Jumat, 08 Mei 2026

Bot Purge Instagram

Sudah dengar berita terkini mengenai instagram yang sedang melakukan bersih-bersih massal? Ya, itu namanya Bot purge. Yang mana aktifitas tersebut adalah tindakan pembersihan massal yang dilakukan oleh platform media sosial (seperti Instagram) untuk menghapus akun palsu, bot spam, dan akun tidak aktif secara serentak. Aktivitas ini sering menyebabkan penurunan jumlah followers secara drastis pada akun-akun besar, selebriti, atau kreator konten yang pengikutnya banyak menggunakan akun palsu. Saya bukan selebriti, bukan konten kreator atau orang-orang terkenal semacam itu, tapi saya berkurang 15 akun dalam sehari. 

Tujuan dari bot purge itu sendiri adalah meningkatkan kualitas interaksi (engagement), menjaga keamanan platform, dan menghapus spam. Yang kemudian berdampak pada jumlah followers menurun tiba-tiba, yang sering dianggap sebagai error padahal merupakan hasil pembersihan resmi. Pembersihan ini terjadi secara berkala, salah satunya dilaporkan terjadi besar-besaran pada awal Mei 2026. Selain di media sosial, purge juga berarti fitur penghapusan pesan massal dalam konteks bot moderasi chat (seperti Discord/Telegram). Singkatnya, bot purge adalah "pembersihan akun sampah" agar ekosistem media sosial lebih organik dan nyata. Asik.


Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih hobi kasih janji-janji sampah? Eh salah kata penutup. Yang bener ini. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu mulutnya nggak bisa disaring dari kata-kata sampah? Duh salah lagi. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih mau jadi 'tempat sampah' buat dia yang cuma datang pas lagi susah?. Nah ya udah pokoknya kamu yang merasa tadinya pengikutmu banyak jadi dikit, atau malah kamu yang selalu bikin akun bot berulang kali buat ngepoin orang, rasakan! Wkwk.



-Saya pasti pulang-
Share:

Hai Millenials, Apa Kabar? Kalian Pakai Canva dan Capcut?

Jaman saya kuliah ada mata kuliah desain grafis. Disana saya mempelajari warna, tata letak (layout), fotografi, ilustrasi digital, sampai UI/UX untuk media cetak dan digital. Dan semuanya memakai photoshop dan corel. Nilai saya? Lumayanlah. Sebenarnya saya kebantu karena saya pendiam jadi saya tidak terlalu dikenal oleh dosen desain grafis saya. Yang mana kalo dikenal, pasti beliau akan ngeh kalo semua desain saya hanya terdiri dari 2 warna yaitu hitam dan putih. Tak ada warna lain. Sungguh. Bukan karena saya suka dua warna itu, tapi entah kenapa saya nggak bisa memilih warna apa yang cocok dengan apa. Ketika desain saya sudah jadi berwarna hitam dan putih tentunya, kemudian ikut-ikutan temen, menambahkan warna yang katanya bisa dijadikan point of view, saya lihatnya jadi mengganjal banget. Padahal lihat desain milik teman saya warna-warni lucu. Tapi kok ketika diterapkan ke desain saya, rasanya aduhay, pengen hapus, hapus hapus. Wkwk.

Hal ini bahkan terbawa ketika bekerja. Waktu saya mengerjakan project untuk membuat data statistik dalam bentuk buku ASN dalam angka, saya membuat covernya berupa warna hitam dan putih. Sudah. Beneran nggak ada warna lain. Kecuali halaman  2 dimana ada warna bendera merah putih. Itu saja. yang lain hitam putih. Ketika melihat hasil karya senior-senior saya terdahulu yang warnanya oke banget, saya sebenernya agak ngeper. Tapi, ketika saya mencoba memasukan warna lain ke desain covernya, saya pengen hapus pokoknya hapus. Ya akhirnya atasan saya nyerah sih dengan argumen saya yang bilang bahwa isi dibuku itu lebih penting dari covernya, bahwa hitam dan putih itu sederhana dan begitu seharusnya pegawai pemerintahan, bahwa hitam dan putih itu adalah basic dan tidak memihak pada partai politik manapun termasuk pada bupati yang sedang menjabat pada saat itu dan ya, buku itu tetap masuk ke percetakan di tahun 2021. 

Jadi kalo kakak atau teman saya minta tolong untuk desain produk mereka, saya garuk-garuk juga. Iya saya kuliah di IT, tapi tidak lantas saya ahli dalam bidang desain dan semacamnya. Saya suka photografi hanya sebagai hobi saja. Tapi itu sangat berbeda dengan desain.

Ndilalah, tahun ini kemudian saya dipercaya masuk ke tim media sosial lagi di kantor saya. Mungkin mereka juga mengira semua IT ahli dalam bidang desain dan media sosial. Padahal itu hal yang berbeda sama sekali. Tahun-tahun sebelumnya anggota tim-nya adalah teman seumuran, atau atasan yang lebih tua. Tapi tahun ini gebrakannya luar biasa, saya yang kaku kemudian harus duduk semeja dengan anggota tim yang sebagian adalah gen Z. Tapi sungguh Allah Maha Tahu, disinilah kemudian keajaiban dimulai. Mendengarkan keasbunan mereka tu hiburan banget. Menjembatani pikiran mereka dan pikiran baby boom itu kadang menguras pikiran banget. Tapi Alhamdulillah selama ini bisa dan makin mahir.

Kadang saya juga nontonin mereka mengedit photo atau video untuk media sosial kantor. Biasanya mereka pakai Canva atau Capcut. Mendesain bukan lagi hal yang susah dengan canva, Sudah ada desain awal, tinggal menambahkan elemen ini itu, dan kemudian jadi. Hanya saja perasaan seni itu tetap dibutuhkan, itu yang tidak bisa dipelajari dimana-mana. Rasa. Kemudian saya mikir, apa ada aplikasi yang serupa dengan canva atau capcut?

Berikut adalah daftar web alternatif Canva berdasarkan fungsinya:
Alternatif Desain Umum & Media Sosial
Adobe Express: Pilihan terbaik dengan fitur lengkap dan template profesional.
Snappa: Antarmuka cepat dan intuitif, fokus pada desain media sosial.
Desygner: Cocok untuk membuat konten marketing dengan cepat.
Wepik: Bagian dari Freepik, menawarkan template modern dan gratis.
Easil: Menyediakan template dengan desain trendy.

Alternatif Edit Foto & Desain Kreatif
Pixlr: Alat edit foto berbasis web yang sangat kuat.
BeFunky: Mudah digunakan untuk kolase dan pengeditan foto.
PicMonkey: Fokus pada touch-up foto dan desain grafis sederhana.
Photopea: Alternatif Photoshop berbasis web yang canggih.
Colorcinch: Editor foto dan efek artistik.

Alternatif Infografis & Presentasi
Visme: Sangat baik untuk membuat presentasi dan visualisasi data.
Piktochart: Spesialis dalam infografis dan laporan visual.
Venngage: Fokus pada infografis profesional.
Slidesgo: Spesialis template presentasi. 

Alternatif Desain Vektor
Vectr: Alat desain vektor gratis yang bisa digunakan langsung di browser.
Figma: Sangat populer untuk desain antarmuka (UI/UX) dan vektor



-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 07 Mei 2026

Berpikir Ala Sherlock Holmes

How To Think Like Sherlock Holmes - Petter Hollins
Harga lupa
Beli di Gramedia
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tahun 2021

Ada sebuah buku yang pernah saya baca. Tapi waktu saya baca buku ini, saya lagi lamaaaa sekali nggak nulis. Alasannya? saya nggak suka tulisan saya dibaca orang yang saya kenal. Lebih lengkapnya, saya nggak suka tulisan saya dibaca oleh orang yang saya kenal dan berpotensi ketemu secara langsung. Itu dulu. Sekarang? Sama. Tapi di tahun itu imbasnya adalah saya jadi males nulis blog. Saya alihkan ke journal. 

Oke balik lagi ke Sherlock Holmes. Siapa yang nggak pernah dengar nama detektif fiktif ini? minimal dengar pasti pernah ya. Karena akhir-akhir ini Sabtu Minggu saya sering saya habiskan dirumah, saya menyelesaikan 4 sesion sherlock holmes dalam 2 minggu (4 sesion ini sudah pernah saya tonton sebelumnya di tahun 2017/2018) Jadi kali ini saya rewatch. Karena nonton filmnya lagi, saya jadi ingat buku yang saya pernah baca itu. Jadi mau saya review sekarang.

Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.

“Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”
“Tentang kejadian aneh seekor anjing di malam hari.”
“Anjing itu tidak melakukan apa pun di malam hari.”
“Itulah kejadian anehnya,” ujar Sherlock Holmes.
― Arthur Conan Doyle, Silver Blaze

“Tidak ada yang lebih menipu daripada fakta yang jelas.”
― Arthur Conan Doyle, Misteri Lembah Boscombe - Sebuah Cerpen Sherlock Holmes

Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat legendaris sejak 1887 hingga sekarang. Ia pun sering diangkat ke layar lebar juga serial televisi. Mengapa masih banyak orang yang terpaku pada Sherlock Holmes? Itu karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah rumit dengan sangat mudah. Ia adalah sosok pahlawan super genius yang ingin kita wujudkan dalam diri kita. Karena saya tahu dia fiktif sebenarnya saya nggak ingin-ingin banget berpikir ala dia ya. Tapi ada hal yang sama antara saya dan sherlock holmes, bukan kepintarannya pasti ya. Wkwkw. Adalah sebuah prinsip bahwa : Tidak perlu tahu segalanya, tapi pahami hal penting dengan dalam. Ya betul, kadang teman saya heran kenapa saya begitu gobloknya dalam sebuah hal tapi tidak hal lain. Dengan mudah mengingat detail kebiasaan orang asing yang baru setengah jam ketemu, tapi susah mengingat arah mata angin. Susah mengingat nama orang, tapi dengan gampang mengingat deretan angka yang panjang. Sebelum saya nonton atau baca novel mengenai sherlock holmes saya sudah memiliki prinsip demikian. Saya juga tidak paham nama-nama politikus, atau hal yang sedang terjadi didalamnya. Pengetahuan saya tentang hal itu ZERO. Selain itu, tidak ada lagi persamaan saya sama sherlock holmes. Wkwkk.

Ini adalah ringkasan dari buku yang saya baca tersebut.
MIND MAP: Berpikir ala Sherlock Holmes
SHERLOCK HOLMES THINKING

──────────────────────────┼──────────────────────────

OBSERVASI
- Perhatikan detail kecil
- Gunakan semua indera
- Jangan sekadar melihat


DEDUKSI
- Gabungkan fakta
- Tarik kesimpulan logis
- Hindari tebakan tanpa bukti


BERTANYA
- Kenapa?
- Bagaimana?
- Apa penyebabnya?


PENGETAHUAN
- Fokus pada yang penting
- Perluas wawasan
- Simpan info yang berguna


POLA
- Cari hubungan antar kejadian
- Hubungkan fakta kecil
- Lihat gambaran besar


LOGIKA
- Jangan terburu-buru
- Uji semua kemungkinan
- Pilih yang paling masuk akal


Berikut adalah beberapa contoh observasi dan deduksi ala Sherlock Holmes:
1. Mengetahui Profesi Seseorang (Contoh Umum)
Observasi: Seseorang memiliki kulit tangan kanan yang lebih kasar, kapalan di jari tengah, dan sedikit noda tinta di ujung jari telunjuk.
Deduksi: Dia adalah seorang penulis atau pegawai administrasi yang banyak menulis manual, bukan sekadar mengetik, karena kapalan khusus pada jari tengah menunjukkan penggunaan pena yang intensif.

2. Mengetahui Kebiasaan & Perjalanan (Koper Norwood)
Observasi: Menemukan koper di lokasi kejadian yang berselimut debu tipis, namun pegangannya bersih, serta ada bekas stiker hotel yang baru dilepas.
Deduksi: Pemilik koper baru saja melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta (debu), memegang koper tersebut secara intensif (pegangan bersih), dan berusaha menyembunyikan identitas hotel tempatnya menginap (stiker dilepas).

3. Mengetahui Latar Belakang & Ekonomi (Kasus Fiksi)
Observasi: Seorang pria memakai sepatu yang mengkilap, tetapi ada bekas keausan yang tidak rata di bagian tumit luar, dan kancing jasnya sedikit longgar.
Deduksi: Pria ini peduli pada penampilan (sepatu mengkilap) namun mungkin sedang mengalami masalah keuangan atau terburu-buru (kancing longgar), dan dia memiliki cara berjalan yang tidak seimbang yang mungkin disebabkan oleh cedera lama atau kebiasaan duduk tertentu.

4. Mengetahui Tindakan Terakhir (Analisis Lingkungan)
Observasi: Di sebuah ruangan, ada abu cerutu yang berserakan di sebelah kanan kursi, namun majalah yang terbuka berada di sebelah kiri, dan gelas air minum kosong berada jauh di meja seberang.
Deduksi: Seseorang yang merokok (kanan) membaca majalah (kiri) dan bangkit dari kursi untuk menaruh gelas, menunjukkan bahwa dia tidak sendirian atau dia melakukan aktivitas terburu-buru sebelum pergi.

Apakah kita mungkin untuk mengikuti bagaimana Sherlok Holmes berifkir? Jawabannya tidak mungkin. Mendekati pun tidak. Dia adalah tokoh fiktif. Tapi ada yang bisa ditiru dari kebiasaan holmes saat berpikir dia buntu. Yaitu dia membuat jeda dan refleksi. Sering kali Holmes menghisap pipa atau bermain biola saat menghadapi kasus sulit. Ini adalah teknik untuk menjauh sejenak dari masalah agar otak bawah sadar dapat mengolah informasi secara lebih jernih. Jadi jika otakmu rasanya akan meledak ketika memikirkan jalan keluar suatu hal. Berhenti dulu. Kontrolnya ada di diri kamu sendiri, nggak usah nunggu stroke dulu baru berhenti. Telat! 

Berhenti dulu. Dunia bisa nunggu! :)




-Saya pasti pulang-
Share:

Nom De Plume

Nom De Plume adalah istilah Prancis yang berarti "nama pena" atau nama samaran yang digunakan penulis untuk menerbitkan karyanya alih-alih nama aslinya. Tujuannya apa? Kenapa nggak pakai nama asli? Tulisan adalah jendela jiwa. Tak hanya tentang bahagia dan hal positif yang tertuang ditulisan. Disitu ada kesedihan, ada kekesalan yang tidak bisa diungkapkan, ada trauma, ada kemarahan, ada banyak hal. Maka, beberapa penulis butuh untuk menyembunyikan nama aslinya. Tidak hanya nama, tapi identitas aslinya, kehidupan aslinya. Nama pena memungkinkan penulis untuk menulis hal diluar batas kewajaran. Semacam alter ego. 

Di Indonesia sendiri ada beberapa penulis yang menggunakan nama pena seperti Tere Liye, Andrea Hirata, Gol A Gong, Asma Nadia dan Remy Sylado.

Padahal harusnya kan seseorang bangga dengan hasil karyanya? Oh no no baby no no. Jika aku menulis novel tentang pembunuhan, yang rapi dan tersusun, jika kemudian pembaca membaca tulisanku itu, dan ternyata pembacanya mengenalku dalam kehidupan sehari-hari dia akan berfikir, minimal : "Kok bisa orang pendiam seperti itu tulisannya kriminal banget?", atau yang lebih parah berfikir : "Jangan-jangan dia memang pernah melakukan pembunuhan?". 

Dengan menggunakan nama pena, sifat asli yang kalem (idih) dan pikiran yang plenger dan dituangkan melalui tulisan akan terpisah. Penulis hanya akan dinilai dari tulisan yang tercetak saja. Tidak bercampur dengan bagaimana kelakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu ada korelasinya dengan orang yang memiliki akun media sosial lebih dari satu. Kalo dua masih oke. Mungkin yang satu untuk bisnis. Kalo punya lebih dari dua? Atau mungkin akun media sosialnya berganti-ganti nama tiap bulan? Atau tiap bulan bikin akun media sosial baru tapi yang difollow itu-itu saja? Ya positif thinking saja, mungkin lupa password. Ehe.



-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Kisah Para Nabi

Hai, sudah dua bulan saya membuat menu khusus kisah para nabi. Letaknya ada di header. Karena isinya nyicil, jadi agak lama saya menyelesaikan. Sumbernya dapat dari buku, ada juga dari googling dari sumber-sumber yang inshaallah bisa dipercaya. 

Walaupun isinya nyicil dan proses nulisnya lama, tapi alhamdulillah ada beberapa pengujung dengan keyword "kisah nabi" yang sampai juga di halaman kisah nabi di blog ini. Tapi rasanya kurang greget karena jumlah pengunjungnya tidak signifikan. Maka dari itu saya buat post tentang menu ini. Supaya pengunjung yang mencari kisah para nabi, kisah 25 nabi, bisa langsung terarah menuju menu itu. Semoga bermanfaat ya. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Konversi Bilangan Biner ke Oktal

Cara konversi bilangan biner ke oktal itu mirip dengan ke heksadesimal, bedanya kita pakai kelompok 3 digit (karena 1 digit oktal = 3 bit biner).

Langkah-langkah
Kelompokkan biner per 3 digit dari kanan
Jika bagian kiri kurang dari 3 digit kemudian tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok menjadi angka oktal

Tabel penting
BinerOktal
0000
0011
0102
0113
1004
1015
1106
1117


Contoh 1

Biner:
101110

Kelompokkan:
101 110

Konversi:
101 = 5
110 = 6

Hasil 56 


Contoh 2

Biner:
1101011

Kelompokkan dari kanan:
1 101 011
tambahkan 0 menjadi 001 101 011

Konversi:
001 = 1
101 = 5
011 = 3

Hasil 153





-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 05 Mei 2026

Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal

Cara konversi bilangan biner ke heksadesimal itu sebenarnya simpel. Asalkan kamu hafal tabelnya. Tabelnya sudah disematkan dibawah. Tinggal kamu hafalkan. 

Langkah-langkah :
Pisahkan biner menjadi kelompok 4 digit dari kanan
Kalau kurang 4 digit di kiri, tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok 4 bit ke heksadesimal

Tabel penting (wajib hafal) Kok bentuk tabel e acak adut ora karuan? Wes pokoknya segini ikhlasnya. Lagi males. Ngoahaha. 


Contoh soal 1

Biner:
10101110

Kelompokkan per 4
1010 1110

Konversi:
1010 = A
1110 = E

Hasil AE


Contoh soal 2


Biner:
110101

Kelompokkan dari kanan:
11 0101 
tambahkan 0 sehingga menjadi 0011 0101

Konversi:
0011 = 3
0101 = 5

Hasil 35





-Saya pasti pulang-
Share: