Rabu, 14 Oktober 2026
Kekacauan Ini Sangat Konsisten
Saya punya proses kehidupan yang agak rumit antara hari Minggu dan Senin. Misi utama saya setiap hari Minggu adalah tidur siang yang lamaaaaa.
Masalahnya, tidur siang yang terlalu lama kemudian membuat saya tidak bisa tidur tepat waktu pada Minggu malam.
Malamnya saya “Ya sudah, nanti juga ngantuk.” Ternyata tidak. Jam 10 tidak ngantuk. Jam 11 tidak ngantuk. Jam 12 masih bisa mikir. Jam 1 mulai menyesal. Jam 2 mulai negosiasi dengan Tuhan.
Lalu Senin pagi datang. Saya berpikir "Minggu depan saya tidak akan tidur siang lama-lama.” Kemudian hari Minggu datang. Kemudian saya tidur siang lamaaaaa lagi. Bangun sore.
Malamnya tidak bisa tidur. Seninnya ngantuk. Dan begitu seterusnya. Sepertinya saya sedang menjalankan program yang bug-nya sudah diketahui tetapi tetap dipakai setiap minggu.
Kuat Olahraga, Nggak Kuat Berdiri Lama
Pernah nggak kalian upacara atau apel, lalu tiba-tiba mual, pandangan berkunang-kunang, dan kalau dipaksakan lama-lama pandangan gelap? Kalau tetap dipaksa, bisa sampai pingsan.
Tapi kalau sebelum dunia berubah jadi layar hitam kalian jongkok duluan, tiba-tiba sembuh. Nah, itu yang terjadi pada saya. Setiap Senin.
Yang bikin bingung, saya sebenarnya kuat olahraga. Jalan jauh kuat. Olahraga kuat. Bahkan kalau sudah olahraga, badan saya bisa diajak kerja sama. Tapi disuruh berdiri diam agak lama? Tubuh saya langsung mengajukan keberatan. Awalnya saya kira saya cuma manja sama upacara. Ternyata ada penjelasan fisiologisnya.
Kemungkinan saya mengalami presyncope, yaitu kondisi ketika tubuh sudah hampir pingsan tetapi kita belum benar-benar kehilangan kesadaran. Salah satu penyebabnya bisa berupa respons vasovagal atau tekanan darah yang turun ketika berdiri lama.
Saat berdiri diam, darah lebih mudah berkumpul di kaki. Sementara ketika kita berjalan atau olahraga, otot kaki terus berkontraksi dan membantu memompa darah kembali ke atas. Jadi olahraga dan berdiri lama itu ternyata bukan perkara yang sama. Saya bisa kuat lari, tapi bisa kalah oleh upacara.
Dan kenapa jongkok bisa langsung membantu? Karena dengan mengubah posisi tubuh, aliran darah ke otak bisa membaik lagi. Makanya kalau sudah mulai mual, berkunang-kunang, atau pandangan mulai menyempit, jangan sok kuat. Jongkok atau duduk sebelum benar-benar pingsan.
Apakah ini bawaan lahir? Bisa saja seseorang memang punya kecenderungan tubuh seperti ini sejak lama. Tapi bukan berarti tidak ada solusi. Yang penting adalah mengenali pemicu dan tahu cara mencegahnya. Kalo saya cara agak mengurangi atau memperlambat mualnya datang adalah terus menggerakan kaki saya dalam keadaan berdiri.