Hujan bulan januari ugal-ugalan. Tapi aku sebenarnya tak kesusahan. Aku tak kebasahan. Aku tak kedinginan.
Hujan bulan januari ugal-ugalan. Aku hanya melihat derasnya lewat kaca jendela. Aku hanya mendengar suaranya melalui genting yang terkena.
Hujan bulan januari ugal-ugalan. Tak ada petir. Tak ada gemuruh. Hanya air.
Hujan bulan januari ugal-ugalan. Tapi minta pawang hujan untuk menghentikannya aku takut terhitung kafir.
Hujan bulan Januari ugal-ugalan. Kucingku mati kedinginan. Kaktusku mati kebanyakan air. Dan aku, susah payah tetap hidup menahan rindu. Ah!
-Saya pasti pulang-
0 komentar:
Posting Komentar