Tampilkan postingan dengan label Agatha Christie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agatha Christie. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2026

Agatha Christie Penulis Buku Misteri dan Seri Detektif

Bermula dari perasaan lapar akan bacaan yang bagus. Yang sepertinya buku "genre" saya dari penulis Indonesia sudah habis saya lahap. Kemudian coba beli buku dari penulis baru dari penerbit yang baru saya tahu belakangan bahwa itu adalah penerbit mandiri yang artinya peran editor dan penyunting karya sangat sedikit (dan pasti terbit). Ada 2 buku yang saya beli dan saya kecewa dengan isinya. Akhirnya kekecewaan itu membuat saya browsing buku-buku lain yang saya sempat mikir dulu untuk beli karena sebagian bukunya belum di sadur dalam bahasa Indonesia. Tapi masa saya nyerah hanya karena bahasa? Bahasa kalbu saja saya jabanin. Orang normal kemudian menjadi bisu didepan saya saja masih saya temenin. Ya kali cuma bahasa inggris setebal 350 halaman nggak bisa saya taklukan. 

Agatha Christie, yang dijuluki sebagai "Queen of Crime," merupakan penulis fiksi detektif paling produktif dan terlaris sepanjang masa dengan karya-karya yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa. Lahir dengan nama Agatha Mary Clarissa Miller pada 15 September 1890 di Torquay, Inggris, ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah ke atas dan menjalani pendidikan mandiri di rumah yang memungkinkannya mengembangkan imajinasi yang sangat liar sejak usia dini. 

Karier menulisnya dimulai dari sebuah tantangan dari saudara perempuannya, yang kemudian melahirkan novel pertamanya, The Mysterious Affair at Styles (1920), yang juga memperkenalkan karakter detektif legendaris asal Belgia, Hercule Poirot. Selama masa Perang Dunia I, Agatha bekerja sebagai apoteker, sebuah pengalaman krusial yang memberinya pengetahuan mendalam mengenai berbagai jenis racun, yang kemudian menjadi metode pembunuhan favorit dalam banyak plot ceritanya yang rumit. Selain Poirot, ia juga menciptakan karakter Miss Jane Marple, seorang wanita tua yang tajam dan intuitif, yang menjadi representasi kecerdasan pengamatan sosial di lingkungan pedesaan Inggris.

Kehidupan pribadi Agatha tidak kalah misterius dari novel-novelnya, terutama peristiwa menghilangnya beliau secara misterius selama sebelas hari pada tahun 1926 yang memicu pencarian besar-besaran di seluruh Inggris, sebuah insiden yang konon dipicu oleh kesedihan atas kematian ibunya dan keretakan pernikahannya dengan suami pertamanya, Archibald Christie. Namun, ia kemudian menemukan kebahagiaan baru setelah menikah dengan arkeolog Max Mallowan, di mana ia sering mendampingi suaminya dalam ekspedisi ke Timur Tengah. 

Pengalaman di situs-situs arkeologi ini menginspirasi karya-karya ikonik lainnya seperti Murder on the Orient Express dan Death on the Nile. Sepanjang hidupnya, Agatha menulis 66 novel detektif dan 14 kumpulan cerita pendek, serta memegang rekor untuk drama panggung dengan durasi tayang terlama di dunia, The Mousetrap. Atas kontribusinya yang luar biasa terhadap sastra, ia dianugerahi gelar Dame Commander of the Order of the British Empire (DBE) pada tahun 1971, sebelum akhirnya wafat dengan tenang pada 12 Januari 1976, meninggalkan warisan intelektual berupa teknik plot "whodunnit" yang hingga kini tetap menjadi standar emas dalam genre misteri.

Agatha Christie adalah salah satu penulis paling produktif dalam sejarah. Berikut adalah daftar karya novel detektif dan kumpulan cerita pendek utamanya, diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya di Inggris (mulai dari yang tertua):
  1. The Mysterious Affair at Styles (1920) – Penampilan perdana Hercule Poirot.
  2. The Secret Adversary (1922) – Penampilan perdana Tommy dan Tuppence.
  3. The Murder on the Links (1923).
  4. The Man in the Brown Suit (1924)
  5. Poirot Investigates (1924) – Kumpulan cerita pendek.
  6. The Secret of Chimneys (1925).
  7. The Murder of Roger Ackroyd (1926) – Novel yang melambungkan namanya karena twist yang kontroversial.
  8. The Big Four (1927).
  9. The Mystery of the Blue Train (1928).
  10. The Seven Dials Mystery (1929).
  11. Partners in Crime (1929) – Cerita pendek.
  12. The Murder at the Vicarage (1930) – Penampilan perdana Miss Marple.
  13. The Sittaford Mystery (1931).
  14. Peril at End House (1932).
  15. Lord Edgware Dies (1933).
  16. Murder on the Orient Express (1934) – Salah satu karyanya yang paling ikonik.
  17. The ABC Murders (1936).
  18. Cards on the Table (1936).
  19. Death on the Nile (1937).
  20. Appointment with Death (1938).
  21. Hercule Poirot's Christmas (1938).
  22. And Then There Were None (1939) – Novel misteri terlaris sepanjang masa.
  23. Evil Under the Sun (1941).
  24. The Body in the Library (1942).
  25. Five Little Pigs (1942).
  26. Death Comes as the End (1944) – Berlatar di Mesir Kuno.
  27. Sparkling Cyanide (1945).
  28. The Hollow (1946).
  29. Crooked House (1949) – Salah satu favorit pribadi Agatha Christie.
  30. A Murder is Announced (1950).
  31. Mrs. McGinty's Dead (1952).
  32. A Pocket Full of Rye (1953).
  33. 4.50 from Paddington (1957).
  34. The Pale Horse (1961).
  35. The Mirror Crack'd from Side to Side (1962).
  36. A Caribbean Mystery (1964).
  37. At Bertram's Hotel (1965).
  38. Endless Night (1967).
  39. Hallowe'en Party (1969).
  40. Passenger to Frankfurt (1970).
  41. Nemesis (1971).
  42. Elephants Can Remember (1972).
  43. Postern of Fate (1973) – Novel terakhir yang ia tulis.
  44. Curtain: Poirot's Last Case (1975) – Kasus terakhir Poirot (ditulis pada 1940-an tapi disimpan untuk diterbitkan menjelang kematiannya).
  45. Sleeping Murder (1976) – Kasus terakhir Miss Marple (diterbitkan secara anumerta).
Fakta Menarik: Selain genre misteri, Agatha Christie juga menulis 6 novel romantis dengan nama samaran Mary Westmacott, dimulai dari Giant's Bread (1930).

-Saya pasti pulang-
Share:

Sabtu, 04 April 2026

And Then There Where None

Selamat pagi. Semalam saya marathon nonton And Then There Where None Episode 1 sampai dengan 3. Film ini diadaptasi dari novelnya Agatha Christie yang memang ahli dalam hal menulis novel-novel kriminal yang endingnya plot twist. Sebenarnya ditayangkan sudah lama yaitu di BBC One dari 26 hingga 28 Desember 2015. Kenapa saya yang biasanya nonton alien, cerita-cerita di masa depan, kapal ulang alik, tiba-tiba berubah haluan nonton ke film detektif? 

Sebenarnya saya suka kok film detektif, utamanya detektif conan. Haha. Serius. Saya juga nonton serialnya sherlock holmes berbagai versi. Tapi saya nggak suka kalo didalamnya ada adegan pembunuhan yang sadis. Ya pas pemerannya mati ya mati aja. Tapi proses matinya nggak usah dikasih liat (Ye siapa kamu ngatur-ngatur) Haha. Ya makanya karena saya tahu saya nggak ada kewenangan ngatur maka mending saya nggak nonton juga dari pada banyak adegan yang saya skip karena perut saya nanti tegang. 

Selain itu, saya juga sedang suka dengan buku-bukunya agatha christie (dari dulu enggak?). Enggak. saya memang baca buku tapi buku penulis Indonesia. Karena baru 3 bulan 2026 berlalu saya sudah salah beli 2 buku yang ternyata isinya (sepertinya) tidak ada editor yang menyunting jadi isinya wadidaw banget, saya jadi beralih berburu penulis-penulis luar negeri. Maka karena saya sedang baca buku And Then There Where Nonenya ya udah sekalian nonton filmnya juga. Film ini diberi tag tindak pidana, cerita detektif, misteri, fiksi kriminal gitu lah pokoknya. 

Cerita ini berlatar belakang pada akhir Agustus 1939, jadi teknologi tidak semaju sekarang. Nah ini, kalo film misteri berlatar belakang jaman dulu itu memang lebih dapat feel misterinya. Karena belum ada bantuan teknologi. Ceritanya delapan orang yang sebelumnya tidak saling mengenal tiba di Pulau Soldier, sebuah pulau fiktif terpencil yang terletak di lepas pantai Devon, Inggris. Mereka diundang dengan berbagai dalih oleh "Tuan dan Nyonya Owen".

Mereka datang dengan perahu yang sudah disewa oleh si pengundang kemudian menuju ke rumah di sebuah pulau, para tamu kemudian menyadari bahwa tuan rumah tidak ada di tempat, dan yang stand by adalah pengurus rumah yang baru dipekerjakan, Thomas dan Ethel Rogers. Saat makan malam, para tamu melihat hiasan di meja yang terdiri dari sepuluh patung kecil, yang kemudian diketahui bahwa patung tersebut mewakili sepuluh tentara.

Saat makan malam sebuah rekaman gramofon diputar dan suara anonim menuduh setiap orang yang hadir telah melakukan pembunuhan. Tak lama kemudian, salah satu tamu meninggal karena keracunan, dan kemudian diikuti oleh kematian satu per satu tamu yang hadir tersebut dengan sebab yang berbeda-beda. Setiap pembunuhan mencerminkan sebuah baris dari sajak yang dipajang di kamar tidur; dan setiap kali ada kematian, sebuah patung kecil disingkirkan dari hiasan tengah meja.

Setiap kematian sesuai dengan puisi  berjudul "Ten Little Soldiers" (Sepuluh Prajurit Kecil), yang aslinya berjudul "Ten Little Indians" atau "Ten Little Nigger Boys". Sajak ini terpajang di setiap kamar tamu dan menjadi panduan mengerikan bagi pembunuh untuk menghabisi sepuluh orang di pulau tersebut.

Saya ambil dari gooread begini bunyi puisinya :
Ten little soldier boys went out to dine; One choked his little self and then there were Nine. Nine little soldier boys sat up very late; One overslept himself and then there were Eight. Eight little soldier boys travelling in Devon; One said he’d stay there and then there were Seven. Seven little soldier boys chopping up sticks; One chopped himself in halves and then there were Six. Six little soldier boys playing with a hive; A bumble bee stung one and then there were Five. Five little soldier boys going in for law; One got in Chancery and then there were Four. Four little soldier boys going out to sea; A red herring swallowed one and then there were Three. Three little soldier boys walking in the Zoo; A big bear hugged one and then there were Two. Two little soldier boys sitting in the sun; One got frizzled up and then there was One. One little soldier boy left all alone; He went and hanged himself And then there were None. Frank Green, 1869”
Saya nggak tahu siapa saja nama lengkap pemerannya. Tapi film ini bagus. 9/10.




-Saya pasti pulang-
Share: