Tampilkan postingan dengan label sore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sore. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2026

Dulce Et Utile

Ada satu novel yang menuliskan dulce et utile. Langsung googling dan mencari tahu dong. Konsep dulce et utile berasal dari pemikiran Horatius, seorang penyair Romawi kuno. Secara harfiah: dulce = menyenangkan / indah, utile = bermanfaat / berguna.

Jadi, dulce et utile berarti karya (terutama sastra atau seni) sebaiknya tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat atau pelajaran. Penjelasannya sederhana karya yang baik itu yang seperti apa? enak dinikmati (seru, menarik, indah) tapi juga harus ada ada isinya (mengandung pesan moral, ilmu, atau nilai kehidupan).

Contoh, cerita anak yang lucu tapi mengajarkan kejujuran. Film yang seru tapi mengandung pesan tentang persahabatan. Puisi indah yang menyampaikan makna kehidupan. Intinya karya yang baik adalah karya yang menghibur sekaligus mendidik. Kalau hanya lucu tapi tidak bermakna artinya kurang “utile”. Kalau hanya serius tapi membosankan kurang “dulce”. 

Contoh satu lagi :

Malam itu tenang. Angin berhembus pelan di sekitar sumur tua yang menghubungkan dua zaman.
Kagome duduk di tepinya, menatap langit penuh bintang.
“Sha...” gumamnya pelan. Kagome memanggil Inuyasha, karena kalo manggilnya inu, artinya jadi njing! Doh. 
Tiba-tiba, terdengar suara langkah ringan di belakangnya.
“Kau di sini rupanya.”
Kagome menoleh. Inuyasha berdiri dengan wajah biasa tapi matanya menyimpan sesuatu yang berbeda malam itu. Bukan bintitan ya. Ini cerita romantis lho, masa iya tokoh utamanya bintitan.
“Kau kenapa sendirian?” tanya Inuyasha.
Kagome terbahak-bahak tersenyum tipis. “Aku cuma berpikir… tentang kita. Tentang dua dunia yang berbeda.”
Inuyasha mendengus pelan, lalu duduk di sampingnya. “Kalau itu masalahnya, tinggal pilih saja. Kau mau di mana.”
Kagome menatapnya dengan mata bintitnya. “Tidak sesederhana itu. Di sana ada keluargaku… tapi di sini, ada kamu.”
Hening sejenak.
Untuk pertama kalinya, Inuyasha terlihat ragu. Ia menggenggam tangan Kagome, canggung, tapi hangat. Kayaknya kagome kolesterol nggak sih, masa malam-malam, angin berhembus tapi tangannya hangat?
“Kalau kau pergi… aku tetap di sini. Tapi…” ia menunduk kemudian meneruskan kembali. “…aku tidak akan berhenti menunggumu.”
Kagome terdiam. Hatinya bergetar. Kakinya juga bergetar, karena dia pakai rok pendek kan? “Kenapa?” bisiknya.
Inuyasha menghela napas, lalu berkata pelan, “Karena kau… rumahku.”
Air mata Kagome jatuh tanpa suara (iyalah tanpa suara, kalo bersuara namanya banjir bandang). Ia menggenggam tangan Inuyasha lebih erat. “Mungkin aku tidak bisa selalu ada di satu dunia…” kata Kagome, “tapi aku akan selalu memilih untuk kembali padamu.”
Angin malam berhembus, membawa kehangatan yang tak terlihat.
Di antara dua dunia, mereka akhirnya mengerti satu hal, ini bukan tentang di mana kita berada, tapi tentang siapa yang selalu kita pilih untuk kembali.


Lalu dimana letak dulce et utile pada cerita diatas?
Dulce-nya: cerita ini dibuat menggunakan tokoh yang mungkin milenials pasti tahu dan bernostalgia
Utile-nya: pembaca tidak lagi merekam percintaan inuyasha dan kagome sebagai hal serius, tapi direplace menjadi cerita absurd yang membuat pembaca agak ingin "nabok" penulisnya. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Einsten : Tuhan Tidak Bermain Dadu

Ucapan “Tuhan tidak bermain dadu” adalah kalimat terkenal dari Albert Einstein untuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap teori fisika kuantum. Maksudnya bukan benar-benar tentang Tuhan sedang bermain dadu. Itu adalah kiasan (metafora). Einstein percaya bahwa alam semesta berjalan dengan aturan yang pasti dan teratur, bukan berdasarkan kebetulan atau acak. Menurutnya, jika kita memahami hukum alam dengan cukup baik, semua kejadian seharusnya bisa dijelaskan secara pasti.

Masalahnya, dalam Quantum Physics, para ilmuwan menemukan bahwa partikel kecil (seperti elektron) tampaknya bergerak secara probabilitas atau kemungkinan, bukan kepastian. Contohnya, kita tidak bisa tahu posisi pasti elektron secara bersamaan dengan kecepatannya hanya peluangnya saja.

Karena tidak setuju dengan gagasan bahwa alam bersifat acak, Einstein berkata “God does not play dice with the universe.” Artinya Einstein merasa Tuhan atau hukum alam tidak menciptakan dunia secara acak, melainkan dengan aturan yang pasti dan tersembunyi.

Menariknya, fisikawan lain seperti Niels Bohr membalas secara terkenal kemudian menjawa : “Einstein, stop telling God what to do.” Wkwkw. Sampai sekarang, perdebatan soal apakah alam semesta benar-benar acak atau sebenarnya punya aturan tersembunyi masih menjadi topik besar dalam fisika. Einstein ingin mengatakan bahwa menurutnya alam semesta tidak berjalan karena kebetulan, tetapi karena hukum yang teratur dan pasti.

Berikut urutan penciptaan bumi menurut tafsir Al-Qur’an (step by step) berdasarkan gabungan ayat-ayat Al-Qur’an dan penjelasan para ulama tafsir.
1. Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa
Awalnya Allah berkehendak menciptakan alam semesta. Penciptaan terjadi dalam enam masa, sebagaimana disebut dalam Quran (misalnya Surah Al-A’raf: 54 dan Fussilat: 9–12).
“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa…”
2. Langit dan bumi dahulu dalam keadaan menyatu
Menurut Surah Al-Anbiya ayat 30, langit dan bumi disebut dahulu “rata” (menyatu/tertutup) lalu dipisahkan oleh Allah.
“…langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya…”
Sebagian mufasir menafsirkan ini sebagai awal mula penciptaan alam sebelum terbentuk seperti sekarang.

3. Allah menciptakan bumi
Dalam Surah Fussilat ayat 9 dijelaskan bahwa Allah menciptakan bumi terlebih dahulu dalam dua masa.
“Katakanlah: pantaskah kamu kafir kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa…”
Artinya bumi mulai dibentuk atas kehendak Allah.
4. Gunung dan keberkahan bumi ditetapkan
Setelah bumi diciptakan, Allah menjadikan gunung-gunung, keberkahan, dan menyiapkan rezeki bagi makhluk.
“Dia menciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh… dan menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)-nya…”Surah Fussilat ayat 10
Ini dipahami sebagai tahap penyiapan bumi agar layak dihuni.
5. Allah mengatur langit
Kemudian Allah menuju penciptaan langit yang saat itu digambarkan seperti asap (dukhan).
“Kemudian Dia menuju ke langit dan langit itu masih berupa asap…”Surah Fussilat ayat 11
Lalu Allah menyempurnakan menjadi tujuh langit.
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa…”Surah Fussilat ayat 12
6. Air diturunkan dan tumbuhan tumbuh
Allah menjadikan air sebagai sumber kehidupan dan menumbuhkan tanaman.
“…Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup…” Surah Al-Anbiya ayat 30
Hujan, sungai, tumbuhan, buah-buahan, dan hewan menjadi bagian dari kehidupan bumi.
7. Penciptaan makhluk hidup
Allah menciptakan berbagai makhluk: hewan, tumbuhan, jin, dan malaikat sesuai kehendak-Nya.
8. Penciptaan Nabi Adam AS
Allah menciptakan Adam dari tanah sebagai manusia pertama.
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” Surah Al-Baqarah ayat 30
9. Manusia menjadi khalifah di bumi
Manusia diberi amanah untuk menjaga, mengelola, dan berbuat baik di bumi.

Dunia dan isinya dibuat tidak dalam semalam, tapi membutuhkan waktu 6 masa. Masa yang dimaksud mungkin bukan masa buatan manusia yang 24 jam? 1 bulan? 1 Tahun? Ya bukan. Tapi semuanya butuh waktu dan secara teratur akhirnya sampailah pada step dimana kita adalah manusia yang ditunjuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah itu ibarat admin bumi tugasnya menjaga sistem tetap baik, bukan malah ikut bikin bug. Tugas manusia sebagai khalifah di bumi itu bukan cuma numpang makan, tidur, terus bikin drama. Kita disuruh jaga bumi, berbuat baik, bantu sesama, dan jangan bikin bumi makin berantakan kayak kamar lu kalo habis cari charger. Kocak!

Einstein percaya semesta teratur. Kita juga percaya karena di Alquran sudah jelas step by stepnya bahwa semesta ini dibuat Allah dengan teratur. Jadi kalau hidup lagi berantakan, mungkin bukan artinya Tuhan main dadu, mungkin kita yang lupa baca petunjuk, mungkin hidup lu emang mode mystery box, mungkin yang salah bukan quotes-nya Einsten tapi keputusan lu di jam 2 pagi.





-Saya pasti pulang-
Share:

Eh, Orang Ketujuhnya Mana?

Sekelompok remaja itu menghitung ulang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Lengkap. Tapi jika ditanya siapa orang ketujuh yang duduk di ujung dari urutan itu? Mungkin empat remaja diantaranya tidak akan ingat. Yang mereka ingat, photo tahunan mereka menjadi formasi yang sangat simetris dan estetik.

Sekelompok remaja itu menghitung ulang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Lengkap. Tapi jika ditanya siapa orang ketujuh yang pergi ke perpustakaan paling rajin untuk mencari bahan materi diskusi kelompok pelajaran bahasa Indonesia? Mungkin empat remaja diantaranya tidak akan ingat. Yang mereka ingat, kelompok itu dapat nilai gemilang.

Sekelompok remaja itu menghitung ulang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Lengkap. Tapi jika ditanya siapa orang ketujuh yang menyediakan rumah untuk basecamp? Mungkin empat remaja diantaranya tidak akan ingat. Yang mereka ingat, rumah itu sepi, tak pernah ada orang tua, mereka bebas membuka kulkas, menghabiskan jajanannya, tiduran dan sebagainya.

Sekelompok remaja itu menghitung ulang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Lengkap. Tapi jika ditanya siapa orang ketujuh yang pertama kali mereka cari ketika butuh pendengar? Mungkin empat remaja diantaranya tidak akan ingat. Yang mereka ingat, orang ketujuh ini selalu ada bagi siapapun yang butuh didengar. 

Orang ketujuh ini bisa membuat dirinya tidak terlihat, bahkan jika dalam keramaian. Orang ketujuh ini tak pernah menampakan emosinya. Pagi, siang, malam. Berbulan-bulan, selama tiga tahun di Sekolah Menengah Atas template mukanya sama. Bahkan ketika ditanya, "Kenapa ibumu tak pernah dirumah?". Tak ada jawaban, ia hanya tersenyum kemudian dengan tekun kembali membaca buku atau menuliskan sesuatu di buku. Tak ada yang benar-benar menunggu jawabannya. 

Orang ketujuh adalah orang yang keberadaannya seperti angka pelengkap dalam hitungan selalu ada agar formasi tampak utuh, tetapi jarang benar-benar dilihat. Orang yang hafal suara tawa teman-temannya, kebiasaan mereka saat sedih, cara mereka menyembunyikan marah, bahkan tahu siapa yang sedang pura-pura kuat, tetapi tak pernah benar-benar punya kesempatan untuk membiarkan orang lain menghafal dirinya dengan cara yang sama. 

Tidak diduga, setelah bertahun-tahun orang ketujuh itu rindu menjadi orang ketujuh yang duduk di ujung, cukup dekat untuk mendengar semuanya, tetapi cukup jauh untuk tidak terlalu diperhatikan. Aneh memang, merindukan posisi seseorang yang nyaris terlupakan. Namun mungkin karena saat menjadi orang ketujuh, orang ketujuh tidak harus menjelaskan banyak hal. Tidak ada yang benar-benar bertanya terlalu dalam, tidak ada yang memaksa membuka pintu yang selama ini kututup rapat. Kesedihan bisa disimpan rapi seperti buku-buku di rak perpustakaan, terlihat ada, tapi tak pernah disentuh.

Kini mantan orang ketujuh mulai mengerti, ternyata melelahkan juga menjadi manusia yang dianggap. Semakin dewasa, semakin banyak hal yang menuntut untuk dipikul, semakin sedikit ruang untuk sekadar duduk diam dan menjadi tidak penting, tanpa pernah bertanya apakah punya tempat pulang ketika dunia terasa terlalu ramai.

Atau mungkin, sebenarnya rindu itu bukan  rindu menjadi orang ketujuh itu, yang sebenarnya ingin dilakukan lagi adalah orang ketujuh itu juga ingin dicari, BUKAN KARENA AKU BERGUNA, tetapi karena orang ketujuh itu adalah orang ketujuh yang utuh, orang ketujuh juga ingin ditanya kabarnya lalu ditunggu jawabannya, orang ketujuh juga ingin suatu hari nanti, ketika orang menghitung satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, ada seseorang yang berhenti sejenak lalu berkata, “eh, orang ketujuhnya mana?”.



-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 14 Mei 2026

Lebih belapa ciii? Ental aku kaci kembalian!

Membandingkan merupakan kegiatan melihat persamaan dan perbedaan antara dua hal atau lebih untuk memahami kelebihan, kekurangan, maupun ciri khas masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering melakukan perbandingan, misalnya membandingkan harga barang sebelum membeli, membandingkan hasil belajar, atau membandingkan dua pendapat untuk menemukan pilihan yang paling tepat. Dengan membandingkan, seseorang dapat berpikir lebih kritis, mengambil keputusan secara bijak, serta memahami suatu hal dengan lebih mendalam. Namun, membandingkan juga perlu dilakukan secara adil dan objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penilaian yang tidak tepat.

Entah siapa yang mulai perbandingan absurd itu. Bayangkan saja, ada orang membandingkan Nobita Nobi melawan Goku dalam duel kekuatan. Katanya, “Masih menang Nobita, soalnya punya alat ajaib.” Lah, ini seperti membandingkan sandal jepit lawan roket luar angkasa. Di satu sisi, Goku bisa menghancurkan planet sambil teriak setengah episode, di sisi lain, Nobita baru panik karena PR matematika dan lupa naruh pintu ke mana saja. Belum selesai, muncul lagi debat siapa lebih kuat antara SpongeBob SquarePants dan Naruto Uzumaki. Ya jelas tidak seimbang yang satu bisa jurus seribu bayangan, yang satu lagi bahkan tetap semangat walau diremas jadi spons kotak. Kadang internet memang tempat di mana logika libur dan hiburan masuk kerja lembur. 

Jadi, kawan, kalau kamu sedang dibanding-bandingkan, jangan langsung dimasukkan ke hati, nanti hati kamu penuh sesak, kayak lemari yang isinya baju “nanti dipakai” tapi nggak pernah dipakai. Kalau kamu lagi berada di posisi seperti Nobita atau SpongeBob, tenang saja. Yakinlah, tanpa mereka dunia kartun cuma akan jadi kumpulan tokoh OP yang terlalu sempurna dan membosankan. Coba bayangin kalau di dunia cuma ada tokoh kuat, keren, nggak pernah salah, dan rambutnya selalu bagus walau habis perang, lah, terus kita para rakyat biasa mau relate sama siapa? Nobita mungkin cengeng, tapi tanpa dia, siapa yang bikin kita percaya kalau anak yang sering kena marah guru pun masih bisa punya petualangan seru. SpongeBob mungkin absurd dan terlalu semangat, tapi tanpa dia, siapa yang ngajarin kita kalau hidup bisa tetap konyol meski bos galak, tetangga jutek, dan kerjaan kadang bikin pengen rebahan permanen.

Maka, saat ada orang sok percaya diri membandingkan kamu sambil bilang, “Dia lebih dari kamu” tataplah mereka dengan tenang. Tarik napas, pasang wajah penuh wibawa, lalu mendelik sedikit, sekadar dramatisasi, bukan kerasukan ya. Yang waras. Wkwkwk. (Versi ekstremnya kalo kamu bisa, dicoba sambil colok mata, tapi jangan dink, kita cari lucu, bukan perkara pidana). Lalu katakan dengan lantang, penuh harga diri dan sedikit logat bocah warung: “Lebih belapa ciii? Ental aku kaci kembalian!” Karena kadang orang terlalu sibuk membandingkan sampai lupa bahwa nggak semua tokoh harus jadi Goku. Dunia juga butuh Nobita, SpongeBob, dan kamu, si pemeran utama yang kadang ngaco tapi tetap bikin cerita hidup jadi seru. Ehe.

-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 08 Mei 2026

Hai Millenials, Apa Kabar? Kalian Pakai Canva dan Capcut?

Jaman saya kuliah ada mata kuliah desain grafis. Disana saya mempelajari warna, tata letak (layout), fotografi, ilustrasi digital, sampai UI/UX untuk media cetak dan digital. Dan semuanya memakai photoshop dan corel. Nilai saya? Lumayanlah. Sebenarnya saya kebantu karena saya pendiam jadi saya tidak terlalu dikenal oleh dosen desain grafis saya. Yang mana kalo dikenal, pasti beliau akan ngeh kalo semua desain saya hanya terdiri dari 2 warna yaitu hitam dan putih. Tak ada warna lain. Sungguh. Bukan karena saya suka dua warna itu, tapi entah kenapa saya nggak bisa memilih warna apa yang cocok dengan apa. Ketika desain saya sudah jadi berwarna hitam dan putih tentunya, kemudian ikut-ikutan temen, menambahkan warna yang katanya bisa dijadikan point of view, saya lihatnya jadi mengganjal banget. Padahal lihat desain milik teman saya warna-warni lucu. Tapi kok ketika diterapkan ke desain saya, rasanya aduhay, pengen hapus, hapus hapus. Wkwk.

Hal ini bahkan terbawa ketika bekerja. Waktu saya mengerjakan project untuk membuat data statistik dalam bentuk buku ASN dalam angka, saya membuat covernya berupa warna hitam dan putih. Sudah. Beneran nggak ada warna lain. Kecuali halaman  2 dimana ada warna bendera merah putih. Itu saja. yang lain hitam putih. Ketika melihat hasil karya senior-senior saya terdahulu yang warnanya oke banget, saya sebenernya agak ngeper. Tapi, ketika saya mencoba memasukan warna lain ke desain covernya, saya pengen hapus pokoknya hapus. Ya akhirnya atasan saya nyerah sih dengan argumen saya yang bilang bahwa isi dibuku itu lebih penting dari covernya, bahwa hitam dan putih itu sederhana dan begitu seharusnya pegawai pemerintahan, bahwa hitam dan putih itu adalah basic dan tidak memihak pada partai politik manapun termasuk pada bupati yang sedang menjabat pada saat itu dan ya, buku itu tetap masuk ke percetakan di tahun 2021. 

Jadi kalo kakak atau teman saya minta tolong untuk desain produk mereka, saya garuk-garuk juga. Iya saya kuliah di IT, tapi tidak lantas saya ahli dalam bidang desain dan semacamnya. Saya suka photografi hanya sebagai hobi saja. Tapi itu sangat berbeda dengan desain.

Ndilalah, tahun ini kemudian saya dipercaya masuk ke tim media sosial lagi di kantor saya. Mungkin mereka juga mengira semua IT ahli dalam bidang desain dan media sosial. Padahal itu hal yang berbeda sama sekali. Tahun-tahun sebelumnya anggota tim-nya adalah teman seumuran, atau atasan yang lebih tua. Tapi tahun ini gebrakannya luar biasa, saya yang kaku kemudian harus duduk semeja dengan anggota tim yang sebagian adalah gen Z. Tapi sungguh Allah Maha Tahu, disinilah kemudian keajaiban dimulai. Mendengarkan keasbunan mereka tu hiburan banget. Menjembatani pikiran mereka dan pikiran baby boom itu kadang menguras pikiran banget. Tapi Alhamdulillah selama ini bisa dan makin mahir.

Kadang saya juga nontonin mereka mengedit photo atau video untuk media sosial kantor. Biasanya mereka pakai Canva atau Capcut. Mendesain bukan lagi hal yang susah dengan canva, Sudah ada desain awal, tinggal menambahkan elemen ini itu, dan kemudian jadi. Hanya saja perasaan seni itu tetap dibutuhkan, itu yang tidak bisa dipelajari dimana-mana. Rasa. Kemudian saya mikir, apa ada aplikasi yang serupa dengan canva atau capcut?

Berikut adalah daftar web alternatif Canva berdasarkan fungsinya:
Alternatif Desain Umum & Media Sosial
Adobe Express: Pilihan terbaik dengan fitur lengkap dan template profesional.
Snappa: Antarmuka cepat dan intuitif, fokus pada desain media sosial.
Desygner: Cocok untuk membuat konten marketing dengan cepat.
Wepik: Bagian dari Freepik, menawarkan template modern dan gratis.
Easil: Menyediakan template dengan desain trendy.

Alternatif Edit Foto & Desain Kreatif
Pixlr: Alat edit foto berbasis web yang sangat kuat.
BeFunky: Mudah digunakan untuk kolase dan pengeditan foto.
PicMonkey: Fokus pada touch-up foto dan desain grafis sederhana.
Photopea: Alternatif Photoshop berbasis web yang canggih.
Colorcinch: Editor foto dan efek artistik.

Alternatif Infografis & Presentasi
Visme: Sangat baik untuk membuat presentasi dan visualisasi data.
Piktochart: Spesialis dalam infografis dan laporan visual.
Venngage: Fokus pada infografis profesional.
Slidesgo: Spesialis template presentasi. 

Alternatif Desain Vektor
Vectr: Alat desain vektor gratis yang bisa digunakan langsung di browser.
Figma: Sangat populer untuk desain antarmuka (UI/UX) dan vektor



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 01 Mei 2026

Penyihir dan Kucing Hitam

Bagi mereka aku adalah penyihir
Kalau begitu aku akan jadi kucing hitam
Kenapa bukan sapu? Bisa dibawa kemana-mana
Kenapa bukan panci ramuan? Lebih berguna

Aku cemburu bagaimana kamu tidak pernah marah pada kucing
Aku cemburu bagaimana suaramu berubah imut ketika memanggil kucing
Aku cemburu bagaimana seekor kucing asing liar korengan
Bisa membuat pupil matamu membulat lucu dan menggemaskan

Aku akan menjadi kucing hitam yang menggelayut dikakimu
Aku akan menjadi kucing hitam yang menganggumu
Aku akan menjadi kucing hitam paling bahagia didunia 
Karena bisa selalu dekat denganmu, penyihir



-Saya pasti pulang-
Share:

Di Kuburan Banyak Bunga Kamboja

Suatu pagi aku bertemu kakek tua yang suka mancing di kali
Marah-marah dia bilang
Setiap hari mancing tidak dapat ikan
Tapi aku lirik ember itu penuh ikan

Sorenya aku bertemu kakek tua itu di taman 
Marah-marah lagi dia bilang
Dari pagi sampai sore, tak ada bunga yang mekar
Tapi keranjangnya penuh bunga

Siangnya sebelum kakek itu memanggilku lagi
Aku bertanya lebih dulu
Kakek ingin ikan apa? Dengan sopan
Kakek ingin bunga apa? Dengan santun

Sarden, kembung, cakalang! 
Katanya sambil teriak-teriak menggila
Kamboja! Kamboja! Kamboja!
Kali ini dia mengambil parang

Lalu kenapa kau mancing di kali? 
Kulempar pancing dan embernya
Lalu kenapa kau pergi ke taman mawar? 
Kubuang keranjang bunganya

Lalu Kau berharap apa? 
Kubanting kakek itu sekaligus parang ditangannya
Kutendang otaknya yang hanya pemanis kepala
Menggelinding otak itu ke kuburan ketemu kamboja yang ia harapkan



-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 20 April 2026

Apa Yang Saya Pikirkan Ketika Saya Lari

Tulisan ini terinspirasi dari buku What I Talk About When I Talk About Running milik Haruki Murakami. Tulisan saya bukan Apa yang Saya Bicarakan Saat Saya Berbicara Tentang Lari melainkan Apa Yang Saya Pikirkan Ketika Saya Lari.

Pada dasarnya saya tidak suka berkompetisi. Jiwa kompetisi saya dari 10 sepertinya 0. Dalam hal apa? Apapun. Satu-satunya yang bisa membuat saya berkompetisi adalah diri saya sendiri melawan diri saya sendiri untuk memenangkan diri saya sendiri. Tapi apakah kemudian saya menjadi orang yang kolaboratif? Mudah diajak kerja sama? TIDAK. Saya lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri. Maka ketika saya mulai berlari di tahun 2017, motivasi saya bukan untuk mendapatkan medali, bukan untuk menang perlombaan, bukan untuk suatu hal yang kaitannya memenangkan sesuatu, apapun itu. 100% karena saya butuh berolahraga untuk menyalurkan dorongan dalam diri saya yang ingin bergerak, tapi tidak suka keramaian. 

Sejak kapan saya lari? Sejak tahun 2017. Pada tahun itu belum musim klub lari di kota saya, belum semusim sekarang yang semua orang mengenal apa itu pace, belum seperti sekarang dimana banyak sekali ajang lomba lari yang dapat medali. 

Pernah ingin dapat medali? Pernah. Tapi nggak pernah saya realisasikan. Untuk ikut lomba kira-kira harus mengeluarkan biaya 200.000 rupiah per orang. Nantinya akan dapat jersey, produk sponsor, dan photo-photo kekinian. Saya tidak mau mengeluarkan uang 200.000 untuk mendapatkan jersey dengan produk sponsor yang tertempel dijersey yang saya bayar. Kalo mau, saya dong yang dibayar karena pakai jersey dengan produk sponsor itu. Wkwkw. Intinya, 200.000 rupiah kalo ditambahkan 2.400.000 bisa dapat smart watch yang saya dengan sangat suka rela beli, tapi kalo 200.000 dapat jersey yang ditempelin produk sponsor saya nggak mau. Bingung kan? Nggak usah bingung, saya rela beli ayam McD sesuai harga pada umumnya, kemudian karena jumlah pesanan saya agak banyak, saya diberi stiker yang kalo ditempel dimobil saya, lain kali kalo saya beli ayamnya McD lagi saya dapat harga lebih murah dari harga normal dengan tanda stiker McD itu. Apakah kemudian saya mau pasang stiker itu? TIDAK. Saya tidak ingin dilabeli. Kecuali, saya duluan yang ingin label itu.

Pertama kali lari apa yang dipikirkan? Waktu pertanyaan ini dilontarkan teman saya yang belum terbiasa lari, saya tersenyum. Karena itu adalah hal yang paling ribet yang pernah saya pikirkan sebelum lari. Saya takut ketemu orang. Apalagi orang yang dikenal. Wkwkw. Sebelum itu terjadi, otak saya sudah buat skenario yang menakut-nakuti diri saya sendiri. Gimana kalo begini, gimana kalo begitu. Tapi saya tetap lari. Sampai hari ini. Dan hari ini pikiran itu tidak ada lagi. Diri saya yang takut kalah dengan diri saya yang mau nggak mau butuh lari untuk mengeluarkan energi. Saya memang menghindari keramaian ketika membuat rute berlari. Tapi bukan lagi untuk menghindari orang yang dikenal. 

Saya ingat pertama kali lari saya kurang pemanasan. Hasilnya? Ya karena saya nggak sakti-sakti amat akhirnya saya cidera, wkkwwk. Setelah itu saya berusaha cari-cari tahu tentang bagaimana teknik lari yang benar, pemanasan itu bagaimana, makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan sebelum lari. Dan saya pakai pelatih! Iya betul, di tahun 2018 akhirnya saya memutuskan memakai pelatih. Bukan supaya jadi atlit, tapi untuk bisa berlari dengan benar, tanpa cidera. Karena sepertinya saya sudah sangat jatuh cinta dengan olahraga ini. 

Selama menekuni hobi saya ini, beberapa kali saya mengalami cidera sekalipun sudah terbiasa. Ini paling sering, entah sudah ke berapa kali saya mengalami runner's toe (disebabkan oleh trauma berulang berupa pendarahan di bawah kuku (hematoma subungual) akibat gesekan kuku dengan sepatu saat berlari), runner's knee sekali karena selama 30 hari saya lari tiap pagi tanpa istirahat sehari pun, plantar fasciitis (nyeri tumit) 1 kali tapi dua minggu nggak hilang karena half marathon. Saya juga pernah kesrempet mobil saat lari. Kalo dikejar orang gila termasuk cidera nggak? Karena ini juga pernah. Wkwk.

Apakah kaki menjadi besar setelah berlari? Sejak lahir, ibu saya menurunkan kaki yang memang sudah besar. Jadi kalo maksudnya berotot, iya. Tapi kalo kaki kamu ramping kemudian lari jadi besar, sepertinya tidak. 

Jika kamu mau mulai lari, selain pemanasan, musik yang kamu sukai akan sangat membantu. Apalagi kalo tempo nya agak cepat. Tapi, disesuaikan dengan kesukaan saja. Ini tips. 

Apa Yang Saya Pikirkan Ketika Saya Lari? Mengutip dari tulisan milik Haruki Murakami. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ranah pekerjaan, berkompetisi dengan orang lain bukanlah cara hidup yang kucari. Jika saya pernah menang lomba menulis, atau rangking 1 saat diklat penanganan insiden kebocoran akses data dikantor atau menjadi ketua tim untuk suatu proyek pekerjaan, maka itu bukan karena saya niat berkompetisi, swear! Wkwkw. Pokoknya saya jadi diri sendiri sajalah tahu-tahu menjadi ini itu. 

Manusia memiliki nilai di dalam diri mereka dan cara hidup masing-masing, begitu juga aku. Perbedaan kadang menimbulkan ketidak setujuan dan kombinasi berbagai ketidaksetujuan itu bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas. Hasilnya, terkadang saya harus menerima kritik yang tak beralasan. Tentu saja tidak menyenangkan jika disalahpahami atau dikritik orang lain. Hal itu merupakan pengalaman yang menyakitkan dan kadang membuat hati sangat terluka.

Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, sedikit demi sedikit aku memahami bahwa kepedihan ataupun sakit hati merupakan hal yang diperlukan dalam hidup. Fakta bahwa manusia dapat menciptakan diri mereka sendiri sebagai makhluk individu yang mandiri karena setiap orang berbeda satu sama lain, jika dipikirkan oleh otakku adalah hal itu tepat. Dan jika diotakmu tidak tepat, ya tidak apa-apa. 

Ambillah contoh, aku yang terbiasa bekerja dengan kode pemrograman, menulis buku ketika dirumah, bukan di pelayanan, bukan bertemu langsung dengan manusia, maka ketika ada kesalahan pada aplikasi, aku akan lebih cepat bisa menyelesaikan masalah tersebut ketimbang orang lain yang berbeda bidang dengan aku. Jika ada detail bahasa yang kurang tepat, aku akan lebih ngeh ketimbang orang lain yang tidak hobi membaca apalagi menulis buku. Tapi kemudian aku tidak terlalu pintar membuka percakapan dengan orang asing sekalipun itu dengan anak kecil, berbeda dengan temanku yang suka bersosialisasi dengan banyak orang. Dan aku tetap menjalani hidupku yang berbeda itu dengan baik. Tidak apa kan? Fakta bahwa aku bisa dengan tenang menjalani diri sebagai aku tanpa pernah menjadi orang yang "tidak enakan" karena tidak sama dengan orang lain adalah ASET terbesarku. Perkara sakit hati adalah harga yang harus dibayar untuk menjadi mandiri dan menjadi diri sendiri di dunia ini.

Pada saat aku dikritik tanpa alasan atau ketika seseorang yang aku yakin memahamiku ternyata tidak, aku akan berlari lebih lama. Dengan berlari lebih lama dari biasanya, aku dapat menggunakan energi fisik untuk menghilangkan bagian yang menyakitkan itu. Berlari juga membuatku mampu mengurai kebuntuan. Aku tidak pernah berfikir bahwa sifatku akan disukai orang lain. Sebaliknya, kupikir dengan keteguhan hati tetap menjadi diri sendiri, aku akan menjadi orang yang tidak disukai dan itu dimataku justru lebih terlihat alami dari pada mendengarkan orang lain berbaik-baik padaku yang ujung-ujungnya ternyata cuma memanfaatkan minta tolong yang kemudian di lain waktu ketika manfaat sudah didapat, dia akan act like a stranger bukan mengulurkan pertemanan yang tulus. Tapi bukan berarti aku suka dibenci ya, itu hal lain. 

Kadang-kadang ketika saya berlari, saya juga melihat langit yang indah, sawah yang hijau, kucing gendut yang lucu. Tapi sebenarnya itu hanya pemandangan sekelebat, aku tidak terlalu memikirkan hal-hal yang saya lihat itu. Sekalipun kadang saya photo, yang aku butuhkan hanya terus berlari dalam ruang hampaku yang sangat nyaman ditemani lagu-lagu favorit. Bagiku hal seperti itu sudah sangat menakjubkan. TIDAK PEDULI APA KATA ORANG, tidak peduli gebrakan apa yang orang lain lakukan. :)

-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 17 April 2026

Apa Itu Tadi

Tadi pagi dengan terpaksa aku turun gunung ke ruang pelayanan. Padahal biasanya aku figuran, pemain di belakang layar. Temanku bilang harus diperbaiki dari databaseAku mengernyit, arti database pun aku sangsi dia paham. 

Aku tidak melakukan 3S layaknya orang di ruang pelayanan. Langsung to the point aku bertanya masalahnya apa? Kronologisnya bagaimana? Kudengarkan tamu itu bercerita. Mengulang dengan semangat seolah pokoknya kantor saya salah! Kalian salah! Hayo gimana solusinya! Duar!

Belum selesai dia cerita, aku langsung paham kemana alurnya. Ah masalah berat apanya, 5 menit jadi ini sih, kesombonganku mengudara tanpa keluar dalam bentuk suara. Kesombonganku menyamar dalam bentuk keadaan : membuka laptop, menunjukan deretan koding warna-warni dengan background hitam. Biar terlihat misterius. Ah brengsek, bukan. Mataku punya silinder parah, background cerah membuatnya cepat lelah dan kemudian memerah mirip banteng mau nyeruduk. 

Ku minta tamu itu sebut NIP nya. Dia bilang lupa. Suara dalam hatiku nyinyir : "mana ada NIP lupa". "Nama lengkap saja pak", kataku kemudian. Yang dia sebut namamu. Lengkap. Aku minta dia mengeja, huruf per huruf. Persis. Aku menatapnya. Ini adalah tatapan pertama antara aku dan tamu itu. Tamu itu terlihat gugup. Seolah membuat kesalahan. Padahal tidak.

Benar-benar sesuai prediksiku, 5 menit jadi, masalah selesai. Tamu yang punya nama sama dengan namamu itu berterima kasih. Bla bla bla kemudian menyalamiku dan pamit. Terlihat bahagia. Temanku yang sedari tadi duduk disampingku pun berucap sama, "terima kasih ya" lalu pergi, katanya makan siang.

Ruang pelayanan itu sekarang sepi. Padahal ini siang. Tapi hari Jumat selalu terasa berbeda kan? Sendirian disana dengan lampu yang tidak semua dinyalakan karena sedang efisiensi dan AC yang terasa sangat dingin membuatku sedikit tidak nyaman. Apa itu tadi? 


-Saya pasti pulang-
Share:

Ruang Sapa

Beberapa teman kerja pernah bertanya 
Kenapa pesan chatnya di whatsapp selalu lambat dibalas
Saat itu aku tengah sibuk 
Buka tutup direct message instagram

Kemudian pernah aku lupa buka instagram
Sampai terlambat tahu berita di dunia
Pun tak jadi masalah besar
Aku sedang suka melihat-lihat status whatsapp




-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 12 April 2026

Buku Yang Aku Baca Terakhir Sangat Tipis

Buku yang aku baca terakhir sangat tipis
Covernya hanya hitam dan putih
Buku yasin saja lebih effort
Mulanya aku memandang sebelah mata
Tapi sejak halaman pertama aku terpana
Tiap halamannya berisi kalimat hangat
Hanya saja aku tak suka endingnya
Terlalu singkat, aku kehilangan


-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 10 April 2026

Gempita

Katanya sih harus ada yang ditunggu dalam hidup
Biar hidup tetap gempita
Seperti misalnya :
Gajian tiap tanggal satu
Tunjangan kinerja 
Suara tukang paket
Dapat photo langit yang estetik
Kopi enak saat makan siang
Sesion baru film kesayangan
Kedatangan teman lama
Mawar didepan rumahku tumbuh
Atau karma yang datang padamu



-Saya pasti pulang-
Share:

Maha Pemaaf #1

Aku tak perlu malam sunyi
Aku sangat yakin Kau selalu ada
Seperti yang sudah-sudah
Siang ini pun

Buku yang kemarin belum selesai kubaca
Ada buku baru yang ingin aku beli
Tapi ketika aku ke toko buku
Buku yang best seller bukan buku yang ingin aku beli

Kerasnya kepalaku tak pernah membuatku bertanya
Siapa dan apa tak pernah mempengaruhi yang aku putuskan
Pada Engkau pun
Tapi Tuhan, katanya Kau kan Maha Pemaaf



-Saya pasti pulang-
Share:

Equivalent

Kekasihku yang tampan merelakan dirinya diambil orang
Bermalam-malam dia menghamba 
Pada perempuan yang hanya terlihat ujung hijabnya
Pada perempuan yang hanya terlihat tali sepatu pink nya

Sudah bersiap aku dihempas 
Luka patah hati yang dahsyat
Sebuah inspirasi yang bisa kujual 
Pada buku yang sedang kugarap

Nyatanya tidak
Kupikir lagi kita sepertinya memang jodoh
Mereka bilang kita serupa
Aku dan kau sama brengseknya


-Saya pasti pulang-
Share:

Lalagodzilla Vs Ultraman Cabang OGLE-2016-BLG-1928

Perkara tuduhan penjahat, bisa jadi menurut Lalagodzilla, ultraman juga penjahat. Sutradaranya aja yang nggak adil. Lalagodzilla sering digambarkan sebagai kekuatan alam yang destruktif, agresif, dan mengancam manusia, baik sebagai penjahat maupun pelindung. Ultraman, sebagai pelindung Bumi, bertugas melawan monster raksasa atau Kaiju yang mengancam ketertiban. Secara logis, Ultraman akan menghadapi Lalagodzilla untuk menghentikan kehancuran yang ditimbulkannya. Siapa yang nyuruh elu pakai kekerasan ul? Pernah komunikasi? Ngajak ngomong? Duduk berdua, bawa pak RT jadi saksi. Dengerin lalagodzilla maunya apa? Pernah? 

Bisa jadi beda sutradara beda cerita. Misal nih sutradaranya aku kan ya. Dimataku sebenernya Lalagodzila dibalik suara goar-goarrrnya doank itu kalo pakai translator tuh artinya gini bang ultraman, ga usah bangsat-bangsat amat lah, situ jg ga cakep-cakep amat, ga usah sok menolak apa yg ga pernah aku tawarin. Jangan heri bang, situ kok heboh sendiri. Situ nggak ngerti bahasa aku. Aku ga ngerti bahasa situ. Jadi udahlah, yang simple aja. 

Terus ultraman akan menjawab nih, heh La! (panggilan sayang ultraman ke lalagodzilla) lu tu jd cewe juga jangan kepedean, udahlah gendut, pendek, item, goar goar doank bisanya, aku tu ya kalo jalan sama cewe lain tu wajarnya kamu cemburu, ngamuk, jangan kaya batu. Diem-diem bae lu ah, sebel gue. Ego laki-laki aku butuh dikasih makan inih biar keliatan macho, keren, tampan, mewangi, ser!

Jujur, sebagai sutradara bohongan ditulisan ini aku capek ngetik tulisan gila semacam ini. Apa yah? Kaya memberitahukan ke dunia bahwa ada yang janggal pada diriku. Wkwkw. Tapi kalo nggak ditulis akan mengganjal. Dan aku nggak suka. Dan ya sudah kadung recok banget dah citraku ini. Jadi sekalian. Tulisan ini tiba-tiba aku tulis hari kamis kemarin di tab. Dan setelah nulis aku lega. Jadi sayang kan kalo nggak dipublish? Tulisannya? Ketidakwarasannya dong.

Oke kembali ke cerita Lalagodzilla Vs Ultraman Cabang  OGLE-2016-BLG-1928. Sutradara udah capek nih bray kalian endingnya mati semua aja dah biar gampang. 

Lalagodzila dan ultraman menjawab serentak : Nggak mau!

Ya udah kalo nggak mau mati semua ya hidup semua, rukun, damai, bekerja sama  ngalahin trump.

Lalagodzilla dan ultraman : Nggak mau, darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa. Kesalahpahaman ini dibalas biarlah tetap jadi kesalahpahaman. Nggak usah diluruskan. 

Lalagodzila : grrrroooarrr (artinya : situ emang penjahat kocak ngaku aja sok polos lu)
Ultraman : tsaaaahh (artinya : situ itu masternya penjahat! sumpah nggak pernah lihat makhluk ciptaan Tuhan sejahat lu!)

Sutradara ini makin sebel yah agaknya. Tamat lah, ngarang cerita lain yang agak romantisan, yang ada adegan ciumannya kaya drakor. Apaan sih nih dua ekor penjahat. Kaya bayi banget, sampe lumutan ga ada adegan romantisnya. Chat dikit ribut. Kesenggol dikit ribut. Emang pantes disebut duta keributan.

Lalu, lalagodzilla vs ultraman cabang  OGLE-2016-BLG-1928 pun tamat. Nggak janji sih berhenti nulis tulisan beginian. Cuma mereka tamatin aja lah, menuh-menuhin draft catatan.

----

Pesen ni ye buat lalagodzilla dulu : lu kl kesepian, cari kesibukan, bercocok tanam kek, mempercantik diri kek, bukan malah berdiam diri, kesambet lu jadi ngamukan.

Pesen buat ultraman : jangan mentang-mentang tokoh utama jadi semau-maunya. Ingat kamu bukan pusat tata surya. Kamu mati, ada 1001 cerita lain yg kekuatannya bahkan ga terbatas 3 menit doank habis itu dadanya titat titut titat titut. Idih brisik. Ada saitama noh sesion 3 baru keluar meskipun bajakannya ga karu-karuan gambarnya tapi kekuatanya oke punya. Kurang-kurangin perasaan palingnya.  Tobat lu.



-Saya pasti pulang-
Share:

Riding the Crimson Wave

Dari duduk kemudian langsung berdiri
Rasanya setengah mati
Terhuyung, untung ada pegangan
Walau tak jelas tujuan

Perutku rasanya macam-macam
Otot perut yang kubanggakan 
Lupalah sudah
Pada hari seperti ini aku merutukinya

Mukaku berminyak lebih dr biasanya
Malas berkaca, malas berkamera, 
Malas mendengar suara, malas bekerja, 
Aku ingin tidur dan mendekap perutku erat sampai ia reda

Kalian, ya kalian, berisik sekali dari tadi
Bekerjalah ditempat lain, mintalah petunjuk pada orang lain
Diam!
Aku sedang mens!


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 04 April 2026

Sore Sudah Tenggelam

Sore itu angin berhembus pelan
Kau bertanya, aku sedang mengabadikan gambar apa
Langit, kataku
Sekali lagi kau bertanya, apa indahnya?

Indah sekali
Sudahlah, aku sibuk memotret
Kau berlalu, seperti tak paham
Aku lebih paham, kau muak

Kamera kuturunkan, langit tenggelam
Kau sudah pergi
Dan air mata tak perlu ku tahan
Tak perlu mendongak ke langit lagi


-Saya pasti pulang-
Share:

Kepala Batu

Sumpah ku bosan setengah mati
Ingin minggat, tiba-tiba ingat
Skillku bertahan hidup di hutan rimba nol
Bagaimana jika anakonda memangsa
Bagaimana jika buaya nanya nomor hpku berapa
Bagaimana cara membuat api dari batu
Bagaimana jika aku sudah berusaha
Kemudian batu menjawab : Pakai kepalamu saja yang jauh lebih batu


-Saya pasti pulang-
Share: