Rabu, 15 April 2026

Dee

Kalo penulis yang satu ini sudah tidak asing lagi ya. My Favorit! Selain puisinya Bapak Joko Pinurbo tentu, saya memfavoritkan beliau. Sejak mengeluarkan serial supernova-nya, saya selalu membeli on time tiap ada buku dari beliau yang terbit. Nggak ada yang luput. Swear! Bahkan saya pernah menang lomba menulis surat untuk beliau. Lihat di link ini kalo nggak percaya. Judul surat ini adalah SURAT INI HARUS SAMPAI. Metal-metal begini bahasa cinta saya adalah Words of Affirmation tahu. Haha!

Dewi Lestari Simangunsong, yang lebih dikenal dengan nama pena Dee Lestari, merupakan salah satu figur paling fenomenal dalam kancah sastra dan hiburan Indonesia karena kemampuannya yang luar biasa dalam menggabungkan intelektualitas, spiritualitas, dan narasi yang emosional. Lahir di Bandung pada 20 Januari 1976, ia awalnya merambah dunia publik sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang populer di era 90-an, namun transformasi terbesarnya terjadi pada tahun 2001 ketika ia merilis novel debutnya yang berjudul Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. 

Novel tersebut seketika mendobrak pakem sastra Indonesia dengan menyajikan jalinan plot yang berani mencampurkan konsep sains kuantum, filsafat eksistensial, dan romansa modern dalam gaya bahasa yang sangat segar. Keberaniannya mengeksplorasi tema-tema yang tidak lazim dalam fiksi populer menjadikan Dee sebagai pionir penulis yang mampu menjembatani selera pasar luas dengan kedalaman pemikiran yang filosofis, yang kemudian berlanjut hingga seri Supernova mencapai enam volume dan menetapkan standar tinggi bagi genre fiksi kontemporer tanah air.

Perjalanan kreatif Dee Lestari tidak berhenti pada kesuksesan seri epiknya, melainkan terus berkembang melalui eksplorasi berbagai bentuk cerita, mulai dari kumpulan prosa dan cerita pendek yang legendaris seperti Filosofi Kopi dan Rectoverso sebuah proyek hibrida unik yang memadukan musik dan sastra hingga novel sejarah bertajuk Aroma Karsa yang menonjolkan riset mendalam mengenai dunia penciuman dan mitologi Jawa. 

Sebagai seorang penulis, Dee dikenal dengan kedisiplinan risetnya yang sangat ketat, di mana setiap detail teknis dalam ceritanya selalu didasarkan pada fakta yang solid sebelum dibalut dengan imajinasi yang melankolis namun kuat. Selain dedikasinya di dunia literasi, ia juga tetap menjadi pencipta lagu yang ulung, melahirkan banyak hits yang dibawakan oleh penyanyi papan atas Indonesia, membuktikan bahwa dirinya adalah seorang seniman multidimensi yang sejati. Dengan segala pencapaiannya, Dee Lestari bukan sekadar seorang novelis, melainkan arsitek cerita yang telah berhasil mengubah cara pembaca Indonesia memandang hubungan antara ilmu pengetahuan, cinta, dan pencarian makna hidup yang paling dalam.

Berikut adalah daftar karya-karya utama dari Dee Lestari (Dewi Lestari)
  1. Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001)
  2. Akar (2002)
  3. Petir (2004)
  4. Partikel (2012)
  5. Gelombang (2014)
  6. Inteligensi Embun Pagi (2016)
  7. Filosofi Kopi (2006) 
  8. Rectoverso (2008) 
  9. Madre (2011) 
  10. Perahu Kertas (2009)
  11. Aroma Karsa (2018)
  12. Rapijali (2021)
  13. Di Balik Jendela (2010) 
  14. Rantai Tak Putus (2020) 
Dibawah ini adalah cuplikan kata-kata dari salah satu novelnya mbak Dee yang akan selalu aku ingat. Karena memenangkan lomba, karena sampai saya tuliskan dalam buku harian saya saking indahnya.

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal Hidup
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam Cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. 
Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.


-Saya pasti pulang-
Share:

The Decision Book - Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler

Judul buku : The Decision Book
Penulis : Mikael Krogerus
Penerbit : W.W Northon and company
Jumlah halaman : 137 halaman
Bahasa : Inggris

Minggu ini saya sangat produktif, jadi sangat banyak hal berguna yang saya lakukan. Tujuannya apa? Biar nggak kebanyakan scroll-scroll shopee sama ig. Kenapa tidak? Kan itu hp sendiri, kan itu kuota sendiri, kan kan kan. Iya benar, saya memang menganut hidup apa adanya, termasuk menahan diri untuk tidak hanya scroll-scroll hp adalah apa adanya saya. Saya pusing lihat berita lalu lalang cepet banget berubah. saya nggak suka target di smartwatch yang sudah saya set tidak goal, ya itu apa adanya versi saya. Nggak perlu maaf memaafkan kalo apa adanya versi kamu beda sama saya. Haha! Oke stop yapping and we start the review.

Karena buku ini berbahasa inggris, tadinya saya mikir mau review buku ini pakai bahasa inggris. Tapi batal. Saya keburu mau baca buku baru saya yang baru saya beli yang kayaknya lebih seru dan dari pada saya nanti malah lupa point-point pentingnya (kalo saya sampai lupa artinya buku ini di MATA (pakai kapital karena MATA saya besar) saya b aja).

Terus terang beli buku ini karena fomo. Buku ini dibahas oleh seorang podcaster kemudian saya ikutan beli. The Decision Book” adalah buku yang ditulis oleh Mikael Krogerus dan Roman Tschäppeler yang menjelaskan kepada pembaca secara singkat mengenai  50 model pikiran dan konsep untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang strategis. Karena bahasanya ringkas jadi buku ini sangat mudah dipahami, dan kayaknya cocok dengan orang yang sedang belajar berpikir strategis dan kritis dalam segala hal. Tidak hanya pada manajemen bekerja, tapi juga pengambilan keputusan pribadi. Untuk saya yang udah biasa mengambil keputusan tanpa mikir lama, karena saya yakin kalo hasilnya gagal saya masih punya rencana b,c,d, dan bisa tanggung jawab, kalo hasil dari keputusan saya bener sesuai rencana ya saya lebih bisa tanggung jawab lagi. Menyala banget kepercayaan diri ini. 

Setiap model pikiran dijelaskan dengan singkat dan diilustrasikan dengan contoh-contoh praktis yang relevan. Lalu ditambahkan tools untuk mengambil keputusan seperti “SWOT Analysis” (Analisis SWOT), “Pareto Principle” (Prinsip Pareto), “Cost-Benefit Analysis” (Analisis Biaya-Manfaat), “Decision Tree” (Pohon Keputusan), dan banyak lagi. Buku ini nggak ada kurangnya. Tapi kurang tepat kalo saya yang baca. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Psikologi Kematian - Komaruddin Hidayat

Judul buku : Psikologi Kematian
Penulis : Komaruddin Hidayat
Jumlah halaman : 163 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mizan
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 1 Tahun 2005

Buku ini adalah pemberian teman. Dua tahun yang lalu saat dia kasih buku ini, dia kasih catatan juga, "kamu harus baca buku ini Ki!" katanya. FYI, teman saya itu psikolog. Jadi saya pikir ini buku diberikan ke saya karena dia tahu saya suka baca dan dia punya buku baru tentang psikologi, sudah titik. 

Sampai akhirnya dua tahun kemudian yaitu tahun 2026 buku ini baru saya baca ketika saya lapar sekali dengan bacaan yang ada "isinya". Buku ini terlihat kuno dilihat dari cover dan jenis kertasnya. Kertas yang dipakai masih kertas warna putih. Dengan kondisi mata saya yang silinder parah dan pterygium, agak cepat lelah saya bacanya. 

Tapi namanya juga rayap buku (bukan lagi kutu), ketika sampai dihalaman 14, kemudian saya tidak bisa lagi menahan diri untuk membaca halaman-halaman berikutnya sampai selesai.

Membahas soal kematian bisa menimbulkan sebuah pemberontakan yang menyimpan kepedihan pada setiap jiwa manusia. Yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa mati pasti akan tiba dan punahlah semua yang dicintai dan dinikmati dalam hidup ini. Kesadaran ini lalu memunculkan sebuah protes berupa penolakan bahwa masing-masing kita tidak mau mati. Setiap orang berusaha menghindari semua jalann yang mendekatkan ke pintu kematian. Jiwa kita selalu mendambakan dan membayangka  keabadian. Pemberontakan dan penolakan akan kematian ini telah melahirkan dua mazhab psikologi kematian. 

Mazhab pertama adalah mazhab religius, yaitu mereka yang menjadikan agama sebagai rujukan bahwa keabadian setalah mati itu ada dan untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi, seseorang yang religisu menjadikan kehidupan akhirat sebagai obyek dan target paling tinggi. Kehidupan dunia selayaknya dinikmati, tetapi bukan tujuan akhir dari kehidupan. Apapun yang dilakukan di dunia dimaksudkan sebagai investasi kejayaan di akhirat.

Yang kedua adalah mazhab sekuler yang tidak peduli dan tidak yakin akan adanya kehidupan setelah mati. Namun secara psikologis keduanya memiliki kesamaan, yaitu spirit heorisme yang mendambakan keabadian hidup agar dirinya selalu dikenang sepanjang masa. Untuk memenuhi keinginan itu, setiap orang ingin menyumbangkan sesuatu yang besar dalam hidupnya, minimal untuk keluarganya. Maka setiap orang berusaha untuk meninggalkan warisan berupa potret diri, karya tulis, kuburan dan ada yang membuat patung besar. Ini semua secara psikologis menceritakan satu hal : Bahwa setiap orang sesungguhnya menolak kematian, ingin hidup dikenang sebagai pahlawan agar jiwanya tetap hidup.

Buku ini dikeluarkan tahun 2005, apakah ketika dibaca tahun 2026 masih relate? Ya masih, karena mau tahun kapan mati itu pasti datang. Kebetulan sampai tahun 2026 belum ada sih cara mencegah kematian datang. Ada yang mencoba kabur dari kiamat tapi kalo kabur dari kematian? kayaknya hanya ada di film drakula aja ya. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 12 April 2026

Jam Dua

Kau sampai Jogja jam berapa?
Kutunggu di spot es krim dekat tugu

Tapi aku lebih suka kopi

Apa sampai sini saja?

Eh tapi kau tahu? 
Campuran kopi dan es krim enak lho

Pakai vespa, jangan lupa helm dua
Jam dua, kalau kau memaksa




-Saya pasti pulang-
Share:

Buku Yang Aku Baca Terakhir Sangat Tipis

Buku yang aku baca terakhir sangat tipis
Covernya hanya hitam dan putih
Buku yasin saja lebih effort
Mulanya aku memandang sebelah mata
Tapi sejak halaman pertama aku terpana
Tiap halamannya berisi kalimat hangat
Hanya saja aku tak suka endingnya
Terlalu singkat, aku kehilangan


-Saya pasti pulang-
Share:

budaya-indonesia.org

Bahagia banget bisa ketemu sama website ini. Ini adalah portal utama dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI). Proyek ini merupakan inisiatif kolaboratif yang luar biasa dalam upaya mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan kekayaan budaya Nusantara melalui teknologi digital.

PDBI hadir dengan visi sebagai "rumah" bagi jutaan artefak budaya Indonesia. Keunikan utama situs ini adalah pendekatan crowdsourcing atau gotong royong digital. Pengguna tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga bisa berkontribusi sebagai kontributor data budaya, mulai dari cerita rakyat hingga motif kain tradisional. Seperti misalnya ketika kita kesulitan mencari sejarah atau legenda yang ada di Pemalang, maka ketika kita sudah nemu yang kita cari, kita bisa ikutan menyumbang tulisan disitu sehingga orang lain yang nantinya mencari hal yang sama, akan nemu tulisan tentang Pemalang yang kita tulis disitu. 

Website ini menyediakan berbagai macam kategori data seperti Musik dan Arsitektur (Dokumentasi alat musik tradisional dan gaya bangunan daerah), Kekayaan Intelektual (Motif batik, tenun, dan kerajinan tangan), Kuliner dan Tradisi (Resep masakan tradisional dan protokol upacara adat), Manuskrip dan Sejarah ( Digitalisasi teks-teks kuno yang sulit dijangkau publik secara fisik),

Hingga saat ini, PDBI telah menampung lebih dari 50.000 data kebudayaan, menjadikannya salah satu referensi online paling kaya tentang Indonesia. Situs ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas, termasuk InfoBudaya.net (Portal berita pendamping yang berfokus pada artikel dan esai budaya populer untuk audiens muda), Pencarian Berbasis Lokasi (Memungkinkan pengguna melihat distribusi kekayaan budaya berdasarkan peta Indonesia) dan Partisipasi Publik ( Adanya sistem akun yang memungkinkan peneliti atau masyarakat umum mengunggah temuan budaya mereka sendiri).

Karena ini adalah hasil partisipasi publik juga maka isinya mencakup hampir semua aspek budaya dari Sabang sampai Merauke. Kaya nemu harta karun kan. User Interface (UI) sudah oke banget, gampang dipahami, diakses, dan tidak berat ketika mencari informasi. 

Website seperti ini sangat membantu menyelamatkan budaya yang hampir punah dari kepunahan informasi. Walaupun karena bersifat partisipatif, keakuratan data sangat bergantung pada kualitas input kontributor. Langsung saja untuk bisa mengaksesnya kalian bisa klik disini https://budaya-indonesia.org







-Saya pasti pulang-
Share:

Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa - Ulil Albab

Judul buku : Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa
Penulis : Ulil Albab dan teman-teman
Jumlah halaman : 254 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mandiri
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 2018

Lagi-lagi buku yang dikasih teman. Nggak modal banget Rizki. Haha. Buku ini adalah buku pemberian atasan saya waktu beliau pindah. Sebenarnya sudah lama saya browsing mencari informasi mengenai sejarah Pemalang, ada? Banyak. Tapi hanya beberapa yang runtut, urut dan enak dibaca. Buku ini salah satunya? Tidak.

Dengan banyaknya poin penting yang akan diceritakan, jika saya bagi ada kategori sejarah, cerita rakyat, beberapa tempat bersejarah di Pemalang, buku ini lebih baik jika dipetakan per kategori saja.  Dan bukan dari sudut pandang penulis. Ini sejarah, jadi menurut saya harus diceritakan apa adanya. Keadaan, waktu, dan latar harus jelas. Bukan komentar pribadi dari penulis.

Intinya buku ini adalah kumpulan kisah tradisional yang dihimpun oleh Ulil Albab dan rekan-rekan, yang menyoroti kisah-kisah menarik dari daerah Pemalang. Buku ini cukup membantu untuk orang yang awam sekali mengenai Pemalang dan tertarik dengan kisah dan latar belakangnya. Mengantarkan ke gerbang selamat datang. Hanya sampai situ.

Tapi jika kalian mau aku rekomendasikan, ada satu blog yang saya temukan ketika saya browsing tentang sejarah Pemalang. Dari sekian banyak, blog ini adalah yang peta nya paling jelas. Alamatnya ada di https://karnotopemalang.blogspot.com/ . Sepertinya sudah lama blog ini tidak aktif karena tidak ada post baru. Blog ini ditulis dengan rapi, runtut, dan dipisahkan sesuai kategorinya. Beliau membagi menjadi kategori wilayah, asal-usul dan legenda. 



-Saya pasti pulang-
Share: