Tampilkan postingan dengan label Brebesku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brebesku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

Brebes : Taman-taman yang berada di Brebes

Selama tahun 2014 kayaknya Brebes lagi gencar bikin taman. Hampir tiap desa dibangun taman-taman kecil. Saya yang suka sekali jalan-jalan sama Satu jadi berasa punya tujuan (tadinya jalan-jalan nggak ada tujuan, cuma asal jalan aja). 

Dari sekian banyak taman, baru beberapa yang saya sempat photo. Cek ya!

Yang ni namanya Taman Hijau.
Ada di Desa Padasugih di dekat kelurahannya. Sayangnya, setiap kali saya kesini, tu pagar ketutup terus. Akses buat masuk harus lewat gerbang kelurahannya. Dan taman ini sepi banget! Anak-anak yang main bisa dihitung pake jari. Jarinya di tangan sebelah kanan aja. Dikit banget kan? Sayang banget. 






 Kalo in namanya Taman Kartini Asri. Meski kecil, sempit. Tapi letaknya yang berada di perumahan penduduk yang padat bikin ini taman rwaaamee banget! 

PS : kalo sore ada bakso mangkal di samping taman, enak banget. Cukup 2000 perak! 




Taman Pulosari. Ini taman pertama yang dibuat di Brebes. Ada di jalan Brebes- Jatibarang, tepatnya di desa Pulosari. Waktu karnaval tahun 2014, taman ini dimanfaatkan sebagai panggung kehormatan. Sebenernya ini taman cakep banget, sayangnya pohon yang tumbuh disitu dikit. Jadi berasa gersang, apalagi tempatnya tepat di samping jalan raya. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 19 September 2013

Jengkok/ Dingklik

Karena ada ketidaksepahaman kata, maka saya jadi punya ide buat posting tentang benda ini. Saya menyebutnya jengkok (karena saya asli Brebes), buat orang wetan seperti suami saya, menyebut benda ini dengan dingklik.

Begini panampakannya :

Jengkok atau dingklik digunakan untuk duduk ketika kita butuh mengerjakan sesuatu di lantai. Bedanya dengan kursi? kursi itu kakinya tinggi, dan fungsinya untuk duduk ketika mengerjakan sesuatu diatas meja misalnya. Tapi jengkok kakinya pendek, dan fungsinya untuk duduk ketika mengerjakan sesuatu dibawah, dilantai. 







-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 29 November 2012

Padasan

Lama ya nggak denger istilah padasan. Tahu-tahunya pas  mau sholat, temen saya yang saya suruh pergi ke padasan bingung. Padasan itu apa? Padasan itu ya tempat wudu. Wadah airnya disebut padasan. Dulu sih padasan biasanya terbuat dari gentong tanah yang besar. 

Ini gambarnya saya ambil dari google

















-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 27 Mei 2012

Waduk Malahayu

Waduk Malahayu terletak di Kabupaten Brebes. Untuk menjangkau waduk malahayu, dari Brebes kota, kita butuh waktu sekitar satu jam dengan kendaraan bermotor. Rutenya bisa dari Brebes kota ke Tanjung kemudian kecamatan Banjarharjo dimana waduk malahayu berada. Atau bisa juga melalui Pejagan kemudian kecamatan Banjarharjo. Jaraknya hampir sama, dan kondisi jalannya juga sama, sama-sama rusak! 

Waduk malahayu sudah terkenal di kalangan masyarakat Brebes sejak dulu kala. Di waduk malahayu terdapat waduk tentu saja, kemudian kita bisa memborong ikan mentah dengan harga murah, dan sebelum sampai di waduk, kita disambut sungai jernih dan dangkal yang sejuk deh kalo mandi-mandian di situ. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 11 Mei 2012

Ponggol : Nasi bungkus khas Brebes - Tegal

Di Brebes - Tegal, nasi bungkus yang kita beli di warung dinamakan dengan ponggol. Kalo belinya di daerah wetan (semarang ke timur, dinamakan nasi pecel, nasi rames, dsb). Biasanya ponggol berisi nasi, berlaukkan mie dan sambal goreng tempe, kemudian ditaburi kerupuk. Harganya saat ini berkisar 1500-2000 rupiah. Kalo pagi sih biasanya penjualnya muter dari satu rumah ke rumah, disamping itu penjual ponggol juga biasanya berjualan aneka gorengan, lontong sayur, bubur juga. 

Penikmat ponggol dari berbagai golongan, hanya karena harganya murah dan laukknya begitu sederhana, bukan berarti orang dengan strata lebih tinggi nggak makan lho. Ponggol ini selalu bikin kangen. Dan enaknya sih dinikmati ketika sarapan dengan teh hangat. Ah! 

-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 10 Mei 2012

Batik Salem Brebes

Salah satu kerajinan khas dari Brebes adalah batik salem. Pernah dengar? Iya, memang yang paling banyak dikenal dari Brebes hanya telur asin dan bawang merah. Tapi seharusnya batik salem pun dilestarikan keberadaannya.

Salem adalah salah satu bagian dari daerah di Kabupaten Brebes yang letaknya sangat ujung dan agak jauh dengan Brebes kota, sehingga untuk mencapai kesana, selain pakai mobil, pasti capek. 

Saat ini pembuatan batik salem masih banyak menggunakan tangan, namun beberapa pengusaha batik sudah beralih secara industrial. Macam motif batiknya sendiri ada 20 macam. Diantaranya motif kopi pecah, manggar dan ukel dengan ciri khas warna hitam dan putih. Minggu depan Insha Allah saya akan ke Salem, nanti saya liput lebih dalam lagi tentang batik salam. Caw!

-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 20 April 2012

Sate blengong Brebes

Kemarin-kemarin teman saya dari luar kota maen ke tempat saya. Setelah ngobrol kesana kemari, dia nanya, makanan apa yang khas di Brebes? Saya juga bingung, karena saya terbiasa ditanya telor asin, dan bawang merah. Tapi nggak mungkin tho, tamu jauh-jauh cuma dikasih makan pake telor asin sama bawang merah (mentah lagi!). Tapi ternyata teman saya dapat referensi dari temannya lagi, dia bilang kalo dia pengin tahu yang namanya sate blengong.

Voila.. Iya juga, saya lupa kalo di Brebes ada sate blengong. Sate blengong itu dimakan sama ketupat/ lontong, diberi kuah pedas, krupuk, dan kemudian yang pasti diberi sate. Blengong sendiri didapat dari hasil perkawinan bebek jantan dengan mentok (entog). Kelebihannya, blengong dagingnya lebih tebal, tapi tidak alot, juga tidak amis.

Sate blengong ini banyak dijumpai di alun-alun Brebes, atau kalo rela antri antri tapi rasanya lebih legit ya di kompleks Islamic center Brebes. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 18 Januari 2012

Selamat Ulang Tahun Brebes Tercinta

Karena saya ngakunya orang Brebes, padahal nggak ada darah Brebesnya sama sekali, jadi harus saya buktikan kalo saya cinta Brebes kan? Hehe.. Tapi tentang jatuh cintanya saya sama Brebes, itu beneran lho. Nggak boong.

Hari ini Brebes ulang tahun yang ke 334 tahun. Udah tua ya. Dalam ulang tahunnya, Brebes diwarnai berbagai kegiatan. Ada lomba menanam seribu pohon, ada juga lomba jalan sehat bersama warga Brebes. Selain itu juga ada senam massal. Ah pokoknya semua yang positif-positif deh. (Sayang nggak bisa ikutan ngliput). Kalo tahun lalu saya posting tentang objek wisata Brebes, tahun ini saya posting tempat-tempat yang biasa dikunjungi masyarakat Brebes yah. Here we go.

Yang disamping ini adalah pavling yang mengelilingi alun-alun Brebes. Biasanya kalo siang sepi seperti gambar disamping, tapi kalo malem, wowww... rame! ni Pavling jadi tempat buat orang-orang jualan. Macem-macem deh jualannya, tapi kalo mau yang khas, mesti nyoba sate blengong!

Di alun-alun itu di kelilingi bangunan seperti contohnya bangunan pendopo disamping ini. Pendopo biasanya digunakan kalo ada acara penyerahan jabatan, atau kadang acara yang lain seperti seminar forum lingkar pena juga pernah diadakan disini.



Ini masjid agung Brebes, letaknya masih di kompleks alun-alun. Bagus kan masjidnya? Hehehe... Saya suka lihat design masjid ini, simple, sederhana, "tidak sok", tapi sangat masjid sekali. (Ini saya ngomong rada nggak jelas ya? -.-)


Nah, kalo ini adalah gerbang islamic center. Fungsinya banyak banget. Kadang kalo ada orang kawinan, nyewanya juga gedung di sini.





Nah, kalo ini SMA 1 Brebes. Tempat saya sekolah dulu. Nggak usah dijelaskan yah, pokoknya sesuatu'. Hahah...
Kalo ini pasar buah Brebes, saya mbil potonya dari PCB (Pemuda Cinta Brebes). Tapi ini waktu awal dibangun, jadi keliatan masih gersang banget. Sekarang ya tetep gersang sih, cuma udah rame, udah buka semua rukonya.
Stasiun Brebes adalah salah satu tempat yang sering juga dikunjungi masyarakat Brebes. yah walaupun enggak, hampir semua arah ke kota melewati stasiun Brebes sih. Hehehe..



Nah kalo ini adalah jalan layang yang berada di atas stasiun kota Brebes.  Tapi tak sekedar jalan layang lho, karena tempatnya tinggi, kita jadi bisa liat sekitarnya kalo naik jalan layang ini.




Udan deh segitu dulu ya, Nanti kalo dapat photo lain disambung lagi. Selamat ulang tahun Brebes-ku, semoga makin maju, makin indah, makin tertata, makin dipromosikan potensi-potensinya (nggak cuma telor asin sama bawangnya), dan damai selalu. Love U.

-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 15 Januari 2012