Selasa, 05 Desember 2017

Runtastic

Dua tahun belakangan saya suka banget sama olahraga lari. Mulai awalnya dari jalan kaki sampai sekarang bisa lari walaupun pelan dan nggak pasti. Hahaha. Menurut saya pribadi manfaatnya banyak sekali. Yang utama pasti fisik ya, kaki jadi lebih kenceng ceng. Berat badan stabil (nggak turun lho ya, kecuali kalo makannya juga dikurangin, saya termasuk yang nggak bisa hidup tanpa makan, kalo kamu juga begitu, selamat kamu sama-sama manusia). 

Manfaat yang membuat saya agak tercengang dan nggak termasuk tujuan saya waktu saya melakukan lari adalah, hidup saya lebih teratur, semangat. Bangun tidur bisa sangat pagi. Tidur jadi cepet, rela skip nonton tv. Dan yes, sabtu dan minggu pagi adalah hari yang sangat menyenangkan karena terserah saya mau lari selama apapun tanpa khawatir sama waktu.

Nah, buat nemenin lari itu, selain saya set musik, saya juga jalankan aplikasi ini. Namanya aplikasi Runtastic. Jadi disini kita bisa ukur jarak, ukur kalori yang terbakar (kalo yang ini agak nggak percaya saya), ukur waktu dan pasti ukur kecepatannya. Aplikasi ini gratis. Memang ada menu tertentu yang berbayar, tapi ah nggak penting juga buat saya menu-menu berbayar tersebut. Perbandingannya dengan aplikasi sejenis? Saya nggak tahu juga sih, wong saya juga belum pernah pakai aplikasi yang lain. Heheh.

*Gambar diambil dari google, lagi males transfer data.

-Saya pasti pulang-

Senin, 04 Desember 2017

Pelan-pelan, Rem-rem.

Kenapa saya tidak bisa diam? Bahkan ketika saya ingin diam. Hahaha. Bahkan ketika liburan panjang dan agenda yang saya tulis adalah tidur, saya malah tidak melakukan agenda tidur itu sesuai dengan rencana yang diinginkan. Olahraga, muterin mall, muterin kota, sepedaan, masak yang nggak karu-karuan, nyetrika, nyuci dan lain sebagainya. Bahkan ketika nonton televisi, saya nggak bisa cuma diem duduk anteng, saya pasti nyambi pegang hp, nyambi pegang pemotong kuku, nyambi pegang makanan, nyambi ini itu.

Di kantor, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan seminggu bisa saya kerjakan dalam dua hari. Ketika ada sesuatu yang harus saya kerjakan, saya nggak sabar sama sekali untuk menyelesaikannya. Nyetir juga nggak bisa pelan-pelan. Makan nggak bisa pelan-pelan. Jalan kaki juga nggak bisa pelan-pelan. Idih, saya heran sama diri saya sendiri. Hahaha

-Saya pasti pulang-

Rabu, 25 Oktober 2017

Diam

Kau hanya butuh bilang "Jangan pergi", maka aku akan tetap tinggal disini. 
Semudah itulah aku, semurah itulah aku, sebesar itulah cintaku.

Dan kau tetap tinggal disana, menatapku, membiarkan egomu membungkam. 
Bangga dengan diam.

-Saya pasti pulang-

Senin, 25 September 2017

Desir

Ada yang berdesir dijantungku, desirannya membabi buta, Membuatku tak nafsu makan apalagi konsen kerja. Ini aneh, terakhir aku baper karena nonton drama korea. Tapi bapernya nggak sedahsyat ini. Dari minggu kemarin, udah dipotong liburan kamis, sabtu dan minggu. Coba olahraga super capek, tapi desirnya nggak ilang-ilang. Hari ini desirnya lebih-lebih. Saya merasa tidak keren lagi, tapi serupa ABG lagi puber! Ah, You fuck me up!

-Saya pasti pulang-