Dalam Al-Qur’an ada dua serangga kecil yang disebut sebagai perumpamaan penting, yaitu lalat dan nyamuk. Walaupun kecil, keduanya digunakan Allah untuk mengajarkan pelajaran besar kepada manusia.
Kisah nyamuk disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 26.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحْيِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَٰسِقِينَ
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”
Pada masa Nabi Muhammad, ada orang-orang yang mengejek Al-Qur’an karena menggunakan contoh hewan kecil seperti nyamuk. Mereka berkata kira-kira "Kenapa kitab suci menyebut hewan kecil seperti itu?”
Lalu Allah menjelaskan bahwa bahkan makhluk sekecil nyamuk pun memiliki hikmah besar.
Ilmuwan modern menemukan bahwa nyamuk adalah makhluk yang sangat kompleks yaitu nyamuk memiliki 6 jarum kecil pada mulutnya untuk menembus kulit, Ia bisa mendeteksi panas tubuh manusia dari jauh, Ia memiliki sensor khusus untuk menemukan pembuluh darah. Ini menunjukkan bahwa makhluk sekecil apa pun adalah bukti kebesaran Allah.
Sementara lalat disebut dalam Surah Al-Hajj ayat 73.
Surah Al-Hajj ayat 73 menegaskan kelemahan berhala/sesembahan selain Allah, yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun meskipun bersatu, bahkan tidak bisa merebut kembali sesuatu dari lalat. Ini adalah perumpamaan tentang lemahnya penyembah dan yang disembah selain Allah, menuntut manusia hanya menyembah Allah Yang Maha Kuat.
يٰۤاَیُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ؕ اِنَّ الَّذِیْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ یَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ؕ وَاِنْ یَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَیْـًٔا لَّا یَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُ ؕ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ“Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat, walaupun mereka bekerja sama. Dan jika lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak mampu mengambilnya kembali.”
Allah menjelaskan bahwa manusia atau berhala tidak mampu menciptakan makhluk sekecil lalat. Bahkan jika lalat mengambil makanan, manusia tidak bisa mengembalikannya seperti semula. Hal ini karena lalat langsung menghancurkan makanan dengan enzimnya. Ayat ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan menciptakan kehidupan.
Ilmu manusia masih sangat terbatas.
-Saya pasti pulang-

0 komentar:
Posting Komentar