Selasa, 06 Oktober 2026

Dedikasi Tingkat Tinggi Bahkan dalam Urusan Bermalas-malasan

Aku orang yang perfectionis. Dari dulu sampai sekarang.  Perfectionisme ini sekaligus kelebihan dan kekurangan.

Dulu aku sering berpikir, “Gimana ya caranya berhenti jadi perfectionis?” Sekarang? Terserah. Mau berhenti, mau enggak, ya sudah. Aku akan hidup dengan menerima kenyataan bahwa memang begini adanya. Aku perfectionis.

Perfectionisku agak mengkhawatirkan. Aku ingin segala hal perfect. Termasuk bermalas-malasan. Kalau sudah membuat jadwal bahwa hari ini adalah hari untuk bermalas-malasan, maka aku akan menjalankannya dengan penuh dedikasi. Tidak setengah-setengah. Rebahan? Total. Tidak produktif? Maksimal. Tidak merasa bersalah karena tidak melakukan apa-apa? Sempurna.

Pokoknya kalau hari itu memang sudah ditetapkan sebagai hari malas, aku akan malas dengan standar yang sangat tinggi. Aku curiga, orang yang dari lahir memang sudah berbakat malas pun mungkin akan kalah.

Karena mereka cuma malas. Aku? Aku perfectly malas. Aku akan membuat rencana bermalas-malasan dengan sangat terorganisir. Waktu, tempat, agenda. Ya pokoknya diatur seperfect mungkin agar hari bermalas-malasannya perfect. Wkwkwk. Mungkin memang bukan tugas hidupku untuk menghilangkan perfectionisme. Mungkin tugasku cuma belajar mengarahkannya ke hal-hal yang tidak terlalu merepotkan. Kalau akhirnya tetap perfectionis juga, ya sudah. 

Dan aku perfectionis dalam menerima bahwa aku perfectionis. Wkkww

-Saya pasti pulang-
Share:

0 komentar:

Posting Komentar