Jumat, 06 Maret 2026

Bani Israil #2 - Kisah Bani Israil yang Jarang Diketahui

Setelah sebelumnya menceritakan tentang asal usul bani israil. Karena kalo diteruskan akan sangat panjang, maka ini adalah kisah bani israil yang saya potong di postingan yang lain yang masih nyambung dengan post yang ini BANI ISRAIL #1. Kali ini kita akan membaca kisah tentang bani israil yang kurang terkenal atau kurang diketahui orang. 

1. Kisah Kota yang Diminta Bani Israil. 
Setelah keluar dari Mesir bersama Nabi Musa, Bani Israil diperintahkan Allah untuk memasuki sebuah negeri dengan rendah hati dan memohon ampun. Namun mereka mengubah perintah Allah dan mengejeknya. Kisah ini ada dalam Surah Al-Baqarah ayat 58–59. 

Setelah masa "tersesat" (Tih) berakhir, Allah memerintahkan Bani Israil untuk memasuki kota (Baitul Maqdis) yang merupakan tanah warisan nenek moyang mereka, Nabi Ya'qub AS. Allah memerintahkan mereka masuk melalui pintu gerbang sambil bersujud (sebagai tanda syukur dan kerendahan hati) dan mengucapkan "Hiththah" (Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami). Allah menjanjikan bahwa jika mereka mematuhi perintah tersebut, dosa-dosa mereka akan diampuni dan Allah akan menambah pahala bagi mereka yang berbuat baik. Bani Israil tidak mematuhi perintah tersebut dengan cara yang semestinya. Sebagian dari mereka justru mengubah perkataan, masuk dengan merangkak (tidak bersujud), dan meremehkan perintah tersebut. Akibat kesombongan dan pembangkangan mereka, Allah menurunkan azab kepada mereka

2. Kisah Orang yang Hidup Kembali Setelah Mati
Ada seorang yang terbunuh di kalangan Bani Israil. Allah memerintahkan mereka menyembelih sapi. Ketika sebagian tubuh sapi itu dipukulkan kepada orang yang mati, orang itu hidup kembali dan memberitahu siapa pembunuhnya. Kisah ini ada dalam Surat Al Baqarah 72-73. 

Seorang kaya dari Bani Israil dibunuh, dan pelakunya tidak diketahui. Bani Israil saling menuduh, lalu bertanya kepada Nabi Musa.  Allah memerintahkan mereka menyembelih sapi betina dengan kriteria khusus, lalu memukul mayat tersebut dengan sebagian anggota tubuh sapi. Dengan izin Allah, mayat itu hidup kembali dan menyebutkan siapa yang membunuhnya, sehingga perdebatan terhenti.

3. Kisah Orang yang Keluar dari Kampung Karena Takut Mati. 
Kisah ribuan Bani Israil dalam QS. Al-Baqarah 243 menceritakan kaum yang melarikan diri dari wabah penyakit (tha'un) atau perang, karena takut mati. Meskipun mencoba menghindar, Allah mematikan mereka semua seketika, lalu menghidupkan mereka kembali melalui Nabi Hizqil (`alaihissalam) sebagai bukti kekuasaan-Nya dan pelajaran bahwa ajal tak bisa dihindari


4. Kisah Gunung yang Diangkat di Atas Bani Israil
Bani Israil enggan menerima kitab Taurat yang berisi perintah dan larangan yang berat. Allah memerintahkan gunung (Thursina) diangkat dari akarnya hingga melayang di atas kepala Bani Israil, membuat mereka ketakutan dan akhirnya bersedia berjanji setia. Untuk memaksa mereka mematuhi perjanjian dan mengambil apa yang diberikan dengan sungguh-sungguh agar bertakwa. lokasi ada di Gunung Sinai (Jabal Musa) di Semenanjung Sinai, Mesir. Peristiwa ini menunjukkan kerasnya hati Bani Israil serta kuasa Allah untuk memaksa ketundukan mereka. 

5. Kisah Sebagian Bani Israil yang Diubah Menjadi Kera.
Peristiwa ini terjadi pada masa Nabi Daud as. Allah melarang mereka bekerja (mencari ikan) pada hari Sabtu, namun ujian datang berupa ikan yang melimpah hanya pada hari tersebut. Sebagian penduduk melanggar aturan dengan berbagai siasat (tipu daya), sementara sebagian lain tidak melanggar.  Pelanggar tersebut diubah fisiknya menjadi kera, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah: 65, Al-A'raf: 166, dan Al-Ma'idah: 60. Mereka yang diubah wujud menjadi kera hanya hidup selama 3 hari, tidak beranak pinak, dan kemudian dibinasakan.

6. Kisah Seorang Mukmin dari Keluarga Firaun
Menurut riwayat, beliau adalah sepupu Firaun, bendahara, atau kerabat dekat yang menyembunyikan keimanannya selama bertahun-tahun. Ketika Firaun ingin membunuh Nabi Musa setelah ditunjukkan mukjizat, mukmin ini menentang keras dengan berkata, "Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, 'Tuhanku adalah Allah', padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata?". Ia tidak hanya membela, tetapi juga menasihati kaumnya agar tidak terpedaya oleh kekuasaan sementara dan mengingatkan azab hari kiamat. Allah menyelamatkan mukmin ini dari kejahatan Firaun dan bala tentaranya. Selain kisah lelaki ini, terdapat juga sosok perempuan mulia dari keluarga Firaun, yaitu Asiyah, istri Firaun, yang juga beriman kepada Allah dan disiksa oleh Firaun karena keimanannya


-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar