Kamis, 07 Mei 2026

Nom De Plume

Nom De Plume adalah istilah Prancis yang berarti "nama pena" atau nama samaran yang digunakan penulis untuk menerbitkan karyanya alih-alih nama aslinya. Tujuannya apa? Kenapa nggak pakai nama asli? Tulisan adalah jendela jiwa. Tak hanya tentang bahagia dan hal positif yang tertuang ditulisan. Disitu ada kesedihan, ada kekesalan yang tidak bisa diungkapkan, ada trauma, ada kemarahan, ada banyak hal. Maka, beberapa penulis butuh untuk menyembunyikan nama aslinya. Tidak hanya nama, tapi identitas aslinya, kehidupan aslinya. Nama pena memungkinkan penulis untuk menulis hal diluar batas kewajaran. Semacam alter ego. 

Di Indonesia sendiri ada beberapa penulis yang menggunakan nama pena seperti Tere Liye, Andrea Hirata, Gol A Gong, Asma Nadia dan Remy Sylado.

Padahal harusnya kan seseorang bangga dengan hasil karyanya? Oh no no baby no no. Jika aku menulis novel tentang pembunuhan, yang rapi dan tersusun, jika kemudian pembaca membaca tulisanku itu, dan ternyata pembacanya mengenalku dalam kehidupan sehari-hari dia akan berfikir, minimal : "Kok bisa orang pendiam seperti itu tulisannya kriminal banget?", atau yang lebih parah berfikir : "Jangan-jangan dia memang pernah melakukan pembunuhan?". 

Dengan menggunakan nama pena, sifat asli yang kalem (idih) dan pikiran yang plenger dan dituangkan melalui tulisan akan terpisah. Penulis hanya akan dinilai dari tulisan yang tercetak saja. Tidak bercampur dengan bagaimana kelakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu ada korelasinya dengan orang yang memiliki akun media sosial lebih dari satu. Kalo dua masih oke. Mungkin yang satu untuk bisnis. Kalo punya lebih dari dua? Atau mungkin akun media sosialnya berganti-ganti nama tiap bulan? Atau tiap bulan bikin akun media sosial baru tapi yang difollow itu-itu saja? Ya positif thinking saja, mungkin lupa password. Ehe.



-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Kisah Para Nabi

Hai, sudah dua bulan saya membuat menu khusus kisah para nabi. Letaknya ada di header. Karena isinya nyicil, jadi agak lama saya menyelesaikan. Sumbernya dapat dari buku, ada juga dari googling dari sumber-sumber yang inshaallah bisa dipercaya. 

Walaupun isinya nyicil dan proses nulisnya lama, tapi alhamdulillah ada beberapa pengujung dengan keyword "kisah nabi" yang sampai juga di halaman kisah nabi di blog ini. Tapi rasanya kurang greget karena jumlah pengunjungnya tidak signifikan. Maka dari itu saya buat post tentang menu ini. Supaya pengunjung yang mencari kisah para nabi, kisah 25 nabi, bisa langsung terarah menuju menu itu. Semoga bermanfaat ya. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Konversi Bilangan Biner ke Oktal

Cara konversi bilangan biner ke oktal itu mirip dengan ke heksadesimal, bedanya kita pakai kelompok 3 digit (karena 1 digit oktal = 3 bit biner).

Langkah-langkah
Kelompokkan biner per 3 digit dari kanan
Jika bagian kiri kurang dari 3 digit kemudian tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok menjadi angka oktal

Tabel penting
BinerOktal
0000
0011
0102
0113
1004
1015
1106
1117


Contoh 1

Biner:
101110

Kelompokkan:
101 110

Konversi:
101 = 5
110 = 6

Hasil 56 


Contoh 2

Biner:
1101011

Kelompokkan dari kanan:
1 101 011
tambahkan 0 menjadi 001 101 011

Konversi:
001 = 1
101 = 5
011 = 3

Hasil 153





-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 05 Mei 2026

Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal

Cara konversi bilangan biner ke heksadesimal itu sebenarnya simpel. Asalkan kamu hafal tabelnya. Tabelnya sudah disematkan dibawah. Tinggal kamu hafalkan. 

Langkah-langkah :
Pisahkan biner menjadi kelompok 4 digit dari kanan
Kalau kurang 4 digit di kiri, tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok 4 bit ke heksadesimal

Tabel penting (wajib hafal) Kok bentuk tabel e acak adut ora karuan? Wes pokoknya segini ikhlasnya. Lagi males. Ngoahaha. 


Contoh soal 1

Biner:
10101110

Kelompokkan per 4
1010 1110

Konversi:
1010 = A
1110 = E

Hasil AE


Contoh soal 2


Biner:
110101

Kelompokkan dari kanan:
11 0101 
tambahkan 0 sehingga menjadi 0011 0101

Konversi:
0011 = 3
0101 = 5

Hasil 35





-Saya pasti pulang-
Share:

Jari-jari

Setelah ketampar fakta bahwa tanpa jempol, kita tidak bisa memasang kancing baju, kali ini tanpa telunjuk, ternyata menulis ide (mengetik di komputer) adalah hal yang agak merepotkan untuk dilakukan. Semula saya hendak memisahkan post mengenai tanpa jempol dan tanpa telunjuk ini, tapi kayaknya ribet banget. Jadi dijadikan satu saja biar nyambung

Ini sebenarnya gimana? Tanpa jempol dan tanpa telunjuk? Sabar. 

Pernah lihat orang yang suka mencabuti kutikula kuku dengan mulut saat bengong? Ya, saya melakukannya, tapi tidak digigit. Saya cabut pakai tangan. Kenapa? Nggak tahu. Itu semacam perilaku dibawah alam sadar. Tiba-tiba sudah berdarah. Perilaku itu dilakukan dimanapun, kapanpun. Dan nggak kapok-kapok. Disamping mencabuti kutikula, saya juga membunyikan jari-jari saya dimanapun, kapanpun. Konon kalo tidur juga (saya nggak sadar ya). Kalo kata web aladokter :
Orang yang suka mencabuti kutikula kuku atau kulit di sekitar kuku secara impulsif dan berulang-ulang sering dikaitkan dengan perilaku Dermatillomania (gangguan ekskoriasi) atau Onychotillomania. Kebiasaan ini biasanya dipicu oleh kecemasan, stres, kebosanan, atau sifat perfeksionis, dan dilakukan untuk mengurangi ketegangan, meskipun sering berujung pada luka atau infeksi

Saya nggak mau self diagnosis dan juga nggak mau sampai periksa ke dokter juga karena saya belum berfikir ini penting jadi intinya ya saya melakukan itu. Usaha saya untuk menghentikannya? Minta bantuan orang sekitar, kalo lihat saya begitu, tolong diperhatikan, ditampol, dan sebagainya. Padahal nggak selalu ada orang disekitar saya. Gagal.

Saya pernah ikut perawatan kuku, ikutin teman saya, biar kukunya cantik jadi kan sayang kalo saya kelopek-kelopek. Sudah pasti. Kalo ini probabilitas kegagalannya 100%. Selain saya nggak pernah punya kuku panjang, kalopun memotong kuku, saya type yang memotong sangat sangat pendek. Saya juga nggak bisa karena kuku warna warni menghambat saya bekerja, saya nggak betah, seperti ada benda asing menempel dan rasanya tidak nyaman, sumuk! Enyah!

Tidak singkat, 2016 kemudian saya mengalami infeksi karena mencabut kutikula pada jari jempol. Infeksinya sampai urat yang menghubungkan jempol ke bahu merah dan terlihat menonjol. Macam habis kena petir. Jempol bengkak. Dan praktis tidak bisa digunakan untuk apa-apa. Kalo menjempoli terbalik masih bisa lah. Dan, kalian tahu, tanpa jempol kita tidak bisa memasang kancing baju. Kamu bisa coba. Sekarang kancingkan atau buka kancing pakai empat jari aja. Susah kan? Ini baru jempol. Bergunanya jempol ternyata ya.

Ditahun 2021, saya masuk rumah sakit karena jari manis yang saya patah-patahin ternyata cidera dan bengkak. Kenapa saya sampai masuk rumah sakit? Karena saya sedang ada disalatiga dan saya masih harus nyetir sampai wonogiri. Jadi saya butuh pertolongan pertama pada saat itu juga karena keadaan mendesak. Mungkin karena itu perjalanan takziah jadi saya cemas, sepanjang jalan terus menerus membunyikan jari. Tapi juga tidak karena selalu cemas. Saat bengong saya juga melakukan itu. 

Ditahun ini, diminggu kemarin. Selain jempol, saya harus mengalami pengalaman tanpa telunjuk. Ternyata tanpa telunjuk, kegiatan mengetik, walaupun itu mengetik coding pendek, mudah, dan sehari-hari dilakukan tidak dapat dilakukan juga. Semuanya jadi tidak bisa dilakukan autopilot dan cukup bikin stress. 

Kenapa telunjuknya? Karena nunjuk kuburan kah? Haha, sayangnya bukan. Semua ini disebabkan oleh mencabut kutikula (lagi).

Jadi, kelima jari kita itu ternyata semuanya berguna. Tidak ada satu maka agak terganggulah aktifitas kita. Bersyukurlah memiliki jari yang lengkap dan sehat semua. Meskipun akhirnya kekuatan genggaman tangan jadi sangat lemah. Membuka botol air kemasan susah. Masalah kebiasaan mencabut kutikula dan matah-matahin jari sendiri kita pikirkan nanti. Yang penting semua jari hari ini sudah bisa dipakai lagi.



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 01 Mei 2026

Penyihir dan Kucing Hitam

Bagi mereka aku adalah penyihir
Kalau begitu aku akan jadi kucing hitam
Kenapa bukan sapu? Bisa dibawa kemana-mana
Kenapa bukan panci ramuan? Lebih berguna

Aku cemburu bagaimana kamu tidak pernah marah pada kucing
Aku cemburu bagaimana suaramu berubah imut ketika memanggil kucing
Aku cemburu bagaimana seekor kucing asing liar korengan
Bisa membuat pupil matamu membulat lucu dan menggemaskan

Aku akan menjadi kucing hitam yang menggelayut dikakimu
Aku akan menjadi kucing hitam yang menganggumu
Aku akan menjadi kucing hitam paling bahagia didunia 
Karena bisa selalu dekat denganmu, penyihir



-Saya pasti pulang-
Share:

Di Kuburan Banyak Bunga Kamboja

Suatu pagi aku bertemu kakek tua yang suka mancing di kali
Marah-marah dia bilang
Setiap hari mancing tidak dapat ikan
Tapi aku lirik ember itu penuh ikan

Sorenya aku bertemu kakek tua itu di taman 
Marah-marah lagi dia bilang
Dari pagi sampai sore, tak ada bunga yang mekar
Tapi keranjangnya penuh bunga

Siangnya sebelum kakek itu memanggilku lagi
Aku bertanya lebih dulu
Kakek ingin ikan apa? Dengan sopan
Kakek ingin bunga apa? Dengan santun

Sarden, kembung, cakalang! 
Katanya sambil teriak-teriak menggila
Kamboja! Kamboja! Kamboja!
Kali ini dia mengambil parang

Lalu kenapa kau mancing di kali? 
Kulempar pancing dan embernya
Lalu kenapa kau pergi ke taman mawar? 
Kubuang keranjang bunganya

Lalu Kau berharap apa? 
Kubanting kakek itu sekaligus parang ditangannya
Kutendang otaknya yang hanya pemanis kepala
Menggelinding otak itu ke kuburan ketemu kamboja yang ia harapkan



-Saya pasti pulang-
Share: