Kisah nabi Nuh ini harusnya ada di kisah 12 kaum yang disebutkan dalam alquran sebagai yang nomor pertama. Tapi aku kelewat. Kisah kaum nabi Nuh sepertinya lebih populer ketimbang kaum yang yang lain.
Kesesatan yang dilakukan oleh kaum nabi Nuh adalah mereka penyembah berhala pertama di muka bumi, menyembah berhala seperti Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Mereka sombong, mengejek, dan menolak dakwah Nabi Nuh yang mengajak kembali menyembah Allah. Nabi Nuh berdakwah siang dan malam, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, namun pengikutnya sangat sedikit, kebanyakan dari kalangan fakir dan lemah. Waktu yang dibutuhkan nabi Nuh untuk berdakwah adalah 950 tahun dan yang menjadi pengikutnya tidak lebih dari 80 orang saja.
Setelah nabi Nuh tidak lagi dapat meyakinkan kaumnya untuk beriman kepada Allah, perintah pembuatan kapal diberikan kepada nabi Nuh, Perintah pembuatan kapal dari Allah kepada Nuh disebutkan dalam Surah Hud ayat 37. Dalam ayat ini juga Allah memberitahukan bahwa kaum Nuh yang ingkar akan ditenggelamkan. Para ahli sejarah sepakat bahwa banjir bandang yang menimpa kaum Nuh benar-benar pernah terjadi. Ini didasarkan pada banyaknya kisah banjir bandang dari berbagai agama, keyakinan dan kepercayaan di banyak negara. Perbedaan pendapat yang timbul adalah mengenai wilayah yang terdampak banjir dan jenis hewan yang dibawa kedalam kapal nabi Nuh.
Pada awal pelayaran Nabi Nuh menggunakan kapal buatannya bisa dilihat pada Surat Hud ayat 41. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Nuh untuk berlayar dan memulai pelayaran dengan menyebut nama-Nya. Allah memerintahkan pula menyebutkan namanya ketika kapalnya telah berlabuh. Ada yang berpendapat bahwa banjir bandang menimpa seluruh wilayah di dunia. Dalilnya pada Surah Hud ayat 42 dan 43. Ayat 42 menjelaskan bahwa ombak yang timbul akibat banjir bandang mencapai ketinggian gunung. Bukti lain yang menguatkan pendapat mereka adalah penemuan fosil gajah purba di wilayah Siberia dan Kutub Utara. Namun ada pula yang meyakini bahwa banjir tersebut bersifat lokal.
Setelah banjir berakhir, nabi Nuh dan para pengikutnya keluar dari kapal dan melanjutkan kehidupannya. Para pengikut nabi Nuh tidak memiliki keturunan karena semuanya meninggal akibat wabah. Hanya keluarga nabi Nuh yang memiliki keturunan. Keterangan bahwa hanya keturunan Nuh yang meneruskan generasi umat manusia dijelaskan dalam Surah As-Saffat ayat 77. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa anak nabi Nuh yang melanjutkan keturunan manusia ada tiga yaitu Sam, Ham dan Yafidz.
-Saya pasti pulang-