Mengenai keutamaannya dalam ranah spiritual dan ganjaran bagi pembacanya, terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan dari Al-Barra bin Azib radhiyallahu 'anhu mengenai kebiasaan Rasulullah SAW dalam melaksanakan salat yang melibatkan surat-surat ini. Dalam riwayat yang tercatat dalam Sunan An-Nasa'i, disebutkan :
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كُنَّا نَحْزِرُ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ بِقَدْرِ (الم تَنْزِيلُ) السَّجْدَةِ، وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ بِقَدْرِ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ، وَفِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الْعَصْرِ بِقَدْرِ النِّصْفِ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ، وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ بِقَدْرِ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ
"Bahwasanya Rasulullah SAW dahulu melaksanakan salat Zuhur bersama kami, dan kami mendengar beliau membaca ayat dari surat Luqman dan surat Adz-Dzariyat." (HR. An-Nasa'i)
Selain itu, terdapat pula riwayat yang disebutkan dalam tafsir-tafsir klasik seperti Tafsir Al-Qurthubi maupun Majma' al-Bayan yang mengutip perkataan Rasulullah SAW mengenai pahala bagi mereka yang mengamalkannya.
Meskipun beberapa hadis spesifik mengenai jumlah pahala sering kali dinilai para pakar hadis memiliki sanad yang perlu diteliti lebih lanjut (dhaif), namun secara substansi, para ulama sepakat bahwa membaca dan merenungi isi surat Luqman memberikan ketenangan jiwa dan "nutrisi" hikmah yang luar biasa bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas spiritual serta hubungan antarmanusia dalam bingkai ketakwaan.