Harga lupa
Beli di Gramedia
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tahun 2021
Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.
-Saya pasti pulang-
Ada sebuah buku yang pernah saya baca. Tapi waktu saya baca buku ini, saya lagi lamaaaa sekali nggak nulis. Alasannya? saya nggak suka tulisan saya dibaca orang yang saya kenal. Lebih lengkapnya, saya nggak suka tulisan saya dibaca oleh orang yang saya kenal dan berpotensi ketemu secara langsung. Itu dulu. Sekarang? Sama. Tapi di tahun itu imbasnya adalah saya jadi males nulis blog. Saya alihkan ke journal.
Oke balik lagi ke Sherlock Holmes. Siapa yang nggak pernah dengar nama detektif fiktif ini? minimal dengar pasti pernah ya. Karena akhir-akhir ini Sabtu Minggu saya sering saya habiskan dirumah, saya menyelesaikan 4 sesion sherlock holmes dalam 2 minggu (4 sesion ini sudah pernah saya tonton sebelumnya di tahun 2017/2018) Jadi kali ini saya rewatch. Karena nonton filmnya lagi, saya jadi ingat buku yang saya pernah baca itu. Jadi mau saya review sekarang.
Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.
“Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”
“Tentang kejadian aneh seekor anjing di malam hari.”
“Anjing itu tidak melakukan apa pun di malam hari.”
“Itulah kejadian anehnya,” ujar Sherlock Holmes.
― Arthur Conan Doyle, Silver Blaze
“Tidak ada yang lebih menipu daripada fakta yang jelas.”
― Arthur Conan Doyle, Misteri Lembah Boscombe - Sebuah Cerpen Sherlock Holmes
Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat legendaris sejak 1887 hingga sekarang. Ia pun sering diangkat ke layar lebar juga serial televisi. Mengapa masih banyak orang yang terpaku pada Sherlock Holmes? Itu karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah rumit dengan sangat mudah. Ia adalah sosok pahlawan super genius yang ingin kita wujudkan dalam diri kita. Karena saya tahu dia fiktif sebenarnya saya nggak ingin-ingin banget berpikir ala dia ya. Tapi ada hal yang sama antara saya dan sherlock holmes, bukan kepintarannya pasti ya. Wkwkw. Adalah sebuah prinsip bahwa : Tidak perlu tahu segalanya, tapi pahami hal penting dengan dalam. Ya betul, kadang teman saya heran kenapa saya begitu gobloknya dalam sebuah hal tapi tidak hal lain. Dengan mudah mengingat detail kebiasaan orang asing yang baru setengah jam ketemu, tapi susah mengingat arah mata angin. Susah mengingat nama orang, tapi dengan gampang mengingat deretan angka yang panjang. Sebelum saya nonton atau baca novel mengenai sherlock holmes saya sudah memiliki prinsip demikian. Saya juga tidak paham nama-nama politikus, atau hal yang sedang terjadi didalamnya. Pengetahuan saya tentang hal itu ZERO. Selain itu, tidak ada lagi persamaan saya sama sherlock holmes. Wkwkk.
Ini adalah ringkasan dari buku yang saya baca tersebut.
MIND MAP: Berpikir ala Sherlock Holmes
SHERLOCK HOLMES THINKING
│
──────────────────────────┼──────────────────────────
│
OBSERVASI
- Perhatikan detail kecil
- Gunakan semua indera
- Jangan sekadar melihat
│
│
DEDUKSI
- Gabungkan fakta
- Tarik kesimpulan logis
- Hindari tebakan tanpa bukti
│
│
BERTANYA
- Kenapa?
- Bagaimana?
- Apa penyebabnya?
│
│
PENGETAHUAN
- Fokus pada yang penting
- Perluas wawasan
- Simpan info yang berguna
│
│
POLA
- Cari hubungan antar kejadian
- Hubungkan fakta kecil
- Lihat gambaran besar
│
│
LOGIKA
- Jangan terburu-buru
- Uji semua kemungkinan
- Pilih yang paling masuk akal
Berikut adalah beberapa contoh observasi dan deduksi ala Sherlock Holmes:
1. Mengetahui Profesi Seseorang (Contoh Umum)
Observasi: Seseorang memiliki kulit tangan kanan yang lebih kasar, kapalan di jari tengah, dan sedikit noda tinta di ujung jari telunjuk.
Deduksi: Dia adalah seorang penulis atau pegawai administrasi yang banyak menulis manual, bukan sekadar mengetik, karena kapalan khusus pada jari tengah menunjukkan penggunaan pena yang intensif.
2. Mengetahui Kebiasaan & Perjalanan (Koper Norwood)
Observasi: Menemukan koper di lokasi kejadian yang berselimut debu tipis, namun pegangannya bersih, serta ada bekas stiker hotel yang baru dilepas.
Deduksi: Pemilik koper baru saja melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta (debu), memegang koper tersebut secara intensif (pegangan bersih), dan berusaha menyembunyikan identitas hotel tempatnya menginap (stiker dilepas).
3. Mengetahui Latar Belakang & Ekonomi (Kasus Fiksi)
Observasi: Seorang pria memakai sepatu yang mengkilap, tetapi ada bekas keausan yang tidak rata di bagian tumit luar, dan kancing jasnya sedikit longgar.
Deduksi: Pria ini peduli pada penampilan (sepatu mengkilap) namun mungkin sedang mengalami masalah keuangan atau terburu-buru (kancing longgar), dan dia memiliki cara berjalan yang tidak seimbang yang mungkin disebabkan oleh cedera lama atau kebiasaan duduk tertentu.
4. Mengetahui Tindakan Terakhir (Analisis Lingkungan)
Observasi: Di sebuah ruangan, ada abu cerutu yang berserakan di sebelah kanan kursi, namun majalah yang terbuka berada di sebelah kiri, dan gelas air minum kosong berada jauh di meja seberang.
Deduksi: Seseorang yang merokok (kanan) membaca majalah (kiri) dan bangkit dari kursi untuk menaruh gelas, menunjukkan bahwa dia tidak sendirian atau dia melakukan aktivitas terburu-buru sebelum pergi.
Apakah kita mungkin untuk mengikuti bagaimana Sherlok Holmes berifkir? Jawabannya tidak mungkin. Mendekati pun tidak. Dia adalah tokoh fiktif. Tapi ada yang bisa ditiru dari kebiasaan holmes saat berpikir dia buntu. Yaitu dia membuat jeda dan refleksi. Sering kali Holmes menghisap pipa atau bermain biola saat menghadapi kasus sulit. Ini adalah teknik untuk menjauh sejenak dari masalah agar otak bawah sadar dapat mengolah informasi secara lebih jernih. Jadi jika otakmu rasanya akan meledak ketika memikirkan jalan keluar suatu hal. Berhenti dulu. Kontrolnya ada di diri kamu sendiri, nggak usah nunggu stroke dulu baru berhenti. Telat!
Berhenti dulu. Dunia bisa nunggu! :)
-Saya pasti pulang-
0 komentar:
Posting Komentar