Hewan yang kisahnya ada dalam alquran selanjutnya adalah anjing. Teman-teman pernah punya anjing? Aku pernah. Namanya nero. Ayahku adalah seorang penyayang binatang. Ayam, anjing, kucing, burung, ikan, kambing, bebek semua ada dirumah kami yang dulu. Tugasku setiap pagi adalah mengambil telur bebek. Dari 3 bersaudara, sifat penyayang binatang itu menurun ke aku. Menurun sangat kental sampai-sampai selain menjadi penulis, aku pernah bercita-cita menjadi dokter hewan.
Dan dari deretan hewan yang dimiliki ayahku, untuk kasusku aku menambahkan beberapa hewan yang membuatku diingat oleh keluarga besarku. Aku memelihara klomang sampai ukuran rumahnya tidak ada lagi, aku memelihara berudu sampai jadi kodok besar yang berisik kang kong kang kong tiap hari, aku memelihara anak ayam sampai dia bisa diajak jalan sore. Aku juga pernah eksperimen pelihara jentik nyamuk, sampai ya dia jadi nyamuk.
Dan sebagai sesama penyayang binatang, ada beberapa pandangan antara aku dan ayahku yang berbeda. Aku pernah melepaskan burung peliharaan ayahku, karena menurutku harusnya burung tidak dikandang. Sempat dihukum tapi kemudian ayahku mengerti alasanku. Aku tidak pernah beli kucing, semua kucing yang aku pelihara adalah kucing kampung yang datang sendiri kerumah dalam keadaan luka, kedinginan, kelaparan. Sedangkan ayahku suka beli kucing atau burung yang menurut beliau bagus, tapi masih memberi makan kucing liar.
Oke prolognya agak panjang ya kali ini. Muup. Hihi.
Dalam Al-Qur’an, ada satu kisah terkenal tentang anjing yang sangat menarik dan penuh pelajaran. Kisah ini terdapat dalam cerita para pemuda yang beriman yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi (penghuni gua). Kisahnya disebutkan dalam Surah Al-Kahf ayat 9–26.
Dahulu kala, di sebuah negeri yang dipimpin raja zalim, ada sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah. Mereka menolak menyembah berhala seperti masyarakat di sekitarnya. Karena takut dipaksa meninggalkan keimanan, para pemuda itu memutuskan melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gua.
Saat mereka pergi menuju gua, seekor anjing mengikuti mereka. Anjing itu menjadi teman perjalanan mereka dan akhirnya ikut tinggal di gua. Al-Qur’an menggambarkan posisi anjing itu dengan sangat jelas. Allah berfirman bahwa anjing tersebut berada di depan pintu gua dengan kedua kaki depannya terentang, seolah-olah menjaga para pemuda yang sedang tidur.
Allah kemudian membuat para pemuda itu tertidur selama ratusan tahun. Dalam waktu yang sangat lama itu, anjing mereka tetap berada di depan gua. Ayat yang menyebutkan anjing ini ada di Surah Al-Kahf ayat 18 : “Dan kamu akan mengira mereka bangun padahal mereka tidur; Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua”
Kisah tidur ratusan tahun para pemuda Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahf sering dianggap sebagai salah satu kisah paling menakjubkan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebut mereka tidur 309 tahun (300 tahun matahari atau 309 tahun kalender lunar).
Menariknya, beberapa fenomena ilmiah modern membantu kita memahami bagaimana sesuatu yang mirip “tidur sangat lama” bisa terjadi di alam, walaupun tentu kisah Ashabul Kahfi tetap merupakan mukjizat dari Allah.
Berikut beberapa hal yang sering dibahas ilmuwan.
1. Fenomena Hibernasi (Tidur Panjang pada Makhluk Hidup)
Di alam, ada hewan yang bisa tidur sangat lama dalam kondisi yang disebut hibernasi. Contohnya Beruang, Landak, Kelelawar. Saat hibernasi detak jantung melambat drastis, suhu tubuh turun, energi tubuh hampir tidak digunakan. Beberapa hewan bahkan bisa tidur berbulan-bulan tanpa makan atau minum. Hal ini membuat ilmuwan berpikir bahwa metabolisme makhluk hidup bisa diperlambat sangat jauh.
2. Suspended Animation (Kehidupan yang “Dipause”)
Dalam ilmu biologi modern ada konsep yang disebut suspended animation. Artinya Aktivitas tubuh hampir berhenti, Sel-sel tetap hidup, Penuaan berjalan sangat lambat. Beberapa organisme kecil seperti Tardigrade (beruang air) bisa berhenti hampir total aktivitas hidupnya, bertahan puluhan tahun dalam kondisi kering, hidup kembali ketika mendapat air.
Fenomena ini membuat ilmuwan mempelajari kemungkinan tidur panjang pada manusia di masa depan, misalnya untuk perjalanan luar angkasa.
3. Perlindungan Tubuh Saat Tidak Bergerak
Dalam kisah Ashabul Kahfi, Al-Qur’an menyebutkan hal menarik. Tubuh mereka dibolak-balik ke kanan dan kiri, sinar matahari tidak langsung mengenai mereka dan ada anjing menjaga di pintu gua.
Secara ilmiah, ini sangat masuk akal karena jika seseorang tidur terlalu lama tanpa bergerak jaringan tubuh bisa rusak, aliran darah berhenti, luka tekan (bed sores) muncul. Dengan pergerakan tubuh secara berkala, kerusakan tubuh bisa dicegah. Ini membuat sebagian ilmuwan Muslim mengatakan bahwa detail Al-Qur’an sangat sesuai dengan prinsip medis modern.
4. Lingkungan Gua yang Stabil
Gua memiliki kondisi alami yang mendukung kelangsungan hidup yaitu suhu relatif stabil, cahaya sangat sedikit, angin terbatas. Kondisi seperti ini sering dipelajari dalam biologi konservasi karena dapat memperlambat kerusakan biologis.
5. Perbedaan Tahun Matahari dan Tahun Bulan
Al-Qur’an menyebut mereka tinggal 300 tahun lalu ditambah 9 tahun. Ini menarik karena 300 tahun matahari ≈ 309 tahun kalender bulan. Artinya Al-Qur’an menyebut dua sistem kalender sekaligus dalam satu ayat. Hal ini dianggap oleh banyak peneliti sebagai ketepatan matematis yang menarik dalam teks Al-Qur’an.
-Saya pasti pulang-

0 komentar:
Posting Komentar