Pernahkah kamu menonton film fiksi ilmiah dan berpikir, "Ini mustahil, tapi kayaknya bisa saja terjadi"? Itulah yang disebut dengan Plausibilitas.
1. Apa itu Plausibilitas?
Dalam KBBI, plausibel berarti "tampaknya masuk akal" atau "dapat dipercaya".
Berbeda dengan probabilitas (seberapa besar kemungkinan sesuatu terjadi secara statistik), plausibilitas fokus pada apakah sebuah gagasan atau cerita memiliki logika internal yang kuat sehingga kita bisa menerimanya sebagai kebenaran dalam konteks tertentu.
2. Plausibilitas vs. Realitas
Realitas: Apa yang benar-benar terjadi di dunia nyata.
Plausibilitas: Apa yang terasa benar dalam sebuah narasi.
Contoh: Dalam film Interstellar, perjalanan melalui lubang cacing (wormhole) mungkin belum terbukti secara empiris di dunia nyata, tetapi karena penjelasan sainsnya konsisten di dalam film, penonton menganggapnya plausibel.
3. Mengapa Ini Penting?
Plausibilitas adalah "lem" yang menjaga kepercayaan (trust).
Dalam Penulisan: Agar pembaca tidak kehilangan minat karena plot hole.
Dalam Bisnis: Investor tidak mencari ide yang 100% pasti berhasil (karena itu mustahil), tapi mereka mencari rencana yang plausibel (masuk akal untuk dijalankan).
Dalam Hukum: Sebuah kesaksian tidak harus punya bukti video untuk dipercaya; jika ceritanya runut dan logis, itu dianggap plausibel.
4. Cara Membangun Sesuatu yang Plausibel
Jika kamu seorang kreator atau pemikir, gunakan rumus ini:
Konsistensi Internal: Jangan melanggar aturan yang sudah kamu buat sendiri di awal.
Kaitan dengan Emosi Manusia: Meski dunianya fantasi, reaksi karakternya harus tetap manusiawi.
Detail yang Spesifik: Detail kecil membuat gambaran besar terasa lebih nyata.
Kesimpulan
Sesuatu tidak harus nyata untuk menjadi bermakna. Selama itu plausibel, otak manusia akan memberikan ruang untuk percaya. Kamu percaya lubang cacing ada? Jika percaya, dan diberi kesempatan, ke masa yang mana kamu akan minta kembali dan memperbaiki suatu keputusan dalam hidup?

