Jumat, 01 Mei 2026

Senin Nanti Aku Cantik Lagi

Kali ini bahagia tak lagi kupinjam dari ketersediaan bahumu
Tapi dari cepatnya obat turun panas
Yang disuntikan melalui selang infus ditanganku
Mengalir melalui aliran darah
Terarah menuju Sawar darah otak
Agar Senin nanti tak ada yang tahu
Bidadari secantik aku
Pernah terkapar ditempat seperti ini
Satu lawan satu melawan Salmonella typhi



-Saya pasti pulang-
Share:

Kopi Rasa Hujan

Sambil melihat hujan dilantai dua
Secangkir kopi pagi ini kucium aromanya
Tetap aku photo, walau tak lagi terkirim ke tuan ataupun puan
Kutenggak sedikit-sedikit

Ada rasa hujan rintik-rintik yang syahdu 
Yang pernah kulihat turun dari jendela kamarku
Ada rasa hujan yang pernah kuterobos
Dengan motor beat bensin boros

Ada rasa hujan dimasa lalu
Bagi aku kecil yang tak tahu arti berteduh
Dan disesapan terakhir kopi pagi itu
Ada hujan yang turun sangat deras bersama rindu






-Saya pasti pulang-
Share:

Mati-matian Sampai Mati

Betul, kau tak bisa kubawa mati
Maka mumpung aku hidup
Kau akan aku habis-habiskan
Mati-matian sampai mati

Hingga ketika kau meraba
Kau bingung mana peluh mana air mata
Harus lari atau tetap menikmati
Mengeluh atau melenguh

Bingunglah terus, cobalah sekuat tenaga 
Bercitralah kau punya daya
Seolah menjadi pria yang paling dicinta
Aku hitung, Satu? Atau Dua wanita? 

Terlalu sedikit, Tak seru
Sedang detak jantungmu itu tak bisa bohong
Suaranya jelas dan keras
Namaku, namaku, namaku


-Saya pasti pulang-
Share:

Kamis, 30 April 2026

Introvert Di Adopsi?

Pada forum yang resmi, semua orang adalah asing, aturan jelas, maka sebagai seorang social introvert (saya tidak asal mendeklarasikan diri ya, ini sudah ada hasil test nya) seperti saya tidak ada halangan rintangan atau apapun yang mencegah saya masuk kedalam forum tersebut dengan sangat gemilang. Saya bisa mengeluarkan pendapat, sanggahan dan sebagainya dengan lancar seperti seorang adult profesional. Wkwk.  Contohnya adalah forum atau kelompok di pekerjaan. 

Tapi, jika itu adalah pertemuan yang lebih santai seperti misalnya reuni atau ngopi bareng dengan jumlah peserta lebih dari 3 orang, atau misalnya temanku bawa temannya lagi, entah kenapa saya sangat canggung. Harusnya nggak entah kenapa sih, itu adalah hal lumrah di kehidupan saya. Cuma dengan perbedaan yang mencolok antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, "Orang asing" agak mengernyitkan kening. Dan saya MALAS nggak bisa menjelaskannya. 

Saya punya teman, lingkupnya sangat kecil. Lalu bagaimana saya biasanya menemukan mereka dan akhirnya berteman? Saya diadopsi oleh mereka. Wkwkk.

Istilah "introvert diadopsi" (oleh ekstrovert) merujuk pada dinamika sosial di mana seorang ekstrovert mengambil inisiatif untuk menjalin pertemanan, membawa introvert ke lingkungan baru, dan membuat suasana lebih cair. Ini terjadi karena ekstrovert adalah inisiator sosial, sementara introvert lebih hemat energi dan merasa aman dengan pendamping yang aktif pada suatu forum santai. 

Menurut chatgpt, berikut adalah alasan kenapa introvert sering "diadopsi":
  1. Ekstrovert aktif membuka percakapan dan membawa suasana sosial, sementara introvert (sebagai yang "diadopsi") sering kali menjadi pendengar yang baik, pendalam hubungan, dan penstabil emosi.
  2. Ekstrovert mendapatkan energi dari berinteraksi, sehingga mereka senang merangkul orang lain, termasuk membawa introvert ke acara sosial.
  3. Introvert cenderung hemat energi dan lebih memilih lingkungan yang akrab. Diadopsi oleh ekstrovert membantu mereka bersosialisasi tanpa harus memimpin interaksi.
  4. Dalam hubungan, ekstrovert sering bertindak sebagai co-regulator (penstabil mood), membuat introvert merasa aman di bawah "asuhan" sosial mereka.
Ini bukan soal dominasi, melainkan hubungan timbal balik di mana ekstrovert membutuhkan teman bicara yang suportif seperti introvert, dan introvert membutuhkan jembatan untuk keluar dari zona nyaman seperti ekstrovert. 

Menurut teman saya yang mengasessment saya, Introvert sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Dan Sosial Introvert seperti saya memiliki ciri mencolok seperti : 
  1. Introvert sosial lebih memilih bergaul dengan sedikit orang atau orang yang sudah dikenal. Menurut para terapis, tanda-tanda introvert sosial adalah:Hanya bergaul dengan teman-teman dekat atau komunikasi empat mata;
  2. Menikmati aktivitas sendirian tanpa merasa kesepian;
  3. Merasa lelah setelah berinteraksi dengan orang banyak untuk waktu lama;
  4. Lebih memilih komunikasi lewat teks atau daring.
Contoh social introvert adalah Rhea Freeman, mentor dan penulis You’ve Got This sering menjadi pembicara di depan umum, termasuk di radio dan TV. Padahal, ia seorang introvert.

Ketika mendengar istilah introvert, kita sering berfikir bahwa sama dengan pemalu. Padahal aslinya beda sekali. Introvert tidak sama dengan pemalu. Introvert adalah tipe kepribadian yang memfokuskan energi pada dunia internal (pikiran/perasaan) dan butuh menyendiri untuk mengisi energi. Pemalu adalah rasa takut, cemas, atau ketidaknyamanan dalam situasi sosial. Introvert bisa sangat percaya diri, hanya saja lebih suka situasi tenang.







-Saya pasti pulang-
Share:

Saya Punya Member Point Kopi :D

Apa pengalaman kalian dengan kopi point nya Indomart? Enak, ada dimana saja, mudah didapatkan baik online maupun online, kalo minum ditempat bisa sekalian jajan. Saya ceritain pengalaman saya mengenai kopi point.

Pengantarnya selalu sama ya. Saya orangnya itu-itu saja. Pesan kopi yang itu-itu saja. Di jam itu-itu saja. Dengan ukuran gula, es, cup yang itu-itu saja. Nah, yang jadi lucu adalah. Ternyata pola itu diingat oleh salah satu barista di salah satu gerai point kopi di kota saya. Oke sampai sini belum lucu. Krik krik krik. 

Pada suatu siang, seperti biasa saya sendirian, jalan kaki, kepanasan dan pesan kopi. Siang itu sepi. Tak ada antrian. Saya lihat plank menu diatas. Ya sama kaya kalian mestinya kalau mau pesan kopi di point indomart, liat-liat plank yang sampai seberapa kali kalian lihat pun nggak akan hapal kan? Tapi sebenarnya semesta tahu, saya tidak akan ganti menu. dan mbak barista itu adalah bagian dari semesta, mata saya yang berkeliling di plank atas itu langsung terhenti ketika sapaan mbak barista itu agak beda siang itu. Bukan menanyakan mau pesan apa, tapi langsung bilang, seperti biasa kak? 

Jyujyur jangyal. Karena salam pembukanya biasanya nggak gitu deh. Saya nggak siap donk, apa harus dipersiapkan. Ya! 
Spontan saya bilang, "hah eh iya eh biasanya saya pesan apa mbak?"
"Palm latte sugar, upsize, normal sugar, normal ice" Mbak barista itu senyum.
Saya balas senyumnya, tapi pupil mata saya pasti membesar karena merasa bahagia diperhatikan sebegitunya.
Mbak barista melanjutkan, "Kak sayang kalo ga bikin member, kakak kan beli kopi hampir setiap hari lho"

Saya memang seriiiing sekali ditanya member. Tapi alasan utama saya adalah ::drumroll::, males usaha daftar, males dilabelin, kemalasan saya bisa sangat total pokoknya pada hal-hal tertentu. 
Tapi karena mbak tadi sudah sangat ramah dan sampai ingat pesanan saya tanpa saya harus bilang. Kalo nantinya ketemu lagi kemudian saya tetep nggak bikin member kok saya nggak enak. Dih. Wkwkw. Asli nggak enak. Maka dikantor saya daftar member. 16 digit nomor KTP yang biasanya malas sekali diketik kali ini saya mau usaha sedikit deh. dan berhasil. 

Besokannya masih dijam yg sama, tapi agak mendung, ngos-ngosan karena jalan kaki dari kantor ke Indomart, kali ini sebelum mbak barista itu bilang apa-apa saya udah pamer duluan. Saya punya member mbak. Saya dan dia tertawa bareng.

Tapi sedihnya, suatu siang saya nggak lagi menemukan dia di Indomart dekat kantor saya itu. Kata teman sesama baristanya dia dirolling ke Indomart lain? Dan kenapa hari ini saya cerita tentang point kopi adalah karena tadi siang saya agak gabut jadi muter-muter tak tentu arah, yang akhirnya memutuskan untuk beli kopi di suatu Indomart yang nggak kaya biasanya saya beli. Guess what? Saya ketemu mbak barista itu dan kita kaya orang yang udah kenal lama. Dia bilang, andaikan tahu nomor hp saya, dia akan ngabarin kalo di rolling. Saya dan dia bahkan janjian mau nongkrong berdua minggu depan. Duh gong banget ini sih. 





-Saya pasti pulang-
Share:

Joko Pinurbo

Salah satu buku beliau pernah saya ulas di SINI. Dan puisi yang paling suka adalah Kumpul Kopi.

Kumpul Kopi

Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi
puisi ada di tengah-tengahnya
Menurut saya, puisi-puisi beliau memiliki ciri kata sederhana, bercerita sepi, masa lalu. Puisi lain yang saya kutip dari goodread yaitu 


“Setelah punya rumah, apa cita-citamu?
Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja,
supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.”

“Hidup
adalah
perjalanan
kehilangan.
Hidup adalah
kumpulan perpisahan.”
― Joko Pinurbo, Perjamuan Khong Guan

“Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri”
― Joko Pinurbo, Srimenanti

Joko Pinurbo, atau yang akrab disapa Jokpin, merupakan salah satu penyair kontemporer Indonesia paling terkemuka yang berhasil merevolusi gaya perpuisian tanah air dengan membawa bahasa sehari-hari ke tingkat estetika yang jenaka sekaligus getir. Lahir di Sukabumi pada 11 Mei 1962 dan menetap di Yogyakarta hingga wafatnya pada April 2024, ia dikenal sebagai arsitek kata yang mampu mengubah benda-benda remeh dan domestik—seperti celana, sarung, kamar mandi, hingga telepon genggam—menjadi metafora mendalam tentang kesepian, iman, perlawanan sosial, dan eksistensi manusia. Gaya penulisan Jokpin yang minimalis, penuh parodi, namun sarat dengan nuansa spiritualitas Katolik yang membumi, membuatnya sangat dicintai oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi sastra hingga generasi muda yang akrab dengan kutipan-kutipannya di media sosial. Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa puisi tidak harus selalu tampil dengan diksi yang berat dan "langit", melainkan bisa hadir di tengah-tengah percakapan warung kopi dengan kejutan-kejutan imajinatif yang sering kali berakhir dengan senyum kecut atau renungan filosofis.

Sepanjang karier sastranya, Joko Pinurbo telah melahirkan banyak kumpulan puisi ikonik seperti Celana (1999), Kekasihku (2004), Baju Bulan (2013), hingga Perjamuan Khitah (2020), yang banyak di antaranya telah meraih penghargaan bergengsi termasuk Penghargaan Sastra Khatulistiwa dan Penghargaan dari Badan Bahasa. Salah satu kekuatannya yang paling menonjol adalah kemampuannya melakukan "otopsi" terhadap realitas sosial dengan cara yang sangat halus; ia sering kali menyisipkan kritik tajam terhadap kekuasaan atau ketidakadilan melalui humor gelap yang terasa akrab. Selain itu, keterikatannya yang kuat dengan kota Yogyakarta memberikan warna tersendiri dalam karya-karyanya, menjadikannya salah satu ikon budaya yang tak terpisahkan dari denyut nadi kreativitas kota tersebut. Meskipun ia telah tiada, warisan sastranya tetap hidup melalui bait-baitnya yang abadi, seperti kutipan terkenalnya tentang Jogja yang "terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan," yang kini telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia dalam memandang identitas dan rasa memiliki.

Berikut adalah daftar karya kumpulan puisi dari Joko Pinurbo (Jokpin), diurutkan berdasarkan tahun penerbitan aslinya (mulai dari yang tertua). Perlu dicatat bahwa banyak buku beliau yang kemudian diterbitkan ulang dalam edisi bundel atau seleksi puisi pilihan:
  • Celana (1999) – Buku debut yang langsung mendobrak tradisi perpuisian Indonesia dengan metafora "celana".
  • Di Bawah Kibaran Sarung (2001) – Melanjutkan eksplorasi objek-objek domestik.
  • Era 2000-an (Pemantapan Gaya "Jokpinan")
  • Pacarku Kecilku (2002).
  • Telepon Genggam (2003) – Memotret perubahan gaya hidup manusia modern melalui teknologi.
  • Kekasihku (2004).
  • Kepada Cium (2007).
  • Tahilalat (2012).
  • Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan (2013) – Berisi pilihan puisi dari buku-buku sebelumnya plus karya baru.
  • Bulat Bulat (2014).
  • Surat Kopi (2014) – Salah satu bukunya yang paling populer dan banyak dikutip.
  • Kamus Kecil: Kumpulan Puisi (2015).
  • Malam Ini Aku Tidur di Matamu (2015).
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016) – Judul yang menjadi slogan ikonik bagi para pencinta puisi.
  • Buku Latihan Tidur (2017).
  • Salah Piknik (2018).
  • Perjamuan Khitah (2020).
  • Sepotong Hati di Angkringan (2021).
  • Kabar Sukacita (2021) – Kumpulan puisi bertema rohani dan kemanusiaan.
  • Epigram Kasih Sayang (2022).
  • Tak Ada Asu di Antara Kita (2023) – Salah satu buku terakhir yang diterbitkan sebelum beliau wafat.
  • Srimenanti (2019) – Sebuah novel/prosa liris yang memadukan narasi dengan elemen puisi.
  • Ode bagi Kota yang Tak Pernah Tidur – Seleksi puisi mengenai kota dan suasana urban.
Joko Pinurbo dikenal sering menerbitkan ulang puisi-puisinya dalam kemasan baru (edisi revisi atau kompilasi), namun daftar di atas mencakup tonggak-tonggak utama perjalanan kreatif beliau dari tahun ke tahun.


-Saya pasti pulang-
Share:

Jangan Dibuang Ketika Gorengannya Sudah Habis Dimakan

Sudah pernah dengar istilah food waste? Food waste adalah makanan layak konsumsi yang terbuang pada tahap akhir rantai pasok, yaitu di tingkat ritel, jasa boga, hingga konsumen (rumah tangga). Masalah ini mencakup makanan yang tidak habis dimakan, makanan kedaluwarsa, atau sisa dapur yang dibuang begitu saja ke TPA. Kita sering menyebutnya mubazir. 

Kenapa tiba-tiba food waste? Sebenarnya tidak tiba-tiba. Setiap malam jumat karena rumah paling dekat dengan mushola, maka saya punya kewajiban beli jajanan, salah satu yang wajib adalah gorengan. Nah, di gorengan itu kan selalu diberi cabai, saat pengajian selesai, gorengannya habis, cabainya selalu sisa banyak. Saya punya kebiasaan tidak membuang cabai tersebut tapi saya pakai untuk masak sehari-hari. Alasannya? Biar hemat? Tidak. Saya nggak tega buangnya. 

Lalu saya mikir, seandainya cabai harganya sedang murah, apakah saya akan tetap melakukan hal yang sama pada cabai sisa gorengan? Dan ternyata suatu waktu ketika cabai harganya murah meriah mantul. Saya tetap tidak bisa membuang cabai sisa gorengan. Saya nggak ngerti apakah kebiasaan saya wajar atau termasuk ke pelit? Itulah kenapa tiba-tiba tulisan saya mengenai food waste

Dari hasil saya googling, saya akhirnya menemukan istilah food waste dan informasi didalamnya ternyata lumayan bikin terbelalak ya. Karena ternyata Indonesia adalah penyumbang food waste nomor 2. Berikut adalah kutipan beritanya yang diambil dari gemini AI :
Pada tahun 2025, Indonesia sering disorot sebagai salah satu negara penghasil food waste (sampah makanan) terbesar di dunia, sering kali menempati posisi ke-2 terbesar atau setidaknya masuk dalam jajaran tertinggi, dengan perkiraan timbulan sampah makanan mencapai belasan hingga puluhan juta ton per tahun. Sisa makanan mendominasi total sampah di Indonesia pada 2025.

Kaget? Sama. Badan Pangan Nasional menyebutkan jika jumlah sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia, seharusnya dapat menghidupi 29-47% populasi rakyat Indonesia. Sengaja saya bold supaya terngiang-ngiang. Tidak hanya saat baca.

Dari semua fakta yang saya dapatkan tersebut, saya tidak lagi merasa jika cabai yang saya simpan dari sisa beli gorengan adalah hal pelit. Oh ya, saya juga mengolah kembali MBG milik Satu (saya selalu menyimpan kotak makan kosong didalam tas Satu untuk menjaga jika menu MBG hari itu tidak cocok) yang kemudian setiap hari pula dibawa pulang kerumah dengan alasan utama anak-anak yaitu KETIDAK COCOKAN MENU. Setelah saya olah kembali, saya makan! 

Kemudian, saya punya aturan belanja kebutuhan rumah tangga seminggu sekali yaitu hari Minggu, maka jika hari Sabtu saya masih punya persediaan makanan mentah untuk dimasak, bagaimanapun saya akan mencoba menghabiskannya sampai kulkas kosong mlompong. Saya nggak apa-apa, saya nggak keberatan dan akan terus melanjutkan kebiasaan-kebiasaan yang ternyata mampu mengurangi food waste yang dilakukan manusia Indonesia setiap harinya.





-Saya pasti pulang-
Share: