Kaum Saba (Saba’) adalah salah satu kaum yang disebut dalam Al-Qur’an. Mereka dikenal sebagai bangsa yang sangat makmur, memiliki teknologi pengairan yang maju, tetapi akhirnya mendapat azab karena tidak bersyukur kepada Allah.
Kaum Saba adalah bangsa yang hidup di wilayah Yaman (Arab Selatan). Mereka membangun kerajaan besar yang disebut Kerajaan Saba. Kaum ini terkenal karena Negeri yang sangat subur, Sistem irigasi yang canggih, Perdagangan yang maju. Al-Qur’an menyebut negeri mereka sebagai “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” (negeri yang baik dengan Tuhan yang Maha Pengampun).
Kisah kaum Saba disebut terutama dalam Surah Saba ayat 15–19. QS Saba ayat 15 : “Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat tinggal mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri…”
Allah memberi banyak nikmat kepada mereka. Negeri yang subur, Mereka memiliki dua kebun besar, Hasil panennya sangat melimpah. Mereka membangun bendungan terkenal yaitu Bendungan Ma'rib. Bendungan ini mengatur air untuk pertanian dan membuat negeri mereka sangat makmur.
Perjalanan antar kota dibuat dekat dan aman sehingga perdagangan berkembang pesat.
Walaupun diberi banyak nikmat, mereka Tidak bersyukur, Mulai sombong, Melanggar perintah Allah, Mereka bahkan meminta agar perjalanan dibuat jauh karena sudah bosan dengan kemudahan.
Allah kemudian menghancurkan bendungan mereka. Peristiwa ini disebut Banjir besar (Sail al-‘Arim)
Akibatnya bendungan hancur, Kebun mereka rusak, Negeri menjadi tandus, Kaum Saba tercerai-berai
Kehancuran Bendungan Ma'rib (Sail al-‘Arim) Secara Detail :
- Bendungan ini berada di wilayah Ma'rib, di negara Yaman, dan merupakan pusat peradaban Kerajaan Saba. Bendungan ini dikenal sebagai Bendungan Ma'rib dan merupakan salah satu teknologi pengairan paling maju di dunia kuno.
- Bendungan Ma'rib diperkirakan sudah dibangun sekitar abad ke-8 SM. Fungsinya menampung air hujan dari pegunungan, mengairi pertanian, mengendalikan banjir, strukturnya sangat canggih untuk zamannya. Panjang sekitar 580 meter, tinggi sekitar 14–15 meter, memiliki kanal irigasi kanan dan kiri, mengairi ribuan hektar kebun.
- Awal Kerusakan Bendungan. Bendungan mulai retak, air merembes, perawatan mulai diabaikan. Ada riwayat terkenal bahwa tikus-tikus menggali bagian bendungan, sehingga struktur menjadi lemah.
- Allah kemudian menurunkan bencana yang disebut dalam Al-Qur’an سَيْلَ الْعَرِمِ (Sail al-‘Arim) artinya: banjir besar yang menghancurkan bendungan
- Dampak Kehancuran Bendungan. Kebun Subur Hancur, Allah mengganti kebun mereka dengan tanaman buruk, pohon pahit, pohon berduri, pohon sidr yang sedikit.
- Ekonomi Hancur karena irigasi rusak, pertanian gagal, perdagangan menurun, kota kehilangan kemakmuran, Kerajaan Saba perlahan runtuh.
- Banyak suku Arab kemudian berpindah dari Yaman ke wilayah lain. Migrasi ini menyebarkan suku-suku Arab ke Hijaz, Syam, Irak. Banyak kabilah Arab besar dipercaya berasal dari migrasi ini.
- Para sejarawan memperkirakan kehancuran besar bendungan terjadi sekitar abad ke-6 Masehi
- (beberapa kali jebol sebelumnya, tetapi kehancuran besar terjadi menjelang masa Islam).Reruntuhan Bendungan Ma'rib masih bisa ditemukan di Ma'rib. Arkeolog menemukan sisa tembok bendungan, kanal irigasi, prasasti kerajaan Saba. Ini membuktikan bahwa kisah yang disebut dalam Surah Saba memang memiliki bukti sejarah.
-Saya pasti pulang-
0 komentar:
Posting Komentar