Jumat, 01 Mei 2026

Penyihir dan Kucing Hitam

Bagi mereka aku adalah penyihir
Kalau begitu aku akan jadi kucing hitam
Kenapa bukan sapu? Bisa dibawa kemana-mana
Kenapa bukan panci ramuan? Lebih berguna

Aku cemburu bagaimana kamu tidak pernah marah pada kucing
Aku cemburu bagaimana suaramu berubah imut ketika memanggil kucing
Aku cemburu bagaimana seekor kucing asing liar korengan
Bisa membuat pupil matamu membulat lucu dan menggemaskan

Aku akan menjadi kucing hitam yang menggelayut dikakimu
Aku akan menjadi kucing hitam yang menganggumu
Aku akan menjadi kucing hitam paling bahagia didunia 
Karena bisa selalu dekat denganmu, penyihir



-Saya pasti pulang-
Share:

Di Kuburan Banyak Bunga Kamboja

Suatu pagi aku bertemu kakek tua yang suka mancing di kali
Marah-marah dia bilang
Setiap hari mancing tidak dapat ikan
Tapi aku lirik ember itu penuh ikan

Sorenya aku bertemu kakek tua itu di taman 
Marah-marah lagi dia bilang
Dari pagi sampai sore, tak ada bunga yang mekar
Tapi keranjangnya penuh bunga

Siangnya sebelum kakek itu memanggilku lagi
Aku bertanya lebih dulu
Kakek ingin ikan apa? Dengan sopan
Kakek ingin bunga apa? Dengan santun

Sarden, kembung, cakalang! 
Katanya sambil teriak-teriak menggila
Kamboja! Kamboja! Kamboja!
Kali ini dia mengambil parang

Lalu kenapa kau mancing di kali? 
Kulempar pancing dan embernya
Lalu kenapa kau pergi ke taman mawar? 
Kubuang keranjang bunganya

Lalu Kau berharap apa? 
Kubanting kakek itu sekaligus parang ditangannya
Kutendang otaknya yang hanya pemanis kepala
Menggelinding otak itu ke kuburan ketemu kamboja yang ia harapkan



-Saya pasti pulang-
Share:

Senin Nanti Aku Cantik Lagi

Kali ini bahagia tak lagi kupinjam dari ketersediaan bahumu
Tapi dari cepatnya obat turun panas
Yang disuntikan melalui selang infus ditanganku
Mengalir melalui aliran darah
Terarah menuju Sawar darah otak
Agar Senin nanti tak ada yang tahu
Bidadari secantik aku
Pernah terkapar ditempat seperti ini
Satu lawan satu melawan Salmonella typhi



-Saya pasti pulang-
Share:

Kopi Rasa Hujan

Sambil melihat hujan dilantai dua
Secangkir kopi pagi ini kucium aromanya
Tetap aku photo, walau tak lagi terkirim ke tuan ataupun puan
Kutenggak sedikit-sedikit

Ada rasa hujan rintik-rintik yang syahdu 
Yang pernah kulihat turun dari jendela kamarku
Ada rasa hujan yang pernah kuterobos
Dengan motor beat bensin boros

Ada rasa hujan dimasa lalu
Bagi aku kecil yang tak tahu arti berteduh
Dan disesapan terakhir kopi pagi itu
Ada hujan yang turun sangat deras bersama rindu






-Saya pasti pulang-
Share:

Mati-matian Sampai Mati

Betul, kau tak bisa kubawa mati
Maka mumpung aku hidup
Kau akan aku habis-habiskan
Mati-matian sampai mati

Hingga ketika kau meraba
Kau bingung mana peluh mana air mata
Harus lari atau tetap menikmati
Mengeluh atau melenguh

Bingunglah terus, cobalah sekuat tenaga 
Bercitralah kau punya daya
Seolah menjadi pria yang paling dicinta
Aku hitung, Satu? Atau Dua wanita? 

Terlalu sedikit, Tak seru
Sedang detak jantungmu itu tak bisa bohong
Suaranya jelas dan keras
Namaku, namaku, namaku


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 30 April 2026

Introvert Di Adopsi?

Pada forum yang resmi, semua orang adalah asing, aturan jelas, maka sebagai seorang social introvert (saya tidak asal mendeklarasikan diri ya, ini sudah ada hasil test nya) seperti saya tidak ada halangan rintangan atau apapun yang mencegah saya masuk kedalam forum tersebut dengan sangat gemilang. Saya bisa mengeluarkan pendapat, sanggahan dan sebagainya dengan lancar seperti seorang adult profesional. Wkwk.  Contohnya adalah forum atau kelompok di pekerjaan. 

Tapi, jika itu adalah pertemuan yang lebih santai seperti misalnya reuni atau ngopi bareng dengan jumlah peserta lebih dari 3 orang, atau misalnya temanku bawa temannya lagi, entah kenapa saya sangat canggung. Harusnya nggak entah kenapa sih, itu adalah hal lumrah di kehidupan saya. Cuma dengan perbedaan yang mencolok antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, "Orang asing" agak mengernyitkan kening. Dan saya MALAS nggak bisa menjelaskannya. 

Saya punya teman, lingkupnya sangat kecil. Lalu bagaimana saya biasanya menemukan mereka dan akhirnya berteman? Saya diadopsi oleh mereka. Wkwkk.

Istilah "introvert diadopsi" (oleh ekstrovert) merujuk pada dinamika sosial di mana seorang ekstrovert mengambil inisiatif untuk menjalin pertemanan, membawa introvert ke lingkungan baru, dan membuat suasana lebih cair. Ini terjadi karena ekstrovert adalah inisiator sosial, sementara introvert lebih hemat energi dan merasa aman dengan pendamping yang aktif pada suatu forum santai. 

Menurut chatgpt, berikut adalah alasan kenapa introvert sering "diadopsi":
  1. Ekstrovert aktif membuka percakapan dan membawa suasana sosial, sementara introvert (sebagai yang "diadopsi") sering kali menjadi pendengar yang baik, pendalam hubungan, dan penstabil emosi.
  2. Ekstrovert mendapatkan energi dari berinteraksi, sehingga mereka senang merangkul orang lain, termasuk membawa introvert ke acara sosial.
  3. Introvert cenderung hemat energi dan lebih memilih lingkungan yang akrab. Diadopsi oleh ekstrovert membantu mereka bersosialisasi tanpa harus memimpin interaksi.
  4. Dalam hubungan, ekstrovert sering bertindak sebagai co-regulator (penstabil mood), membuat introvert merasa aman di bawah "asuhan" sosial mereka.
Ini bukan soal dominasi, melainkan hubungan timbal balik di mana ekstrovert membutuhkan teman bicara yang suportif seperti introvert, dan introvert membutuhkan jembatan untuk keluar dari zona nyaman seperti ekstrovert. 

Menurut teman saya yang mengasessment saya, Introvert sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Dan Sosial Introvert seperti saya memiliki ciri mencolok seperti : 
  1. Introvert sosial lebih memilih bergaul dengan sedikit orang atau orang yang sudah dikenal. Menurut para terapis, tanda-tanda introvert sosial adalah:Hanya bergaul dengan teman-teman dekat atau komunikasi empat mata;
  2. Menikmati aktivitas sendirian tanpa merasa kesepian;
  3. Merasa lelah setelah berinteraksi dengan orang banyak untuk waktu lama;
  4. Lebih memilih komunikasi lewat teks atau daring.
Contoh social introvert adalah Rhea Freeman, mentor dan penulis You’ve Got This sering menjadi pembicara di depan umum, termasuk di radio dan TV. Padahal, ia seorang introvert.

Ketika mendengar istilah introvert, kita sering berfikir bahwa sama dengan pemalu. Padahal aslinya beda sekali. Introvert tidak sama dengan pemalu. Introvert adalah tipe kepribadian yang memfokuskan energi pada dunia internal (pikiran/perasaan) dan butuh menyendiri untuk mengisi energi. Pemalu adalah rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dalam situasi sosial. Introvert bisa sangat percaya diri, hanya saja lebih suka situasi tenang.







-Saya pasti pulang-
Share:

Saya Punya Member Point Kopi :D

Apa pengalaman kalian dengan kopi point nya Indomart? Enak, ada dimana saja, mudah didapatkan baik online maupun online, kalo minum ditempat bisa sekalian jajan. Saya ceritain pengalaman saya mengenai kopi point.

Pengantarnya selalu sama ya. Saya orangnya itu-itu saja. Pesan kopi yang itu-itu saja. Di jam itu-itu saja. Dengan ukuran gula, es, cup yang itu-itu saja. Nah, yang jadi lucu adalah. Ternyata pola itu diingat oleh salah satu barista di salah satu gerai point kopi di kota saya. Oke sampai sini belum lucu. Krik krik krik. 

Pada suatu siang, seperti biasa saya sendirian, jalan kaki, kepanasan dan pesan kopi. Siang itu sepi. Tak ada antrian. Saya lihat plank menu diatas. Ya sama kaya kalian mestinya kalau mau pesan kopi di point indomart, liat-liat plank yang sampai seberapa kali kalian lihat pun nggak akan hapal kan? Tapi sebenarnya semesta tahu, saya tidak akan ganti menu. dan mbak barista itu adalah bagian dari semesta, mata saya yang berkeliling di plank atas itu langsung terhenti ketika sapaan mbak barista itu agak beda siang itu. Bukan menanyakan mau pesan apa, tapi langsung bilang, seperti biasa kak? 

Jyujyur jangyal. Karena salam pembukanya biasanya nggak gitu deh. Saya nggak siap donk, apa harus dipersiapkan. Ya! 
Spontan saya bilang, "hah eh iya eh biasanya saya pesan apa mbak?"
"Palm latte sugar, upsize, normal sugar, normal ice" Mbak barista itu senyum.
Saya balas senyumnya, tapi pupil mata saya pasti membesar karena merasa bahagia diperhatikan sebegitunya.
Mbak barista melanjutkan, "Kak sayang kalo ga bikin member, kakak kan beli kopi hampir setiap hari lho"

Saya memang seriiiing sekali ditanya member. Tapi alasan utama saya adalah ::drumroll::, males usaha daftar, males dilabelin, kemalasan saya bisa sangat total pokoknya pada hal-hal tertentu. 
Tapi karena mbak tadi sudah sangat ramah dan sampai ingat pesanan saya tanpa saya harus bilang. Kalo nantinya ketemu lagi kemudian saya tetep nggak bikin member kok saya nggak enak. Dih. Wkwkw. Asli nggak enak. Maka dikantor saya daftar member. 16 digit nomor KTP yang biasanya malas sekali diketik kali ini saya mau usaha sedikit deh. dan berhasil. 

Besokannya masih dijam yg sama, tapi agak mendung, ngos-ngosan karena jalan kaki dari kantor ke Indomart, kali ini sebelum mbak barista itu bilang apa-apa saya udah pamer duluan. Saya punya member mbak. Saya dan dia tertawa bareng.

Tapi sedihnya, suatu siang saya nggak lagi menemukan dia di Indomart dekat kantor saya itu. Kata teman sesama baristanya dia dirolling ke Indomart lain? Dan kenapa hari ini saya cerita tentang point kopi adalah karena tadi siang saya agak gabut jadi muter-muter tak tentu arah, yang akhirnya memutuskan untuk beli kopi di suatu Indomart yang nggak kaya biasanya saya beli. Guess what? Saya ketemu mbak barista itu dan kita kaya orang yang udah kenal lama. Dia bilang, andaikan tahu nomor hp saya, dia akan ngabarin kalo di rolling. Saya dan dia bahkan janjian mau nongkrong berdua minggu depan. Duh gong banget ini sih. 





-Saya pasti pulang-
Share: