1. Kisah Kambing yang Masuk ke Ladang (Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman)
Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 78.
Teks Arab:وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَۖTerjemahan:"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
Pada suatu hari, dua orang datang mengadu kepada Nabi Dawud. Orang pertama berkata “Wahai Nabi Dawud, kambing-kambing milik orang ini masuk ke ladangku pada malam hari dan memakan tanaman hingga rusak.”
Pemilik kambing pun berdiri dengan wajah khawatir. Nabi Dawud memikirkan masalah itu dan memberi keputusan bahwa kambing-kambing tersebut diberikan kepada pemilik ladang sebagai ganti kerugian. Namun putra beliau, Nabi Sulaiman, memiliki usulan lain yang lebih bijaksana.
Nabi Sulaiman berkata pemilik kambing tetap memelihara ladang itu sampai tanaman tumbuh kembali. Pemilik ladang boleh mengambil manfaat kambing seperti susu dan bulunya sementara waktu.
Setelah ladang kembali seperti semula, kambing dikembalikan kepada pemiliknya. Allah memuji kebijaksanaan Nabi Sulaiman dalam ayat tersebut.
Apa pelajaran yang dapat diambil adik-adik dari kisah tersebut? Betul, pentingnya keadilan dalam menyelesaikan masalah. Anak muda juga bisa memiliki pemikiran yang bijaksana. Serta, kerugian orang lain harus diganti dengan cara yang adil.
2. Kambing sebagai Hewan Ternak dalam Al-Qur’an
Kambing termasuk hewan ternak yang disebut dalam Surah Al-An’am ayat 143.
Teks Arabثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍۚ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِۗ قُلْ اٰۤلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ نَبِّئُوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَۙTerjemahan"(Ada) delapan macam (hewan ternak) yang berpasangan; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah yang diharamkan (Allah) itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Beritahulah aku berdasarkan ilmu (pengetahuan) jika kamu orang-orang yang benar'
Dalam ayat ini Allah menyebut domba dan kambing sebagai hewan yang diciptakan untuk manusia. Manfaat kambing antara lain Susu untuk diminum, Daging untuk makanan, Kulit dan bulu untuk pakaian atau perlengkapan.
Kisah terkenal tentang penyembelihan hewan juga berkaitan dengan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Dalam Surah As-Saffat ayat 107, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan besar (sering digambarkan sebagai kambing atau domba).
Teks Arab
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Terjemahan
"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."
Peristiwa ini menjadi asal mula ibadah kurban pada hari raya Idul Adha. Pada suatu malam yang tenang, hiduplah seorang nabi yang sangat taat kepada Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Ia sangat mencintai putranya yang baik hati, Nabi Ismail.
Suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi sesuatu yang membuat hatinya bergetar. Dalam mimpi itu, Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya sendiri sebagai ujian keimanan. Ketika bangun, Nabi Ibrahim sangat sedih. Ia sangat menyayangi Nabi Ismail. Tetapi ia juga tahu bahwa perintah Allah harus ditaati.
Keesokan harinya, Nabi Ibrahim mengajak Ismail berjalan ke sebuah tempat yang sunyi di padang pasir. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim berkata dengan lembut “Wahai anakku, aku bermimpi bahwa aku harus menyembelihmu. Bagaimana menurutmu?” Nabi Ismail yang masih muda menatap ayahnya dengan penuh kepercayaan. “Ayah,” kata Ismail dengan tenang, “lakukanlah apa yang Allah perintahkan. InsyaAllah aku akan menjadi orang yang sabar.”
Nabi Ibrahim meneteskan air mata. Betapa kuat dan taatnya hati anaknya itu. Ketika mereka sampai di tempat yang dituju, Nabi Ibrahim memeluk putranya dengan penuh kasih. Ia kemudian bersiap menjalankan perintah Allah. Namun tepat saat itu terjadi sesuatu yang luar biasa! Allah memanggil Nabi Ibrahim dan menghentikannya.
Karena Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah lulus ujian ketaatan, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban besar, seperti yang disebut dalam Surah As-Saffat ayat 107. Seekor domba besar tiba-tiba muncul sebagai pengganti. Nabi Ibrahim sangat bersyukur. Ia memeluk Nabi Ismail dengan penuh haru. Sejak saat itu, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia tentang ketaatan, keikhlasan, dan cinta kepada Allah. Dan setiap tahun, umat Islam mengenangnya dengan berkurban pada hari raya Idul Adha.
-Saya pasti pulang-





