Beberapa waktu yang lalu saya sempat berbincang dengan beberapa orang. Tiga orang, dengan saya empat tepatnya. Salah satu yang jadi bahan pembicaraan adalah mengenai kucing. Dari empat yang sedang berkumpul itu, ada satu yang tidak suka kucing. Dan saya adalah yang paling suka kucing. Dua yang lainnya suka kucing, dibuktikan dengan setidaknya pernah memelihara kucing.
Salah satu dari mereka menanyakan kucing saya yang sebentar lagi melahirkan. Berapa total kucing saya. Berapa jumlah pengeluaran untuk kebutuhan kucing-kucing saya setiap bulannya dan sebagainya. Lalu teman saya yang tidak suka kucing berkata, "Dih segitunya, buat apa sih pelihara kucing? Manfaatnya apa coba?". Kemudian pembicaraan jadi satu versus dua. Saya? Sibuk mikir. Sibuk mikir sampai malamnya, sampai berhari-hari.
Sebenarnya saya sudah pernah dengar kata-kata apa manfaat dari sesuatu yang saya kerjakan. Pada saat itu saya sedang suka menanam kaktus. Saya dikomentari oleh seseorang yang suka menanam buah dan sayur dengan kata-kata yang kurang lebih sama. Apa sih manfaat menanam kaktus? Berduri, nggak bisa dimanfaatkan lagi. Saya diam dan kemudian sibuk bermalam-malam sampai saya tanyakan ke google (pada saat itu belum musim curhat sama AI), saya tanya manfaat menanam kaktus.
Memelihara kucing, menanam kaktus, fotografi, koleksi orang-orangan kertas. Wah ternyata memang hobi saya tidak berguna, bagi orang lain. Tapi bagi saya melakukan hal-hal itu menyenangkan. Membahagiakan.
Jika ia tidak terlalu berguna. Apakah kemudian kamu jadi tidak cinta? Saya rasa hati saya tetap memilih cinta. Tetap memilih merawat. Tanpa alasan. Seperti mengenal manusia. Ya kenal aja. Saya tidak berfikir apakah orang itu saat ini berguna atau masih berguna atau kelak bisa berguna.
Jika ditanya mengenai kesukaan saya pada kucing, pada kaktus dan semacamnya, saya pasti tidak bisa menjawab. Mungkin bisa tapi tidak terlalu detail. Mungkin yang keluar dari mulut saya hanya ya karena saya bahagia aja melakukan hal-hal itu. Bukan karena sesuatu itu, tanaman itu, hewan itu, makanan itu, keadaan itu, situasi itu, manusia itu memiliki manfaat. Haruskah aku mulai melakukan hal-hal yang bermanfaat saja? Sesuatu yang memiliki nilai jual? Sesuatu yang menghasilkan uang? Sesuatu yang bisa membackup aku jika kesulitan? Haruskah?
Saya melakukan hobi, mengenal orang atau semacamnya. Ya buat contoh memelihara kucing saja, menurutku bukan perkara dia bermanfaat atau tidak bagi aku. Aku tidak memelihara makhluk hidup hanya karena dia bisa memberi keuntungan tertentu. Ada kasih sayang, companionship, dan tanggung jawab di situ. Sama seperti aku menyayangi seseorang, bukan karena setiap saat dia harus memberikan manfaat untukku. Menurutku, tidak semua hubungan harus diukur dari manfaat. Kucing bukan barang yang kita pelihara karena fungsi tertentu. Mereka makhluk hidup yang bisa aku sayangi, temani, dan aku rawat. Nilai keberadaannya tidak menjadi lebih tinggi hanya karena dia berguna bagi manusia.
0 komentar:
Posting Komentar