Al-Qur'an menyebutkan berbagai kaum terdahulu yang diutus nabi kepadanya, banyak di antaranya dibinasakan karena keingkaran, seperti Kaum 'Ad (Nabi Hud), Kaum Tsamud (Nabi Shaleh), Kaum Madyan/Ashab al-Aikah (Nabi Syu'aib), Kaum Sodom (Nabi Luth), Bani Israil (Nabi Musa/Isa), serta kaum Nabi Nuh, Kaum Tubba', dan Kaum Saba'. Dalam Al-Qur'an, ada beberapa kaum (umat) yang disebut sebagai pelajaran bagi manusia. Biasanya mereka diceritakan karena mendustakan nabi dan akhirnya mendapat azab. Kali ini yang akan kita baca adalah mengenai kaum Ad.
Kaum 'Ad adalah umat kuno yang diutus kepada mereka Nabi Hud AS, dikenal bertubuh raksasa, sangat kuat, dan kaya raya, namun sombong serta menyembah berhala. Akibat menolak dakwah, mengingkari Allah, dan menantang azab, mereka dimusnahkan oleh angin topan dingin yang dahsyat selama 7 malam 8 hari.
Kisah dan Latar Belakang Kaum 'Ad.
Tempat Tinggal : Kaum 'Ad tinggal di wilayah Al-Ahqaf (bukit-bukit pasir) yang terletak antara Yaman dan Oman. Kekuatan dan Peradaban : Mereka diberkahi fisik yang besar, kuat, dan usia panjang, serta membangun peradaban megah dengan bangunan menjulang tinggi, yang dikenal dengan kota Iram. Kedurhakaan : Meskipun makmur, mereka menyembah berhala (Shamad, Shamud, Hira) dan melakukan kemaksiatan. Dakwah Nabi Hud AS: Nabi Hud AS diutus untuk mengajak mereka menyembah Allah, namun mereka mengejek dan menganggap diri mereka tak terkalahkan.
Azab yang Ditimpakan
Kekeringan: Awalnya, Allah memberikan peringatan berupa kemarau panjang selama tiga tahun yang mengeringkan lahan subur mereka. Angin Topan: Setelah menantang azab, Allah menurunkan azab berupa angin kencang yang sangat dingin (sharsar) selama tujuh malam dan delapan hari. Kehancuran Total: Angin tersebut membinasakan seluruh kaum 'Ad, membuat mereka tumbang bagaikan pohon kurma yang lapuk, hanya meninggalkan puing-puing bangunan mereka.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran tentang akibat dari keangkuhan dan kesombongan manusia terhadap kekuasaan Allah SWT. Nabi Hud AS dan pengikutnya yang beriman diselamatkan dari bencana tersebut.
-Saya pasti pulang-
0 komentar:
Posting Komentar