Senin, 23 Maret 2026

Crawling web

Seminggu yang lalu saya terkaget-kaget dengan statistik website saya yang tiba-tiba jumlah pengunjungnya ratusan orang per hari. Setelah saya jarang nulis tutorial microsoft office, jumlah pengunjung blog ini memang menurun drastis. Ya paling-paling 40 an per hari. Dan sebagian mampir ke tutorial microsoft office yang udah lawas. Karena selama beberapa hari jumlah pengunjung meledak jadi ratusan jadi saya agak khawatir, apa saya salah membuat suatu konten? Atau apa?

Seperti yang kita tahu, statistik website tidak bisa mengetahui pengunjung berasal dari mana saja, keyword yang mereka gunakan untuk menemukan blog kita pakai apa dan sebagainya. Hanya ada tampilan berapa jumlah pengunjung hari itu dan mampir ke konten yang mana saja. Karena agak khawatir saya browsing dan menemukan bahwa kemungkinan, sedang ada proses crawling web yang terjadi di blog saya.

Saya cek pakai google console dan ya ternyata bener. Jadi Web crawling adalah proses otomatis di mana robot perangkat lunak (disebut web spider atau crawler) menelusuri, membaca, dan mengindeks konten dari seluruh halaman web di internet. Ini adalah langkah utama mesin pencari seperti Google untuk menemukan, memahami, dan menyimpan data situs web agar dapat ditampilkan saat pengguna mencari informasi.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai web crawling. Tujuan Utama web crawling adalah menemukan URL baru, mengindeks halaman, dan memperbarui konten web agar tetap relevan di hasil pencarian (SERP). Cara Kerjanya gimana? Crawler memulai dari daftar URL, mengunjungi situs tersebut, lalu mengikuti tautan (hyperlink) ke halaman lain, merekam kontennya, dan mengulanginya secara sistematis. Mesin pencari menggunakan bot (contoh: Googlebot) untuk menganalisis data, termasuk teks, gambar, dan video untuk menentukan peringkat. Perbedaan dengan Scraping adalah Crawling fokus pada penelusuran tautan untuk pengindeksan, sedangkan web scraping fokus mengekstraksi data spesifik untuk dianalisis. Web crawling memastikan situs web bisnis dapat ditemukan oleh mesin pencari, yang berdampak langsung pada visibilitas dan trafik organik.

Secara ringkas, web crawling membuat internet dapat dinavigasi, memungkinkan pengguna menemukan informasi yang relevan dengan cepat melalui mesin pencari.

Saat tulisan ini dibuat, proses crawl tersebut sepertinya sudah selesai dengan hasil yang ditampakan pada gambar diatas. Saya sendiri masih mencari tahu bagaimana memperbaiki masalah-masalah yang ditemukan itu. Kalo sudah ketemu, saya share untuk sesama teman blogger ya. Semoga bisa saling membantu. 

-Saya pasti pulang-
Share:

Istilah Baru Yang Sudah Diakui KBBI


Setelah hampir seminggu berkumpul dengan keluarga dari berbagai macam generasi dalam moment lebaran, akhirnya kelar juga ya. Sampai rumah, apa yang langsung dilakukan? Temu kangen sama kasur? Haha. Karena ketemu orang banyak, otomatis banyak juga kosakata baru yang sebagian baru saya dengar. Sambil istirahat direst area saya cari informasi apa arti dari kata-kata itu, dan faktanya malah bikin saya kaget. Sebagain dari kata-kata yang diciptakan oleh gen Z tersebut sudah diakui KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). 

Bahasa terus berkembang, dan banyak istilah "gaul" yang sering digunakan Gen Z yang ternyata telah resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dan penyebab masuknya kata-kata ini biasanya karena frekuensi penggunaannya yang sangat tinggi di masyarakat. Saya coba rangkum kata-kata tersebut ya.
  1. Bucin (Budak Cinta) : Cinta yang berlebihan hingga mengabaikan logika.
  2. Mager (Malas Gerak) : Enggan bergerak atau beraktivitas.
  3. Julid (Iri/Dengki) : Sikap iri atau dengki terhadap kesuksesan/kebahagiaan orang lain.
  4. Gabut (Gaji Buta) : Tidak ada kegiatan atau tidak tahu harus berbuat apa.
  5. Kepo (Knowing Every Particular Object) : Rasa ingin tahu yang berlebihan.
  6. Ambyar : Bercerai-berai, tidak terkonsentrasi, atau hati yang hancur.
  7. Pansos (Panjat Sosial) : Upaya menaikkan status sosial.
  8. Anabul (Anak Bulu) : Panggilan untuk hewan peliharaan berbulu (kucing/anjing).
  9. Galgah : Lega atau segar kerongkongan karena minum.
  10. Galer : Anak rambut yang menutupi kening.
  11. Akamsi (Anak Kampung Sini) : Penduduk lokal atau orang asli daerah tersebut.
  12. Baper (Bawa Perasaan) : Terlalu sensitif atau mudah tersinggung.
  13. Cuan : Keuntungan atau untung.
  14. Wibu : Orang yang terobsesi dengan budaya Jepang.
  15. Meme : Gambar/video lucu yang diubah dengan tulisan.
  16. Cegil/Cebol : Istilah ini populer untuk menggambarkan perilaku spesifik (Cewek Gila/Cowok Bolang).
  17. Santuy : Santai.
  18. Unyu : Lucu atau menggemaskan.
  19. Kicep : Diam karena takut.
  20. Jastip (Jasa Titip) : Layanan membeli barang titipan.
  21. Galer: Istilah yang merujuk pada perilaku menarik atau memperbaiki posisi celana/pakaian dalam (biasanya oleh pria) secara refleks.
  22. Kelirumologi : cara berpikir atau penjelasan yang salah kaprah, tetapi sering dianggap benar, biasanya digunakan sebagai sindiran terhadap kekeliruan logika atau pemahaman.
  23. Asbun : perilaku asal berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
  24. Mereviu : mengulas ulang atau memeriksa kembali suatu hal
  25. Tunasmara : memilih untuk tetap sendiri atau memang kesulitan menjalin hubungan asmara.
Jadi, ketika kita menggunakan kata-kata ini dalam bentuk tulisan, kini bisa digunakan dalam penulisan tanpa perlu dicetak miring karena sudah menjadi bagian resmi dari perbendaharaan bahasa Indonesia. Kalian juga bisa mengecek apakah suatu kata sudah diakui oleh KBBI dengan cek dari website https://kbbi.kemendikdasmen.go.id



-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 22 Maret 2026

Hai-nya Datang Tadi Siang

Televisi usang hitam putih dengan gambar plitat plitut mengabarkan : 
BMKG membawa ramalan tepat sempurna, besok cuaca cerah

Payung hitam dipojokkan rumah bilang : 
tetap bawa aku untuk berjaga

Dari apa? Aku bertanya. 
Mereka diam. 
Dari apa? Aku ulangi, barangkali mereka tuli. 

Pena diatas kertas yang sedari tadi bingung dengan bahagiaku yang tiba-tiba,
pelan berbisik hampir tak terdengar : 
Dari Hai-nya yang datang tadi siang, barangkali sekedarnya

Aku merasa ditampar, kemudian tersadar, barangkali mereka benar


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 19 Maret 2026

Rasanya Penuh Orang

Jalanan penuh orang
Padahal jarak yang kutempuh hanya 1 km, rasanya lama
Pasar penuh orang
Padahal aku hanya beli tempe dan cabe untuk nanti sore, rasanya sesak

Warung bakso diseberang pasar penuh orang
Padahal katanya sehat jasmani dan rohani adalah syarat wajib puasa
Orang sakit mana pagi-pagi makan bakso, mungkin rasanya kembali waras

Salon kecantikan penuh orang
Padahal niatku maju mundur, namun akhirnya terjadi
Sebagian perempuan didalamnya menyayangkan
Beberapa pelayan salon menggerayangi kepalaku, mengelus rambutku sebelum dieksekusi
bertanya dengan nada sayang : "Sepanjang ini berapa tahun kak?"
Bau obat kimia untuk rambut menyeruak, rasanya pusing

Kuburan pun penuh orang
Aku hanya numpang lewat, kuburan bapakku jauh, rasanya rindu
Tapi doa katanya bisa disampaikan lewat udara
Maaf ya pak jarak jauh, udah modern nih. Ah rasanya makin rindu.

Ada yang berbeda kali ini
Tak ada hiruk pikuk persiapan menempuh jarak 199 km lagi
Tak ada arah ketimur, Aku ke barat

Rumah sudah kusapu bu
Piring sudah kucuci sampai mengkilat
Sudah pula kutaruh vas berisi bunga warna-warni
Karpet besar sudah kuhamparkan

Lalu kapan tamu itu akan datang?
Katanya didatanginya adalah tanda kemenangan
Padahal aku tak sedang perang 
Dan tak sedang menjalani perlombaan

HPku bunyi, tamu itu bilang mau sidang dulu
Aku menarik selimut lagi, tidur lagi


-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 18 Maret 2026

Pesan Dalam Rangka Merayakan Liburan Yang Tanpa Pesan

Sore ini panas, mataku mengernyit. Silau. Baru kena matahari. Tidur. Bangun. Tidur lagi. Bangun lagi. Masih bisa bangun lagi ternyata. Tenggorokanku kering. Tidur kemalaman, sahur kepagian. Ah berantakan. Rupanya begini rasanya merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa bawa laptop".

Dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa database dibackup", aku sudah membuat list panjang film-film apa saja yang akan aku tonton. Kali ini aku tidak baca buku. Liburan tanpa ada yang pesan ini akan aku habiskan dengan hal-hal yang jarang-jarang bisa aku lakukan. Salah satu film membuatku menarik nafas panjang. Sebuah ending yang tidak terlalu diharapkan penonton. Iya, sebuah perpisahan.

Dari jauh kudengar suara anak kampung sebelah main petasan. Lewat jendela kamarku, pikiranku melambung diudara. Kenapa setiap perpisahan menghasilkan rasa apa ya? kesedihan? bukan. Ini adalah kesepian yang dalam. Sangat gelap. Seperti kita menyalakan petasan, apakah selesai setelah habis dibakar? Tidak, sumbu petasan yang dibakar, jika habis bukan kemudian selesai, ia candu.

Lalu bagaimana cara mengucapkan perpisahan yang benar? Mari kita googling
Mengucapkan perpisahan yang benar dan berkesan sebaiknya dilakukan dengan tulus, menunjukkan empati, menyampaikan terima kasih atas kontribusi/kenangan, serta mendoakan kesuksesan di masa depan. Hindari kesan negatif dengan fokus pada hubungan baik yang tetap terjaga.
Google tidak salah juga ya. Tapi karena referensinya adalah film yang menceritakan kesalahpahaman dua tokoh utamanya, jadi jawaban google itu tidak sesuai dengan yang aku ingin. Jadi dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Maaf kak menganggu dihari libur, bisa cek kan bla bla bla", aku pikir aku menemukan tata cara mengucapkan perpisahan yang benar, agar dua tokoh utama pada film itu tidak meninggalkan perasaan kosong dan kesepian satu sama lain. 

Kalian masih ingat rasanya ketika kita ketiduran didepan TV kemudian keesokan harinya kita sudah bangun diatas kasur tanpa pernah mencoba mengingat bagaimana bisa sampai dikasur? Bagaimana kita ditata sedemikian rupa agar nyaman. Dipakaikan selimut, diucapkan doa-doa, dicium kening kita kemudian diakhiri dengan mematikan saklar lampu kamar kita. Hangat digendong ayah setiap malam.

Dan ketika ketiduran lagi didepan TV, kegiatan digendong ayah pun terulang kembali. Paginya kita tidak ingat. Tapi hidup masih terus berjalan. Sampai pagi, sampai lulus SD, sampai lulus SMP, sampai segede ini. 

Mungkin, begitulah seharusnya tata cara mengucapkan selamat tinggal yang benar. Gini gini aku buatkan scriptnya, untuk tokoh utama 1 ke tokoh utama 2 atau dibalik juga boleh deh : 
Hai kamu, santai dulu, tulisan ini tidak akan membahas masalah terakhir kita, tulisan ini tidak akan ada maaf-maafan. Semuanya sudah aku terima. Terimakasih sudah sempat jadi teman tertawa, teman berfilosofi tentang hidup, teman adu lirik lagu, teman main game online (hey terakhir score kita seri, apakah itu pertanda?, haha), terimakasih sudah jadi teman menertawakan reels receh, teman kirim-kiriman kopi, teman bertukar photo. Walau tak bisa diteruskan, pertemanan yang singkat ini sangat membahagiakan.
Tidurlah lebih awal, hiduplah dengan baik. Selamat Tinggal.
Pesan perpisahan mungkin seharusnya begitu? Ah sudahlah tak usah terlalu dipikir, saya akan melanjutkan merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Mbak, perintah pak kepala, agar bla bla bla".  Aku sibuk, masih ada sederet film yang mau aku tonton sambil rebahan.



-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 17 Maret 2026

Apel Pagi

Karena besok sudah mulai libur lebaran, pagi ini ada agenda apel pagi. Jam 08.00 WIB. Ketika aku menulis ini adalah pukul 07.11 WIB dan aku belum mandi. Sumpah deh kenapa aku males sekali hal-hal semacam apel pagi. Aku sampai browsing apa sih urgensinya apel pagi di google. Eh aku apel sore aku juga males. Pokoknya apel aku males. 

Menurut google, Apel pagi adalah kegiatan rutin berkumpulnya pegawai, aparat, atau siswa sebelum memulai aktivitas kerja/sekolah untuk mendengarkan arahan pimpinan, pengecekan kehadiran, dan meningkatkan disiplin. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi, motivasi, serta budaya kerja yang tertib dan produktif.

Kepanjangan APEL dalam konteks apel pagi di lingkungan kantor pemerintahan/instansi sering disebut sebagai Amanat Pemerintah, Evaluasi, dan Laporan. Kegiatan ini berfungsi untuk menyampaikan arahan pimpinan, mengevaluasi kinerja, serta melaporkan kegiatan, sekaligus meningkatkan disiplin ASN/pegawai. 

Dih aku baru tahu kalo APEL ada kepanjangannya. Makasih ya kemalasan, dari kemalasan apel, jadi tahu aku kalo apel ada kepanjangannya. Masih kata google, secara historis, kata "apel" diadaptasi dari bahasa Belanda appel yang berarti pengumpulan pasukan untuk pengecekan personil, yang dilakukan rutin di pagi hari. 

Bisa nggak sih kebahagiaan itu ya bahagia aja yang bahagiaaa gia gia giaaaaa tanpa syarat. Nggak usah yang dapat THR tapi dipotong iuran mana suka. Mau pulang cepet tapi harus ngebut kerjain pekerjaan dua hari. Besok libur tapi apel dulu. Ketemu orang yang tepat tapi udah ada yang punya. Eh ya udah mandi Kie!


-Saya pasti pulang-
Share:

Cara Ganti Thema Email Gmail

Beberapa waktu yang lalu saya ketemu teman saya. Kemudian meninggalkan laptop saya dengan teman saya dalam keadaan terbuka karena mau ke toilet. Balik dari toilet teman saya nanya, heh kok kamu emailnya lucu banget. Apaan lucu? ternyata yang dia maksud adalah thema nya beda dengan punya dia yang default. Saya jadi ingat di tahun 2012 pernah posting cara ganti thema email yahoo dan traffictnya lumayan tinggi. Sampai puluhan ribu pengunjung di postingan tersebut. Ini postnya. 

Ya udah langsung aja, masuk email ke setting - cari pengaturan thema - selesai. Taraaa email kamu berhasil di personalisasi. Biar apa? Ya biarin aja sih, pake nanya. Biar cantik, biar betah tiap hari cek email. Hihi.





-Saya pasti pulang-
Share: