Lucu juga. Setelah dinyatakan lulus UKOM, saya jadi sadar bahwa naik kelas jabatan ternyata bisa berarti kemungkinan pindah tempat kerja. Kalau formasinya tidak tersedia di kantor sekarang, ya saya bisa ditempatkan di mana saja. Namanya juga pegawai pemerintah. Bersedia ditempatkan di mana pun itu bagian dari konsekuensinya.
Dan entah kenapa, sejak kemungkinan pindah itu terasa semakin nyata, saya malah semakin rajin menyelesaikan PR. Menu-menu tambahan di aplikasi yang sebenarnya bisa dikerjakan tahun depan, malah saya kebut sekarang. Fitur yang tadinya masuk daftar “nanti”, tiba-tiba berubah menjadi “sekalian beresin deh.”
Saya sampai ketawa sendiri.
Harusnya kalau merasa akan pergi, logikanya kan “Ah, ngapain bikin macam-macam? Toh sebentar lagi bukan saya yang mengurus.” Tapi ternyata saya tidak bisa begitu. Semakin merasa mungkin akan pergi, semakin saya ingin meninggalkan semuanya dalam keadaan baik.
Mungkin karena saya memang seperti itu. Kalau sesuatu sudah menjadi tanggung jawab saya, rasanya ada yang mengganjal kalau saya meninggalkannya setengah jadi. Bukan karena saya tidak rela pergi. Justru mungkin karena saya mulai rela. Saya hanya ingin, kalau suatu hari benar-benar pergi, saya bisa menoleh sebentar dan berkata “Okay. Sudah saya kerjakan semampu saya. Silakan dilanjutkan.”
Mungkin saya sedang mempersiapkan diri untuk pergi, tapi cara saya mempersiapkan diri justru dengan membereskan rumah sebelum meninggalkannya. Khas perfeksionis. Sangat saya.
0 komentar:
Posting Komentar