Jumat, 13 Maret 2026

Courage Under Fear

Agak kaget namun mulutku bahkan tidak menyebut apapun apalagi menyebut ayam eh ayam ayam. Temanku menyerahkan telepon genggamnya. Aku bertanya "Siapa?". Dia menjawab dengan isyarat mengangkat bahu. Tak tahu. "Katanya penting banget".

"Halo" Kataku.
"Halo" Suara diseberang sana menjawab.

Kemudian diam, hening, "sial" dalam hatiku. Aku bahkan tidak ingin mendengar suara ini lagi. Tapi bahkan tanpa menyebutkan nama sekalipun aku masih ingat suara siapa diseberang sana.

Temanku satu ruangan memperhatikan. Keheningan ini begitu busuk sampai auranya terlempar kesekitar. Seolah tahu apa yang akan aku lakukan. Suara diseberang sana memecah "Tolong jangan ditutup dulu. Tolong blokir wa ku dibuka. Aku akan telepon ke nomor kamu. Ini penting"

Aku ingat betul ketika SD, aku pernah ketemu anjing liar ketika pulang ngaji sekitar jam 20.00 wib. Tak ada manusia dewasa, jalanan sepi. Dan hal pertama dalam keadaan terdesak ternyata aku tidak lari. Dalam keadaan takut setengah mati, aku ambil batu, kemudian anjing itu pergi. Walau ketika anjing itu pergi, kemudian aku menangis sejadi-jadinya sambil jalan pulang kerumah, bahkan setelah sampai rumah. 

Ketika dewasa kemudian aku sadar. Dalam keadaan takut, aku jarang menampakan ekspresi yang seharusnya, dalam keadaan terdesak hampir tidak pernah minta tolong dan secara spontan, otakku membuat keputusan melawan walaupun kemudian berakhir dengan pulang kerumah, masuk kamar dan nangis sejadinya semalaman karena rasa ketakutan yang susah dijelaskan.

Dan kali ini, mendengar suara ini, respon dasar terhadap bahaya yang aku lakukan adalah berkata : 
"Tidak mau".

Telepon itu aku serahkan kembali ke temanku. Entah sudah ditutup atau belum. Aku tidak peduli. Aku hanya perlu menyelamatkan diri. Aku pulang kerumah, kali ini bukan lagi menangis sejadi-jadinya. Tapi wudhu. Najis lu!


-Saya pasti pulang-
Share:

Unta


Adik-adik tahu unta? Minimal pernah lihat gambarnya ya. Karena unta bukan hewan asli Indonesia maka kita agak susah untuk melihat unta secara langsung. Hewan yang menjadi simbol padang pasir ini disebutkan dalam alquran. Begini kisahnya.

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri berbatu yang dihuni oleh Kaum Tsamud, hiduplah seorang nabi yang baik hati bernama Nabi Saleh. Kaum Tsamud sangat kuat. Mereka bisa memahat rumah-rumah indah di gunung. Adik-adik bisa melihat di google bagaimana peninggalan rumah-rumah mereka yang ternyata terbuat dari batu-batu dengan ukuran yang sangat besar. Dengan kelebihan dari Allah untuk membuat rumah yang semewah itu dengan batu, mereka tetap tidak mau menyembah Allah. Mereka menyembah berhala dan sering mengejek Nabi Saleh.

Suatu hari mereka berkata dengan sombong “Jika kamu benar-benar utusan Allah, keluarkanlah seekor unta besar dari batu besar itu!” Mereka menunjuk sebuah batu raksasa di tengah lembah. Mukjizat yang Menakjubkan! Nabi Saleh berdoa kepada Allah dan tiba-tiba batu besar itu retak, tanah bergetar, dan dari dalam batu keluarlah seekor unta betina yang sangat besar dan indah. 

Semua orang terkejut. “Ini adalah Unta dari Allah,” kata Nabi Saleh dengan lembut. “Jangan ganggu unta ini. Biarkan dia minum dari mata air pada hari tertentu.”

Unta itu sangat istimewa. Ia berjalan dengan tenang di antara gunung-gunung, dan setiap orang yang melihatnya merasa kagum. Setiap pagi, unta itu berjalan menyusuri lembah. Ia minum dari mata air yang jernih. Ia berjalan di antara rumah-rumah batu dan anak-anak kecil sering melihatnya dengan takjub. Sebagian orang mulai percaya kepada Nabi Saleh. Tetapi sebagian lainnya masih keras kepala.

Orang-orang yang tidak percaya pada Allah, mereka berkata dengan marah “Unta ini membuat kita tidak bebas mengambil air!”. Beberapa orang jahat dari kaum Tsamud lalu membuat rencana. Mereka ingin menyakiti unta mukjizat itu. Padahal Nabi Saleh sudah memperingatkan “Jangan ganggu unta itu, atau azab Allah akan datang.” Namun mereka tetap melakukannya. 

Setelah unta itu disakiti, Nabi Saleh berkata dengan sedih “Kalian hanya punya tiga hari sebelum azab Allah datang.” Sebagian orang yang beriman segera meninggalkan tempat itu bersama Nabi Saleh. Beberapa hari kemudian, Allah menurunkan azab kepada orang-orang yang jahat. Namun orang-orang yang beriman diselamatkan.

Adik-adik dapat melihat kisah ini di beberapa surat Al-Qur’an seperti Surah Al-A'raf, Surah Hud, dan Surah Ash-Shams.



-Saya pasti pulang-
Share:

Sapi Betina



Kisah sapi betina dalam Al-Qur’an adalah salah satu cerita paling terkenal dari Bani Israil. Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73. Bahkan nama surat Al-Baqarah sendiri berarti “Sapi Betina.”

Pada masa itu, Nabi Musa diutus kepada Bani Israil. Suatu hari terjadi peristiwa aneh di antara mereka
ada seorang laki-laki yang terbunuh secara misterius, tetapi tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Orang-orang pun datang kepada Nabi Musa untuk meminta bantuan. Allah memberi petunjuk kepada Nabi Musa agar mengatakan kepada Bani Israil “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi betina.” 

Namun bukannya langsung taat, mereka malah banyak bertanya. Mereka berkata “Sapi yang bagaimana?”, “Warnanya apa?”, “Seperti apa umurnya?”. Pokoknya perintah itu tidak langsung mereka laksanakan tapi mereka dengan sengaja banyak bertanya.

Karena terlalu banyak bertanya, syarat sapi itu menjadi semakin sulit. Sapi itu harus tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, berwarna kuning cerah yang menyenangkan orang yang melihatnya, tidak pernah dipakai membajak atau bekerja, tidak memiliki cacat. Akhirnya mereka menemukan sapi dengan ciri-ciri itu dan menyembelihnya.

Setelah sapi disembelih, Allah memerintahkan mereka untuk memukul mayat orang yang terbunuh dengan bagian dari sapi itu. Ketika dilakukan orang yang mati itu hidup kembali sejenak. Ia menyebutkan siapa pembunuhnya, lalu meninggal lagi. Dengan cara ini, kebenaran akhirnya terungkap.
Pelajaran dari Kisah Sapi Betina.

-------------------

Kisah sapi betina dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73 yang terjadi pada masa Musa dan kaum Bani Israil sering dibahas oleh para peneliti Al-Qur’an modern. Mereka menemukan beberapa hal menarik yang dianggap sebagai “misteri” atau keunikan ilmiah dan historis dari kisah ini.
  1. Mengapa Sapi yang Dipilih, Bukan Hewan Lain? Beberapa peneliti sejarah agama melihat hubungan kisah ini dengan budaya Mesir kuno tempat Bani Israil pernah hidup. Di Mesir kuno sapi dianggap hewan suci, ada dewi yang digambarkan sebagai sapi, simbol sapi sering digunakan dalam penyembahan. Karena itu, sebagian peneliti berpendapat bahwa perintah menyembelih sapi adalah cara Allah memutus pengaruh tradisi penyembahan sapi, mengajarkan bahwa hewan yang mereka kagumi bukanlah sesuatu yang suci.
  2. Syarat Sapi yang Sangat Spesifik. Dalam ayat disebutkan sapi itu harus tidak tua dan tidak muda, berwarna kuning cerah, tidak pernah dipakai bekerja, tidak bercacat. Para peneliti linguistik Al-Qur’an melihat ini sebagai contoh dialog psikologis. Awalnya perintah Allah sederhana. Tetapi karena kaum Bani Israil terlalu banyak bertanya, syaratnya menjadi semakin rinci. Ini sering dijadikan contoh dalam studi psikologi agama bahwa manusia kadang memperumit perintah yang sebenarnya sederhana. 
  3. Mukjizat Menghidupkan Orang Mati sebagai Bukti Kebangkitan. Bagian paling misterius dari kisah ini adalah ketika bagian dari sapi dipukulkan kepada mayat, orang yang mati hidup kembali sesaat lalu menyebutkan pembunuhnya. Para peneliti tafsir menyebut bahwa mukjizat ini memiliki tujuan teologis besar yaitu membuktikan kekuasaan Allah menghidupkan orang mati, menjadi contoh nyata bagi Bani Israil tentang hari kebangkitan, karena pada masa itu sebagian dari mereka meragukan kehidupan setelah mati.


-Saya pasti pulang-
Share:

Ikan Paus



Dahulu kala hiduplah seorang nabi yang baik dan sabar bernama nabi Yunus. Ia diutus oleh Allah untuk mengajak kaumnya di kota Nineveh agar menyembah Allah dan meninggalkan perbuatan buruk. Namun sedihnya banyak orang di kota itu tidak mau mendengarkan. Mereka malah mengejek Nabi Yunus. Nabi Yunus merasa sangat sedih.

Suatu hari beliau pergi meninggalkan kota itu dan naik ke sebuah kapal yang berlayar di laut luas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, ombak menjadi tinggi, kapal bergoyang kuat. Para penumpang kapal ketakutan. Mereka berkata “Kapalnya terlalu berat! Kita harus mengurangi penumpang.” Mereka membuat undian. Siapa yang terpilih harus turun dari kapal.

Ternyata undian itu jatuh kepada Nabi Yunus. Nabi Yunus pun dibuang ke lautan. Ketika Nabi Yunus berada di laut, tiba-tiba datang seekor ikan besar yang menelannya! Gelap sekali di dalam perut ikan itu. Gelapnya dalam perut ikan paus itu digambarnya nabi yunus sebagai tiga kegelapan yaitu gelapnya malam, gelapnya laut yang dalam, dan gelapnya perut ikan.

Namun Nabi Yunus tidak putus asa. Ia berdoa kepada Allah seperti yang disebut dalam Surah Al-Anbiya. “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang bersalah.”

Di dalam perut ikan, Nabi Yunus terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Ikan besar itu berenang di laut luas, melewati terumbu karang, menyelam ke laut yang dalam dan naik kembali ke permukaan laut. Namun Allah menjaga Nabi Yunus agar tetap selamat.

Setelah beberapa waktu, Allah memerintahkan ikan itu untuk memuntahkan Nabi Yunus ke pantai. Plop! Nabi Yunus keluar dari mulut ikan dan terbaring di tepi pantai. Tubuhnya lemah, tetapi ia selamat. Allah menumbuhkan sebuah pohon besar untuk melindunginya dari panas matahari. Setelah sembuh, Nabi Yunus kembali berdakwah kepada kaumnya.

Adik-adik bisa membaca kisah ini dalam Surah As-Saffat.

Dari kisah Nabi Yunus kita belajar untuk Jangan putus asa ketika menghadapi masalah, Jika melakukan kesalahan, segera minta maaf kepada Allah,  Allah selalu menolong orang yang berdoa dengan tulus, dan ingat bahkan di dalam perut ikan besar di laut yang gelap, Allah tetap bisa menyelamatkan hamba-Nya.


-Saya pasti pulang-
Share:

Burung Hud-hud


Kisah burung Hudhud (burung hoopoe) terdapat dalam Surah An-Naml, dan berkaitan dengan Nabi Sulaiman yang diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami bahasa hewan. Nabi Sulaiman memiliki pasukan yang sangat besar, terdiri dari manusia, jin, dan berbagai jenis burung. Suatu hari Nabi Sulaiman memeriksa barisan burung. Ia menyadari bahwa burung Hudhud tidak ada.

Nabi Sulaiman berkata “Mengapa aku tidak melihat Hudhud? Apakah ia tidak hadir?” Beliau bahkan mengatakan bahwa Hudhud bisa dihukum jika tidak membawa alasan yang jelas. Tidak lama kemudian burung Hoopoe (Hudhud) datang kembali dan berkata bahwa ia menemukan sesuatu yang belum diketahui Nabi Sulaiman.

Hudhud berkata Ia menemukan sebuah negeri yang dipimpin seorang ratu. Negeri itu adalah kerajaan Saba, yang dipimpin oleh Bilqis. Namun Hudhud menjelaskan sesuatu yang mengejutkan rakyatnya menyembah matahari, mereka tidak menyembah Allah

Nabi Sulaiman ingin memastikan berita itu benar. Beliau menulis surat kepada Ratu Bilqis dan meminta Hudhud mengantarkan surat tersebut. Isi surat itu sangat singkat tetapi kuat “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu menyombongkan diri terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

Ketika Ratu Bilqis membaca surat itu, ia terkejut. Ia berkumpul dengan para penasihatnya untuk berdiskusi. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan Nabi Sulaiman. Setelah melihat mukjizat dan kebijaksanaan Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis akhirnya beriman kepada Allah.

Hudhud menjadi contoh bahwa makhluk kecil pun bisa memiliki peran besar dalam rencana Allah.

----------

Burung Hudhud yang disebut dalam kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml ternyata memiliki banyak kemampuan unik yang dipelajari para ilmuwan modern. Burung ini dikenal secara ilmiah sebagai Eurasian Hoopoe. 
Berikut 5 keajaiban ilmiah burung Hudhud yang membuat kisahnya semakin menarik 
  1. Mencari Air di Dalam Tanah. Beberapa penelitian menunjukkan burung hoopoe memiliki indra yang sangat peka. Ia sering mencari serangga di dalam tanah, menusukkan paruh panjangnya ke tanah, menemukan makanan yang tersembunyi. Karena kemampuan ini, dalam tradisi tafsir disebutkan Hudhud dapat menemukan sumber air di bawah tanah.
  2. Pengembara yang Bisa Terbang Sangat Jauh. Burung hudhud adalah burung migrasi. Mereka bisa terbang ribuan kilometer, melintasi gurun dan benua. Karena itu tidak aneh jika dalam kisah Al-Qur’an, Hudhud bisa menjelajah wilayah jauh dan menemukan kerajaan Saba.
  3. Memiliki Sistem Komunikasi yang Kompleks. Burung hoopoe memiliki pola suara yang khas. Bahkan namanya “hoopoe” berasal dari suara yang mereka buat “hoo-poo… hoo-poo…” Para ilmuwan menemukan bahwa burung menggunakan suara ini untuk memberi peringatan, menarik pasangan dan berkomunikasi dengan kelompoknya.Hal ini membuat kisah Hudhud yang membawa pesan terasa menarik dari sudut pandang ilmiah.
  4. Memiliki Mekanisme Pertahanan yang Unik. Anak burung hoopoe memiliki cara pertahanan yang sangat aneh. Ketika sarangnya terancam, mereka bisa menyemprotkan cairan berbau sangat tajam, meniru suara ular untuk menakuti predator. Ini adalah salah satu mekanisme pertahanan paling unik di dunia burung.
  5. Paruhnya Dirancang Seperti Alat Detektor. Paruh panjang Hudhud bukan hanya untuk makan. Struktur saraf pada paruhnya memungkinkan burung ini merasakan getaran kecil di tanah, menemukan larva atau serangga yang tersembunyi, Beberapa ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai “alat detektor alami.”



-Saya pasti pulang-
Share:

Laba-laba


Halaw masih kuat puasanya? Walaupun kalo siang matahari terik sekali, semoga puasa kita masih lancar ya. Sudah berapa hari tidak meneruskan menulis hewan-hewan yang dituliskan dalam alquran. Karena? banyak hal. Tapi karena hari ini hari libur, maka ayo kita teruskan membaca kisah-kisah hewan yang dituliskan dalam alquran. Selanjutnya adalah laba-laba. 

Hewan berkaki delapan ini memang hewan yang banyak sekali dijadikan inspirasi untuk cerita-cerita dalam film ya adik-adik. Kalo kamu termasuk yang jijik dengan kakinya yang banyak atau yang gemas dengan tingkah laku laba-laba? Kisah laba-laba dalam Al-Qur’an terdapat dalam Surah Al‑Ankabut. Kata Al-Ankabut sendiri berarti “laba-laba”. Kisah ini bukan tentang cerita hewan seperti kisah semut atau lebah, tetapi perumpamaan (misal) untuk mengajarkan pelajaran penting kepada manusia.

Allah berfirman dalam Surah Al‑Ankabut ayat 41:

Arab:
مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.
Ayat tentang laba-laba terdapat dalam Surah Al-Ankabut ayat 41. Dalam ayat ini Allah menyebut bahwa rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah. Menariknya, beberapa ilmuwan modern menemukan fakta tentang jaring laba-laba yang sering dianggap memiliki isyarat ilmiah yang menarik.

Berikut 3 rahasia ilmiah jaring laba-laba yang sering dibahas.
  1. Jaring Laba-laba Sangat Kuat, Tapi Tidak Melindungi. Penelitian modern menunjukkan bahwa benang laba-laba sangat kuat. Kekuatan tariknya bisa lebih kuat dari baja dengan berat yang sama. Sangat elastis dan sulit putus. Namun meskipun kuat, jaring laba-laba tidak bisa melindungi dari hujan, tidak melindungi dari panas dan mudah rusak oleh sentuhan besar. Ini sesuai dengan pesan dalam Surah Al-Ankabut yaitu rumah laba-laba bukan tempat perlindungan yang kokoh. Artinya kelemahannya bukan hanya bahan, tetapi fungsi perlindungannya.
  2. Struktur Rumah Laba-laba Tidak Stabil. Para peneliti menemukan bahwa jaring laba-laba sering dibuat hanya untuk sementara, bisa ditinggalkan atau dimakan kembali oleh laba-laba, sering rusak oleh angin atau hewan kecil. Banyak laba-laba bahkan membangun ulang jaringnya setiap hari. Hal ini membuat rumah laba-laba menjadi salah satu struktur tempat tinggal paling tidak permanen di alam.
  3. Hubungan Keluarga Laba-laba Sangat Lemah. Ini adalah fakta yang sering dibahas dalam tafsir ilmiah modern. Pada banyak spesies laba-laba betina kadang memakan jantan setelah kawin, anak laba-laba bisa saling memangsa, tidak ada sistem keluarga yang bertahan lama. Artinya rumah laba-laba bukan hanya lemah secara fisik, tetapi juga lemah secara sosial.
Sebagian ulama kontemporer melihat bahwa ayat dalam Surah Al-Ankabut bisa juga menggambarkan rapuhnya hubungan dan perlindungan pada kehidupan tanpa iman.

Disamping fakta tersebut diatas, kita baca juga yuk kisah laba-laba yang menolong Nabi Muhammad saat hijrah adalah cerita yang sangat terkenal dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi ketika Muhammad bersama sahabatnya Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur saat perjalanan hijrah dari Mecca menuju Medina.

Ketika Nabi Muhammad memutuskan berhijrah ke Madinah, kaum Quraisy di Mekah sangat marah dan berusaha menangkap beliau. Mereka bahkan membentuk kelompok pencari, memberi hadiah besar bagi yang bisa menangkap Nabi dan menyisir semua jalan keluar kota. Akhirnya Nabi Muhammad dan Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.

Menurut kisah yang diriwayatkan dalam banyak kitab sejarah Islam, seekor laba-laba membuat jaring di pintu gua, burung merpati juga membuat sarang dan bertelur di dekatnya. Ketika pasukan Quraisy sampai di depan gua, mereka melihat jaring laba-laba masih utuh, sarang burung masih ada, mereka pun berkata “Tidak mungkin ada orang masuk ke gua ini. Jika ada, jaring laba-labanya pasti sudah rusak.” Akhirnya mereka pergi tanpa memeriksa gua, dan Nabi Muhammad selamat.

Walaupun laba-laba tidak disebut dalam ayat hijrah, Al-Qur’an menyinggung peristiwa di gua dalam Surah At-Tawbah ayat 40. Artinya secara ringkas "Ketika Nabi berkata kepada sahabatnya: Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Ayat ini menggambarkan momen ketika Abu Bakr khawatir mereka akan ditemukan.





-Saya pasti pulang-
Share:

Rabu, 11 Maret 2026