Jumat, 06 Maret 2026

Ashab Al-Fil

Ashab Al-Fil adalah kisah tentang pasukan besar yang menyerang Ka'bah di Makkah dengan gajah, tetapi dihancurkan oleh Allah sebelum mereka berhasil. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Fil. Peristiwa ini terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad.

Pada masa itu Yaman berada di bawah kekuasaan seorang gubernur bernama Abraha. Ia membangun sebuah gereja yang sangat megah di kota Sana'a. Gereja tersebut dinamakan Al-Qullays. Tujuannya agar orang-orang Arab berhaji ke sana dan tidak lagi pergi ke Ka'bah di Mecca. Namun bangsa Arab tetap datang ke Ka'bah. Hal ini membuat Abraha marah. 

Karena marah, Abraha memutuskan menghancurkan Ka'bah agar orang-orang berhenti berziarah ke sana.Ia menyiapkan pasukan besar dari Yaman yang dilengkapi dengan gajah perang. Gajah terbesar yang memimpin pasukan itu bernama Mahmud. Pasukan ini kemudian bergerak menuju Makkah.

Ketika pasukan Abraha mendekati Makkah, penduduk kota merasa tidak mampu melawan. Pemimpin Quraisy saat itu adalah Abdul Muttalib. Beliau memerintahkan penduduk mengungsi ke pegunungan dan menyerahkan Ka'bah kepada perlindungan Allah.

Sebelum penyerangan, Abdul Muttalib datang menemui Abraha untuk meminta kembali unta-unta miliknya yang dirampas pasukan. Abraha terkejut dan berkata “Aku datang untuk menghancurkan Ka'bah, tetapi kamu hanya meminta unta?”. Abdul Muttalib menjawab “Aku pemilik unta-unta itu. Adapun Ka'bah memiliki Tuhan yang akan menjaganya.”

Ketika pasukan siap menyerang Ka'bah, gajah terbesar tidak mau berjalan menuju Makkah. Namun ketika diarahkan ke arah lain, gajah itu mau berjalan. Ini dianggap sebagai tanda bahwa Allah melindungi Ka'bah.

Allah kemudian mengirim burung-burung kecil yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai Ababil. 
Burung-burung itu membawa batu kecil dari tanah yang terbakar dan menjatuhkannya ke pasukan Abraha. Akibatnya pasukan hancur, tubuh mereka rusak, banyak yang mati. Peristiwa ini disebut dalam Surah Al-Fil.

Abraha berhasil melarikan diri, tetapi tubuhnya mengalami penyakit parah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan kembali ke Yaman. Pasukan besar itu pun hancur total.




-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar