Hampir tanggal 1. Kepindahanku sudah dekat. Tahu apa yang aku pikirkan? Ke mana pindahnya? Bukan. Tempat pindahnya saja belum tahu, tetapi otakku sudah sampai pada tahap menyusun protokol penyambutan diri sendiri di lingkungan baru.
Orang lain mungkin sedang berpikir:
Aku akan ditempatkan di mana, ya?
Siapa nanti teman-teman kerjaku?
Kira-kira pekerjaannya bagaimana?
Rizki:
Kalau nanti masuk, aku harus menyapa siapa dulu?
Kalimat pembukanya apa?
Apa cukup bilang salam kenal, atau perlu sedikit basa-basi?
Bagaimana caranya supaya kesan pertamaku tidak terlalu kaku?
Padahal belum tentu tanggal 1 sudah pindah. Belum tentu juga sudah ada suratnya. Si perfectionis ini bahkan belum menerima panggungnya, tetapi sudah latihan dialog di belakang layar. WKWKWK.
Sudahlah. Nanti kalau benar-benar pindah, ya cukup jadi Rizki yang seperti sekarang. Datang, menyapa, berkenalan, lalu bekerja. Jutek itu memang watermark, bukan bug aplikasi yang harus segera diperbaiki. Nggak usah terlalu diini-in, nggak usah terlalu diitu-itukan. Tidak perlu menyiapkan naskah pembukaan seperti hendak meresmikan gedung baru.
0 komentar:
Posting Komentar