- Selera sebagai Penanda Kelas: Selera estetika, gaya hidup, konsumsi barang, makanan, hingga musik digunakan untuk menunjukkan kelas sosial seseorang.
- Modal Budaya (Cultural Capital): Individu dari kelas atas menggunakan modal budaya (pengetahuan, selera, pendidikan) untuk membedakan diri dan mengesampingkan kelas yang lebih rendah.
- Habitus: kebiasaan yang tertanam sejak dini—membentuk selera individu secara tidak sadar, yang kemudian memandu pilihan konsumsi mereka.
- Dominasi Simbolik: Pilihan estetika kelas atas (misalnya apresiasi seni "tinggi") dijadikan standar universal, sementara selera kelas bawah sering dianggap "norak" atau tidak berbudaya, memperkuat ketimpangan sosial.
- Arena Pertarungan: Distinction adalah bagian dari perjuangan simbolik yang konstan di mana individu mempertahankan atau mengubah posisi mereka dalam struktur sosial.
Sabtu, 28 Februari 2026
Senin, 23 Februari 2026
Tenang, Disengaja dan Cukup
The reason we often feel unsatisfied shortly after purchasing new items lies in two main psychological phenomena: hedonic adaptation and choice overload. These mechanisms create a cycle of consumerism where the brain constantly craves more. Minimalist practices act as a "psychological intervention" that breaks this cycle, retraining the brain to find satisfaction in less.
Iya betul. Pada tahun 2019-2020 saat covid melanda Indonesia, saya ingat betul saya baru saja berkenalan dengan bukunya Fumio Sasaki yang judulnya Goodbye things (Hidup minimalis ala orang jepang). Dan itu saya masukan kedalam salah satu buku favorit saya karena isinya yang menyelamatkan hidup saya dengan tata cara hidup minimalis yang sampai sekarang masih saya terapkan (saat saya menulis artikel ini, saya merasa hampir kembali hedon, itulah alasan saya menulis ini, untuk mengingatkan diri saya sendiri kembali ke jalan yang saya yakini benar).
Mengapa Kita Terus Menginginkan Lebih Banyak? Adaptasi Hedonis (Treadmill): Manusia cenderung cepat kembali ke tingkat kebahagiaan dasar setelah perubahan hidup yang positif atau negatif. Ketika kamu membeli mobil atau gadget baru, kegembiraan awalnya nyata, tetapi segera memudar, dan kamu terbiasa dengan standar baru yang lebih tinggi. Otak kemudian mencari "sensasi" baru, yang mengarah pada pengejaran tanpa henti untuk pembelian berikutnya.
Choice Overload (Paradoks Pilihan): Banyaknya pilihan sebenarnya membuat kita kurang puas dengan keputusan kita dan lebih rentan terhadap penyesalan. Terlalu banyak pilihan menyebabkan kelebihan beban kognitif, sehingga sulit untuk memutuskan, mengurangi kepuasan, dan mendorong kita untuk merasa bahwa kita bisa membuat pilihan yang "lebih baik".
Otak kita dirancang untuk mencari hal-hal baru dan mengumpulkan sumber daya untuk bertahan hidup, yang terkait dengan sistem dopamin. Di zaman modern, naluri ini mendorong kita untuk membeli barang-barang agar merasa istimewa atau untuk "mengikuti gaya hidup orang lain". Kita sering membeli barang untuk mengatasi stres atau untuk meningkatkan suasana hati kita sementara waktu. Namun, "terapi belanja" ini hanya memberikan kepuasan jangka pendek, seringkali menyebabkan kekacauan dan penyesalan. Pada pengalaman saya 5 tahun yang lalu, penyesalan itu muncul disertai rasa muak yang sangat. Seperti hidup tanpa isi. Ya yang penting hidup saja. Segera setelah saya kosongkan isi lemari dan rumah saya (bukan ngerampok ya :D) diri saya kembali hadir dengan sadar pada waktunya.
Interrupting Hedonic Adaptation: By voluntarily reducing the influx of new, "exciting" items, we stop the "high-low" cycle of purchasing. Minimalism teaches us to find contentment with what we have, reducing the reliance on external, material goods for happiness.
Dengan menetapkan batasan (misalnya, aturan "satu masuk, satu keluar," atau menunggu 24 jam sebelum membeli), kita melatih otak untuk memprioritaskan kepuasan jangka panjang daripada kepuasan impulsif dan instan. Ini memperkuat pengendalian diri kita dan mengurangi pengaruh dorongan konsumerisme yang didorong oleh FOMO (Fear of Missing Out). Pada intinya, minimalisme bertindak sebagai alat pelatihan ulang untuk otak, mengalihkannya dari keadaan konsumsi yang konstan dan cemas ke keadaan yang TENANG, DISENGAJA, dan CUKUP.
Februari - The Book of Ikigai Ken Mogi (Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur)
Kamis, 19 Februari 2026
Playlist Februari 2026
Apa Itu Valve Corporation Steam?
- Membeli & Mengunduh Game Secara Legal
- Update Game Otomatis
- Game yang dibeli akan otomatis mendapatkan update patch terbaru tanpa perlu download manual dari website lain.
- Menyimpan Data Game (Cloud Save)
- Dengan fitur Steam Cloud, data save game tersimpan online sehingga aman meskipun ganti PC.
- Bermain Multiplayer Online
Rabu, 18 Februari 2026
WINLATOR? Apa itu?
Kalo biasanya kita pakai stream untuk main game android di PC, sekarang kalo dibalik bisa? Jawabannya bisa! Apalah yang nggak bisa di era tekhnologi canggih jaman sekarang. Kita bisa pakai namanya Winlator.
Winlator adalah aplikasi Android yang memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi dan game Windows (file .exe) langsung di perangkat Android tanpa perlu PC. Winlator bekerja dengan menggabungkan teknologi emulasi dan compatibility layer seperti Wine dan Box86/Box64 agar aplikasi Windows bisa berjalan di sistem Android berbasis ARM. Aplikasi ini sangat populer di kalangan pengguna yang ingin memainkan game PC ringan di HP Android, terutama untuk game lawas atau aplikasi Windows tertentu.
Karena kemarin ngubek-ngubek laptop jaman kuliah ternyata masih ada beberapa driver game offline, saya kepikiran juga sih buat bikin menu khusus unduh game itu. Tapi entar dulu yang ini. Kembali ke winlator.
Fungsi Utama Winlator :
- Menjalankan aplikasi Windows (.exe) di Android
- Memainkan game PC ringan di HP
- Testing aplikasi Windows tanpa laptop
- Alternatif emulator PC di Android
Cara Kerja Winlator (Sederhana). Winlator memanfaatkan Wine untuk menjalankan aplikasi Windows tanpa OS Windows. Box86 / Box64 untuk menerjemahkan arsitektur x86 ke ARM. Container System Membuat lingkungan virtual seperti PC Windows di Android.
Jadi Android tetap Android, tetapi dibuat seolah-olah bisa menjalankan program Windows.
Spesifikasi Minimum yang Disarankan :
- Android 10 ke atas
- RAM minimal 6GB (disarankan 8GB)
- Prosesor Snapdragon seri 700 ke atas lebih optimal
- Penyimpanan lega (karena game PC cukup besar)
Kelebihan Winlator
- Bisa main game PC tanpa PC
- Gratis dan open-source
- Tidak perlu install Windows
- Bisa custom resolusi & konfigurasi
Beberapa game ringan yang sering dicoba pengguna GTA San Andreas (versi PC), Need for Speed Underground, Counter Strike 1.6, Age of Empires II (versi lama). Apakah Winlator Legal? Tentu karena winlator merupakan teknologi open source jadi ini legal.
-Saya pasti pulang-