Ceritanya semalem waktu saya habis buka puasa bersama, saya nemu abang-abang cuanki di pinggir jalan. Biasanya saya jarang tertarik sama bakso cuanki, karena saya nggak suka tekstur pangsit yang udah krispi tapi dicemplungin ke air. Menurut saya, makanan kalo udah krispi ya udah makan pas krispi, jangan kerupuk dicemplungin kuah bakso, misalnya. Atau kalo itu memang harus dimakan dengan kuah ya udah makanlah dengan kuahnya, jangan malah jadi pentol (menurut saya pentol adalah bakso kuah yang tidak berkuah, ini beda dengan cilok yang memang terlahir tanpa kuah). Sebagai contoh lagi, jika dalam keadaan tidak mendesak sekali (apa keadaan mendesak itu? terlantar di hutan belantara, misalnya), maka saya bukan orang yang makan mie instant goreng jadi mie nyemek, goreng ya udah goreng tanpa kuah, kuah ya udah pake kuah, kalo mau nyemek ya beli bakmi. Makanlah makanan seperti seharusnya nggak usah kebanyakan variasi, gitu menurut saya.
Oke balik lagi ke abang-abang cuanki. Ini penampakan beliau. Saya sudah izin unggah photonya ya. Sangat rapi. Dan! Cuankinya alamak, enak betul. Ini cuanki terenak yang pernah saya makan yang akhirnya karena saking enaknya saya punya ide buat posting ini. Hihi.
Cuanki adalah jajanan khas Bandung berkuah gurih yang berisi bakso sapi/ikan, tahu, dan pangsit (goreng/kukus). Kuliner ini konon singkatan dari CARI UANG JALAN KAKI karena awalnya dijajakan keliling dengan dipikul. Cuanki disajikan panas dengan kaldu bening, seledri, bawang goreng, dan sambal, seringkali menyertakan pangsit "lidah" yang renyah. Tapi abang cuanki yang saya temui pakai sepeda. Apa kemudian ganti nama jadi Cuanda? Cari Uang Pakai Sepeda, halah.
Komponen Utama Cuanki adalah tentu Bakso. Bakso daging sapi atau ikan tenggiri. Tahu putih yang diisi adonan ikan atau ayam. Pangsit goreng atau kukus yang renyah atau lembut. Kuahnya adalah kaldu bening berbahan dasar tulang sapi atau ayam, dengan bumbu bawang putih dan merica. Diberi pelengkap Mie kuning, bihun, daun bawang, seledri, bawang goreng, kecap manis, dan sambal.
Cuanki sering ditemukan di Bandung dengan harga yang terjangkau, sering kali dianggap sebagai versi lebih ringkas dari batagor kuah atau bakso Malang



