Kamis, 30 April 2026

Jangan Dibuang Ketika Gorengannya Sudah Habis Dimakan

Sudah pernah dengar istilah food waste? Food waste adalah makanan layak konsumsi yang terbuang pada tahap akhir rantai pasok, yaitu di tingkat ritel, jasa boga, hingga konsumen (rumah tangga). Masalah ini mencakup makanan yang tidak habis dimakan, makanan kedaluwarsa, atau sisa dapur yang dibuang begitu saja ke TPA. Kita sering menyebutnya mubazir. 

Kenapa tiba-tiba food waste? Sebenarnya tidak tiba-tiba. Setiap malam jumat karena rumah paling dekat dengan mushola, maka saya punya kewajiban beli jajanan, salah satu yang wajib adalah gorengan. Nah, di gorengan itu kan selalu diberi cabai, saat pengajian selesai, gorengannya habis, cabainya selalu sisa banyak. Saya punya kebiasaan tidak membuang cabai tersebut tapi saya pakai untuk masak sehari-hari. Alasannya? Biar hemat? Tidak. Saya nggak tega buangnya. 

Lalu saya mikir, seandainya cabai harganya sedang murah, apakah saya akan tetap melakukan hal yang sama pada cabai sisa gorengan? Dan ternyata suatu waktu ketika cabai harganya murah meriah mantul. Saya tetap tidak bisa membuang cabai sisa gorengan. Saya nggak ngerti apakah kebiasaan saya wajar atau termasuk ke pelit? Itulah kenapa tiba-tiba tulisan saya mengenai food waste

Dari hasil saya googling, saya akhirnya menemukan istilah food waste dan informasi didalamnya ternyata lumayan bikin terbelalak ya. Karena ternyata Indonesia adalah penyumbang food waste nomor 2. Berikut adalah kutipan beritanya yang diambil dari gemini AI :
Pada tahun 2025, Indonesia sering disorot sebagai salah satu negara penghasil food waste (sampah makanan) terbesar di dunia, sering kali menempati posisi ke-2 terbesar atau setidaknya masuk dalam jajaran tertinggi, dengan perkiraan timbulan sampah makanan mencapai belasan hingga puluhan juta ton per tahun. Sisa makanan mendominasi total sampah di Indonesia pada 2025.

Kaget? Sama. Badan Pangan Nasional menyebutkan jika jumlah sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia, seharusnya dapat menghidupi 29-47% populasi rakyat Indonesia. Sengaja saya bold supaya terngiang-ngiang. Tidak hanya saat baca.

Dari semua fakta yang saya dapatkan tersebut, saya tidak lagi merasa jika cabai yang saya simpan dari sisa beli gorengan adalah hal pelit. Oh ya, saya juga mengolah kembali MBG milik Satu (saya selalu menyimpan kotak makan kosong didalam tas Satu untuk menjaga jika menu MBG hari itu tidak cocok) yang kemudian setiap hari pula dibawa pulang kerumah dengan alasan utama anak-anak yaitu KETIDAK COCOKAN MENU. Setelah saya olah kembali, saya makan! 

Kemudian, saya punya aturan belanja kebutuhan rumah tangga seminggu sekali yaitu hari Minggu, maka jika hari Sabtu saya masih punya persediaan makanan mentah untuk dimasak, bagaimanapun saya akan mencoba menghabiskannya sampai kulkas kosong mlompong. Saya nggak apa-apa, saya nggak keberatan dan akan terus melanjutkan kebiasaan-kebiasaan yang ternyata mampu mengurangi food waste yang dilakukan manusia Indonesia setiap harinya.





-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar