Hari ini kita akan mendengarkan kisah semut. Semut adalah salah satu hewan yang disebut dalam alquran. Yaitu Surah An-Naml ayat 18–19. An Naml sendiri artinya adalah semut. Agar adik-adik lebih paham dengan bunyi dan terjemahan surat An Naml 18-19, baca yuk :
Surah An-Naml Ayat 18
Arab:حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَArtinya:“Sehingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: ‘Wahai para semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’”
Surah An-Naml Ayat 19
Arab:فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَArtinya:“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.’”
Dan begini kisahnya :
Pada suatu hari, Nabi Sulaiman berjalan bersama pasukannya. Pasukannya sangat banyak karena pasukan nabi Sulaiman tidak hanya terdiri dari manusia tapi juga dari bangsa jin, dan juga bangsa burung. Pasukan ini kemudian berjalan melewati sebuah lembah yang penuh dengan sarang semut.
Di lembah tersebut hiduplah gerombolan semut kecil yang rajin bekerja setiap hari. Karena kedatangan pasukan nabi Sulaiman yang jumlahnya sangat banyak itu, tanah pun bergetar-getar dan suara gemuruh datang. Pemimpin semut segera sadar bahaya yang mengancam masyarakat semut kecil.
Pemimpin semut itu pun berteriak : “Wahai warga semut! Cepat masuk ke dalam rumah kalian agar kalian tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya. Karena mereka tidak akan sadar keberadaan kita yang kecil ini". Mendengar itu, warga semut segera berlari kalang kabut masuk ke sarang mereka agar aman. Namun waktu sepertinya tidak cukup untuk semua warga semut masuk kedalam sarang. Masih ada beberapa yang dengan kaki kecilnya berusaha masuk namun keburu pasukan nabi Sulaiman sampai.
Tanpa mereka sadari, ternyata nabi Sulaiman dapat mendengar teriakan warga semut itu. Karena ternyata Nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan, beliau mendengar perkataan semut-semut itu. Beliau pun tersenyum karena kagum melihat semut kecil yang sangat peduli satu sama lain. Kemudian Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.
Pasukan nabi Sulaiman itu berhenti dan menunggu sampai semua warga semut berada di daerah yang aman. Dan ketika berjalan melewatinya, pasukan nabi Sulaiman melakukannya dengan pelan dan sangat berhati-hati agar jangan sampai ada semut dan sarang semut yang terinjak dan rusak oleh pasukan nabi Sulaiman.
Apa pesan baik dari kisah Semut ini adik-adik? Iya betul, kita harus saling peduli pada sesama makhluk. Jangan mentang-mentang jadi manusia lantas memperlakukan sesama makhluk seenaknya. Kita juga harus selalu bersyukur dan tidak sombong atas nikmat dari Allah karena dilahirkan sebagai manusia yang kata Allah adalah makhluk paling sempurna.
-Saya pasti pulang-

0 komentar:
Posting Komentar