Rabu, 15 April 2026

The Decision Book - Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler

Judul buku : The Decision Book
Penulis : Mikael Krogerus
Penerbit : W.W Northon and company
Jumlah halaman : 137 halaman
Bahasa : Inggris

Minggu ini saya sangat produktif, jadi sangat banyak hal berguna yang saya lakukan. Tujuannya apa? Biar nggak kebanyakan scroll-scroll shopee sama ig. Kenapa tidak? Kan itu hp sendiri, kan itu kuota sendiri, kan kan kan. Iya benar, saya memang menganut hidup apa adanya, termasuk menahan diri untuk tidak hanya scroll-scroll hp adalah apa adanya saya. Saya pusing lihat berita lalu lalang cepet banget berubah. saya nggak suka target di smartwatch yang sudah saya set tidak goal, ya itu apa adanya versi saya. Nggak perlu maaf memaafkan kalo apa adanya versi kamu beda sama saya. Haha! Oke stop yapping and we start the review.

Karena buku ini berbahasa inggris, tadinya saya mikir mau review buku ini pakai bahasa inggris. Tapi batal. Saya keburu mau baca buku baru saya yang baru saya beli yang kayaknya lebih seru dan dari pada saya nanti malah lupa point-point pentingnya (kalo saya sampai lupa artinya buku ini di MATA (pakai kapital karena MATA saya besar) saya b aja).

Terus terang beli buku ini karena fomo. Buku ini dibahas oleh seorang podcaster kemudian saya ikutan beli. The Decision Book” adalah buku yang ditulis oleh Mikael Krogerus dan Roman Tschäppeler yang menjelaskan kepada pembaca secara singkat mengenai  50 model pikiran dan konsep untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang strategis. Karena bahasanya ringkas jadi buku ini sangat mudah dipahami, dan kayaknya cocok dengan orang yang sedang belajar berpikir strategis dan kritis dalam segala hal. Tidak hanya pada manajemen bekerja, tapi juga pengambilan keputusan pribadi. Untuk saya yang udah biasa mengambil keputusan tanpa mikir lama, karena saya yakin kalo hasilnya gagal saya masih punya rencana b,c,d, dan bisa tanggung jawab, kalo hasil dari keputusan saya bener sesuai rencana ya saya lebih bisa tanggung jawab lagi. Menyala banget kepercayaan diri ini. 

Setiap model pikiran dijelaskan dengan singkat dan diilustrasikan dengan contoh-contoh praktis yang relevan. Lalu ditambahkan tools untuk mengambil keputusan seperti “SWOT Analysis” (Analisis SWOT), “Pareto Principle” (Prinsip Pareto), “Cost-Benefit Analysis” (Analisis Biaya-Manfaat), “Decision Tree” (Pohon Keputusan), dan banyak lagi. Buku ini nggak ada kurangnya. Tapi kurang tepat kalo saya yang baca. 


-Saya pasti pulang-
Share:

Psikologi Kematian - Komaruddin Hidayat

Judul buku : Psikologi Kematian
Penulis : Komaruddin Hidayat
Jumlah halaman : 163 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mizan
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 1 Tahun 2005

Buku ini adalah pemberian teman. Dua tahun yang lalu saat dia kasih buku ini, dia kasih catatan juga, "kamu harus baca buku ini Ki!" katanya. FYI, teman saya itu psikolog. Jadi saya pikir ini buku diberikan ke saya karena dia tahu saya suka baca dan dia punya buku baru tentang psikologi, sudah titik. 

Sampai akhirnya dua tahun kemudian yaitu tahun 2026 buku ini baru saya baca ketika saya lapar sekali dengan bacaan yang ada "isinya". Buku ini terlihat kuno dilihat dari cover dan jenis kertasnya. Kertas yang dipakai masih kertas warna putih. Dengan kondisi mata saya yang silinder parah dan pterygium, agak cepat lelah saya bacanya. 

Tapi namanya juga rayap buku (bukan lagi kutu), ketika sampai dihalaman 14, kemudian saya tidak bisa lagi menahan diri untuk membaca halaman-halaman berikutnya sampai selesai.

Membahas soal kematian bisa menimbulkan sebuah pemberontakan yang menyimpan kepedihan pada setiap jiwa manusia. Yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa mati pasti akan tiba dan punahlah semua yang dicintai dan dinikmati dalam hidup ini. Kesadaran ini lalu memunculkan sebuah protes berupa penolakan bahwa masing-masing kita tidak mau mati. Setiap orang berusaha menghindari semua jalann yang mendekatkan ke pintu kematian. Jiwa kita selalu mendambakan dan membayangka  keabadian. Pemberontakan dan penolakan akan kematian ini telah melahirkan dua mazhab psikologi kematian. 

Mazhab pertama adalah mazhab religius, yaitu mereka yang menjadikan agama sebagai rujukan bahwa keabadian setalah mati itu ada dan untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi, seseorang yang religisu menjadikan kehidupan akhirat sebagai obyek dan target paling tinggi. Kehidupan dunia selayaknya dinikmati, tetapi bukan tujuan akhir dari kehidupan. Apapun yang dilakukan di dunia dimaksudkan sebagai investasi kejayaan di akhirat.

Yang kedua adalah mazhab sekuler yang tidak peduli dan tidak yakin akan adanya kehidupan setelah mati. Namun secara psikologis keduanya memiliki kesamaan, yaitu spirit heorisme yang mendambakan keabadian hidup agar dirinya selalu dikenang sepanjang masa. Untuk memenuhi keinginan itu, setiap orang ingin menyumbangkan sesuatu yang besar dalam hidupnya, minimal untuk keluarganya. Maka setiap orang berusaha untuk meninggalkan warisan berupa potret diri, karya tulis, kuburan dan ada yang membuat patung besar. Ini semua secara psikologis menceritakan satu hal : Bahwa setiap orang sesungguhnya menolak kematian, ingin hidup dikenang sebagai pahlawan agar jiwanya tetap hidup.

Buku ini dikeluarkan tahun 2005, apakah ketika dibaca tahun 2026 masih relate? Ya masih, karena mau tahun kapan mati itu pasti datang. Kebetulan sampai tahun 2026 belum ada sih cara mencegah kematian datang. Ada yang mencoba kabur dari kiamat tapi kalo kabur dari kematian? kayaknya hanya ada di film drakula aja ya. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Minggu, 12 April 2026

Jam Dua

Kau sampai Jogja jam berapa?
Kutunggu di spot es krim dekat tugu

Tapi aku lebih suka kopi

Apa sampai sini saja?

Eh tapi kau tahu? 
Campuran kopi dan es krim enak lho

Pakai vespa, jangan lupa helm dua
Jam dua, kalau kau memaksa




-Saya pasti pulang-
Share:

Buku Yang Aku Baca Terakhir Sangat Tipis

Buku yang aku baca terakhir sangat tipis
Covernya hanya hitam dan putih
Buku yasin saja lebih effort
Mulanya aku memandang sebelah mata
Tapi sejak halaman pertama aku terpana
Tiap halamannya berisi kalimat hangat
Hanya saja aku tak suka endingnya
Terlalu singkat, aku kehilangan


-Saya pasti pulang-
Share:

budaya-indonesia.org

Bahagia banget bisa ketemu sama website ini. Ini adalah portal utama dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI). Proyek ini merupakan inisiatif kolaboratif yang luar biasa dalam upaya mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan kekayaan budaya Nusantara melalui teknologi digital.

PDBI hadir dengan visi sebagai "rumah" bagi jutaan artefak budaya Indonesia. Keunikan utama situs ini adalah pendekatan crowdsourcing atau gotong royong digital. Pengguna tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga bisa berkontribusi sebagai kontributor data budaya, mulai dari cerita rakyat hingga motif kain tradisional. Seperti misalnya ketika kita kesulitan mencari sejarah atau legenda yang ada di Pemalang, maka ketika kita sudah nemu yang kita cari, kita bisa ikutan menyumbang tulisan disitu sehingga orang lain yang nantinya mencari hal yang sama, akan nemu tulisan tentang Pemalang yang kita tulis disitu. 

Website ini menyediakan berbagai macam kategori data seperti Musik dan Arsitektur (Dokumentasi alat musik tradisional dan gaya bangunan daerah), Kekayaan Intelektual (Motif batik, tenun, dan kerajinan tangan), Kuliner dan Tradisi (Resep masakan tradisional dan protokol upacara adat), Manuskrip dan Sejarah ( Digitalisasi teks-teks kuno yang sulit dijangkau publik secara fisik),

Hingga saat ini, PDBI telah menampung lebih dari 50.000 data kebudayaan, menjadikannya salah satu referensi online paling kaya tentang Indonesia. Situs ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas, termasuk InfoBudaya.net (Portal berita pendamping yang berfokus pada artikel dan esai budaya populer untuk audiens muda), Pencarian Berbasis Lokasi (Memungkinkan pengguna melihat distribusi kekayaan budaya berdasarkan peta Indonesia) dan Partisipasi Publik ( Adanya sistem akun yang memungkinkan peneliti atau masyarakat umum mengunggah temuan budaya mereka sendiri).

Karena ini adalah hasil partisipasi publik juga maka isinya mencakup hampir semua aspek budaya dari Sabang sampai Merauke. Kaya nemu harta karun kan. User Interface (UI) sudah oke banget, gampang dipahami, diakses, dan tidak berat ketika mencari informasi. 

Website seperti ini sangat membantu menyelamatkan budaya yang hampir punah dari kepunahan informasi. Walaupun karena bersifat partisipatif, keakuratan data sangat bergantung pada kualitas input kontributor. Langsung saja untuk bisa mengaksesnya kalian bisa klik disini https://budaya-indonesia.org







-Saya pasti pulang-
Share:

Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa - Ulil Albab

Judul buku : Cerita Rakyat Pilihan Pemalang Puser e Jawa
Penulis : Ulil Albab dan teman-teman
Jumlah halaman : 254 Halaman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mandiri
Harga : 0 (Dikasih teman)
Cetakan 2018

Lagi-lagi buku yang dikasih teman. Nggak modal banget Rizki. Haha. Buku ini adalah buku pemberian atasan saya waktu beliau pindah. Sebenarnya sudah lama saya browsing mencari informasi mengenai sejarah Pemalang, ada? Banyak. Tapi hanya beberapa yang runtut, urut dan enak dibaca. Buku ini salah satunya? Tidak.

Dengan banyaknya poin penting yang akan diceritakan, jika saya bagi ada kategori sejarah, cerita rakyat, beberapa tempat bersejarah di Pemalang, buku ini lebih baik jika dipetakan per kategori saja.  Dan bukan dari sudut pandang penulis. Ini sejarah, jadi menurut saya harus diceritakan apa adanya. Keadaan, waktu, dan latar harus jelas. Bukan komentar pribadi dari penulis.

Intinya buku ini adalah kumpulan kisah tradisional yang dihimpun oleh Ulil Albab dan rekan-rekan, yang menyoroti kisah-kisah menarik dari daerah Pemalang. Buku ini cukup membantu untuk orang yang awam sekali mengenai Pemalang dan tertarik dengan kisah dan latar belakangnya. Mengantarkan ke gerbang selamat datang. Hanya sampai situ.

Tapi jika kalian mau aku rekomendasikan, ada satu blog yang saya temukan ketika saya browsing tentang sejarah Pemalang. Dari sekian banyak, blog ini adalah yang peta nya paling jelas. Alamatnya ada di https://karnotopemalang.blogspot.com/ . Sepertinya sudah lama blog ini tidak aktif karena tidak ada post baru. Blog ini ditulis dengan rapi, runtut, dan dipisahkan sesuai kategorinya. Beliau membagi menjadi kategori wilayah, asal-usul dan legenda. 



-Saya pasti pulang-
Share:

Haruki Murakami

Post ini pengantarnya akan sama dengan post tentang agatha christie. Iya betul, singkatnya setelah penulis Indonesia sudah saya jelajahi, saya beralih ke penulis luar negeri. Ada 3 buku Murakami yang saya beli, dan saya baru baca 1 diantaranya. Buku milik Haruki Murakami, dari hasil browsing sebelum membeli buku-buku itu, Murakami tidak “sulit” secara bahasa, tapi bisa terasa “dalam dan membingungkan” secara makna. Cocok kalau kamu suka cerita yang bikin mikir dan ditafsirkan sendiri. Nah, bagian ini look like so me, isnt? Haha.

Haruki Murakami, salah satu novelis paling berpengaruh dari Jepang di era kontemporer, menjalani perjalanan hidup yang unik karena ia tidak memulai karier sastranya melalui jalur akademis atau pelatihan penulisan tradisional. Lahir di Kyoto pada 12 Januari 1949 dan dibesarkan di Kobe, Murakami tumbuh besar dengan pengaruh budaya Barat yang kuat, terutama musik jazz dan sastra Amerika, yang nantinya menjadi ciri khas gaya bahasanya yang lugas dan sangat berbeda dari tradisi sastra Jepang klasik yang kaku. Sebelum menjadi penulis, ia menghabiskan masa mudanya sebagai pengusaha dengan mengelola sebuah kedai jazz bernama "Peter Cat" di Tokyo bersama istrinya, Yoko. 

Momen titik balik kehidupannya terjadi secara ajaib pada April 1978; saat sedang menonton pertandingan bisbol di Stadion Jingu, ia tiba-tiba mendapatkan pencerahan mendadak bahwa ia bisa menulis sebuah novel. Sepulang dari pertandingan tersebut, ia mulai menulis di meja dapurnya hingga menghasilkan karya debut Hear the Wind Sing yang langsung memenangkan penghargaan fiksi baru dan menandai lahirnya trilogi "Rat" yang melambungkan namanya.

Kesuksesan globalnya meledak secara masif setelah penerbitan Norwegian Wood pada tahun 1987, sebuah novel melankolis tentang cinta dan kehilangan yang menjadikannya ikon budaya pop, meskipun popularitas tersebut sempat membuatnya merasa tidak nyaman hingga ia memutuskan untuk meninggalkan Jepang dan tinggal di Eropa serta Amerika Serikat selama beberapa tahun. 

Selama masa pengasingan diri tersebut, Murakami mengasah kemampuannya dalam memadukan realisme magis dengan tema-tema isolasi, kesepian, dan pencarian jati diri dalam dunia yang terkadang tidak logis, seperti yang terlihat dalam mahakaryanya The Wind-Up Bird Chronicle dan Kafka on the Shore. Selain dikenal sebagai penulis yang disiplin dengan rutinitas harian yang ketat termasuk lari maraton dan renang sebagai penyeimbang aktivitas mentalnya ia juga seorang penerjemah ulung yang membawa karya-karya penulis Barat seperti F. Scott Fitzgerald ke pembaca Jepang. 

Hingga kini, meski sering kali menjadi kandidat kuat peraih Nobel Sastra, Murakami tetap mempertahankan gaya hidup rendah hati dan terus mengeksplorasi batas antara dunia nyata dan alam bawah sadar, menjadikan setiap karyanya sebuah perjalanan surealis yang digemari oleh jutaan pembaca lintas generasi di seluruh dunia.

Berikut adalah daftar karya novel dan kumpulan cerita pendek utama dari Haruki Murakami, diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya di Jepang (mulai dari yang tertua):
  1. Hear the Wind Sing (1979) – Novel pertama yang ditulis di meja dapur.
  2. Pinball, 1973 (1980) – Sekuel dari buku pertama.
  3. A Wild Sheep Chase (1982) – Pemenang Noma Literary Newcomer's Prize.
  4. Chinese Whispers / Slow Boats to China (1983) – Kumpulan cerita pendek.
  5. Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (1985) – Perpaduan sci-fi dan fantasi.
  6. Norwegian Wood (1987) – Novel yang melambungkan namanya secara masif.
  7. Dance Dance Dance (1988) – Kelanjutan dari A Wild Sheep Chase.
  8. The Elephant Vanishes (1993) – Kumpulan cerita pendek populer.
  9. The Wind-Up Bird Chronicle (1994–1995) – Dianggap sebagai mahakarya (magnum opus).
  10. South of the Border, West of the Sun (1992)
  11. Underground (1997) – Non-fiksi tentang serangan gas sarin di Tokyo.
  12. Sputnik Sweetheart (1999).
  13. After the Quake (2000) – Kumpulan cerita pendek pasca gempa Kobe.
  14. Kafka on the Shore (2002) – Salah satu bukunya yang paling surealis.
  15. After Dark (2004).
  16. Blind Willow, Sleeping Woman (2006) – Kumpulan cerita pendek.
  17. 1Q84 (2009–2010) – Novel trilogi yang sangat tebal dan kompleks.
  18. Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage (2013).
  19. Men Without Women (2014) – Kumpulan cerita pendek (diadaptasi menjadi film Drive My Car).
  20. Killing Commendatore (2017).
  21. First Person Singular (2020) – Kumpulan cerita pendek reflektif.
  22. The City and Its Uncertain Walls (2023) – Novel terbaru yang rilis dalam bahasa Jepang dan mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Catatan: Beberapa buku mungkin memiliki tahun terbit bahasa Inggris yang berbeda (biasanya terpaut 2-5 tahun) karena proses penerjemahan yang memakan waktu lama. Daftar di atas merujuk pada kronologi publikasi asli di Jepang.

Buku-buku karya Haruki Murakami sering dianggap tidak selalu mudah dipahami, tapi juga bukan berarti sulit untuk dinikmati tergantung ekspektasi dan gaya membaca kamu.

Murakami punya ciri khas unik: ceritanya sering menggabungkan realitas dengan hal-hal surealis (aneh, seperti mimpi), alurnya kadang tidak lurus, dan banyak makna yang tidak dijelaskan secara langsung. Misalnya dalam Kafka on the Shore atau 1Q84, kamu akan menemukan cerita yang terasa “menggantung” atau penuh simbol, sehingga pembaca harus menafsirkan sendiri.

Beberapa alasan kenapa terasa sulit? Banyak simbol dan makna tersembunyi, Alur bisa melompat-lompat atau ambigu, Tidak semua pertanyaan dijawab di akhir cerita, Nuansa cerita sering melankolis dan filosofis.

Tapi di sisi lain, ada juga karya Murakami yang lebih mudah diikuti, seperti Norwegian Wood, yang lebih realistis dan emosional.



-Saya pasti pulang-
Share: