisi
Yaudah ayo sekarang gandengan

Tidak usah menunggu tahun depan
Tidak usah menunggu jam delapan
Ayo cepat kita gandengan
Aku takut kamu diambil orang


-Saya pasti pulang-
Share:

Aku Nggak Suka Sayur Bu

Ibuku punya banyak mode suara
Lemah lembut menyapa keheningan
Bayiku sudah makan siang?
Mode siang

Sudah, kataku
Mataku memberi kode 
Dimana tempat makan plastik sudah kosong dipojokan
Negara ini yg menyediakan

Harga makan siangku lima belas ribu rupiah
Tapi ibu bilang ini gratis, dapat sekepal nasi
Lauk pauk sepotong sepotong, kelengkeng tiga biji
Pak Presiden bilang ini penguatan gizi

Ibuku dipagi hari mode militer
Susu kotak satu liter
Sayur aneka macam satu mangkok dan dua telor ceplok
Habiskan sarapannya!

Ah aku kan masih SD
Sepertinya tak apa kalo aku tak paham
Kenapa sih manusia dewasa selalu ingin makananku dihabiskan
Satu permintaan saja, plis boleh sayurnya ku sisakan?


-Saya pasti pulang-
Share: