Ucapan “Tuhan tidak bermain dadu” adalah kalimat terkenal dari Albert Einstein untuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap teori fisika kuantum. Maksudnya bukan benar-benar tentang Tuhan sedang bermain dadu. Itu adalah kiasan (metafora). Einstein percaya bahwa alam semesta berjalan dengan aturan yang pasti dan teratur, bukan berdasarkan kebetulan atau acak. Menurutnya, jika kita memahami hukum alam dengan cukup baik, semua kejadian seharusnya bisa dijelaskan secara pasti.
Masalahnya, dalam Quantum Physics, para ilmuwan menemukan bahwa partikel kecil (seperti elektron) tampaknya bergerak secara probabilitas atau kemungkinan, bukan kepastian. Contohnya, kita tidak bisa tahu posisi pasti elektron secara bersamaan dengan kecepatannya hanya peluangnya saja.
Karena tidak setuju dengan gagasan bahwa alam bersifat acak, Einstein berkata “God does not play dice with the universe.” Artinya Einstein merasa Tuhan atau hukum alam tidak menciptakan dunia secara acak, melainkan dengan aturan yang pasti dan tersembunyi.
Menariknya, fisikawan lain seperti Niels Bohr membalas secara terkenal kemudian menjawa : “Einstein, stop telling God what to do.” Wkwkw. Sampai sekarang, perdebatan soal apakah alam semesta benar-benar acak atau sebenarnya punya aturan tersembunyi masih menjadi topik besar dalam fisika. Einstein ingin mengatakan bahwa menurutnya alam semesta tidak berjalan karena kebetulan, tetapi karena hukum yang teratur dan pasti.
Berikut urutan penciptaan bumi menurut tafsir Al-Qur’an (step by step) berdasarkan gabungan ayat-ayat Al-Qur’an dan penjelasan para ulama tafsir.
1. Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa
Awalnya Allah berkehendak menciptakan alam semesta. Penciptaan terjadi dalam enam masa, sebagaimana disebut dalam Quran (misalnya Surah Al-A’raf: 54 dan Fussilat: 9–12).
“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa…”
2. Langit dan bumi dahulu dalam keadaan menyatu
Menurut Surah Al-Anbiya ayat 30, langit dan bumi disebut dahulu “rata” (menyatu/tertutup) lalu dipisahkan oleh Allah.
“…langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya…”
Sebagian mufasir menafsirkan ini sebagai awal mula penciptaan alam sebelum terbentuk seperti sekarang.
3. Allah menciptakan bumi
Dalam Surah Fussilat ayat 9 dijelaskan bahwa Allah menciptakan bumi terlebih dahulu dalam dua masa.
“Katakanlah: pantaskah kamu kafir kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa…”
Artinya bumi mulai dibentuk atas kehendak Allah.
4. Gunung dan keberkahan bumi ditetapkan
Setelah bumi diciptakan, Allah menjadikan gunung-gunung, keberkahan, dan menyiapkan rezeki bagi makhluk.
“Dia menciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh… dan menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)-nya…”Surah Fussilat ayat 10
Ini dipahami sebagai tahap penyiapan bumi agar layak dihuni.
5. Allah mengatur langit
Kemudian Allah menuju penciptaan langit yang saat itu digambarkan seperti asap (dukhan).
“Kemudian Dia menuju ke langit dan langit itu masih berupa asap…”Surah Fussilat ayat 11
Lalu Allah menyempurnakan menjadi tujuh langit.
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa…”Surah Fussilat ayat 12
6. Air diturunkan dan tumbuhan tumbuh
Allah menjadikan air sebagai sumber kehidupan dan menumbuhkan tanaman.
“…Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup…” Surah Al-Anbiya ayat 30
Hujan, sungai, tumbuhan, buah-buahan, dan hewan menjadi bagian dari kehidupan bumi.
7. Penciptaan makhluk hidup
Allah menciptakan berbagai makhluk: hewan, tumbuhan, jin, dan malaikat sesuai kehendak-Nya.
8. Penciptaan Nabi Adam AS
Allah menciptakan Adam dari tanah sebagai manusia pertama.
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” Surah Al-Baqarah ayat 30
9. Manusia menjadi khalifah di bumi
Manusia diberi amanah untuk menjaga, mengelola, dan berbuat baik di bumi.
Dunia dan isinya dibuat tidak dalam semalam, tapi membutuhkan waktu 6 masa. Masa yang dimaksud mungkin bukan masa buatan manusia yang 24 jam? 1 bulan? 1 Tahun? Ya bukan. Tapi semuanya butuh waktu dan secara teratur akhirnya sampailah pada step dimana kita adalah manusia yang ditunjuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah itu ibarat admin bumi tugasnya menjaga sistem tetap baik, bukan malah ikut bikin bug. Tugas manusia sebagai khalifah di bumi itu bukan cuma numpang makan, tidur, terus bikin drama. Kita disuruh jaga bumi, berbuat baik, bantu sesama, dan jangan bikin bumi makin berantakan kayak kamar lu kalo habis cari charger. Kocak!
Einstein percaya semesta teratur. Kita juga percaya karena di Alquran sudah jelas step by stepnya bahwa semesta ini dibuat Allah dengan teratur. Jadi kalau hidup lagi berantakan, mungkin bukan artinya Tuhan main dadu, mungkin kita yang lupa baca petunjuk, mungkin hidup lu emang mode mystery box, mungkin yang salah bukan quotes-nya Einsten tapi keputusan lu di jam 2 pagi.
-Saya pasti pulang-