Tampilkan postingan dengan label corat coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corat coret. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2026

Hai-nya Datang Tadi Siang

Televisi usang hitam putih dengan gambar plitat plitut mengabarkan : 
BMKG membawa ramalan tepat sempurna, besok cuaca cerah

Payung hitam dipojokkan rumah bilang : 
tetap bawa aku untuk berjaga

Dari apa? Aku bertanya. 
Mereka diam. 
Dari apa? Aku ulangi, barangkali mereka tuli. 

Pena diatas kertas yang sedari tadi bingung dengan bahagiaku yang tiba-tiba,
pelan berbisik hampir tak terdengar : 
Dari Hai-nya yang datang tadi siang, barangkali sekedarnya

Aku merasa ditampar, kemudian tersadar, barangkali mereka benar


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 19 Maret 2026

Rasanya Penuh Orang

Jalanan penuh orang
Padahal jarak yang kutempuh hanya 1 km, rasanya lama
Pasar penuh orang
Padahal aku hanya beli tempe dan cabe untuk nanti sore, rasanya sesak

Warung bakso diseberang pasar penuh orang
Padahal katanya sehat jasmani dan rohani adalah syarat wajib puasa
Orang sakit mana pagi-pagi makan bakso, mungkin rasanya kembali waras

Salon kecantikan penuh orang
Padahal niatku maju mundur, namun akhirnya terjadi
Sebagian perempuan didalamnya menyayangkan
Beberapa pelayan salon menggerayangi kepalaku, mengelus rambutku sebelum dieksekusi
bertanya dengan nada sayang : "Sepanjang ini berapa tahun kak?"
Bau obat kimia untuk rambut menyeruak, rasanya pusing

Kuburan pun penuh orang
Aku hanya numpang lewat, kuburan bapakku jauh, rasanya rindu
Tapi doa katanya bisa disampaikan lewat udara
Maaf ya pak jarak jauh, udah modern nih. Ah rasanya makin rindu.

Ada yang berbeda kali ini
Tak ada hiruk pikuk persiapan menempuh jarak 199 km lagi
Tak ada arah ketimur, Aku ke barat

Rumah sudah kusapu bu
Piring sudah kucuci sampai mengkilat
Sudah pula kutaruh vas berisi bunga warna-warni
Karpet besar sudah kuhamparkan

Lalu kapan tamu itu akan datang?
Katanya didatanginya adalah tanda kemenangan
Padahal aku tak sedang perang 
Dan tak sedang menjalani perlombaan

HPku bunyi, tamu itu bilang mau sidang dulu
Aku menarik selimut lagi, tidur lagi


-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 18 Maret 2026

Pesan Dalam Rangka Merayakan Liburan Yang Tanpa Pesan

Sore ini panas, mataku mengernyit. Silau. Baru kena matahari. Tidur. Bangun. Tidur lagi. Bangun lagi. Masih bisa bangun lagi ternyata. Tenggorokanku kering. Tidur kemalaman, sahur kepagian. Ah berantakan. Rupanya begini rasanya merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa bawa laptop".

Dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa database dibackup", aku sudah membuat list panjang film-film apa saja yang akan aku tonton. Kali ini aku tidak baca buku. Liburan tanpa ada yang pesan ini akan aku habiskan dengan hal-hal yang jarang-jarang bisa aku lakukan. Salah satu film membuatku menarik nafas panjang. Sebuah ending yang tidak terlalu diharapkan penonton. Iya, sebuah perpisahan.

Dari jauh kudengar suara anak kampung sebelah main petasan. Lewat jendela kamarku, pikiranku melambung diudara. Kenapa setiap perpisahan menghasilkan rasa apa ya? kesedihan? bukan. Ini adalah kesepian yang dalam. Sangat gelap. Seperti kita menyalakan petasan, apakah selesai setelah habis dibakar? Tidak, sumbu petasan yang dibakar, jika habis bukan kemudian selesai, ia candu.

Lalu bagaimana cara mengucapkan perpisahan yang benar? Mari kita googling
Mengucapkan perpisahan yang benar dan berkesan sebaiknya dilakukan dengan tulus, menunjukkan empati, menyampaikan terima kasih atas kontribusi/kenangan, serta mendoakan kesuksesan di masa depan. Hindari kesan negatif dengan fokus pada hubungan baik yang tetap terjaga.
Google tidak salah juga ya. Tapi karena referensinya adalah film yang menceritakan kesalahpahaman dua tokoh utamanya, jadi jawaban google itu tidak sesuai dengan yang aku ingin. Jadi dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Maaf kak menganggu dihari libur, bisa cek kan bla bla bla", aku pikir aku menemukan tata cara mengucapkan perpisahan yang benar, agar dua tokoh utama pada film itu tidak meninggalkan perasaan kosong dan kesepian satu sama lain. 

Kalian masih ingat rasanya ketika kita ketiduran didepan TV kemudian keesokan harinya kita sudah bangun diatas kasur tanpa pernah mencoba mengingat bagaimana bisa sampai dikasur? Bagaimana kita ditata sedemikian rupa agar nyaman. Dipakaikan selimut, diucapkan doa-doa, dicium kening kita kemudian diakhiri dengan mematikan saklar lampu kamar kita. Hangat digendong ayah setiap malam.

Dan ketika ketiduran lagi didepan TV, kegiatan digendong ayah pun terulang kembali. Paginya kita tidak ingat. Tapi hidup masih terus berjalan. Sampai pagi, sampai lulus SD, sampai lulus SMP, sampai segede ini. 

Mungkin, begitulah seharusnya tata cara mengucapkan selamat tinggal yang benar. Gini gini aku buatkan scriptnya, untuk tokoh utama 1 ke tokoh utama 2 atau dibalik juga boleh deh : 
Hai kamu, santai dulu, tulisan ini tidak akan membahas masalah terakhir kita, tulisan ini tidak akan ada maaf-maafan. Semuanya sudah aku terima. Terimakasih sudah sempat jadi teman tertawa, teman berfilosofi tentang hidup, teman adu lirik lagu, teman main game online (hey terakhir score kita seri, apakah itu pertanda?, haha), terimakasih sudah jadi teman menertawakan reels receh, teman kirim-kiriman kopi, teman bertukar photo. Walau tak bisa diteruskan, pertemanan yang singkat ini sangat membahagiakan.
Tidurlah lebih awal, hiduplah dengan baik. Selamat Tinggal.
Pesan perpisahan mungkin seharusnya begitu? Ah sudahlah tak usah terlalu dipikir, saya akan melanjutkan merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Mbak, perintah pak kepala, agar bla bla bla".  Aku sibuk, masih ada sederet film yang mau aku tonton sambil rebahan.



-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 17 Maret 2026

Apel Pagi

Karena besok sudah mulai libur lebaran, pagi ini ada agenda apel pagi. Jam 08.00 WIB. Ketika aku menulis ini adalah pukul 07.11 WIB dan aku belum mandi. Sumpah deh kenapa aku males sekali hal-hal semacam apel pagi. Aku sampai browsing apa sih urgensinya apel pagi di google. Eh aku apel sore aku juga males. Pokoknya apel aku males. 

Menurut google, Apel pagi adalah kegiatan rutin berkumpulnya pegawai, aparat, atau siswa sebelum memulai aktivitas kerja/sekolah untuk mendengarkan arahan pimpinan, pengecekan kehadiran, dan meningkatkan disiplin. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi, motivasi, serta budaya kerja yang tertib dan produktif.

Kepanjangan APEL dalam konteks apel pagi di lingkungan kantor pemerintahan/instansi sering disebut sebagai Amanat Pemerintah, Evaluasi, dan Laporan. Kegiatan ini berfungsi untuk menyampaikan arahan pimpinan, mengevaluasi kinerja, serta melaporkan kegiatan, sekaligus meningkatkan disiplin ASN/pegawai. 

Dih aku baru tahu kalo APEL ada kepanjangannya. Makasih ya kemalasan, dari kemalasan apel, jadi tahu aku kalo apel ada kepanjangannya. Masih kata google, secara historis, kata "apel" diadaptasi dari bahasa Belanda appel yang berarti pengumpulan pasukan untuk pengecekan personil, yang dilakukan rutin di pagi hari. 

Bisa nggak sih kebahagiaan itu ya bahagia aja yang bahagiaaa gia gia giaaaaa tanpa syarat. Nggak usah yang dapat THR tapi dipotong iuran mana suka. Mau pulang cepet tapi harus ngebut kerjain pekerjaan dua hari. Besok libur tapi apel dulu. Ketemu orang yang tepat tapi udah ada yang punya. Eh ya udah mandi Kie!


-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 14 Maret 2026

Courage Under Fear

Agak kaget namun mulutku bahkan tidak menyebut apapun apalagi menyebut ayam eh ayam ayam. Temanku menyerahkan telepon genggamnya. Aku bertanya "Siapa?". Dia menjawab dengan isyarat mengangkat bahu. Tak tahu. "Katanya penting banget".

"Halo" Kataku.
"Halo" Suara diseberang sana menjawab.

Kemudian diam, hening, "sial" dalam hatiku. Aku bahkan tidak ingin mendengar suara ini lagi. Tapi bahkan tanpa menyebutkan nama sekalipun aku masih ingat suara siapa diseberang sana.

Temanku satu ruangan memperhatikan. Keheningan ini begitu busuk sampai auranya terlempar kesekitar. Seolah tahu apa yang akan aku lakukan. Suara diseberang sana memecah "Tolong jangan ditutup dulu. Tolong blokir wa ku dibuka. Aku akan telepon ke nomor kamu. Ini penting"

Aku ingat betul ketika SD, aku pernah ketemu anjing liar ketika pulang ngaji sekitar jam 20.00 wib. Tak ada manusia dewasa, jalanan sepi. Dan hal pertama dalam keadaan terdesak ternyata aku tidak lari. Dalam keadaan takut setengah mati, aku ambil batu, kemudian anjing itu pergi. Walau ketika anjing itu pergi, kemudian aku menangis sejadi-jadinya sambil jalan pulang kerumah, bahkan setelah sampai rumah. 

Ketika dewasa kemudian aku sadar. Dalam keadaan takut, aku jarang menampakan ekspresi yang seharusnya, dalam keadaan terdesak hampir tidak pernah minta tolong dan secara spontan, otakku membuat keputusan melawan walaupun kemudian berakhir dengan pulang kerumah, masuk kamar dan nangis sejadinya semalaman karena rasa ketakutan yang susah dijelaskan.

Dan kali ini, mendengar suara ini, respon dasar terhadap bahaya yang aku lakukan adalah berkata : 
"Tidak mau".

Telepon itu aku serahkan kembali ke temanku. Entah sudah ditutup atau belum. Aku tidak peduli. Aku hanya perlu menyelamatkan diri. Aku pulang kerumah, kali ini bukan lagi menangis sejadi-jadinya. Tapi wudhu. Najis lu!


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 12 Maret 2026

Ungu dan Merah Muda


Ungu membaca halaman per halaman
Sepertinya, 
Merah muda adalah dongeng sebelum tidur
Untuknya

Merah muda mengulang mendengarkan nada per nada
Sepertinya, 
Ungu adalah lagu pengantar tidur
Baginya

Segala naluri kebinatangan tetap tertahan
Karena moral? 
Ah bukan! 
Karena jarak
Maka jaga jaraknya
Jangan sampai bisa ditempuh dengan motor
Jangan sampai bisa ditempuh dengan mobil
Dengan kereta
Dengan pesawat
Dengan niat

Karena jika jarak tak ada
Setan akan berbisik :
"Kalian serasi, segeralah bercinta dan lahirkan banyak diksi"

-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 21 Januari 2026

Kopi ditanganku Pakai Gula

Kopi ditanganku pakai gula. Temanku tertawa saat aku mengucap menunya.  Si paling kopi harusnya americano, katanya

Aku tersenyum ingat yang sudah-sudah. Salah satu manusia dibumi ini pernah bilang
"Kalo memang ingin minum kopi kenapa rasa pahitnya diskip" 
Ada banyak orang bilang hal yang sama. Hanya dia yang kuturuti, aku ikuti, minum kopi pahit seperti pro. 

Suatu hari. Dengan mudah manusia itu pergi. Jauh lebih pahit. 

Aku tak ingin mengulang hal pahit. Senin sore ini, kunikmati matahari terbenam. Dengan Kopi ditanganku. Pakai gula takaran normal


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 15 Januari 2026

PR Hari Senin #1

Serena menarik nafas dalam-dalam. Dihembuskan. Beberapa kali namun rasanya tidak mengurangi sedikitpun perasaan tidak nyaman dihatinya. Rasa tidak nyaman ini sudah ada sejak seminggu lalu. H-6, H-5, H-4 dan seterusnya, rasanya mual mengingat-ingat datangnya hari ini. Hari Senin yang berbeda dari hari Senin yang sebelum-sebelumnya.

Mamanya mengikat rambut panjangnya dengan kencang. Model ekor kuda yang kencang dan rapi. Papanya sudah menunggu didepan, siap mengantar Serena. Serena menyalami tangan mamanya sebelum naik motor. "Pintar pintar ya anak mama" kata mama Serena sambil memasangkan tas ransel ke pundak Serena. 

Dan disinilah Serena, kelas Ib, duduk didepan guru karena tidak ada yang mau. Ini adalah hari pertama Serena masuk SMP. Seragam putih biru yang dipakainya masih sangat baru. Tapi justru keadaan yang serba baru seperti hari ini adalah hal yang sangat menyiksa untuk Serena. Di skenario yang dikarang Serena dalam otaknya, akan ada acara perkenalan pasti, dimana semua anak akan bersuara, termasuk dirinya. Ah malas. Serena ingin hari seperti ini cepat berlalu. "Siapa pula yang akan ingat aku" Kata Serena dalam hati.


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 08 Januari 2026

Plausibilitas: Mengapa "Masuk Akal" Lebih Penting daripada "Benar"

Pernahkah kamu menonton film fiksi ilmiah dan berpikir, "Ini mustahil, tapi kayaknya bisa saja terjadi"? Itulah yang disebut dengan Plausibilitas.

1. Apa itu Plausibilitas?
Dalam KBBI, plausibel berarti "tampaknya masuk akal" atau "dapat dipercaya".

Berbeda dengan probabilitas (seberapa besar kemungkinan sesuatu terjadi secara statistik), plausibilitas fokus pada apakah sebuah gagasan atau cerita memiliki logika internal yang kuat sehingga kita bisa menerimanya sebagai kebenaran dalam konteks tertentu.

2. Plausibilitas vs. Realitas
Realitas: Apa yang benar-benar terjadi di dunia nyata.
Plausibilitas: Apa yang terasa benar dalam sebuah narasi.

Contoh: Dalam film Interstellar, perjalanan melalui lubang cacing (wormhole) mungkin belum terbukti secara empiris di dunia nyata, tetapi karena penjelasan sainsnya konsisten di dalam film, penonton menganggapnya plausibel.

3. Mengapa Ini Penting?
Plausibilitas adalah "lem" yang menjaga kepercayaan (trust).

Dalam Penulisan: Agar pembaca tidak kehilangan minat karena plot hole.
Dalam Bisnis: Investor tidak mencari ide yang 100% pasti berhasil (karena itu mustahil), tapi mereka mencari rencana yang plausibel (masuk akal untuk dijalankan).
Dalam Hukum: Sebuah kesaksian tidak harus punya bukti video untuk dipercaya; jika ceritanya runut dan logis, itu dianggap plausibel.

4. Cara Membangun Sesuatu yang Plausibel
Jika kamu seorang kreator atau pemikir, gunakan rumus ini:

Konsistensi Internal: Jangan melanggar aturan yang sudah kamu buat sendiri di awal.
Kaitan dengan Emosi Manusia: Meski dunianya fantasi, reaksi karakternya harus tetap manusiawi.
Detail yang Spesifik: Detail kecil membuat gambaran besar terasa lebih nyata.

Kesimpulan
Sesuatu tidak harus nyata untuk menjadi bermakna. Selama itu plausibel, otak manusia akan memberikan ruang untuk percaya. Kamu percaya lubang cacing ada? Jika percaya, dan diberi kesempatan, ke masa yang mana kamu akan minta kembali dan memperbaiki suatu keputusan dalam hidup?


-Saya pasti pulang-
Share: