Berikutnya setelah kaum Ad adalah Kaum Tsamud. Kaum ini dikenal ahli memahat gunung menjadi untuk menjadi rumah dan bukti tersebut bisa dilihat melalui google bagaimana batu besar menjadi rumah yang besar dan mewah. Dalam alquran kaum tsamud disebut sebanyak 26 kali.
Dari wikipedia :
Kaum Tsamūd merupakan keturunan kaum 'Ad yang selamat dari peristiwa topan yang menghancurkan kaum 'Ad. Setelah selamat dari bencana alam, keturunan mereka mulai meninggalkan ajaran Hud dan menyembah berhala. Nama Tsamūd diambil dari leluhur mereka yang diyakini merupakan cicit dari sam salah satu putra Nuh yang selamat saat banjir. Silsilahnya adalah Tsamūd bin 'Abir bin Iram bin Sam bin Nuh. Pendapat lain menyatakan Tsamūd bin Amid bin Iram. Iram diyakini sebagai orang yang sama dengan Aram yang disebutkan dalam Alkitab. Nama lain dari Tsamūd adalah Ashab Al-Hijr (Penduduk Al Hijr)
Berikut adalah poin-poin utama mengenai kaum Tsamud:
- Lokasi: Mereka tinggal di wilayah Al-Hijr (sekarang dikenal sebagai Madain Saleh atau Hegra) di Arab Saudi utara. Inilah kenapa mereka juga disebut sebagai bangsa Hijr.
- Dakwah Nabi Saleh: Allah mengutus Nabi Saleh AS untuk mengajak mereka menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan berhala. Sebagai bukti kenabiannya, Allah memberikan mukjizat berupa unta betina yang keluar dari batu besar sebagai bukti besarnya kekuatan Allah.
- Pembangkangan: Meskipun diberikan kemakmuran, kaum Tsamud tetap sombong dan mendustakan Nabi Saleh. Mereka melanggar larangan dengan membunuh unta mukjizat tersebut.
- Azab: Akibat kekufuran mereka, Allah membinasakan kaum Tsamud dengan azab berupa suara teriakan yang sangat keras (petir) dan gempa bumi yang dahsyat dalam waktu tiga hari setelah pembunuhan unta tersebut.
- Peninggalan: Saat ini, situs Madain Saleh telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Meskipun menjadi destinasi wisata, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang umatnya berlama-lama di sana kecuali dengan rasa takut dan tangis atas azab yang pernah terjadi.
Kisah kaum tsamud yang melanggar perintah Allah ada pada Surah Al-A'raf ayat 77. Perintah Allah untuk tidak menyembelih unta betina yang dibawa oleh Nabi Saleh. Nabi Saleh memberikan peringatan kepada mereka dan meninggalkan kaumnya dengan mengikutsertakan para pengikutnya. Mereka juga tidak mengakui Saleh sebagai seorang nabi dan berencana untuk membunuhnya. Pada Surat Al Haqqah ayat 5 dan Al-Qur'an Surah An-Najm ayat 51 dan Surah Al-Qamar ayat 23 Allah kemudian menimpakan azab kepada kaum Tsamūd berupa petir dengan suara yang menggelegar. Sambaran petir ini menghancurkan tempat tinggal kaum Tsamūd. Penghancuran bangunan ini hingga keadaan tidak berbekas sama sekali. Setiap orang yang merasakan bencana tersebut mengalami kematian.
-Saya pasti pulang-
0 komentar:
Posting Komentar