Rabu, 18 Maret 2026

Pesan Dalam Rangka Merayakan Liburan Yang Tanpa Pesan

Sore ini panas, mataku mengernyit. Silau. Baru kena matahari. Tidur. Bangun. Tidur lagi. Bangun lagi. Masih bisa bangun lagi ternyata. Tenggorokanku kering. Tidur kemalaman, sahur kepagian. Ah berantakan. Rupanya begini rasanya merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa bawa laptop".

Dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Jangan lupa database dibackup", aku sudah membuat list panjang film-film apa saja yang akan aku tonton. Kali ini aku tidak baca buku. Liburan tanpa ada yang pesan ini akan aku habiskan dengan hal-hal yang jarang-jarang bisa aku lakukan. Salah satu film membuatku menarik nafas panjang. Sebuah ending yang tidak terlalu diharapkan penonton. Iya, sebuah perpisahan.

Dari jauh kudengar suara anak kampung sebelah main petasan. Lewat jendela kamarku, pikiranku melambung diudara. Kenapa setiap perpisahan menghasilkan rasa apa ya? kesedihan? bukan. Ini adalah kesepian yang dalam. Sangat gelap. Seperti kita menyalakan petasan, apakah selesai setelah habis dibakar? Tidak, sumbu petasan yang dibakar, jika habis bukan kemudian selesai, ia candu.

Lalu bagaimana cara mengucapkan perpisahan yang benar? Mari kita googling
Mengucapkan perpisahan yang benar dan berkesan sebaiknya dilakukan dengan tulus, menunjukkan empati, menyampaikan terima kasih atas kontribusi/kenangan, serta mendoakan kesuksesan di masa depan. Hindari kesan negatif dengan fokus pada hubungan baik yang tetap terjaga.
Google tidak salah juga ya. Tapi karena referensinya adalah film yang menceritakan kesalahpahaman dua tokoh utamanya, jadi jawaban google itu tidak sesuai dengan yang aku ingin. Jadi dalam rangka merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Maaf kak menganggu dihari libur, bisa cek kan bla bla bla", aku pikir aku menemukan tata cara mengucapkan perpisahan yang benar, agar dua tokoh utama pada film itu tidak meninggalkan perasaan kosong dan kesepian satu sama lain. 

Kalian masih ingat rasanya ketika kita ketiduran didepan TV kemudian keesokan harinya kita sudah bangun diatas kasur tanpa pernah mencoba mengingat bagaimana bisa sampai dikasur? Bagaimana kita ditata sedemikian rupa agar nyaman. Dipakaikan selimut, diucapkan doa-doa, dicium kening kita kemudian diakhiri dengan mematikan saklar lampu kamar kita. Hangat digendong ayah setiap malam.

Dan ketika ketiduran lagi didepan TV, kegiatan digendong ayah pun terulang kembali. Paginya kita tidak ingat. Tapi hidup masih terus berjalan. Sampai pagi, sampai lulus SD, sampai lulus SMP, sampai segede ini. 

Mungkin, begitulah seharusnya tata cara mengucapkan selamat tinggal yang benar. Gini gini aku buatkan scriptnya, untuk tokoh utama 1 ke tokoh utama 2 atau dibalik juga boleh deh : 
Hai kamu, santai dulu, tulisan ini tidak akan membahas masalah terakhir kita, tulisan ini tidak akan ada maaf-maafan. Semuanya sudah aku terima. Terimakasih sudah sempat jadi teman tertawa, teman berfilosofi tentang hidup, teman adu lirik lagu, teman main game online (hey terakhir score kita seri, apakah itu pertanda?, haha), terimakasih sudah jadi teman menertawakan reels receh, teman kirim-kiriman kopi, teman bertukar photo. Walau tak bisa diteruskan, pertemanan yang singkat ini sangat membahagiakan.
Tidurlah lebih awal, hiduplah dengan baik. Selamat Tinggal.
Pesan perpisahan mungkin seharusnya begitu? Ah sudahlah tak usah terlalu dipikir, saya akan melanjutkan merayakan liburan tanpa ada yang pesan : "Mbak, perintah pak kepala, agar bla bla bla".  Aku sibuk, masih ada sederet film yang mau aku tonton sambil rebahan.



-Saya pasti pulang-
Share:

Selasa, 17 Maret 2026

Apel Pagi

Karena besok sudah mulai libur lebaran, pagi ini ada agenda apel pagi. Jam 08.00 WIB. Ketika aku menulis ini adalah pukul 07.11 WIB dan aku belum mandi. Sumpah deh kenapa aku males sekali hal-hal semacam apel pagi. Aku sampai browsing apa sih urgensinya apel pagi di google. Eh aku apel sore aku juga males. Pokoknya apel aku males. 

Menurut google, Apel pagi adalah kegiatan rutin berkumpulnya pegawai, aparat, atau siswa sebelum memulai aktivitas kerja/sekolah untuk mendengarkan arahan pimpinan, pengecekan kehadiran, dan meningkatkan disiplin. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi, motivasi, serta budaya kerja yang tertib dan produktif.

Kepanjangan APEL dalam konteks apel pagi di lingkungan kantor pemerintahan/instansi sering disebut sebagai Amanat Pemerintah, Evaluasi, dan Laporan. Kegiatan ini berfungsi untuk menyampaikan arahan pimpinan, mengevaluasi kinerja, serta melaporkan kegiatan, sekaligus meningkatkan disiplin ASN/pegawai. 

Dih aku baru tahu kalo APEL ada kepanjangannya. Makasih ya kemalasan, dari kemalasan apel, jadi tahu aku kalo apel ada kepanjangannya. Masih kata google, secara historis, kata "apel" diadaptasi dari bahasa Belanda appel yang berarti pengumpulan pasukan untuk pengecekan personil, yang dilakukan rutin di pagi hari. 

Bisa nggak sih kebahagiaan itu ya bahagia aja yang bahagiaaa gia gia giaaaaa tanpa syarat. Nggak usah yang dapat THR tapi dipotong iuran mana suka. Mau pulang cepet tapi harus ngebut kerjain pekerjaan dua hari. Besok libur tapi apel dulu. Ketemu orang yang tepat tapi udah ada yang punya. Eh ya udah mandi Kie!


-Saya pasti pulang-
Share:

Cara Ganti Thema Email Gmail

Beberapa waktu yang lalu saya ketemu teman saya. Kemudian meninggalkan laptop saya dengan teman saya dalam keadaan terbuka karena mau ke toilet. Balik dari toilet teman saya nanya, heh kok kamu emailnya lucu banget. Apaan lucu? ternyata yang dia maksud adalah thema nya beda dengan punya dia yang default. Saya jadi ingat di tahun 2012 pernah posting cara ganti thema email yahoo dan traffictnya lumayan tinggi. Sampai puluhan ribu pengunjung di postingan tersebut. Ini postnya. 

Ya udah langsung aja, masuk email ke setting - cari pengaturan thema - selesai. Taraaa email kamu berhasil di personalisasi. Biar apa? Ya biarin aja sih, pake nanya. Biar cantik, biar betah tiap hari cek email. Hihi.





-Saya pasti pulang-
Share:

Kera



Pada zaman dahulu, hiduplah sebuah kota kecil di tepi laut. Kota itu dihuni oleh sebagian dari Bani Israil. Penduduknya banyak yang bekerja sebagai nelayan. Setiap hari mereka pergi ke laut menangkap ikan. Lautnya biru dan penuh ikan yang berenang berkilauan di bawah sinar matahari.

Suatu hari Allah memberi mereka sebuah aturan bahwa pada hari Sabat (hari Sabtu) adalah hari untuk beribadah dan beristirahat. Pada hari itu mereka tidak boleh menangkap ikan. Penduduk kota pun berkata, “Baik, kami akan menaati perintah Allah.”

Namun sesuatu yang aneh terjadi. Pada hari Sabtu, justru banyak sekali ikan muncul di dekat pantai. Ikan-ikan itu berenang dengan mudah ditangkap. Tetapi karena hari Sabtu, mereka tidak boleh mengambilnya. Beberapa nelayan mulai merasa gelisah. “Sayang sekali kalau ikan sebanyak ini dibiarkan pergi,” kata seorang nelayan.

Lalu mereka punya ide licik. “Bagaimana kalau kita membuat perangkap ikan pada hari Jumat? Jadi ketika hari Sabtu ikan masuk sendiri ke dalam perangkap. Nanti kita ambil hari Minggu!”

Sebagian orang mengingatkan mereka. “Jangan begitu. Itu tetap melanggar aturan Allah.” Tetapi ada yang tetap keras kepala. Mereka membuat parit dan perangkap di tepi laut. Benar saja, pada hari Sabtu ikan-ikan masuk ke dalam perangkap itu.

Mereka merasa sangat pintar. Namun Allah mengetahui semuanya. Karena mereka tetap membangkang dan menipu aturan, Allah memberi peringatan yang sangat keras, seperti yang disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 65
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـِٕيْنَ
"Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina!'"
Sebagian dari mereka yang keras kepala diubah menjadi kera sebagai hukuman. Penduduk kota yang taat merasa sangat sedih. Mereka belajar bahwa tidak boleh bermain-main dengan perintah Allah. Sejak saat itu, kisah kota nelayan itu menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Dengan berakhirnya kisah tentang kera, maka berakhir juga ya seri hewan yang disebut dalam alquran. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Kuda, Keledai dan Benggal



Dalam Al-Qur’an ada ayat yang menyebut kuda, bagal (benggal), dan keledai sekaligus. Hewan-hewan ini disebut sebagai nikmat Allah untuk manusia, terutama sebagai alat transportasi pada zaman dahulu.

Allah berfirman dalam Surah An‑Nahl ayat 8:

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
Ayat ini menjelaskan bahwa kuda digunakan untuk kendaraan cepat dan peperangan. Bagal (benggal) adalah hasil persilangan kuda dan keledai, kuat untuk membawa beban. Keledai sering dipakai untuk mengangkut barang dan perjalanan. Pada zaman Nabi, ketiga hewan ini adalah alat transportasi utama, seperti mobil dan motor pada masa sekarang.
 
Kuda juga muncul dalam kisah Nabi Sulaiman. Allah menyebutnya dalam Surah Sad ayat 31–33. 
Surah Sad Ayat 31
اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُۙ
"(Ingatlah) ketika pada suatu petang dipertunjukkan kepadanya (Nabi Sulaiman) kuda-kuda yang jinak lagi sangat cepat larinya."
Surah Sad Ayat 32
فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ
"Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap (kuda) yang baik sehingga aku melupakan (untuk mengingat) Tuhanku sampai (kuda-kuda) itu hilang dari pandangan.”
Surah Sad Ayat 33
رُدُّوْهَا عَلَيَّۗ فَطَفِقَ مَسْحًاۢ بِالسُّوْقِ وَالْاَعْنَاقِ
"(Dia berkata lagi), “Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku.” Lalu, dia mengusap-usap kaki dan lehernya."

Nabi Sulaiman memiliki kuda-kuda perang yang sangat indah dan cepat. Suatu sore, beliau sedang memperhatikan dan mengagumi kuda-kuda tersebut. Namun karena terlalu lama melihatnya, beliau hampir terlambat mengingat Allah menjelang waktu ibadah. Lalu Nabi Sulaiman berkata bahwa cintanya pada kuda bukan karena dunia, tetapi karena kuda membantu perjuangan di jalan Allah.

Keledai juga muncul dalam perumpamaan yang unik. Dalam Surah Luqman ayat 19, Allah menyebut 
“Sesungguhnya suara yang paling buruk adalah suara keledai.” Maknanya bukan menghina keledai, tetapi sebagai perumpamaan agar manusia tidak berteriak-teriak atau berbicara kasar.

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِࣖ
"Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." 


-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 15 Maret 2026

Ular


Adik-adik takut sama ular? Jaman sekarang makin banyak konten di media sosial yang memelihara ular ya. Ular ternyata adalah hewan yang disebutkan dalam alquran. Ada beberapa kisah. Salah satu kisah tentang ular dalam Al-Qur’an berkaitan dengan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa ketika menghadapi raja Mesir yang zalim, Firaun. Kisah ini disebutkan di beberapa surat, seperti Surah Taha, Surah Al-A'raf, dan Surah Ash-Shu'ara. Kita baca satu per satu yuk.

1. Mukjizat Tongkat Menjadi Ular
Ketika Allah memanggil Nabi Musa di sebuah lembah suci, Allah bertanya apa yang ada di tangannya. Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat yang ia gunakan untuk berjalan dan menggembala. Lalu Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat itu.

Saat tongkat tersebut dilempar, tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat. Musa sempat kaget dan mundur karena melihatnya. Tetapi Allah menenangkan Musa dan memerintahkannya untuk mengambil kembali ular itu, dan ketika dipegang, ia kembali menjadi tongkat.

Mukjizat ini dijelaskan dalam Surah Taha ayat 17–21.
Ayat 17
وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?"
Ayat 18
قَالَ هِيَ عَصَايَ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى
"Dia (Musa) berkata, 'Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain'."
Ayat 19
قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
"(Allah) berfirman, 'Lemparkanlah ia, wahai Musa!'"
Ayat 20
فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى
"Lalu (Musa) melemparkannya, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat."
Ayat 21
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى
"Dia (Allah) berfirman, 'Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada (keadaan) semula',"

2. Pertarungan dengan Para Penyihir
Ketika Nabi Musa datang kepada Firaun, Firaun menuduh Musa sebagai penyihir. Ia lalu mengumpulkan banyak penyihir hebat dari seluruh negeri. Para penyihir melemparkan tali dan tongkat mereka. Dengan sihir, benda-benda itu terlihat seperti banyak ular yang bergerak. Namun ketika Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu berubah menjadi ular besar yang nyata dan menelan semua benda yang mereka lemparkan.

Kisah ini disebutkan dalam Surah Al-A'raf ayat 117.
وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَۚ
"Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.

Melihat kejadian tersebut, para penyihir langsung sadar bahwa itu bukan sihir biasa, melainkan mukjizat dari Allah. Mereka segera bersujud dan berkata bahwa mereka beriman kepada Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun. Hal ini membuat Firaun sangat marah karena kekuasaannya mulai ditentang.

Karena hari ini aku libur, aku coba untuk buat komik stripnya. Semoga kalian suka ya. Hihi.






-Saya pasti pulang-

Share:

Anjing


Hewan yang kisahnya ada dalam alquran selanjutnya adalah anjing. Teman-teman pernah punya anjing? Aku pernah. Namanya nero. Ayahku adalah seorang penyayang binatang. Ayam, anjing, kucing, burung, ikan, kambing, bebek semua ada dirumah kami yang dulu. Tugasku setiap pagi adalah mengambil telur bebek. Dari 3 bersaudara, sifat penyayang binatang itu menurun ke aku. Menurun sangat kental sampai-sampai selain menjadi penulis, aku pernah bercita-cita menjadi dokter hewan. 

Dan dari deretan hewan yang dimiliki ayahku, untuk kasusku aku menambahkan beberapa hewan yang membuatku diingat oleh keluarga besarku. Aku memelihara klomang sampai ukuran rumahnya tidak ada lagi, aku memelihara berudu sampai jadi kodok besar yang berisik kang kong kang kong tiap hari, aku memelihara anak ayam sampai dia bisa diajak jalan sore. Aku juga pernah eksperimen pelihara jentik nyamuk, sampai ya dia jadi nyamuk. 

Dan sebagai sesama penyayang binatang, ada beberapa pandangan antara aku dan ayahku yang berbeda. Aku pernah melepaskan burung peliharaan ayahku, karena menurutku harusnya burung tidak dikandang. Sempat dihukum tapi kemudian ayahku mengerti alasanku. Aku tidak pernah beli kucing, semua kucing yang aku pelihara adalah kucing kampung yang datang sendiri kerumah dalam keadaan luka, kedinginan, kelaparan. Sedangkan ayahku suka beli kucing atau burung yang menurut beliau bagus, tapi masih memberi makan kucing liar. 

Oke prolognya agak panjang ya kali ini. Muup. Hihi.

Dalam Al-Qur’an, ada satu kisah terkenal tentang anjing yang sangat menarik dan penuh pelajaran. Kisah ini terdapat dalam cerita para pemuda yang beriman yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi (penghuni gua). Kisahnya disebutkan dalam  Surah Al-Kahf ayat 9–26.

Dahulu kala, di sebuah negeri yang dipimpin raja zalim, ada sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah. Mereka menolak menyembah berhala seperti masyarakat di sekitarnya. Karena takut dipaksa meninggalkan keimanan, para pemuda itu memutuskan melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gua.

Saat mereka pergi menuju gua, seekor anjing mengikuti mereka. Anjing itu menjadi teman perjalanan mereka dan akhirnya ikut tinggal di gua. Al-Qur’an menggambarkan posisi anjing itu dengan sangat jelas. Allah berfirman bahwa anjing tersebut berada di depan pintu gua dengan kedua kaki depannya terentang, seolah-olah menjaga para pemuda yang sedang tidur.

Allah kemudian membuat para pemuda itu tertidur selama ratusan tahun. Dalam waktu yang sangat lama itu, anjing mereka tetap berada di depan gua. Ayat yang menyebutkan anjing ini ada di Surah Al-Kahf ayat 18 : “Dan kamu akan mengira mereka bangun padahal mereka tidur; Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua”

Kisah tidur ratusan tahun para pemuda Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahf sering dianggap sebagai salah satu kisah paling menakjubkan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebut mereka tidur 309 tahun (300 tahun matahari atau 309 tahun kalender lunar).

Menariknya, beberapa fenomena ilmiah modern membantu kita memahami bagaimana sesuatu yang mirip “tidur sangat lama” bisa terjadi di alam, walaupun tentu kisah Ashabul Kahfi tetap merupakan mukjizat dari Allah.

Berikut beberapa hal yang sering dibahas ilmuwan.
1. Fenomena Hibernasi (Tidur Panjang pada Makhluk Hidup)
Di alam, ada hewan yang bisa tidur sangat lama dalam kondisi yang disebut hibernasi. Contohnya Beruang, Landak, Kelelawar. Saat hibernasi detak jantung melambat drastis, suhu tubuh turun, energi tubuh hampir tidak digunakan. Beberapa hewan bahkan bisa tidur berbulan-bulan tanpa makan atau minum. Hal ini membuat ilmuwan berpikir bahwa metabolisme makhluk hidup bisa diperlambat sangat jauh.

2. Suspended Animation (Kehidupan yang “Dipause”)
Dalam ilmu biologi modern ada konsep yang disebut suspended animation. Artinya Aktivitas tubuh hampir berhenti, Sel-sel tetap hidup, Penuaan berjalan sangat lambat. Beberapa organisme kecil seperti Tardigrade (beruang air) bisa berhenti hampir total aktivitas hidupnya, bertahan puluhan tahun dalam kondisi kering, hidup kembali ketika mendapat air.

Fenomena ini membuat ilmuwan mempelajari kemungkinan tidur panjang pada manusia di masa depan, misalnya untuk perjalanan luar angkasa.

3. Perlindungan Tubuh Saat Tidak Bergerak
Dalam kisah Ashabul Kahfi, Al-Qur’an menyebutkan hal menarik. Tubuh mereka dibolak-balik ke kanan dan kiri, sinar matahari tidak langsung mengenai mereka dan ada anjing menjaga di pintu gua.

Secara ilmiah, ini sangat masuk akal karena jika seseorang tidur terlalu lama tanpa bergerak jaringan tubuh bisa rusak, aliran darah berhenti, luka tekan (bed sores) muncul. Dengan pergerakan tubuh secara berkala, kerusakan tubuh bisa dicegah. Ini membuat sebagian ilmuwan Muslim mengatakan bahwa detail Al-Qur’an sangat sesuai dengan prinsip medis modern.

4. Lingkungan Gua yang Stabil
Gua memiliki kondisi alami yang mendukung kelangsungan hidup yaitu suhu relatif stabil, cahaya sangat sedikit, angin terbatas. Kondisi seperti ini sering dipelajari dalam biologi konservasi karena dapat memperlambat kerusakan biologis.

5. Perbedaan Tahun Matahari dan Tahun Bulan
Al-Qur’an menyebut mereka tinggal 300 tahun lalu ditambah 9 tahun. Ini menarik karena 300 tahun matahari ≈ 309 tahun kalender bulan. Artinya Al-Qur’an menyebut dua sistem kalender sekaligus dalam satu ayat. Hal ini dianggap oleh banyak peneliti sebagai ketepatan matematis yang menarik dalam teks Al-Qur’an.

-Saya pasti pulang-
Share: