Rabu, 11 Maret 2026

Ungu dan Merah Muda


Ungu membaca halaman per halaman
Sepertinya, 
Merah muda adalah dongeng sebelum tidur
Untuknya

Merah muda mengulang mendengarkan nada per nada
Sepertinya, 
Ungu adalah lagu pengantar tidur
Baginya

Segala naluri kebinatangan tetap tertahan
Karena moral? 
Ah bukan! 
Karena jarak
Maka jaga jaraknya
Jangan sampai bisa ditempuh dengan motor
Jangan sampai bisa ditempuh dengan mobil
Dengan kereta
Dengan pesawat
Dengan niat

Karena jika jarak tak ada
Setan akan berbisik :
"Kalian serasi, segeralah bercinta dan lahirkan banyak diksi"

-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 10 Maret 2026

Lebah


Hai adik-adik selamat sore! Sampailah kita pada hewan ketiga yang disebutkan dalam alquran yaitu lebah. Lebah itu salah satu makhluk Allah yang paling disiplin dan hebat, lho. Di dalam Al-Qur'an, ada satu surat khusus yang dinamakan An-Nahl, yang artinya "Lebah". Kita baca dulu yuk surat  An Nahl ayat 68-69.

Surah An-Nahl Ayat 68
Arab:

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Terjemahan (Indonesia):

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia.”
 
Surah An-Nahl Ayat 69
Arab:

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Terjemahan (Indonesia):

“Kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perutnya keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”Yuk, kita dengar kisahnya!

Dahulu kala, Allah SWT memberikan "wahyu" atau perintah khusus kepada lebah. Perintah ini tertulis dalam Surat An-Nahl ayat 68-69. Isinya instruksi rahasia dari Allah untuk para lebah yaitu Allah memerintahkan lebah untuk membuat rumah (sarang) di tempat-tempat yang tinggi dan aman, seperti di atas gunung-gunung yang kokoh, di pepohonan yang rindang, dan di tempat yang dibuat oleh manusia (seperti kotak kayu).

Hebatnya, rumah lebah itu bentuknya segi enam (heksagon) yang sangat rapi. Tidak ada arsitek manusia yang mengajari mereka, dan ukuran mereka pun sangat kecil tapi mereka bisa membuatnya dengan sempurna karena petunjuk dari Allah!

Setelah punya rumah, Allah menyuruh lebah pergi jalan-jalan. Tapi bukan jalan-jalan biasa, ya! Mereka harus mencari bermacam-macam sari bunga. Allah berfirman: "Tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Jadi, sejauh apa pun lebah terbang mencari bunga, mereka tidak akan tersesat untuk pulang ke rumahnya. Canggih, kan? Seperti punya GPS alami!

Setelah kenyang menghisap sari bunga, dari perut lebah keluarlah minuman yang warnanya bermacam-macam. Ada yang kuning emas, cokelat, hingga bening. Itulah Madu. Allah bilang, madu itu bukan cuma manis, tapi juga obat bagi manusia. Kalau kita rajin minum madu, badan kita jadi kuat dan jarang sakit, atas izin Allah.

Kenapa ya Allah menceritakan lebah di Al-Qur'an? Ternyata supaya kita bisa meniru sifat baik lebah yaitu Lebah cuma hinggap di bunga yang bersih. Kita juga harus makan makanan yang halal dan sehat ya. Lebah mengeluarkan madu yang bermanfaat. Kita juga harus bicara yang baik dan suka menolong teman. Lebah itu bekerja sama. Tidak ada lebah yang malas-malasan di sarang. Semuanya saling bantu.



-Saya pasti pulang-
Share:

Paradoks Gunung Berapi

Sedang baca buku dimana didalamnya ada istilah "Paradoks gunung berapi". 

Paradoks gunung berapi sendiri mengacu pada sifat ganda gunung berapi yang kontradiktif, di mana di satu sisi mereka dapat menghancurkan dengan kekuatan yang dahsyat, namun di sisi lain mereka juga menjadi sumber kehidupan dan kesuburan yang krusial. Berikut adalah penjelasan detail mengenai aspek-aspek paradoks ini.

Gunung berapi dapat menyebabkan kehancuran dalam skala besar melalui berbagai mekanisme, seperti letusan yang melemparkan abu vulkanik, gas beracun, batu, dan lava dalam jumlah besar ke atmosfer dan area sekitarnya. Letusan dahsyat seperti Krakatau pada tahun 1883 menunjukkan potensi kehancuran dahsyat ini. Kemudian lava pijar yang mengalir dapat menghancurkan bangunan, infrastruktur, dan vegetasi yang dilaluinya. Tak lupa ada pula awan panas yang terdiri dari campuran gas panas, abu, dan batu yang bergerak sangat cepat ke lereng gunung, menghanguskan dan menghancurkan apa saja yang ditemuinya. Kemudian aliran lumpur dan material vulkanik yang dipicu oleh hujan deras di lereng gunung, dapat mengubur permukiman dan lahan pertanian. Dan, jika gunung berapi tersebut meletus di bawah laut atau runtuhnya lereng gunung ke laut dapat memicu gelombang tsunami yang mematikan.

Namun,

Meskipun menghancurkan, gunung berapi juga memberikan manfaat yang signifikan dalam jangka panjang. Abu vulkanik kaya akan nutrisi seperti kalium, fosfor, dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Seiring waktu, abu ini terurai dan membentuk tanah vulkanik yang sangat subur, mendukung pertanian yang produktif. Dan panas yang dihasilkan oleh aktivitas gunung berapi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih dan terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi. Kemudian pemandangan gunung berapi yang megah dan fenomena geologi yang unik menarik wisatawan dari seluruh dunia, memberikan kontribusi pada perekonomian lokal. Jangan lupa letusan gunung berapi dapat membawa mineral berharga seperti emas, perak, tembaga, dan belerang ke permukaan tanah. Serta gunung berapi berperan dalam membentuk lanskap yang indah, seperti pulau-pulau baru, danau, dan pegunungan.

Paradoks gunung berapi menyoroti dualitas alam, di mana kekuatan yang sama dapat menjadi sumber kehancuran dan kehidupan. Meskipun aktivitas gunung berapi menimbulkan risiko besar bagi populasi yang tinggal di sekitarnya, manfaat jangka panjangnya, terutama dalam hal kesuburan tanah dan sumber daya alam, sangat penting bagi peradaban manusia. Pemahaman dan pengelolaan risiko yang baik sangat krusial untuk hidup berdampingan dengan gunung berapi secara aman dan berkelanjutan. 

Gunung berapi adalah contoh bahwa sesuatu bisa sangat berbahaya sekaligus sangat bermanfaat. Hal yang sama dapat menghancurkan kehidupan tetapi juga menciptakan kehidupan baru. Ada beberapa kesimpulan :
  1. Seseorang yang memiliki temperamen meledak-ledak namun sebenarnya memiliki hati yang sangat baik atau sangat kreatif. Atau, 
  2. Peristiwa traumatis yang pada akhirnya membawa perubahan positif yang besar dalam kehidupan seseorang (kekacauan yang melahirkan keteraturan baru).
Saya lebih suka baca kesimpulan kedua. Ada manusia yang menjadi gunung berapi itu sendiri. Ia tidak dapat lari. Mau tak mau harus bertahan disana, dengan tanah tandus itu, dengan kesepian itu, dengan magma panas yang ditahan-tahan dalam perutnya. Dan suatu saat meledak, dan baru disadarinya bahwa tanah tandus itu berubah menjadi subur dengan ledakan pertama, kemudian ledakan kedua dapat menghasilkan panas yang ternyata dapat membangun pembangkit listrik dalam dirinya. Dan kemudian setelah ledakan-ledakan itu reda, ia baru sadar bahwa ia bisa menanam hutan rimbun asri sejuk dalam dirinya sendiri.



-Saya pasti pulang-
Share:

Senin, 09 Maret 2026

Semut


Hari ini kita akan mendengarkan kisah semut. Semut adalah salah satu hewan yang disebut dalam alquran. Yaitu Surah An-Naml ayat 18–19. An Naml sendiri artinya adalah semut. Agar adik-adik lebih paham dengan bunyi dan terjemahan surat An Naml 18-19, baca yuk :

Surah An-Naml Ayat 18

Arab:
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya:
“Sehingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: ‘Wahai para semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’

Surah An-Naml Ayat 19

Arab:
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya:
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.’

Dan begini kisahnya :

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman berjalan bersama pasukannya. Pasukannya sangat banyak karena pasukan nabi Sulaiman tidak hanya terdiri dari manusia tapi juga dari bangsa jin, dan juga bangsa burung. Pasukan ini kemudian berjalan melewati sebuah lembah yang penuh dengan sarang semut.

Di lembah tersebut hiduplah gerombolan semut kecil yang rajin bekerja setiap hari. Karena kedatangan pasukan nabi Sulaiman yang jumlahnya sangat banyak itu, tanah pun bergetar-getar dan suara gemuruh datang. Pemimpin semut segera sadar bahaya yang mengancam masyarakat semut kecil. 

Pemimpin semut itu pun berteriak : “Wahai warga semut! Cepat masuk ke dalam rumah kalian agar kalian tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya. Karena mereka tidak akan sadar keberadaan kita yang kecil ini". Mendengar itu, warga semut segera berlari kalang kabut masuk ke sarang mereka agar aman. Namun waktu sepertinya tidak cukup untuk semua warga semut masuk kedalam sarang. Masih ada beberapa yang dengan kaki kecilnya berusaha masuk namun keburu pasukan nabi Sulaiman sampai. 
 
Tanpa mereka sadari, ternyata nabi Sulaiman dapat mendengar teriakan warga semut itu. Karena ternyata Nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan, beliau mendengar perkataan semut-semut itu. Beliau pun tersenyum karena kagum melihat semut kecil yang sangat peduli satu sama lain. Kemudian Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Pasukan nabi Sulaiman itu berhenti dan menunggu sampai semua warga semut berada di daerah yang aman. Dan ketika berjalan melewatinya, pasukan nabi Sulaiman melakukannya dengan pelan dan sangat berhati-hati agar jangan sampai ada semut dan sarang semut yang terinjak dan rusak oleh pasukan nabi Sulaiman.   

Apa pesan baik dari kisah Semut ini adik-adik? Iya betul, kita harus saling peduli pada sesama makhluk. Jangan mentang-mentang jadi manusia lantas memperlakukan sesama makhluk seenaknya. Kita juga harus selalu bersyukur dan tidak sombong atas nikmat dari Allah karena dilahirkan sebagai manusia yang kata Allah adalah makhluk paling sempurna. 




-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 08 Maret 2026

Gajah

Waktu lulus SMA sempet nulis dongeng buat anak-anak. Sekarang keinget lagi dan pengen nulis dongeng lagi. Kali ini dongengnya berseri yaitu tentang hewan-hewan yang disebut dalam alquran. Kita mulai dari gajah. 




Di kota Makkah berdiri sebuah bangunan suci bernama Ka'bah. Setiap tahun banyak orang datang ke sana untuk beribadah. Sehingga kota Makkah sangat terkenal sekali. 

Sementara itu di negeri jauh bernama Yaman, ada seorang raja yang sombong bernama Abrahah al-Asyram. Karena iri dengan ketenaran kota Makkah, Ia berkata dengan marah : “Mengapa orang-orang pergi ke Ka'bah? Mereka harus datang ke bangunanku!”. 

Ternyata Abrahah pun membangun sebuah gereja yang sangat besar dan indah. Tapi orang-orang tetap memilih pergi ke Ka'bah di Makkah. Abrahah menjadi sangat kesal. Sambil menggerutu dia bilang : “Kalau begitu, aku akan menghancurkan Ka'bah!”.

Abrahah mengumpulkan pasukan yang sangat besar. Dan menempatkan gajah bernama Mahmud untuk berada dibarisan paling depan. Mahmud adalah gajah yang sangat besar. Bisa dibayangkan dong, udah gajah besar, ini super besar. Hih takut. Pasukan itu berjalan jauh dari Yaman menuju Makkah.

Tidak seperti kita yang sering melihat gajah di kebun binatang atau bisa juga kita lihat di youtube, Orang-orang Arab jaman dahulu jarang sekali melihat gajah. Jadi ketika pasukan Abrahah masuk ke kota Mekkah banyak sekali masyarakat arab yang ketakutan. 

Di Makkah, pemimpin Quraisy bernama Abdul Muttalib mendengar kabar tentang pasukan gajah. Ia tidak panik. Ia berkata kepada penduduk : “Ka'bah ini punya Allah, maka Allah yang akan melindunginya.”. Lalu penduduk Makkah pun pergi ke bukit-bukit untuk berdoa kepada Allah.

Akhirnya pasukan Abrahah sampai dekat Makkah. Abrahah memerintahkan : “Majuuuu! Hancurkan Ka'bah!”. Tetapi sesuatu yang aneh terjadi. Gajah Mahmud tiba-tiba duduk dan tidak mau berjalan ke arah Ka'bah. Pasukan mencoba memukulnya. “Bangun! Jalan!” teriak mereka. Namun Mahmud tetap diam. Anehnya, jika diarahkan ke arah lain, gajah itu mau berjalan. Tetapi jika ke arah Ka'bah, ia berhenti lagi.
 
Tiba-tiba langit menjadi gelap. Bukan karena awan. Tetapi karena ribuan burung kecil yang terbang dari arah laut. Burung itu namanya burung ababil. Setiap burung membawa batu kecil di paruh dan kakinya. Lalu Mereka menjatuhkan batu-batu itu ke pasukan Abrahah. Batu kecil itu mengenai para tentara. Mereka panik dan berlarian. Pasukan besar itu akhirnya kalah dan hancur. Makkah dan Ka'bah pun selamat. Allah telah melindungi rumah-Nya. 

Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Peristiwa Tahun Gajah. Mengapa disebut begitu? Karena saat itu .ada pasukan yang membawa gajah. Yang lebih istimewa lagi, pada tahun yang sama lahirlah seorang bayi yang kelak menjadi nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad. 

Jadi adik-adik, jangan mengikuti kelakuan Abrahah yang sombong ya, karena Allah Maha Melihat segala apa bahkan yang tersembunyi didalam hati kita. Allah selalu melindungi kebenaran. Hal kecil pun bisa menjadi kuat jika Allah yang menolong.


-Saya pasti pulang-
Share:

Lapangan Dewa Ruci Mengori - Pemalang

Selama bulan ramadhan, saya menghindari stadion untuk berolahraga. Karena? Panas! Karena stadion ada ditengah kota dan kan dikelilingi tembok tinggi ya. Tapi karena olahraga itu wajib, maka saya ngide ke arah yang berbeda. Kali ini saya ke lapangan desa. Jaraknya sekitar 3 km dari rumahku. Saya tahu dari mana? Dari kebiasaan jalan kaki jarak jauh ketika Sabtu Minggu, saya kadang nyasar kemana gitu  -_-". Yang akhirnya saya nggak sengaja melewati lapangan yang akan saya ceritakan ini.

Namanya lapangan dewa ruci, Mengori, Pemalang. Karena lapangan, tentu tidak ada sekat dengan lingkungan sekitar. Dan masih asri. Bisa dilihat sendiri deh penampakannya. Ini adalah jam 07.30 wib tapi masih asri sekali. Lapangan ini rapi dan tidak ada sampah. Waktu musim hujan, jogging track yang tertutup pohon besar sangat licin dan itu wajar karena tidak terkena matahari. Air cepat banget keluar dari lapangan jadi tidak menggenang, yang bikin saluran air terbukti oke. 


Dan! Ketika saya ngeh namanya lapangan dewa ruci, seketika sinyal saya melihat nama lapangan-lapangan lain juga tinggi. Dan kebanyakan lapangan memang namanya lapangan dewa ruci. Jadi Siapa Dewa Ruci?

Penamaan ini umumnya merujuk pada kisah pewayangan Jawa yang sarat akan makna filosofis. Berikut adalah alasan utamanya: Simbol Perjalanan Spiritual dan Pencarian Jati Diri: Kisah Dewa Ruci (dalam lakon Bima Suci) mengisahkan perjalanan Werkudara (Bima) mencari Tirta Perwitasari (air kehidupan/ilmu sejati). Menggunakan nama ini diharapkan menjadi simbol pencarian ilmu, keberanian, dan kesempurnaan hidup. 
Dewa Ruci adalah wujud dewa kecil yang masuk ke telinga Bima, melambangkan bahwa Tuhan atau kebenaran tertinggi ada di dalam diri manusia sendiri. Jadi, penggunaan nama Dewa Ruci di tempat umum biasanya untuk mengabadikan nilai-nilai keberanian, kejujuran, dan pencarian jati diri yang terkandung dalam cerita pewayangan tersebut.

Oke kapan-kapan saya review lapangan dewa ruci yang lain. 



-Saya pasti pulang-
Share: