Jumat, 06 Maret 2026

Ashab Al-Aykah

Sebelum menceritakan tentang Ashab Al Aykah, saya buat dulu pengantarnya karena ada yang berpendapat bahwa Ashab Al Aykah sama dengan kaum madyan dan ada juga yang bilang berbeda. Banyak ulama berpendapat Madyan dan Ashab Al-Aykah kemungkinan adalah kaum yang sama, hanya berbeda cara penyebutan dalam Al-Qur’an. Dan mereka sama-sama Kaum dari nabi Syuaib. Dari hasil pencarian saya di mesin telusur, saya mendapat kesimpulan berikut adalah perbedaannya.


Terdapat dua pendapat utama di kalangan ahli tafsir mengenai hubungan kedua kaum ini. 
  1. Mereka adalah Kaum yang Sama. Banyak mufassir, termasuk Ibnu Katsir (sebagaimana dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsrir), berpendapat bahwa Ashab al-Aykah dan Madyan adalah satu kaum yang sama. Penyebutan "Ashab al-Aykah" merujuk pada kebiasaan mereka menyembah pohon/semak belukar (Aykah), sedangkan "Madyan" adalah nama kabilah atau wilayah tempat tinggal mereka.
  2. Mereka adalah Dua Kaum yang Berbeda. Sebagian ahli tafsir, seperti Buya Hamka, berpendapat bahwa keduanya adalah entitas yang berbeda namun hidup di wilayah yang berdekatan dan sama-sama didakwahi oleh Nabi Syu'aib AS. Dalam Al-Qur'an, saat menyapa kaum Madyan, Nabi Syu'aib disebut sebagai "saudara mereka" (akhuhum) (QS. Al-A'raf: 85), namun saat menyapa Ashab al-Aykah, kata "saudara" tidak digunakan (QS. Asy-Syu'ara: 176). Hal ini dianggap sebagai isyarat bahwa Nabi Syu'aib berasal dari kabilah Madyan, tetapi bukan dari kabilah Aykah.
Oke demikian pengantarnya. 

Ashab al-Aykah adalah salah satu kaum yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai umat yang mendustakan nabi mereka dan akhirnya dihancurkan oleh Allah. Mereka dikenal sebagai kaum yang hidup di daerah yang banyak pepohonan dan melakukan kecurangan dalam perdagangan.

Mereka disebut dalam beberapa surat Al-Qur’an, di antaranya Surah Ash-Shu'ara ayat 176–191, Surah Al-Hijr ayat 78–79, Surah Sad ayat 13. Kata “Aykah” dalam bahasa Arab berarti hutan, pepohonan yang lebat, atau kebun yang rimbun. Sehingga Ashab al-Aykah berarti “penduduk daerah yang penuh pepohonan atau hutan lebat.”

Wilayah mereka diperkirakan berada di daerah sekitar Madyan di bagian barat laut Jazirah Arab. Ashab al-Aykah adalah kaum pedagang yang tinggal di daerah hutan lebat yang menolak dakwah Nabi Shu’aib dan terkenal karena kecurangan dalam timbangan, sehingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan azab besar.





-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar