Jumat, 08 Mei 2026

Bot Purge Instagram

Sudah dengar berita terkini mengenai instagram yang sedang melakukan bersih-bersih massal? Ya, itu namanya Bot purge. Yang mana aktifitas tersebut adalah tindakan pembersihan massal yang dilakukan oleh platform media sosial (seperti Instagram) untuk menghapus akun palsu, bot spam, dan akun tidak aktif secara serentak. Aktivitas ini sering menyebabkan penurunan jumlah followers secara drastis pada akun-akun besar, selebriti, atau kreator konten yang pengikutnya banyak menggunakan akun palsu. Saya bukan selebriti, bukan konten kreator atau orang-orang terkenal semacam itu, tapi saya berkurang 15 akun dalam sehari. 

Tujuan dari bot purge itu sendiri adalah meningkatkan kualitas interaksi (engagement), menjaga keamanan platform, dan menghapus spam. Yang kemudian berdampak pada jumlah followers menurun tiba-tiba, yang sering dianggap sebagai error padahal merupakan hasil pembersihan resmi. Pembersihan ini terjadi secara berkala, salah satunya dilaporkan terjadi besar-besaran pada awal Mei 2026. Selain di media sosial, purge juga berarti fitur penghapusan pesan massal dalam konteks bot moderasi chat (seperti Discord/Telegram). Singkatnya, bot purge adalah "pembersihan akun sampah" agar ekosistem media sosial lebih organik dan nyata. Asik.


Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih hobi kasih janji-janji sampah? Eh salah kata penutup. Yang bener ini. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu mulutnya nggak bisa disaring dari kata-kata sampah? Duh salah lagi. Instagram aja bisa bersih-bersih akun sampah, masa kamu masih mau jadi 'tempat sampah' buat dia yang cuma datang pas lagi susah?. Nah ya udah pokoknya kamu yang merasa tadinya pengikutmu banyak jadi dikit, atau malah kamu yang selalu bikin akun bot berulang kali buat ngepoin orang, rasakan! Wkwk.



-Saya pasti pulang-
Share:

Hai Millenials, Apa Kabar? Kalian Pakai Canva dan Capcut?

Jaman saya kuliah ada mata kuliah desain grafis. Disana saya mempelajari warna, tata letak (layout), fotografi, ilustrasi digital, sampai UI/UX untuk media cetak dan digital. Dan semuanya memakai photoshop dan corel. Nilai saya? Lumayanlah. Sebenarnya saya kebantu karena saya pendiam jadi saya tidak terlalu dikenal oleh dosen desain grafis saya. Yang mana kalo dikenal, pasti beliau akan ngeh kalo semua desain saya hanya terdiri dari 2 warna yaitu hitam dan putih. Tak ada warna lain. Sungguh. Bukan karena saya suka dua warna itu, tapi entah kenapa saya nggak bisa memilih warna apa yang cocok dengan apa. Ketika desain saya sudah jadi berwarna hitam dan putih tentunya, kemudian ikut-ikutan temen, menambahkan warna yang katanya bisa dijadikan point of view, saya lihatnya jadi mengganjal banget. Padahal lihat desain milik teman saya warna-warni lucu. Tapi kok ketika diterapkan ke desain saya, rasanya aduhay, pengen hapus, hapus hapus. Wkwk.

Hal ini bahkan terbawa ketika bekerja. Waktu saya mengerjakan project untuk membuat data statistik dalam bentuk buku ASN dalam angka, saya membuat covernya berupa warna hitam dan putih. Sudah. Beneran nggak ada warna lain. Kecuali halaman  2 dimana ada warna bendera merah putih. Itu saja. yang lain hitam putih. Ketika melihat hasil karya senior-senior saya terdahulu yang warnanya oke banget, saya sebenernya agak ngeper. Tapi, ketika saya mencoba memasukan warna lain ke desain covernya, saya pengen hapus pokoknya hapus. Ya akhirnya atasan saya nyerah sih dengan argumen saya yang bilang bahwa isi dibuku itu lebih penting dari covernya, bahwa hitam dan putih itu sederhana dan begitu seharusnya pegawai pemerintahan, bahwa hitam dan putih itu adalah basic dan tidak memihak pada partai politik manapun termasuk pada bupati yang sedang menjabat pada saat itu dan ya, buku itu tetap masuk ke percetakan di tahun 2021. 

Jadi kalo kakak atau teman saya minta tolong untuk desain produk mereka, saya garuk-garuk juga. Iya saya kuliah di IT, tapi tidak lantas saya ahli dalam bidang desain dan semacamnya. Saya suka photografi hanya sebagai hobi saja. Tapi itu sangat berbeda dengan desain.

Ndilalah, tahun ini kemudian saya dipercaya masuk ke tim media sosial lagi di kantor saya. Mungkin mereka juga mengira semua IT ahli dalam bidang desain dan media sosial. Padahal itu hal yang berbeda sama sekali. Tahun-tahun sebelumnya anggota tim-nya adalah teman seumuran, atau atasan yang lebih tua. Tapi tahun ini gebrakannya luar biasa, saya yang kaku kemudian harus duduk semeja dengan anggota tim yang sebagian adalah gen Z. Tapi sungguh Allah Maha Tahu, disinilah kemudian keajaiban dimulai. Mendengarkan keasbunan mereka tu hiburan banget. Menjembatani pikiran mereka dan pikiran baby boom itu kadang menguras pikiran banget. Tapi Alhamdulillah selama ini bisa dan makin mahir.

Kadang saya juga nontonin mereka mengedit photo atau video untuk media sosial kantor. Biasanya mereka pakai Canva atau Capcut. Mendesain bukan lagi hal yang susah dengan canva, Sudah ada desain awal, tinggal menambahkan elemen ini itu, dan kemudian jadi. Hanya saja perasaan seni itu tetap dibutuhkan, itu yang tidak bisa dipelajari dimana-mana. Rasa. Kemudian saya mikir, apa ada aplikasi yang serupa dengan canva atau capcut?

Berikut adalah daftar web alternatif Canva berdasarkan fungsinya:
Alternatif Desain Umum & Media Sosial
Adobe Express: Pilihan terbaik dengan fitur lengkap dan template profesional.
Snappa: Antarmuka cepat dan intuitif, fokus pada desain media sosial.
Desygner: Cocok untuk membuat konten marketing dengan cepat.
Wepik: Bagian dari Freepik, menawarkan template modern dan gratis.
Easil: Menyediakan template dengan desain trendy.

Alternatif Edit Foto & Desain Kreatif
Pixlr: Alat edit foto berbasis web yang sangat kuat.
BeFunky: Mudah digunakan untuk kolase dan pengeditan foto.
PicMonkey: Fokus pada touch-up foto dan desain grafis sederhana.
Photopea: Alternatif Photoshop berbasis web yang canggih.
Colorcinch: Editor foto dan efek artistik.

Alternatif Infografis & Presentasi
Visme: Sangat baik untuk membuat presentasi dan visualisasi data.
Piktochart: Spesialis dalam infografis dan laporan visual.
Venngage: Fokus pada infografis profesional.
Slidesgo: Spesialis template presentasi. 

Alternatif Desain Vektor
Vectr: Alat desain vektor gratis yang bisa digunakan langsung di browser.
Figma: Sangat populer untuk desain antarmuka (UI/UX) dan vektor



-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 07 Mei 2026

Berpikir Ala Sherlock Holmes

How To Think Like Sherlock Holmes - Petter Hollins
Harga lupa
Beli di Gramedia
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tahun 2021

Ada sebuah buku yang pernah saya baca. Tapi waktu saya baca buku ini, saya lagi lamaaaa sekali nggak nulis. Alasannya? saya nggak suka tulisan saya dibaca orang yang saya kenal. Lebih lengkapnya, saya nggak suka tulisan saya dibaca oleh orang yang saya kenal dan berpotensi ketemu secara langsung. Itu dulu. Sekarang? Sama. Tapi di tahun itu imbasnya adalah saya jadi males nulis blog. Saya alihkan ke journal. 

Oke balik lagi ke Sherlock Holmes. Siapa yang nggak pernah dengar nama detektif fiktif ini? minimal dengar pasti pernah ya. Karena akhir-akhir ini Sabtu Minggu saya sering saya habiskan dirumah, saya menyelesaikan 4 sesion sherlock holmes dalam 2 minggu (4 sesion ini sudah pernah saya tonton sebelumnya di tahun 2017/2018) Jadi kali ini saya rewatch. Karena nonton filmnya lagi, saya jadi ingat buku yang saya pernah baca itu. Jadi mau saya review sekarang.

Ada banyak quote yang diucapkan sherlock holmes, tapi yang saya suka hanya dua.

“Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”
“Tentang kejadian aneh seekor anjing di malam hari.”
“Anjing itu tidak melakukan apa pun di malam hari.”
“Itulah kejadian anehnya,” ujar Sherlock Holmes.
― Arthur Conan Doyle, Silver Blaze

“Tidak ada yang lebih menipu daripada fakta yang jelas.”
― Arthur Conan Doyle, Misteri Lembah Boscombe - Sebuah Cerpen Sherlock Holmes

Sherlock Holmes adalah tokoh fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat legendaris sejak 1887 hingga sekarang. Ia pun sering diangkat ke layar lebar juga serial televisi. Mengapa masih banyak orang yang terpaku pada Sherlock Holmes? Itu karena kemampuannya dalam menyelesaikan masalah rumit dengan sangat mudah. Ia adalah sosok pahlawan super genius yang ingin kita wujudkan dalam diri kita. Karena saya tahu dia fiktif sebenarnya saya nggak ingin-ingin banget berpikir ala dia ya. Tapi ada hal yang sama antara saya dan sherlock holmes, bukan kepintarannya pasti ya. Wkwkw. Adalah sebuah prinsip bahwa : Tidak perlu tahu segalanya, tapi pahami hal penting dengan dalam. Ya betul, kadang teman saya heran kenapa saya begitu gobloknya dalam sebuah hal tapi tidak hal lain. Dengan mudah mengingat detail kebiasaan orang asing yang baru setengah jam ketemu, tapi susah mengingat arah mata angin. Susah mengingat nama orang, tapi dengan gampang mengingat deretan angka yang panjang. Sebelum saya nonton atau baca novel mengenai sherlock holmes saya sudah memiliki prinsip demikian. Saya juga tidak paham nama-nama politikus, atau hal yang sedang terjadi didalamnya. Pengetahuan saya tentang hal itu ZERO. Selain itu, tidak ada lagi persamaan saya sama sherlock holmes. Wkwkk.

Ini adalah ringkasan dari buku yang saya baca tersebut.
MIND MAP: Berpikir ala Sherlock Holmes
SHERLOCK HOLMES THINKING

──────────────────────────┼──────────────────────────

OBSERVASI
- Perhatikan detail kecil
- Gunakan semua indera
- Jangan sekadar melihat


DEDUKSI
- Gabungkan fakta
- Tarik kesimpulan logis
- Hindari tebakan tanpa bukti


BERTANYA
- Kenapa?
- Bagaimana?
- Apa penyebabnya?


PENGETAHUAN
- Fokus pada yang penting
- Perluas wawasan
- Simpan info yang berguna


POLA
- Cari hubungan antar kejadian
- Hubungkan fakta kecil
- Lihat gambaran besar


LOGIKA
- Jangan terburu-buru
- Uji semua kemungkinan
- Pilih yang paling masuk akal


Berikut adalah beberapa contoh observasi dan deduksi ala Sherlock Holmes:
1. Mengetahui Profesi Seseorang (Contoh Umum)
Observasi: Seseorang memiliki kulit tangan kanan yang lebih kasar, kapalan di jari tengah, dan sedikit noda tinta di ujung jari telunjuk.
Deduksi: Dia adalah seorang penulis atau pegawai administrasi yang banyak menulis manual, bukan sekadar mengetik, karena kapalan khusus pada jari tengah menunjukkan penggunaan pena yang intensif.

2. Mengetahui Kebiasaan & Perjalanan (Koper Norwood)
Observasi: Menemukan koper di lokasi kejadian yang berselimut debu tipis, namun pegangannya bersih, serta ada bekas stiker hotel yang baru dilepas.
Deduksi: Pemilik koper baru saja melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta (debu), memegang koper tersebut secara intensif (pegangan bersih), dan berusaha menyembunyikan identitas hotel tempatnya menginap (stiker dilepas).

3. Mengetahui Latar Belakang & Ekonomi (Kasus Fiksi)
Observasi: Seorang pria memakai sepatu yang mengkilap, tetapi ada bekas keausan yang tidak rata di bagian tumit luar, dan kancing jasnya sedikit longgar.
Deduksi: Pria ini peduli pada penampilan (sepatu mengkilap) namun mungkin sedang mengalami masalah keuangan atau terburu-buru (kancing longgar), dan dia memiliki cara berjalan yang tidak seimbang yang mungkin disebabkan oleh cedera lama atau kebiasaan duduk tertentu.

4. Mengetahui Tindakan Terakhir (Analisis Lingkungan)
Observasi: Di sebuah ruangan, ada abu cerutu yang berserakan di sebelah kanan kursi, namun majalah yang terbuka berada di sebelah kiri, dan gelas air minum kosong berada jauh di meja seberang.
Deduksi: Seseorang yang merokok (kanan) membaca majalah (kiri) dan bangkit dari kursi untuk menaruh gelas, menunjukkan bahwa dia tidak sendirian atau dia melakukan aktivitas terburu-buru sebelum pergi.

Apakah kita mungkin untuk mengikuti bagaimana Sherlok Holmes berifkir? Jawabannya tidak mungkin. Mendekati pun tidak. Dia adalah tokoh fiktif. Tapi ada yang bisa ditiru dari kebiasaan holmes saat berpikir dia buntu. Yaitu dia membuat jeda dan refleksi. Sering kali Holmes menghisap pipa atau bermain biola saat menghadapi kasus sulit. Ini adalah teknik untuk menjauh sejenak dari masalah agar otak bawah sadar dapat mengolah informasi secara lebih jernih. Jadi jika otakmu rasanya akan meledak ketika memikirkan jalan keluar suatu hal. Berhenti dulu. Kontrolnya ada di diri kamu sendiri, nggak usah nunggu stroke dulu baru berhenti. Telat! 

Berhenti dulu. Dunia bisa nunggu! :)




-Saya pasti pulang-
Share:

Nom De Plume

Nom De Plume adalah istilah Prancis yang berarti "nama pena" atau nama samaran yang digunakan penulis untuk menerbitkan karyanya alih-alih nama aslinya. Tujuannya apa? Kenapa nggak pakai nama asli? Tulisan adalah jendela jiwa. Tak hanya tentang bahagia dan hal positif yang tertuang ditulisan. Disitu ada kesedihan, ada kekesalan yang tidak bisa diungkapkan, ada trauma, ada kemarahan, ada banyak hal. Maka, beberapa penulis butuh untuk menyembunyikan nama aslinya. Tidak hanya nama, tapi identitas aslinya, kehidupan aslinya. Nama pena memungkinkan penulis untuk menulis hal diluar batas kewajaran. Semacam alter ego. 

Di Indonesia sendiri ada beberapa penulis yang menggunakan nama pena seperti Tere Liye, Andrea Hirata, Gol A Gong, Asma Nadia dan Remy Sylado.

Padahal harusnya kan seseorang bangga dengan hasil karyanya? Oh no no baby no no. Jika aku menulis novel tentang pembunuhan, yang rapi dan tersusun, jika kemudian pembaca membaca tulisanku itu, dan ternyata pembacanya mengenalku dalam kehidupan sehari-hari dia akan berfikir, minimal : "Kok bisa orang pendiam seperti itu tulisannya kriminal banget?", atau yang lebih parah berfikir : "Jangan-jangan dia memang pernah melakukan pembunuhan?". 

Dengan menggunakan nama pena, sifat asli yang kalem (idih) dan pikiran yang plenger dan dituangkan melalui tulisan akan terpisah. Penulis hanya akan dinilai dari tulisan yang tercetak saja. Tidak bercampur dengan bagaimana kelakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu ada korelasinya dengan orang yang memiliki akun media sosial lebih dari satu. Kalo dua masih oke. Mungkin yang satu untuk bisnis. Kalo punya lebih dari dua? Atau mungkin akun media sosialnya berganti-ganti nama tiap bulan? Atau tiap bulan bikin akun media sosial baru tapi yang difollow itu-itu saja? Ya positif thinking saja, mungkin lupa password. Ehe.



-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Kisah Para Nabi

Hai, sudah dua bulan saya membuat menu khusus kisah para nabi. Letaknya ada di header. Karena isinya nyicil, jadi agak lama saya menyelesaikan. Sumbernya dapat dari buku, ada juga dari googling dari sumber-sumber yang inshaallah bisa dipercaya. 

Walaupun isinya nyicil dan proses nulisnya lama, tapi alhamdulillah ada beberapa pengujung dengan keyword "kisah nabi" yang sampai juga di halaman kisah nabi di blog ini. Tapi rasanya kurang greget karena jumlah pengunjungnya tidak signifikan. Maka dari itu saya buat post tentang menu ini. Supaya pengunjung yang mencari kisah para nabi, kisah 25 nabi, bisa langsung terarah menuju menu itu. Semoga bermanfaat ya. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Konversi Bilangan Biner ke Oktal

Cara konversi bilangan biner ke oktal itu mirip dengan ke heksadesimal, bedanya kita pakai kelompok 3 digit (karena 1 digit oktal = 3 bit biner).

Langkah-langkah
Kelompokkan biner per 3 digit dari kanan
Jika bagian kiri kurang dari 3 digit kemudian tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok menjadi angka oktal

Tabel penting
BinerOktal
0000
0011
0102
0113
1004
1015
1106
1117


Contoh 1

Biner:
101110

Kelompokkan:
101 110

Konversi:
101 = 5
110 = 6

Hasil 56 


Contoh 2

Biner:
1101011

Kelompokkan dari kanan:
1 101 011
tambahkan 0 menjadi 001 101 011

Konversi:
001 = 1
101 = 5
011 = 3

Hasil 153





-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 05 Mei 2026

Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal

Cara konversi bilangan biner ke heksadesimal itu sebenarnya simpel. Asalkan kamu hafal tabelnya. Tabelnya sudah disematkan dibawah. Tinggal kamu hafalkan. 

Langkah-langkah :
Pisahkan biner menjadi kelompok 4 digit dari kanan
Kalau kurang 4 digit di kiri, tambahkan 0 di depan
Ubah tiap kelompok 4 bit ke heksadesimal

Tabel penting (wajib hafal) Kok bentuk tabel e acak adut ora karuan? Wes pokoknya segini ikhlasnya. Lagi males. Ngoahaha. 


Contoh soal 1

Biner:
10101110

Kelompokkan per 4
1010 1110

Konversi:
1010 = A
1110 = E

Hasil AE


Contoh soal 2


Biner:
110101

Kelompokkan dari kanan:
11 0101 
tambahkan 0 sehingga menjadi 0011 0101

Konversi:
0011 = 3
0101 = 5

Hasil 35





-Saya pasti pulang-
Share:

Jari-jari

Setelah ketampar fakta bahwa tanpa jempol, kita tidak bisa memasang kancing baju, kali ini tanpa telunjuk, ternyata menulis ide (mengetik di komputer) adalah hal yang agak merepotkan untuk dilakukan. Semula saya hendak memisahkan post mengenai tanpa jempol dan tanpa telunjuk ini, tapi kayaknya ribet banget. Jadi dijadikan satu saja biar nyambung

Ini sebenarnya gimana? Tanpa jempol dan tanpa telunjuk? Sabar. 

Pernah lihat orang yang suka mencabuti kutikula kuku dengan mulut saat bengong? Ya, saya melakukannya, tapi tidak digigit. Saya cabut pakai tangan. Kenapa? Nggak tahu. Itu semacam perilaku dibawah alam sadar. Tiba-tiba sudah berdarah. Perilaku itu dilakukan dimanapun, kapanpun. Dan nggak kapok-kapok. Disamping mencabuti kutikula, saya juga membunyikan jari-jari saya dimanapun, kapanpun. Konon kalo tidur juga (saya nggak sadar ya). Kalo kata web aladokter :
Orang yang suka mencabuti kutikula kuku atau kulit di sekitar kuku secara impulsif dan berulang-ulang sering dikaitkan dengan perilaku Dermatillomania (gangguan ekskoriasi) atau Onychotillomania. Kebiasaan ini biasanya dipicu oleh kecemasan, stres, kebosanan, atau sifat perfeksionis, dan dilakukan untuk mengurangi ketegangan, meskipun sering berujung pada luka atau infeksi

Saya nggak mau self diagnosis dan juga nggak mau sampai periksa ke dokter juga karena saya belum berfikir ini penting jadi intinya ya saya melakukan itu. Usaha saya untuk menghentikannya? Minta bantuan orang sekitar, kalo lihat saya begitu, tolong diperhatikan, ditampol, dan sebagainya. Padahal nggak selalu ada orang disekitar saya. Gagal.

Saya pernah ikut perawatan kuku, ikutin teman saya, biar kukunya cantik jadi kan sayang kalo saya kelopek-kelopek. Sudah pasti. Kalo ini probabilitas kegagalannya 100%. Selain saya nggak pernah punya kuku panjang, kalopun memotong kuku, saya type yang memotong sangat sangat pendek. Saya juga nggak bisa karena kuku warna warni menghambat saya bekerja, saya nggak betah, seperti ada benda asing menempel dan rasanya tidak nyaman, sumuk! Enyah!

Tidak singkat, 2016 kemudian saya mengalami infeksi karena mencabut kutikula pada jari jempol. Infeksinya sampai urat yang menghubungkan jempol ke bahu merah dan terlihat menonjol. Macam habis kena petir. Jempol bengkak. Dan praktis tidak bisa digunakan untuk apa-apa. Kalo menjempoli terbalik masih bisa lah. Dan, kalian tahu, tanpa jempol kita tidak bisa memasang kancing baju. Kamu bisa coba. Sekarang kancingkan atau buka kancing pakai empat jari aja. Susah kan? Ini baru jempol. Bergunanya jempol ternyata ya.

Ditahun 2021, saya masuk rumah sakit karena jari manis yang saya patah-patahin ternyata cidera dan bengkak. Kenapa saya sampai masuk rumah sakit? Karena saya sedang ada disalatiga dan saya masih harus nyetir sampai wonogiri. Jadi saya butuh pertolongan pertama pada saat itu juga karena keadaan mendesak. Mungkin karena itu perjalanan takziah jadi saya cemas, sepanjang jalan terus menerus membunyikan jari. Tapi juga tidak karena selalu cemas. Saat bengong saya juga melakukan itu. 

Ditahun ini, diminggu kemarin. Selain jempol, saya harus mengalami pengalaman tanpa telunjuk. Ternyata tanpa telunjuk, kegiatan mengetik, walaupun itu mengetik coding pendek, mudah, dan sehari-hari dilakukan tidak dapat dilakukan juga. Semuanya jadi tidak bisa dilakukan autopilot dan cukup bikin stress. 

Kenapa telunjuknya? Karena nunjuk kuburan kah? Haha, sayangnya bukan. Semua ini disebabkan oleh mencabut kutikula (lagi).

Jadi, kelima jari kita itu ternyata semuanya berguna. Tidak ada satu maka agak terganggulah aktifitas kita. Bersyukurlah memiliki jari yang lengkap dan sehat semua. Meskipun akhirnya kekuatan genggaman tangan jadi sangat lemah. Membuka botol air kemasan susah. Masalah kebiasaan mencabut kutikula dan matah-matahin jari sendiri kita pikirkan nanti. Yang penting semua jari hari ini sudah bisa dipakai lagi.



-Saya pasti pulang-
Share:

Jumat, 01 Mei 2026

Penyihir dan Kucing Hitam

Bagi mereka aku adalah penyihir
Kalau begitu aku akan jadi kucing hitam
Kenapa bukan sapu? Bisa dibawa kemana-mana
Kenapa bukan panci ramuan? Lebih berguna

Aku cemburu bagaimana kamu tidak pernah marah pada kucing
Aku cemburu bagaimana suaramu berubah imut ketika memanggil kucing
Aku cemburu bagaimana seekor kucing asing liar korengan
Bisa membuat pupil matamu membulat lucu dan menggemaskan

Aku akan menjadi kucing hitam yang menggelayut dikakimu
Aku akan menjadi kucing hitam yang menganggumu
Aku akan menjadi kucing hitam paling bahagia didunia 
Karena bisa selalu dekat denganmu, penyihir



-Saya pasti pulang-
Share:

Di Kuburan Banyak Bunga Kamboja

Suatu pagi aku bertemu kakek tua yang suka mancing di kali
Marah-marah dia bilang
Setiap hari mancing tidak dapat ikan
Tapi aku lirik ember itu penuh ikan

Sorenya aku bertemu kakek tua itu di taman 
Marah-marah lagi dia bilang
Dari pagi sampai sore, tak ada bunga yang mekar
Tapi keranjangnya penuh bunga

Siangnya sebelum kakek itu memanggilku lagi
Aku bertanya lebih dulu
Kakek ingin ikan apa? Dengan sopan
Kakek ingin bunga apa? Dengan santun

Sarden, kembung, cakalang! 
Katanya sambil teriak-teriak menggila
Kamboja! Kamboja! Kamboja!
Kali ini dia mengambil parang

Lalu kenapa kau mancing di kali? 
Kulempar pancing dan embernya
Lalu kenapa kau pergi ke taman mawar? 
Kubuang keranjang bunganya

Lalu Kau berharap apa? 
Kubanting kakek itu sekaligus parang ditangannya
Kutendang otaknya yang hanya pemanis kepala
Menggelinding otak itu ke kuburan ketemu kamboja yang ia harapkan



-Saya pasti pulang-
Share:

Senin Nanti Aku Cantik Lagi

Kali ini bahagia tak lagi kupinjam dari ketersediaan bahumu
Tapi dari cepatnya obat turun panas
Yang disuntikan melalui selang infus ditanganku
Mengalir melalui aliran darah
Terarah menuju Sawar darah otak
Agar Senin nanti tak ada yang tahu
Bidadari secantik aku
Pernah terkapar ditempat seperti ini
Satu lawan satu melawan Salmonella typhi



-Saya pasti pulang-
Share:

Kopi Rasa Hujan

Sambil melihat hujan dilantai dua
Secangkir kopi pagi ini kucium aromanya
Tetap aku photo, walau tak lagi terkirim ke tuan ataupun puan
Kutenggak sedikit-sedikit

Ada rasa hujan rintik-rintik yang syahdu 
Yang pernah kulihat turun dari jendela kamarku
Ada rasa hujan yang pernah kuterobos
Dengan motor beat bensin boros

Ada rasa hujan dimasa lalu
Bagi aku kecil yang tak tahu arti berteduh
Dan disesapan terakhir kopi pagi itu
Ada hujan yang turun sangat deras bersama rindu






-Saya pasti pulang-
Share:

Mati-matian Sampai Mati

Betul, kau tak bisa kubawa mati
Maka mumpung aku hidup
Kau akan aku habis-habiskan
Mati-matian sampai mati

Hingga ketika kau meraba
Kau bingung mana peluh mana air mata
Harus lari atau tetap menikmati
Mengeluh atau melenguh

Bingunglah terus, cobalah sekuat tenaga 
Bercitralah kau punya daya
Seolah menjadi pria yang paling dicinta
Aku hitung, Satu? Atau Dua wanita? 

Terlalu sedikit, Tak seru
Sedang detak jantungmu itu tak bisa bohong
Suaranya jelas dan keras
Namaku, namaku, namaku


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 30 April 2026

Introvert Di Adopsi?

Pada forum yang resmi, semua orang adalah asing, aturan jelas, maka sebagai seorang social introvert (saya tidak asal mendeklarasikan diri ya, ini sudah ada hasil test nya) seperti saya tidak ada halangan rintangan atau apapun yang mencegah saya masuk kedalam forum tersebut dengan sangat gemilang. Saya bisa mengeluarkan pendapat, sanggahan dan sebagainya dengan lancar seperti seorang adult profesional. Wkwk.  Contohnya adalah forum atau kelompok di pekerjaan. 

Tapi, jika itu adalah pertemuan yang lebih santai seperti misalnya reuni atau ngopi bareng dengan jumlah peserta lebih dari 3 orang, atau misalnya temanku bawa temannya lagi, entah kenapa saya sangat canggung. Harusnya nggak entah kenapa sih, itu adalah hal lumrah di kehidupan saya. Cuma dengan perbedaan yang mencolok antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, "Orang asing" agak mengernyitkan kening. Dan saya MALAS nggak bisa menjelaskannya. 

Saya punya teman, lingkupnya sangat kecil. Lalu bagaimana saya biasanya menemukan mereka dan akhirnya berteman? Saya diadopsi oleh mereka. Wkwkk.

Istilah "introvert diadopsi" (oleh ekstrovert) merujuk pada dinamika sosial di mana seorang ekstrovert mengambil inisiatif untuk menjalin pertemanan, membawa introvert ke lingkungan baru, dan membuat suasana lebih cair. Ini terjadi karena ekstrovert adalah inisiator sosial, sementara introvert lebih hemat energi dan merasa aman dengan pendamping yang aktif pada suatu forum santai. 

Menurut chatgpt, berikut adalah alasan kenapa introvert sering "diadopsi":
  1. Ekstrovert aktif membuka percakapan dan membawa suasana sosial, sementara introvert (sebagai yang "diadopsi") sering kali menjadi pendengar yang baik, pendalam hubungan, dan penstabil emosi.
  2. Ekstrovert mendapatkan energi dari berinteraksi, sehingga mereka senang merangkul orang lain, termasuk membawa introvert ke acara sosial.
  3. Introvert cenderung hemat energi dan lebih memilih lingkungan yang akrab. Diadopsi oleh ekstrovert membantu mereka bersosialisasi tanpa harus memimpin interaksi.
  4. Dalam hubungan, ekstrovert sering bertindak sebagai co-regulator (penstabil mood), membuat introvert merasa aman di bawah "asuhan" sosial mereka.
Ini bukan soal dominasi, melainkan hubungan timbal balik di mana ekstrovert membutuhkan teman bicara yang suportif seperti introvert, dan introvert membutuhkan jembatan untuk keluar dari zona nyaman seperti ekstrovert. 

Menurut teman saya yang mengasessment saya, Introvert sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Dan Sosial Introvert seperti saya memiliki ciri mencolok seperti : 
  1. Introvert sosial lebih memilih bergaul dengan sedikit orang atau orang yang sudah dikenal. Menurut para terapis, tanda-tanda introvert sosial adalah:Hanya bergaul dengan teman-teman dekat atau komunikasi empat mata;
  2. Menikmati aktivitas sendirian tanpa merasa kesepian;
  3. Merasa lelah setelah berinteraksi dengan orang banyak untuk waktu lama;
  4. Lebih memilih komunikasi lewat teks atau daring.
Contoh social introvert adalah Rhea Freeman, mentor dan penulis You’ve Got This sering menjadi pembicara di depan umum, termasuk di radio dan TV. Padahal, ia seorang introvert.

Ketika mendengar istilah introvert, kita sering berfikir bahwa sama dengan pemalu. Padahal aslinya beda sekali. Introvert tidak sama dengan pemalu. Introvert adalah tipe kepribadian yang memfokuskan energi pada dunia internal (pikiran/perasaan) dan butuh menyendiri untuk mengisi energi. Pemalu adalah rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dalam situasi sosial. Introvert bisa sangat percaya diri, hanya saja lebih suka situasi tenang.







-Saya pasti pulang-
Share:

Saya Punya Member Point Kopi :D

Apa pengalaman kalian dengan kopi point nya Indomart? Enak, ada dimana saja, mudah didapatkan baik online maupun online, kalo minum ditempat bisa sekalian jajan. Saya ceritain pengalaman saya mengenai kopi point.

Pengantarnya selalu sama ya. Saya orangnya itu-itu saja. Pesan kopi yang itu-itu saja. Di jam itu-itu saja. Dengan ukuran gula, es, cup yang itu-itu saja. Nah, yang jadi lucu adalah. Ternyata pola itu diingat oleh salah satu barista di salah satu gerai point kopi di kota saya. Oke sampai sini belum lucu. Krik krik krik. 

Pada suatu siang, seperti biasa saya sendirian, jalan kaki, kepanasan dan pesan kopi. Siang itu sepi. Tak ada antrian. Saya lihat plank menu diatas. Ya sama kaya kalian mestinya kalau mau pesan kopi di point indomart, liat-liat plank yang sampai seberapa kali kalian lihat pun nggak akan hapal kan? Tapi sebenarnya semesta tahu, saya tidak akan ganti menu. dan mbak barista itu adalah bagian dari semesta, mata saya yang berkeliling di plank atas itu langsung terhenti ketika sapaan mbak barista itu agak beda siang itu. Bukan menanyakan mau pesan apa, tapi langsung bilang, seperti biasa kak? 

Jyujyur jangyal. Karena salam pembukanya biasanya nggak gitu deh. Saya nggak siap donk, apa harus dipersiapkan. Ya! 
Spontan saya bilang, "hah eh iya eh biasanya saya pesan apa mbak?"
"Palm latte sugar, upsize, normal sugar, normal ice" Mbak barista itu senyum.
Saya balas senyumnya, tapi pupil mata saya pasti membesar karena merasa bahagia diperhatikan sebegitunya.
Mbak barista melanjutkan, "Kak sayang kalo ga bikin member, kakak kan beli kopi hampir setiap hari lho"

Saya memang seriiiing sekali ditanya member. Tapi alasan utama saya adalah ::drumroll::, males usaha daftar, males dilabelin, kemalasan saya bisa sangat total pokoknya pada hal-hal tertentu. 
Tapi karena mbak tadi sudah sangat ramah dan sampai ingat pesanan saya tanpa saya harus bilang. Kalo nantinya ketemu lagi kemudian saya tetep nggak bikin member kok saya nggak enak. Dih. Wkwkw. Asli nggak enak. Maka dikantor saya daftar member. 16 digit nomor KTP yang biasanya malas sekali diketik kali ini saya mau usaha sedikit deh. dan berhasil. 

Besokannya masih dijam yg sama, tapi agak mendung, ngos-ngosan karena jalan kaki dari kantor ke Indomart, kali ini sebelum mbak barista itu bilang apa-apa saya udah pamer duluan. Saya punya member mbak. Saya dan dia tertawa bareng.

Tapi sedihnya, suatu siang saya nggak lagi menemukan dia di Indomart dekat kantor saya itu. Kata teman sesama baristanya dia dirolling ke Indomart lain? Dan kenapa hari ini saya cerita tentang point kopi adalah karena tadi siang saya agak gabut jadi muter-muter tak tentu arah, yang akhirnya memutuskan untuk beli kopi di suatu Indomart yang nggak kaya biasanya saya beli. Guess what? Saya ketemu mbak barista itu dan kita kaya orang yang udah kenal lama. Dia bilang, andaikan tahu nomor hp saya, dia akan ngabarin kalo di rolling. Saya dan dia bahkan janjian mau nongkrong berdua minggu depan. Duh gong banget ini sih. 





-Saya pasti pulang-
Share:

Joko Pinurbo

Salah satu buku beliau pernah saya ulas di SINI. Dan puisi yang paling suka adalah Kumpul Kopi.

Kumpul Kopi

Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi
puisi ada di tengah-tengahnya
Menurut saya, puisi-puisi beliau memiliki ciri kata sederhana, bercerita sepi, masa lalu. Puisi lain yang saya kutip dari goodread yaitu 


“Setelah punya rumah, apa cita-citamu?
Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja,
supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.”

“Hidup
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.”
― Joko Pinurbo, Perjamuan Khong Guan

“Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri”
― Joko Pinurbo, Srimenanti

Joko Pinurbo, atau yang akrab disapa Jokpin, merupakan salah satu penyair kontemporer Indonesia paling terkemuka yang berhasil merevolusi gaya perpuisian tanah air dengan membawa bahasa sehari-hari ke tingkat estetika yang jenaka sekaligus getir. Lahir di Sukabumi pada 11 Mei 1962 dan menetap di Yogyakarta hingga wafatnya pada April 2024, ia dikenal sebagai arsitek kata yang mampu mengubah benda-benda remeh dan domestik—seperti celana, sarung, kamar mandi, hingga telepon genggam—menjadi metafora mendalam tentang kesepian, iman, perlawanan sosial, dan eksistensi manusia. Gaya penulisan Jokpin yang minimalis, penuh parodi, namun sarat dengan nuansa spiritualitas Katolik yang membumi, membuatnya sangat dicintai oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi sastra hingga generasi muda yang akrab dengan kutipan-kutipannya di media sosial. Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa puisi tidak harus selalu tampil dengan diksi yang berat dan "langit", melainkan bisa hadir di tengah-tengah percakapan warung kopi dengan kejutan-kejutan imajinatif yang sering kali berakhir dengan senyum kecut atau renungan filosofis.

Sepanjang karier sastranya, Joko Pinurbo telah melahirkan banyak kumpulan puisi ikonik seperti Celana (1999), Kekasihku (2004), Baju Bulan (2013), hingga Perjamuan Khitah (2020), yang banyak di antaranya telah meraih penghargaan bergengsi termasuk Penghargaan Sastra Khatulistiwa dan Penghargaan dari Badan Bahasa. Salah satu kekuatannya yang paling menonjol adalah kemampuannya melakukan "otopsi" terhadap realitas sosial dengan cara yang sangat halus; ia sering kali menyisipkan kritik tajam terhadap kekuasaan atau ketidakadilan melalui humor gelap yang terasa akrab. Selain itu, keterikatannya yang kuat dengan kota Yogyakarta memberikan warna tersendiri dalam karya-karyanya, menjadikannya salah satu ikon budaya yang tak terpisahkan dari denyut nadi kreativitas kota tersebut. Meskipun ia telah tiada, warisan sastranya tetap hidup melalui bait-baitnya yang abadi, seperti kutipan terkenalnya tentang Jogja yang "terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan," yang kini telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia dalam memandang identitas dan rasa memiliki.

Berikut adalah daftar karya kumpulan puisi dari Joko Pinurbo (Jokpin), diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya (mulai dari yang tertua). Perlu dicatat bahwa banyak buku beliau yang kemudian diterbitkan ulang dalam edisi bundel atau seleksi puisi pilihan:
  • Celana (1999) – Buku debut yang langsung mendobrak tradisi perpuisian Indonesia dengan metafora "celana".
  • Di Bawah Kibaran Sarung (2001) – Melanjutkan eksplorasi objek-objek domestik.
  • Era 2000-an (Pemantapan Gaya "Jokpinan")
  • Pacarku Kecilku (2002).
  • Telepon Genggam (2003) – Memotret perubahan gaya hidup manusia modern melalui teknologi.
  • Kekasihku (2004).
  • Kepada Cium (2007).
  • Tahilalat (2012).
  • Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan (2013) – Berisi pilihan puisi dari buku-buku sebelumnya plus karya baru.
  • Bulat Bulat (2014).
  • Surat Kopi (2014) – Salah satu bukunya yang paling populer dan banyak dikutip.
  • Kamus Kecil: Kumpulan Puisi (2015).
  • Malam Ini Aku Tidur di Matamu (2015).
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016) – Judul yang menjadi slogan ikonik bagi para pencinta puisi.
  • Buku Latihan Tidur (2017).
  • Salah Piknik (2018).
  • Perjamuan Khitah (2020).
  • Sepotong Hati di Angkringan (2021).
  • Kabar Sukacita (2021) – Kumpulan puisi bertema rohani dan kemanusiaan.
  • Epigram Kasih Sayang (2022).
  • Tak Ada Asu di Antara Kita (2023) – Salah satu buku terakhir yang diterbitkan sebelum beliau wafat.
  • Srimenanti (2019) – Sebuah novel/prosa liris yang memadukan narasi dengan elemen puisi.
  • Ode bagi Kota yang Tak Pernah Tidur – Seleksi puisi mengenai kota dan suasana urban.
Joko Pinurbo dikenal sering menerbitkan ulang puisi-puisinya dalam kemasan baru (edisi revisi atau kompilasi), namun daftar di atas mencakup tonggak-tonggak utama perjalanan kreatif beliau dari tahun ke tahun.


-Saya pasti pulang-
Share:

Jangan Dibuang Ketika Gorengannya Sudah Habis Dimakan

Sudah pernah dengar istilah food waste? Food waste adalah makanan layak konsumsi yang terbuang pada tahap akhir rantai pasok, yaitu di tingkat ritel, jasa boga, hingga konsumen (rumah tangga). Masalah ini mencakup makanan yang tidak habis dimakan, makanan kedaluwarsa, atau sisa dapur yang dibuang begitu saja ke TPA. Kita sering menyebutnya mubazir. 

Kenapa tiba-tiba food waste? Sebenarnya tidak tiba-tiba. Setiap malam jumat karena rumah paling dekat dengan mushola, maka saya punya kewajiban beli jajanan, salah satu yang wajib adalah gorengan. Nah, di gorengan itu kan selalu diberi cabai, saat pengajian selesai, gorengannya habis, cabainya selalu sisa banyak. Saya punya kebiasaan tidak membuang cabai tersebut tapi saya pakai untuk masak sehari-hari. Alasannya? Biar hemat? Tidak. Saya nggak tega buangnya. 

Lalu saya mikir, seandainya cabai harganya sedang murah, apakah saya akan tetap melakukan hal yang sama pada cabai sisa gorengan? Dan ternyata suatu waktu ketika cabai harganya murah meriah mantul. Saya tetap tidak bisa membuang cabai sisa gorengan. Saya nggak ngerti apakah kebiasaan saya wajar atau termasuk ke pelit? Itulah kenapa tiba-tiba tulisan saya mengenai food waste

Dari hasil saya googling, saya akhirnya menemukan istilah food waste dan informasi didalamnya ternyata lumayan bikin terbelalak ya. Karena ternyata Indonesia adalah penyumbang food waste nomor 2. Berikut adalah kutipan beritanya yang diambil dari gemini AI :
Pada tahun 2025, Indonesia sering disorot sebagai salah satu negara penghasil food waste (sampah makanan) terbesar di dunia, sering kali menempati posisi ke-2 terbesar atau setidaknya masuk dalam jajaran tertinggi, dengan perkiraan timbulan sampah makanan mencapai belasan hingga puluhan juta ton per tahun. Sisa makanan mendominasi total sampah di Indonesia pada 2025.

Kaget? Sama. Badan Pangan Nasional menyebutkan jika jumlah sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia, seharusnya dapat menghidupi 29-47% populasi rakyat Indonesia. Sengaja saya bold supaya terngiang-ngiang. Tidak hanya saat baca.

Dari semua fakta yang saya dapatkan tersebut, saya tidak lagi merasa jika cabai yang saya simpan dari sisa beli gorengan adalah hal pelit. Oh ya, saya juga mengolah kembali MBG milik Satu (saya selalu menyimpan kotak makan kosong didalam tas Satu untuk menjaga jika menu MBG hari itu tidak cocok) yang kemudian setiap hari pula dibawa pulang kerumah dengan alasan utama anak-anak yaitu KETIDAK COCOKAN MENU. Setelah saya olah kembali, saya makan! 

Kemudian, saya punya aturan belanja kebutuhan rumah tangga seminggu sekali yaitu hari Minggu, maka jika hari Sabtu saya masih punya persediaan makanan mentah untuk dimasak, bagaimanapun saya akan mencoba menghabiskannya sampai kulkas kosong mlompong. Saya nggak apa-apa, saya nggak keberatan dan akan terus melanjutkan kebiasaan-kebiasaan yang ternyata mampu mengurangi food waste yang dilakukan manusia Indonesia setiap harinya.





-Saya pasti pulang-
Share:

Konversi Desimal ke Heksadesimal

Konversi desimal ke heksadesimal dilakukan dengan membagi bilangan desimal secara berulang dengan 16 dan mencatat sisa pembagiannya. Sisa pembagian (0-15) diurutkan dari bawah ke atas, di mana nilai 10-15 diganti dengan huruf A-F (A=10, B=11, C=12, D=13, E=14, F=15). Kalo dibuat tabel rapi maka akan seperti ini :
Tabel Padanan Angka (Desimal ke Heksadesimal)
DesimalHeksadesimalDesimalHeksadesimal
10A13D
11B14E
12C15F

Contoh 1: 
Konversi 120 (Desimal) ke Heksadesimal






Hasilnya adalah 7816



Contoh 2: 
Konversi 423 (Desimal) ke Heksadesimal







Hasilnya adalah 1A716






-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 29 April 2026

Konversi Bilangan Desimal ke Oktal

Untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan oktal, kita harus membagi bilangan asli tersebut dengan 8 sehingga basis 10 berubah menjadi basis 8. Bilangan oktal adalah sistem bilangan berbasis delapan (0,1,2,3,4,5,6,7). Sistem ini sering digunakan dalam komputasi karena kemampuannya menyederhanakan angka biner panjang, di mana satu digit oktal mewakili tepat tiga bit biner. Mari kita pahami dengan bantuan sebuah contoh.

Contoh 1
Ubah 128 10 menjadi bilangan oktal.
Jawab : Mari kita sajikan konversi tersebut dalam bentuk tabel.


Oleh karena itu, angka oktal yang setara = 200 8


Contoh 2
Soal: Ubah 19 (desimal) ke oktal
Tabel Penyelesaian






Oktal: baca dari bawah ke atas  238
 

Contoh 3

Soal: Ubah 45 (desimal) ke oktal
Tabel Penyelesaian







Oktal: 558




-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 27 April 2026

J.K. Rowling

J.K. Rowling, penulis asal Inggris yang memiliki nama asli Joanne Rowling, merupakan sosok di balik fenomena literasi global Harry Potter yang telah mengubah wajah sastra anak dan remaja selamanya. Perjalanan hidupnya sering kali dianggap sebagai kisah "dari titik terendah menuju kejayaan" (rags to riches), di mana ia mulai menulis ide tentang sekolah sihir di atas potongan kertas saat mengalami penundaan kereta api, hingga kemudian harus berjuang sebagai ibu tunggal yang hidup dalam keterbatasan ekonomi di Edinburgh. Penolakan dari dua belas penerbit tidak menyurutkan langkahnya hingga akhirnya Harry Potter and the Philosopher’s Stone diterbitkan pada tahun 1997, yang segera memicu kegilaan membaca di seluruh dunia dan melahirkan tujuh seri buku yang terjual lebih dari 500 juta kopi. Kemampuannya dalam membangun semesta sihir yang sangat detail, lengkap dengan sejarah, terminologi, dan kompleksitas moral yang mendalam, membuat karyanya tetap relevan bagi pembaca lintas usia dan budaya.

Selain kesuksesannya dalam dunia fantasi, Rowling juga menunjukkan versatilitasnya sebagai penulis melalui novel fiksi kontemporer dewasa seperti The Casual Vacancy dan seri detektif kriminal Cormoran Strike yang ia tulis dengan nama samaran Robert Galbraith. Di balik meja tulisnya, ia juga dikenal sebagai seorang filantropis yang sangat aktif, mendirikan badan amal Lumos untuk membantu anak-anak di panti asuhan serta mendukung berbagai penelitian medis, terutama terkait sklerosis ganda yang diderita mendiang ibunya. Meskipun belakangan ini ia sering terlibat dalam berbagai diskursus publik yang menuai kontroversi di media sosial, pengaruh intelektual dan dampak ekonominya terhadap industri buku tetap tidak terbantahkan. Dengan berbagai penghargaan bergengsi yang telah diraihnya, termasuk Order of the Companions of Honour (CH), J.K. Rowling tetap berdiri sebagai salah satu pencerita paling berpengaruh di abad ke-21 yang berhasil membuktikan bahwa kekuatan imajinasi mampu mengubah dunia.

Berikut adalah buku seri Harry Potter yang ditulis oleh J.K Rowling

  1. Harry Potter and the Philosopher's Stone (1997)
  2. Harry Potter and the Chamber of Secrets (1998)
  3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (1999)
  4. Harry Potter and the Goblet of Fire (2000)
  5. Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003)
  6. Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005)
  7. Harry Potter and the Deathly Hallows (2007)
Kalian lebih suka nonton filmnya atau bukunya? sudah pernah baca yang mana? 



-Saya pasti pulang-
Share: