Rabu, 10 Agustus 2016

Nggih

Keteraturan ini membuat tanganku kaku, otakku kaku! Kepalaku hanya bisa geleng-geleng, angguk-angguk. Mulutku hanya bisa berkata nggih, nggih, nggih.  Aku seperti budak, bedanya, aku berseragam dan DIBAYAR.

-Saya pasti pulang-

Minggu, 27 Desember 2015

Selamat Menikah

Yes, ini hanya posting khusus untuk mengucapkan Selamat Menikah untuk kamu. Meski telat tahu, meski masih percaya percaya tidak, tidak tidak tapi percaya. Meski.. Kebanyakan meski!

Selamat Menikah, dear. Semoga bergembira selalu.

-Saya pasti pulang-

Jumat, 04 September 2015

Teras

Sudah empat bulan disini, saya belajar banyak hal. Satu yang paling mencolok dari apa yang saya pelajari disini adalah bahwa saya yang merasa sangat rapi, menempatkan barang pada tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, berangkat pada jamnya, pulang tepat pada waktunya ternyata masih kalah jauh dengan orang-orang ini. 

Mereka adalah orang yang punya rencana sangat matang. Mulai dari hari 0 (nol), sampai dengan hari H. Bahkan hari-hari berkesudahannya. Saya yang tadinya merasa sebagai manusia paling lempeng di dunia, karena selalu mengikuti aturan tanpa belak belok sama sekali dan cenderung jadi manusia membosankan, sekarang merasa kosong mlompong dan tidak tahu aturan sama sekali. 

Saya mengikuti cara mereka bekerja, menyelesaikan masalah, dan saya pikir inilah tempat saya pada akhirnya. Inilah tempat yang saya sebut rumah. Meski baru terasnya saja yang saya injak. Tak apa. Tak apa. Saya mulai bisa bekerja, masih terus menerus belajar, dan tetap bermain. 

-Saya pasti pulang-

Senin, 17 Agustus 2015

Tittle Em

Mungkin, jika khayalan saya masih boleh malang melintang di dunia berbau duniawai banget ini, saya akan menggonggong pada manusia-manusia yang merasa dirinya khalifah. Mengaumi mereka dengan auman srigala berbulu bener bener srigala yang nggak pernah ingin berbulu domba, “aaauuuuuuuuuuuuuuuuuu”, yang jika di translate dalam bahasa manusia berbunyi, MUNAFIK!

-Saya pasti pulang-