Jumat, 13 Maret 2026

Laba-laba


Halaw masih kuat puasanya? Walaupun kalo siang matahari terik sekali, semoga puasa kita masih lancar ya. Sudah berapa hari tidak meneruskan menulis hewan-hewan yang dituliskan dalam alquran. Karena? banyak hal. Tapi karena hari ini hari libur, maka ayo kita teruskan membaca kisah-kisah hewan yang dituliskan dalam alquran. Selanjutnya adalah laba-laba. 

Hewan berkaki delapan ini memang hewan yang banyak sekali dijadikan inspirasi untuk cerita-cerita dalam film ya adik-adik. Kalo kamu termasuk yang jijik dengan kakinya yang banyak atau yang gemas dengan tingkah laku laba-laba? Kisah laba-laba dalam Al-Qur’an terdapat dalam Surah Al‑Ankabut. Kata Al-Ankabut sendiri berarti “laba-laba”. Kisah ini bukan tentang cerita hewan seperti kisah semut atau lebah, tetapi perumpamaan (misal) untuk mengajarkan pelajaran penting kepada manusia.

Allah berfirman dalam Surah Al‑Ankabut ayat 41:

Arab:
مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.
Ayat tentang laba-laba terdapat dalam Surah Al-Ankabut ayat 41. Dalam ayat ini Allah menyebut bahwa rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah. Menariknya, beberapa ilmuwan modern menemukan fakta tentang jaring laba-laba yang sering dianggap memiliki isyarat ilmiah yang menarik.

Berikut 3 rahasia ilmiah jaring laba-laba yang sering dibahas.
  1. Jaring Laba-laba Sangat Kuat, Tapi Tidak Melindungi. Penelitian modern menunjukkan bahwa benang laba-laba sangat kuat. Kekuatan tariknya bisa lebih kuat dari baja dengan berat yang sama. Sangat elastis dan sulit putus. Namun meskipun kuat, jaring laba-laba tidak bisa melindungi dari hujan, tidak melindungi dari panas dan mudah rusak oleh sentuhan besar. Ini sesuai dengan pesan dalam Surah Al-Ankabut yaitu rumah laba-laba bukan tempat perlindungan yang kokoh. Artinya kelemahannya bukan hanya bahan, tetapi fungsi perlindungannya.
  2. Struktur Rumah Laba-laba Tidak Stabil. Para peneliti menemukan bahwa jaring laba-laba sering dibuat hanya untuk sementara, bisa ditinggalkan atau dimakan kembali oleh laba-laba, sering rusak oleh angin atau hewan kecil. Banyak laba-laba bahkan membangun ulang jaringnya setiap hari. Hal ini membuat rumah laba-laba menjadi salah satu struktur tempat tinggal paling tidak permanen di alam.
  3. Hubungan Keluarga Laba-laba Sangat Lemah. Ini adalah fakta yang sering dibahas dalam tafsir ilmiah modern. Pada banyak spesies laba-laba betina kadang memakan jantan setelah kawin, anak laba-laba bisa saling memangsa, tidak ada sistem keluarga yang bertahan lama. Artinya rumah laba-laba bukan hanya lemah secara fisik, tetapi juga lemah secara sosial.
Sebagian ulama kontemporer melihat bahwa ayat dalam Surah Al-Ankabut bisa juga menggambarkan rapuhnya hubungan dan perlindungan pada kehidupan tanpa iman.

Disamping fakta tersebut diatas, kita baca juga yuk kisah laba-laba yang menolong Nabi Muhammad saat hijrah adalah cerita yang sangat terkenal dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi ketika Muhammad bersama sahabatnya Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur saat perjalanan hijrah dari Mecca menuju Medina.

Ketika Nabi Muhammad memutuskan berhijrah ke Madinah, kaum Quraisy di Mekah sangat marah dan berusaha menangkap beliau. Mereka bahkan membentuk kelompok pencari, memberi hadiah besar bagi yang bisa menangkap Nabi dan menyisir semua jalan keluar kota. Akhirnya Nabi Muhammad dan Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.

Menurut kisah yang diriwayatkan dalam banyak kitab sejarah Islam, seekor laba-laba membuat jaring di pintu gua, burung merpati juga membuat sarang dan bertelur di dekatnya. Ketika pasukan Quraisy sampai di depan gua, mereka melihat jaring laba-laba masih utuh, sarang burung masih ada, mereka pun berkata “Tidak mungkin ada orang masuk ke gua ini. Jika ada, jaring laba-labanya pasti sudah rusak.” Akhirnya mereka pergi tanpa memeriksa gua, dan Nabi Muhammad selamat.

Walaupun laba-laba tidak disebut dalam ayat hijrah, Al-Qur’an menyinggung peristiwa di gua dalam Surah At-Tawbah ayat 40. Artinya secara ringkas "Ketika Nabi berkata kepada sahabatnya: Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Ayat ini menggambarkan momen ketika Abu Bakr khawatir mereka akan ditemukan.





-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar